
Yana mengambil piring dan menunggu Aldi selesai menyerok nasi goreng dari kuali,namun Yana mengeritkan dahi ketika nasi di kuali ternyata sudah habis.
"Lho kok lo ambil semua sih Al? Punya gue mana?
Masih tetap diam
"Oi,Aldi teher kenapa lo diam aja kek patung?"
Aldi memakan nasi nya tanpa mengeluarkan satu patah kata pun,dia masih kesel di kerjain oleh Yana barusan,dan dia akan membalas perbuatan Yana itu.
Yana yang kesel pergi meninggalkan Aldi yang tengah menikmati nasi goreng buatan nya sendiri.
"Bagus gue beli nasi di luar,ngarepin beruang kutup gak akan ada guna nya" manolog Yana,sedangkan Aldi.dia menatap kepergian Yana yang misuh misuh.
"Rasain lo,emang enak di cuekin"Aldi pun menghabiskan makanan nya dengan lahap.
"Huuh,kenyang.sekarang lo lihat pembalasan gue hihi"batin Aldi,lelaki itu pun keluar dan mematikan meteran rumah.
Ctek,seketika lampu di dalam rumah Aldi padam.Yana yang saat ini sedang mandi hanya bisa meraba raba kamar mandi agar sampai ke pintu.
"Al.."pekik nya
"Lampu nya mati Al" teriak Yana dari dalam kamar mandi.
"Aduh,kemana sih tu beruang kutup.udah gue gak di kasih makan masa mati lampu begini gue juga di tinggalin" gumam Yana
Saat dia keluar dari dalam kamar mandi,dia di kejutkan dengan kain putih yang terbang ke arah luar jendela,kebetulan jendela mereka belum di tutup sama sekali.
"Astagfirullah,itu tadi apaan?"Yana beristigfar badan nya gemetar dan ketakutan.
Cekereng, suara benda jatuh yang tidak jauh dari kamar nya.
"Duh,tadi gue letak dimana ya ponsel gue"
Hal yang pertama Yana cari adalah ponsel nya guna untuk bisa menyenter jalan dan menerangi isi kamar,sudah hampir lima menit Yana bolak balik meraba ranjang dan meja lampu tapi dia tidak juga menemukan ponsel nya.
Badan nya gemetar,mengingat benda putih tadi terbang ke arah jendela.dia berusaha kuat agar tidak ketakutan.
Suara suara ponsel Aldi yang begitu mengerikan membuat bulu kuduk Yana berdiri,dia tidak tahu saja jika Aldi lah yang mengerjai nya.
"Hiih,mana kata Aldi rumah ini angker! Gimana dong? Gue mau minta tolong sama siapa ini" gumam Yana.
Cieettt suara pintu kamar terbuka,Yana langsung menoleh ke arah pintu itu berharap ada Aldi berdiri disana tapi harapan nya pupus,yang ada hanyaa sinar kecil dari rumah sebelah.
Aldi menerbangkan lagi kain putih,di hadapan Yana.
Sauurr
"Aaaa" brakkk
Seketika Yana pingsan,dia terjatuh tepat di samping ranjang dan kepala nya terbentur oleh tempat tidur.
"Waduh" Aldi berlari keluar dan menghidupkan kembali meteran yang tadi dia padam kan,lalu berlari ke kamar untuk menghampiri Yana.
Dia memmbalikkan tubuh Yana yang menunduk,Aldi sangat terkejut ketika melihat kepala istri nya memerah akibat kejedot di tempat tidur.
"Bangun Yan! Maaf gue cuma bercanda!"
Tidak ada jawaban dari Yana,wanita itu masih dalam keadaan pingsan dengan hanya menggunakan handuk,kulit putih nya begitu menggoda di pikiran Aldi.tapi sekarang bukan itu tujuan Aldi,sekarang suami nya ini harus membangunkan nya terlebih dahulu.
Aldi mengangkat tubuh istri nya,lalu membaringkan nya ke ranjang,tubuh nya penuh keringat karena tadi berlari kesana kemari untuk mengerjain Yana.
Aldi memberikan minyak angin di hidung Yana berharap wanita itu akan sadar dari pingsan nya.tapi masih saja Yana belum sadarkan diri.
