Memilih Pergi Dari Suami Yang Selingkuh

Memilih Pergi Dari Suami Yang Selingkuh
malam pertama tertunda


__ADS_3

Sebenar nya endang  sangat berat untuk melepaskan anak perempuan nya kepada menantu nya,namun itu adalah resiko mempunyai anak perempuan harus merelakan putri nya di bawa oleh sang menantu.


"Kalau sekarang,kamu sudah bisa membawa Mira kemana pun,karna mulai saat ini Mira adalah tanggung jawab mu"ucap endang dengan mata yang berkaca kaca.


"Tapi ingat nak Leon,tolong jangan sakiti anak ibu,jika kamu telah bosan dengan diri nya,jangan sesekali kamu menyakiti fisik nya dan perasaan nya,jangan pernah  menduakan dia,pulangkan saja dia kembali kepadaku."ucap endang lagi,kini dia tidak bisa membendung air mata nya,pipi yang terlihat sedikit keriput itu terlihat basah.


"Aku berjanji Bu,akan menjaga anak ibu dengan baik,dan berusaha menjaga perasaan nya,aku juga berjanji tidak akan menduakan anak ibu yang cantik ini,karna hati ku sudah terkunci untuk dirinya seorang"ucap Leon yakin,yang membuat Mira merona.


"Kerja sekaligus bulan madu nih cerita nya"ujar Nia menggoyangkan kedua alis nya menggoda anak nya itu.


"Bulan madu mah bisa dimana aja mom"ucap farel,membuat endang geleng geleng kepala.


"Udah sih mom,emang mommy sama Daddy mau nginap disini"ucap Leon menyindir,ingin mengusir kedua orang tua nya,karena dia sudah tidak sabar melanjutkan perbuatan nya yang tadi tertunda.


"Ekhem,kamu ngusir kami,??,kalau mau unboxking sana,kami gak akan menganggu"ujar farel,membuat Mira malu karena nya.


"Udah sana mir,temani suami kamu istriahat pasti dia kecapekan pulang dari Jakarta"ujar endang,yang membuat Leon mencubit pelan tangan Mira,mengajak istrinya ke dalam kamar.


"Kalau gitu,kami istirahat dulu ya mom,dad,"ucap Mira malu malu,sembari berjalan ke arah kamar nya.


"Si Leon tuh udah gak sabar"ujar Nia membuat suami dan juga besan nya tertawa,mereka pun menceritakan pengalaman  masa pengantin baru versi mereka.


Sedangkan di dalam kamar,Leon sudah siap siap untuk menerkam Mira malam ini,di kunci nya pintu kamar Mira lalu berjalan ke arah  ranjang.


"Tidak ada lagi alasan untuk menolak ku"ucap Leon menggenggam tangan Mira lalu membawa tangan Mira itu ke bagian pusaka nya yang telah bangun dari tidur nya,Mira mendongak menatap ke arah Leon yang terlihat lebih tingga dari nya.


"Tapi seperti nya aku sedang datang bulan,"ucap Mira menunjukkan gigi nya,dia merasa pinggang sakit dan perut bawah nya keram.


"Serius,kamu gak mau ngerjain aku kan"tanya Leon dengan alis yang berkerut.


"Gak mau ngerjain tapi tanda tanda nya seperti ini,keram di perut bawah"ucap Mira meringis,membuat Leon tidak tega jika harus mengeksekusi istri nya malam ini juga.

__ADS_1


"Ya udah kalau gitu,kamu tiduran dulu,aku mau cari kiranti dulu buat meredakan sakit perut kamu"ujar Leon sembari membaringkan Mira di ranjang,kemudian dia bergegas untuk pergi keluar.


"Hati hati ya sayang"ucap Mira,dia merasa terharu karna leon mengerti diri nya.


"Iya"ucap leon,kemudian dia pun pergi ke alfamurt untuk membelikan kiranti,tepat di ruang tamu orang tua nya bingung kenapa Leon mau pergi.


"Kamu mau kemana Leon"tanya farel ketika melihat anak nya lewat di ruang tamu.


"Mau ke alfamurt dad"jawab Leon,seketika pikiran farel kemana mana.


