
Yana menoleh heran ke arah Zaki,dia pikir Zaki akan mengajak nya nonton bioskop namun dugaan nya salah,Zaki malah mengajak untuk menonton kuda lumping.
"Kenapa,kamu pernah gak nonton kuda lumping??"tanya Zaki.
"Gak "jawab Yana menggeleng.
"Wajar sih,karna kebanyakan cewe emang gak suka nonton yang begituan"ujar Zaki,sedangkan Yana,dia hanya tersenyum kikuk.
"A,boleh minta nomor wa kmu gak,"
"Bukan apa apa, maksud nya kan,kamu udah gak kerja di king karl,mana tahu kamu punya pekerjaan yang bagus untuk di rekomendasikan"ujar zaki dia tidak mau kedok nya yang ingin mendekati Yana,diketahui.yana berpikir terlebih dahulu kemudian memberikan nomor ponsel nya.
"Ok, terimakasih aku save ya"ujar Zaki,Yana mengangguk
Setelah beberapa saat taksi online itu berhenti di rumah Zaki.
"Aku duluan ya Yan"ujar Zaki sembari keluar dari dalam mobil.
"Ah iya mas silahkan"balas Yana.setelah beberapa meter jalan dari rumah Zaki Yana meminta supir untuk memutar balik dan kembali ke kantor.
"Gak bisa mbak,alamat tujuan belum sampai"ujar supir itu.
"Ya sudah,kalau seperti itu saya turun disini aja pak"pinta Yana, supir taksi itu pun berhenti.yana kembali memesan taksi untuk kembali ke kantor, menjemput mobil nya,dan ketika dia sampai dia di kejut kan dengan ada nya sosok Zaki si parkiran,dia berpikir Zaki akan menjemput mobil nya besok,dan yang lebih mengejutkan lagi ban mobil nya semua kempes.
"Yana?,kamu kok balik lagi"Tanya Zaki, mengeritkan dahi,Yana tersenyum kikuk.
"Ini mas mau jemput mobil,aku lupa biasa nya orang tua aku marah kalau mobil di tinggal"ucap Yana berbohong,padahal orang tua nya tidak pernah mempermasalahkan itu,dia hanya tidak ingin kembali besok ke kantor ini.
"Oh,maaf ya,gara gara aku kamu harus bolak balik,seharusnya tadi kita bawa mobil kamu"ujar Zaki tidak enak hati.
"Gak apa kok mas,saya cuma mau memenuhi janji saya,waktu itu kan gak jadi pulang bareng"sahut Yana,dia menahan emosi karna ban mobil nya kempes.
"Oh, kalau seperti aku duluan ya"ujar Zaki dia tidak memperhatikan ban mobil Yana yang kempes.
__ADS_1
"Iya mas,silahkan" ketika Zaki telah pergi dari hadapan nya,Yana mengepalkan tangan nya lalu berjalan ke arah ruangan Aldi,tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu Yana menerobos masuk,hingga Aldi terkejut dibuat nya.
"Lo jadi cowo yang bagusan dikit kenapa,jangan kaya banci begitu"serang Yana,Aldi terkejut dengan kedatangan wanita itu,dan sekarang dia berbicara seolah Aldi mengusik diri nya lagi,padahal Aldi merasa tidak melakukan apapun setelah mendapatkan kata kata dari Yana tadi.
"Kamu aneh banget,datang datang langsung marah"ucap Aldi pelan,mendengar ucapan lelaki di depan nya emosi Yana semakin memuncak.
Bugghh
Dia meninju hidung mancung Aldi hingga mengeluarkan darah,Aldi meringis sembari memegangi hidung nya.
"Lo apa apaan sih,sakit bego"umpat Aldi,dia sudah tidak bisa menahan emosi.
"Lo gak mau ngaku juga,Lo lihat sana ke parkiran ban mobil gue kempes"teriak Yana hingga suara nya memenuhi ruangan Aldi itu.
Aldi bingung,karena bukan dia yang melakukan hal serondom itu,di lap darah yang mengalir di hidung nya dengan tisu lalu menyumpel nya.
"Eh cewe jadi-jadian,kalau mau nyerang lihat dulu siapa pelaku nya"bentak Aldi tak kalah garang.
Aldi mencekal Yana kuat, namun wanita itu dengan mudah melepaskan cekalan nya,yana pernah belajar bela diri jadi dia mengetahui tehnik untuk membebaskan diri dari lawan nya.