Aldi pun kini merasa bersalah,dia memandang lekat ke arah wajah Yana.lalu beralih ke lemari mencari baju yang cocok untuk istri nya itu,dia pun mengambil baju terusan yang mirip seperti daster,lalu memakaikan baju dari kepala tanpa membuka handuk istri nya terlebih dahulu.
Aldi menunggu Yana sadar entah sudah berapa jam dia bolak balik menatap ke arah wajah Yana,tapi entah sampai kapan Yana ini akan siuman.
"Apa gue panggilakan dokter aja" gumam Aldi,dia kelamaan berpikir hingga Aldi pun terlelap di samping istri nya.
Pagi hari telah tiba Yana memegang pelepis nya yang sakit,dia menoleh ke arah kiri dan kanan.kepala nya begitu sakit.
"Shh,sakit banget,gue mimpi apa ya semalam?" Gumam Yana,dia masih mengira kalau diri nya bermimpi,pandangan nya tertuju pada sosok lelaki tampan yang ada di samping kanan nya.
"Al,lo ngapain disitu?" Yana menggoyangkan badan suami nya.
"Lo udah sadar?"
"Sadar?"
"Iya tadi malam lo pingsan"
Yana pun mengingat kembali,kejadian tadi malam.
"Oh iya,tadi malam mati lampu dan ada benda putih putih berterbangan di sana dan dekat jendela" ujar Yana,dia bergidik ngeri.
"Yang ini maksud lo?" Aldi pun memutar kembali rekaman video yang memang sengaja dia dokumentasikan tadi malam.
"Kok bisa ada video nya?"
"Iya,karna gue yang sengaja matiin lampu dan nakutin lo"
"Keterlaluan lo!" Marah Yana dia berjalan keluar sembari menghentakkan kaki nya,Aldi pun mengekori dari belakang.
"Ya kan lo duluan yang ngerjain gue,lo buatin ular mainan di kamar mandi,ya itu balasan buat lo lah" ujar Aldi.
"Iya tapi lo udah keterlaluan,gimana kalau gue punya penyakit jantung? Bisa mati mendadak gue"Yana menghentikan langkah nya lalu menghadap ke arah Aldi.
"Apa lo mikir itu? Waktu lo mau buat ular mainan di kamar mandi? Ada gak lo mikir kekgitu?" Tembak Aldi,seketika Yana hanya bisa diam.
"Tapi kalau di lihat lihat,ini lucu juga.pasti kalau di buat di youtobe banyak yang nonton"Aldi ketawa sendiri.
__ADS_1
"Ketawa aja terus!!" Teriak Yana,dia pergi ke dapur karena merasa lapar.ini adalah pertama kali nya Yana ke dapur dan melakukan aktifitas memasak.
Dia mengambil satu mie instan di dalam kulkas dan menyeduhkan nya dengan air panas.
Dia pun melahap mie itu dengan cepat,karena merasa lapar.makanan yang tidak ada toping nya pun ludes di buat oleh Yana.
Tadi malam dia tidak sempat makan,karena pingsan akibat ketakutan,dia pun mengecek jam ternyata sudah menunjukkan pukul setengah sembilan,dia pun menghubungi ayah nya untuk meminta ijin.
"Hallo pah,Yana ijin gak kerja ya! Ada kendala tadi malam" pinta Yana,Tio yang mengira jika putri nya habis bertempur dengan menantu, hanya bisa mangguk mangguk di sebrang telpon.
"Baik,besok kalau masih sakit kamu masih bisa ijin" ujar Tio
"Heuh?" Sambungan telpon pun berakhir.
"Sakit apaan? Emang nya papa tahu kalau tadi malam aku pingsan"Yana bergumam sendiri.
Sementara di kantor TIOHAING, Novi saat ini sedang di interview oleh HRD dan mulai hari ini wanita ini di perbolehkan kerja.
"Syukur lah aku sudah mendapatkan pekerjaan,sekarang tinggal memikirkan bagaimana cara untuk mendapatkan cinta Aldi kembali" batin Novi.
