Memilih Pergi Dari Suami Yang Selingkuh

Memilih Pergi Dari Suami Yang Selingkuh
hari apes Anhar


__ADS_3

Zaky keluar dari ruangan Leon dengan lemah,tungkai nya terasa lemas untuk memopong diri nya,dia berjalan sempoyongan menuju parkiran,dia kapok sekarang.ternyata nyali nya tidak sebesar itu,pikiran nya terngiang-ngiang saat Aldi membawa palu.


Dia sadar sekarang,bahwa memperjuangkan istri orang sangat banyak resiko nya,bukti nya dia harus kehilangan pekerjaan nya dan bahkan hampir kehilangan nyawa nya.dia masih ingin hidup dan membahagiakan orang tua nya.


Obsesi yang ingin memiliki Yana kini pupus sudah,dia akan mengubur perasaan nya terhadap istri Aldi itu.biar lah dia mencari perempuan lain untuk di cintai.


Zaky bersandar di mobil nya,dengan memegang pelepis.suara dering posel nya yang berasal dari Novi diabaikan oleh nya,dia sudah tidak mau lagi berurusan dengan mereka,dia sudah insaf.


Sedangkan di dalam kos Novi,perempuan itu sedang terlihat kacau,dengan Zaky yang tidak menerima panggilan nya dan masalah nya dengan sang suami.dia sudah pusing memikirkan bagaimana cara memisahkan Aldi dengan Yana di tambah lagi sang anak merengek minta bertemu dengan ayah nya.


"Maa,Dina mau ketemu sama papa" lagi,putri nya merengek ingin berjumpa sama ayah nya.karena dia hanya lah anak kecil yang merasa rindu dengan orang tua nya.dan itu berhasil membuat emosi Novi meledak.


"UDAH MAMA BILANG! PAPA KAMU LAGI SIBUK" bentak Novi,karena pikiran nya yang kalut membuat dia reflek melampiaskan kepada putri nya,tapi itu yidak berangsur lama dia langsung menyesal karena telah membentak putri nya.


"Huaa,Dina cuma mau hiks hiks, ketemu sama papa"isak tangis Dina membuat hati Novi berdenyut sakit,dia pun memeluk putri nya agar memberikan kenyamanan.


"Maafin mama ya nak,papa nya sedang sibuk kerja jadi belum bisa pulang"ucap Novi mengusap rambut putri nya dengan lembut,dia menarik nafas nya berkali-kali.


"Hiks,Dina mau sama papa..Dina kangen sama papa"tangisan itu belum juga reda,hingga pada akhir nya Novi terpaksa menghubungi mantan suami nya memalui telepon seluler


"Hallo,Dina kangen sama kamu.dia mau ketemu kata nya"


"Kamu kali yang mau ketemu? Udah lama juga kamu gak ngerasain rudal aku"sahut Reza dari sebrang sana.


"Asal kamu tahu,aku sudah gak sudi lagi berhubungan sama kamu! Kalau bukan karna Dina aku ogah hubungin lelaki bajingan kayak kamu"ucap Novi kesel,dia sudah tidak perduli lagi dengan lelaku satu ini.


"Hmm,oke! Besok aku akan pulang,kasih ponsel nya ke Dina aku mau ngomong!"


"Hallo pah,hiks Dina kangen sama papa,papa kapan pulang?"tanya bocah itu dengan suara yang parau karena sisa tangisan nya tadi.


"Besok bakal papa usahain pulang ya! Udah kamu jangan nangis lagi!"


Setelah selesai berbicara,Novi pun punya rencana lain.


"Dina mau tinggal sama papa aja besok?" Biar Dina gak kangen lagi sama papa.kan Dina sama papa terus"jelas Dina,dia tidak sanggup mendengar anak nya menangis terus,dan itu juga salah satu akal nya agar bisa lebih mudah mendapatkan Aldi kembali,putri nya itu pun mengangguk dan Novi merasa sangat senang.


Sejak pertemuan diri nya dengan Aldi saat itu,cinta lama yang ada di hati nya timbul kembali.dia tidak perduli jika Aldi sudah menikah yang dia mau,dia akan mendapatkan cinta nya kembali.


Sedangkan di sebuah restaurant,Aldi sedang mempersiapkan tempat yang indah dengan dekorasi berbentuk cinta sebagai lambang perasaan nya terhadap Yana,dia juga membawa satu buah cincin yang akan di semat kan di jari manis istri nya.