"Gak usah pakai itu lah biar cepat jadi"ucap farel dia mengira anak nya itu  ingin membeli pengaman,Nia pun mencubit perut suami nya yang tidak di filter itu,sehingga diri nya meringis


"Leon mau beli kiranti dad,pikiran nya jangan kemana mana Napa"ujar Leon,kemudian dia pun bergegas keluar,tak berselang lama Leon pulang dengan membawa tiga botol kiranti dan juga buah buahan untuk mertua nya,kebetulan di depan alfamurt ada penjual buah.


Leon meletakkan buah itu di meja.


"Leon pergi lihat Mira dulu ya Bu"ucap Leon,mommy dan juga Dady nya saling melirik dan tersenyum.


"Udah lah dad,jangan di ejek begitu bisa nangis Lho dia "ucap Nia,dia benar benar senang mengejek anak nya itu.


Leon berdecak kemudian dia pergi ke dalam kamar Mira.


"Nih sayang,di minum dulu biar enakan perut nya"ucap Leon sembari duduk di tepi ranjang,Mira pun duduk suami nya itu membantu Mira untuk minum.


"Udah kamu istirahat yah"ujar Leon sembari kembali membaringkan istri nya di ranjang,Mira yang kurang nyaman dengan posisi tidur telentang dia pun membalikkan tubuh nya dan membelakangi suami nya.


"Sayang itu darah kamu kok banyak banget,kita ke rumah sakit aja takut darah kamu akan berkurang"ucap Leon,dia terlihat sangat khawatir.


"Aduh bocor"ujar Mira dia berdiri dari tempat tidur nya.


"Ayo sayang kita kerumah sakit"ucap Leon,dia yang  tidak mengerti dengan datang bulan begitu takut ketika di celana Mira begitu banyak darah.

__ADS_1


"Gak usah,ini udah biasa kok,bentar aku mau ganti celana "ujar Mira sembari berjalan ke kamar mandi sedangkan Leon kini sudah di Landa ke khawatiran.


Tak berselang lama Mira keluar dari kamar mandi dengan baju dan celana yang sudah di ganti,kemudian dia mengganti seprai yang telah kena denga darah haid nya.


"Awas yank,seprei nya mau di ganti"ujar  Mira menarik seprai,Leon kebingungan di buat nya.


"Kamu jangan banyak gerak dulu lah,lihat sendiri kan tadi banyak darah yang keluar",ucap Leon menahan tangan Mira yang menggulung seprai.


"Biar aku aja"ujar Leon kemudian dia melepaskan seprai itu dan meletakkan nya ke di lantai,


"Mana seprai yang mau pasangkan "tanya Leon,


"Ini"ujar Mira memberikan seprai berwarna merah serta motif bunga,


"Emang bisa masang nya"tanya Mira,dia tidak yakin jika orang kaya seperti Leon bisa memasang seprai sendiri.


"Iya bisa dong,ini doang mah gampang"ujar Leon dengan percaya diri,dia pun membentangkan seprai berwarna merah itu kemudian memasangkan nya,Mira memperhatikan pergerakan suami nya namun seketika dia tertawa


"Hahah,ini terbalik sayang,harus nya ini yang di sebelah sini"ujar Mira memperbaiki letak seprai itu,Leon hanya bisa menggaruk kepala nya yang tidak gatal.


"Udah kamu istirahat gih,kan capek baru pulang dari Jakarta,besok juga kita harus berangkat lagi kan ke sana"ucap Mira lembut,diabtidak ingin melihat suami nya itu terlalu capek.


"Kamu juga dong,sini"ujar Leon sembari membaringkan tubuh mereka.


"Perut nya apa udah gak keram lagi"tanya Leon sembari mengurai rambut Mira dengan halus.


"Masih sih,tapi ini udah biasa kok,karna setiap bulan semua wanita merasakan nya"ucap Mira sembari merapikan poni Leon yang berantakan.


"Biasanya berapa hari baru sembuh sayang"tanya suami nya itu


"Paling lama satu Minggu"

__ADS_1


"Waduh,udah malam pertama nya tertunda nunggu nya juga harus satu Minggu lagi"ucap Leon cemberut,Mira yang gemes dengan bibir suami nya itu pun langsung mengecup nya dengan lembut.


__ADS_2