Dia tidak tahu,jika saat ini dia bekerja di perusahaan Yana,yaitu istri Aldi sendiri.
Hari pertama yang di kerjakan oleh wanita itu adalah membagikan browsur di depan gedung perusahaan,dengan skill yang dia miliki membuat sebagian pengusaha tertarik dengan isi browsur itu.
Sementara di perusahaan KING KARL,Leon sedang kecarian.dia menunggu ke datangan Aldi yang tak kunjung nongol juga,dia pun merogoh ponsel lalu menghubungi sepupu nya itu.
"Hallo,lo dimana Al? Kok jam segini belum nyampe juga?"
"Sorry Leon,gue gak kerja hari ini karna terlambat bangun" sahut Aldi dari sebrang sana.
"Mana bisa gitu? Ini kerja sama antara TIOHAING, gimana perkembangan nya?"
"Kalau itu biar gue urus nanti,lo lupa istri gue pemilik perusahaan itu? Pokok nya lo tenang aja proyek itu masih dalam pembangunan"ujar Aldi.
"Kaya nya Anhar juga sudah bisa ikut mengurus perusahaan ini"tiba tiba saja Leon berkata seperti itu.
"Yakin lo? Anhar kan masih kuliah!"
Anhar adalah adik kandung Aldi yang pertama,dan saat ini sedang menempuh pendidikan di sebuah universitas dan sebentar lagi dia akan wisuda.
"Yakin,biar dia cepat pintar!"
"Terserah lo,itu kan perusahan lo"
"Lo gak ngambek kan? Ntar gara gara gue ajak Anhar kerja disini lo malah gak mau kerja lagi dimari?" Leon memastikan.
"Iya gak lah,lagian itu juga bagus buat nambah skil nya, gue sih yes!"
"Gue punya kabar baik lagi buat lo"
"Kabar apaan?" Aldi mengeritkan dahi nya padahal saat ini tidak ada kabar gembira yang bisa membuat dia bahagia
"Istri gue hamil,dan sebentar lagi gue bakalan jadi ayah"
" iya thanks,lo kapan nyusul?"
"Sebentar lagi lo pasti bakalan dengar kabar itu dari gue" ucap Aldi begitu saja.walaupun dia tidak yakin dengan ucapan nya.
Dia telah selesai berbicara dengan Leon,Aldi pun menghampiri Yana ke dapur.
"Eh Yang? Lo udah dengar kabar bahagia gak?"
"Yang? Apaan sih lo panggil sayang?"
"Sorry,mulut gue typo.tapi lo udah denger belum?"
"Gue gak ada dengerin berita hati ini" ketus Yana
"Mbak Mira hamil,tadi suami nya nelpon gue!"
"Seriius lo? Ihh akhir nya Mira bakal jadi ibu juga" gumam Yana wajah nya memancarkan kebahagiaan.
"Trus lo kapan?" Tanya Aldi membuat Yana langsung merubah ekspresi nya.
"Ya nanti kalau gue udah punya suami" jawab Yana
"Lah,gue kan suami lo gimana sih?"
"Mana ada suami yang usilin istri nya?"
"Lagian sebentar lagi kita bakalan berpisah karna gue udah menemukan cinta sejati gue" ucap Yana.dia hanya bercanda mengatakan jika dia sudah menemukan cinta sejati nya.padahal sejak Leon menikah hati nya sudah tertutup kepada lelaki lain.
"Hmm,mana ada yang mau sama cewe kaya lo.udah rese keras kepala,jelek bauk lagi" ejek Aldi padahal yang dia bilang barusan adalah kebalikan nya.
"Jaga omongan lo,gue gak seperti yang lo bilang ya" Yana berubah kesel.
"Iya,maka nya sampai sekarang lo gak laku laku,kalau bukan karna gue nikahin sampai perawan tua juga lo gak bakalan nikah nikah" ujar Aldi.
"Lo yang maksa buat nikahin gue ya,sok kegantengan banget lo jadi orang"
"Emang gue ganteng,gak lo lihat lesung pipi sama gingsul gue? Itu yang buat orang tergila gila"
"Orang gila aja yang bilang lo ganteng,gue mah biasa aja" ujar Yana,dia kesel lalu meninggalkan Aldi sendiri di dapur.