"Gue,gak pernah mengusik kehidupan Lo ya,gue selalu memperintah lo karna Lo karyawan disini,dan gue kasih tahu gue gak pernah melakukan hal yang Lo tuduh itu"ujar Aldi menggepalkan tangan,jika Yana bukan perempuan sudah di pastikan Aldi telah menghajar nya.
"Lo masih mau ngelak,kita bisa lihat CCTV,gue pastiin Lo yang ada di dalam CCTV itu"ucap Yana yakin.
"Oke,kalau bukan gue pelakunya,Lo harus tanggung jawab dengan apa yang Lo lakuin sama hidung gue"
"Oke,gue akan tanggung jawab sama hidung Lo itu,kalau terbukti bukan lo pelakunya"ucap Yana yakin.
Keduanya berjalan ke ruangan HRD,kantor sudah sepi karna semua karyawan sudah pulang.
"Tuh Lo lihat baik baik,bukan gue kan pelakunya"ujar Aldi ketika mereka telah melihat layar cctv.
"Iya bukan Lo,tapi Lo kan bisa nyuruh orang buat melakukan ini semua"
__ADS_1
"Jangan fitnah Lo ya"
"CK,udah Lo ngaku aja,pantesan aja Lo brani nunjukin cctv,orang bukan Lo yang ngempesin"ucap Yana.
Leon mengupah tampilan CCTV ke arah jalan,diama orang-orang pada masuk ke dalam kantor
"Lo perhatikan baik baik tu orang"ucap aldi kembali menunjuk arah monitor,Yana menoleh memperhatikan monitor itu,terlihat di layar,orang itu datang menggunakan motor,lalu dia mencari cari keberadaan parkir,lalu menuju ke arah parkiran,lalu lelaki itu membaca plat mobil satu persatu,hingga dia berhenti di mobil Yana,lelaki itu mendongak,hingga wajah nya terlihat jelas di layar monitor.
"Trus,karna Lo tunjukin wajah nya,gue bisa yakin kalau orang itu bukan suruhan Lo,bisa aja kan Lo bayar dia lebih buat tutup mulut"
"Emang Lo pikir Gue, gak ada kerjaan sampai ngancam orang buat tutup mulut,hidup Lo penuh drama banget"
"Iya bisa aja,kan Lo gak senang ngelihat gue,jadi Lo akan buat apapun untuk ngerjain gue"tuduh Yana.
"Eh Tiana,gue bukan kayak Lo,yang punya bokap yang kaya raya hingga menghabiskan uang buat bayar orang untuk melakukan kejahatan kecil seperti itu"ucap Aldi membuat Yana mendongak menatap wajah nya.
"Gue kasih tahu sama Lo,gue emang sepupu Leon tapi keluarga gue gak sekaya dan setajir dia,Lo tahu gak ini pertama gue kerja dan bulan depan adalah Gaji pertama gue,bukan kayak Lo yang begitu gampang buat menghamburkan uang"ujar Aldi datar.
"Curhat Lo,gue perlu cerita Lo itu,yang gue mau Lo benerin tuh ban mobil gue"sahut Yana tersenyum tipis.
Aldi berjalan keluar tanpa sepatah kata pun,dia lalu berjalan keluar untuk mencari pompa tangan,setelah mendapatkan pompa itu dia memompa ban mobil Yana,dia menghabiskan waktu lima belas menit untuk memompa semua ban mobil Yana itu,badan nya penuh denga keringat.
"Udah gue benerin,dan Lo ingat Lo harus tanggung jawab sama hidung gue ini,"ucap Aldi dengan napas tersengal.
"Ga mau gue,kan emang Lo pelakunya,perjanjian kan kalau bukan Lo yang ngempesin ban mobil gue"ujar Yana sembari masuk ke dalam mobil nya,namun kunci nya diambil oleh Aldi.
"Bukan gue yang ngempesin,gue gak mau tahu Lo harus urus hidung gue ini"
"Gak mau,siniin kunci mobil gue"Yana menangkap kunci nya namun tidak bisa karena Aldi lebih tinggi dari diri nya,Yana merasa kesel dan mengigit perut Aldi.
"Au,Yana sakit"ucap Aldi meringis,kunci nya di msukkan ke dalam kantong lalu memegang perut nya,Yana berlari ke luar parkiran dia menuju cafe yang tadi dia datangi tadi siang,dugaan nya benar Aldi mengejar diri nya.
"Tolong!! saya mau di perk*sa"teriak Yana,ketika Aldi mencekal kuat tangan nya.
__ADS_1