"Enak aja bilangin gue jelek,bauk" gumam Yana dia pun mendengus badan nya sendiri.
"Wangi kok,dasar beruang kutup hidung lo terlalu dekat ke mulut jadi kecium deh tu bauk gigi nya"Yana marah marah sepanjang jalan menuju kamar.
Yana pun bergegas untuk mandi,dia menyiapkan baju nya dari lemari,sehingga dia tidak perlu memperlihatkan tubuh cantik nya kepada Aldi.
Setelah selesai mandi,Yana pun mempercantik diir nya.memakai bedak dan body sorum juga lipstik.tak lupa juga dia menyemprot kan sedikit farfum di tubuh nya.
__ADS_1
Dia menghampiri Aldi yang kini duduk di teras dengan secangkir teh di samping nya.
Yana menghampiri lalu menyodorkan tangan ke arah Aldi.
"Gue pamit pergi dulu ya beruang kutup! Lo lihat aja gue bakalan buktiin kalau bakalan banyak cowo yang suka sama gue yang akan menjadikan gue kekasih nya!"Yana pun menyalam tangan suami nya.
"Tunggu dulu" ucap Aldi, Yana pun berbalik.sehingga Aldi melihat betapa cantik nya dia hari ini.
"Lo mau kemana? lo lihat tu lipstik lo ketebalan! Bedak lo juga gak rata" ujar Aldi.
"Adalah,yang penting gue mau mencari kebahagiaan! Dari pada sama lo disini yang ada gue darah tinggi" ujar Yana sembari berlalu ke arah mobil.
"Omongan gue di masukan ke hati,apa jangan jangan dia emang mau cari lelaki lain? Wah gak bisa dibiarin nih. lo harus jadi milik gue seutuh nya" gumam Aldi.
Memang sangat serakah,dia ingin memiliki Yana tapi perlakuan nya mengatakan bahwa diri nya tidak suka kepada Yana,tapi ketika Yana ingin mencari lelaki lain dia tidak terima.
Mau kamu apa Al?
Aldi bergegas mandi dan dengan cepat memakai pakaian yang rapi,dia pun menyusul Yana.biasa nya mereka akan berangkat dengan menggunakan satu mobil tapi kini mereka pergi dengan mobil masing masing.
Di dalam mobil Yana mengingat,apa yang terjadi sama diri nya,dia benar benar kesal atas perbuatan suami nya,bahkan ucapan yang di lontarkan Aldi barusan masih terngiang ngiang di pikiran nya.
Setelah beberapa menit di perjalanan,akhir nya Yana telah sampai di rumah orang tua nya.dia mencari keberadaan iren asisten nya sewaktu masih gadis.
"Ren,temenin gue ke mall dong! Suntuk gue di rumah" ajak Yana,dengan cepat iren pun mengangguk.
"Gue mau nanya nih ren,menurut lo gue jelek?" Tanya Yana ketika mereka sudah berada di dalam mobil.
"Ya gak lah non,non Yana itu cantik malahan cantik banget"
"Serius lo? tapi kata suami gue eh.kata Aldi gue tu jelek bauk pula"curhat Yana.
"Itu mah cuma mengejek,asli nya non Yana tu cantik"
***
Hari ini Yana kembali bekerja,dengan menjabat sebagai CEO di perusahaan Ayah nya.dia pergi diantar oleh suami nya Aldi.
"Pagi buk".. semua karyawan dan para staff begitu sopan terhadap nya,mungkin karena dia adalah anak dari pemilik perusahaan,tapi Yana tidak perduli akan hal itu,yang dia tahu pekerjaan mereka harus bagus.
Di lantai tiga,Yana bertemu dengan Novi.
"Eh mbak Yana.kerja juga disini? Apa uang dari Aldi gak cukup buat kebutuhan kalian di rumah?" Ketika Novi melihat Yana dia langsung melontarkan pertanyaaan.
"Ah iya mbak"jawab Yana senyum ramah.
"Oh iya,Aldi nya kemana? Dia kerja disini juga? Kalian pasti kenal nya di perusahaan ini kan? " pertanyaan demi pertanyaan di lontarkan Novi entah apa maksud dari ibu satu anak ini yang jelas Yana merasa sangat risih.
"Maaf mbak,saya buru buru" Yana memilih meninggalkan Novi di lantai tiga dari pada menjawab pertanyaan yang tidak penting bagi nya.
"Hem,seperti nya alam mendukung keinginan ku,lihat saja Yana aku akan merebut kembali cinta ku" manolog Novi dalam hati.
Jam istirahat makan pun tiba,Yana di kejutkan dengan kedatangan Aldi ke kantor nya.
"Tumben beruang kutup datang ? Emang kerjaan di kantor nya udah rengang" Yana berpikir sendiri.
"Hai,kita makan siang diluar!" Ucap Aldi ketika dia sudah memasuki ruangan Yana.
"Kalau mau romantis kan bisa sedikit lebih lembut lagi berbicara nya "Yana berbicara dalam hati.
"Gue tunggu di bawah ya!"
"Ya"
Yana bersiap siap untuk lunch bersama suami nya,ketika sudah berada di lantai bawah Yana melihat Novi sedang mengobrol dengan suami nya.
"Masih lama?" Tanya Yana langsung.
"Eh mbak Yana,aku bisa ikut makana siang bareng gak? Soal nya aku lupa bawa bekal"pinta Novi,ini adalah hari keberuntungan bagi nya.hari yang di tunggu tunggu akhir nya datang.bertemu dengan Aldi dan mengajak nya makan siang.
"Oh,jadi ini alasan dia dateng kesini" batin Yana.
"Kayak nya sih bisa,ya mas ya?" Yana bertanya kepada suami nya Aldi.
"Seperti yang ku bilang tadi,kami ada urusan keluarga! Lain kali saja" jawab Aldi dingin dia berbicara dengan pandangan mengarah kepada sitri nya. Novi sangat kesal di tolak seperti itu oleh Aldi.sejak tadi Aldi terus saja memberi alasan agar Novi tidak ikut bersama mereka.
"Yaudah deh lain kali aja,biar aku ajak teman yang lain saja" dengan raut wajah kecewa Novi keluar terlebih dahulu dari dalam kantor.
"Lai kali kalau dia ngajak makan bareng atau apa,bilang aja gak bisa!" Ujar Aldi ketus,dia sangat kesel karena Yana tidak perduli dengan perasaan nya.
"Ya mana gue tahu lo gak mau bareng sama dia? Kan kalian tadi ngomong berdua. Gue bukan tuhan yang tahu segala nya" ucap Yana tak kalah ketus,mereka pun menuju ke mobil.
"Lagian lo tumben bisa keluar? Udah punya sekretaris lo?" Mulut Yana sudah gatal sejak tadi ingin bertanya.
"Sudah ada Anhar yang bantu gue di kantor.jadi kerjaan sudah jadi ringan"jawab Aldi dengan fokus pada setir nya.
"Trus kenapa lo repot repot datang jauh jauh kemari dan ngajak gue makan siang? Emang masalah keluarga apa yang mau di bicarakan?"
"Gue harus sering ajak istri makan bareng dan membahagiakan istri gue,karna sumber rezeky gue datang nya dari lo" jawab Aldi.
"Itu buat suami istri yang normal,kita kan cuma bercanda" ujar Yana.
"Bercanda gimana? Kita nikah sah dimata hukum dan negera,jadi lo jangan macam macam"
"Iya sah dimata hukum dan agama,tapi lo gak lupa kan kalau kita tidak saling mencintai.dan lo catet baik baik! Gue udah mencintai seseorang!" Tegas Yana.
"Oh ya,gimana kalau cowo yang lo suka ternyata tidak suka sama lo?"
"Pasti suka lah,kami sering jalan kok.chatingan juga" bohong Yana padahal selama ini dia tidak pernah mengobrol dengan lawan jenis.
"Lo selingkuh dari gue? Kualat lo Yan main belakang dari gue?" Aldi tampak marah mengetahui apa yang di sembunyikan Yana.
__ADS_1
"Lo juga bisa menjalin hubungan dengan siapapun yang lo mau!"