Yana yang melihat itu sangat kagum,manik mata  nya memperlihatkan bagaimana meriah nya restaurant itu menyambut kedatangan nya.dengan menggunakan drees berwarna merah dan hells satu tingkat dia berjalan memasuki restauran yang sangat meriah itu,senyuman di bibir nya tidak pernah lepas dari wajah nya.dia merasa kagum kepada Aldi yang notabene pria dingin kini bisa melakukan hal seromantis ini.


Aldi pun mengulurkan tangan nya,menyambut kedatangan istri nya.


''Selamat datang bidadariku,silahkan duduk"Aldi pun menuntun Yana untuk duduk di kursi.


"Mas memang orang yang susah di tebak,kadang dingin dan kadang juga bisa romantis seperti ini"ucap Yana tersenyum.


"Ini lah sifat asliku,sebenar nya aku bukan lah lelaki dingin,dan mulai saat ini aku akan membuat hati istri ku menghangat"ucap Aldi,dia pun berdiri kemudian berlutut di samping Yana lalu mengeluarkan sebuah cincin dia pun mengambil tangan kiri Yana lalu memasukkan cincin itu ke dalam jari mania istri nya.


Berlian berwarna silver dan mutiara yang berbuntuk hati terpamoang di jari manis iatri nya.


"Ini adalah lambang cintaku sama kamu,semoga kamu suka dan aku berharap kamu bisa membalas perasaan ku"ucap Aldi sembari mengelus pelan tangan punggung istri nya.


"Terimakasih banyak,aku senang banget mas membuat aku sebahagia ini,dan aku harus mengatakan kalau aku juga mencintai mas Aldi"ujar Yana,membuat hati Aldi berteriak senang.


Dua orang yang dulu saling mengejek dan juga berantam,kini menjadi saling mencintai dan bahkan takut akan kehilangan,mereka pun berpelukan.lalu kedua nya kembali duduk Aldi pun menyuapkan satu potongan kue tar yang sudah di sediakan di meja itu.


Bahagia,Yana sangat merasa bahagia hati nya kini berbunga -bunga,ingin berteiak tetapi dia masih mempunyai urat malu,alhir nya dia hanya tersenyum di sepanjang malam.


Acara ini telah di dokumentasikan oleh Anhar,rupa nya bukan hanya mereka yang ada di restaurant itu.tetapi Erik dan juga istri nya ikut menyaksikan bagaimana keromantisan putra mereka,begitu juga dengan Tio dan Selvi mereka sangat terharu karen telah mendapatkan menantu yang bisa membuat putri nya bahagia.


"Papa senang banget melihat rumah tangga kalian baik-baik saja,dan semoga kalian akan selalu bertahan menghadapi cobaan rumah tangga yang mungkin akan datang"ucap Tio.


"Iya kami juga senang sekali,akhir nya kalian bisa saling mencintai,dan kami berharap kalaan cepat memberi kami seorang cucu"timpal Lila

__ADS_1


"Aminn,kami akan berusaha melewati ujian rumah tangga bersama pah ma"jawab sepasang suami istri itu.


Acaa makan malam telah selesai,dan kini Aldi sudah berada di dalaam kamar dengan badan yang sudah bersih.mereka tinggal tarik selimut dan bobok cantik,tapi Aldi yang sejak tadi menahan diri nya,memberanikan diri untuk meminta kepada istri nya.


"Kamu gak mau ngasih aku apa-apa?"tanya Aldi,dia berpikir jika Yana akan memberikan hadiah kepada nya berupa jatah suami.


"Emm,barang apa ya? Aku bingung,besok aja ya sekarang kita tidur dulu"ucap Yana


"Bukan hadia itu,tapi..."


Cups,


Aldi mengecup bibir Yana tanpa melanjutkan ucapan nya.


"Ohh,mas mau di cium? Bilang dong"ucap Yana sembari mencium pipi kanan dan dan kiri suami nya.kemudian dia tidur dengan membelakangi Aldi ,karena dia masih malu jika harus tidur berhadapan.


Aldi tidak protes,dia pun memeluk Yana dari belakang,seketika tubuh Yana menegang karena merasakan benda kenyal yang mengenai bagian belakang nya.otak nya berpikir untuk langkah apa yang harus di lakukan oleh nya.


"Udah,kamu diam aja! Biar aku yang meminpin"bisik Aldi,membuat tubuh Yana bergidik ngeri,tak ayal melawan tubuh nya diam dan menerima sentuhan yang di berikan ileh suami nya.


**** Hari telah berlalu,kehidupan Yana dan Aldi kini sedikit lebih tenang karena tidak ada gangguan dari siapapun,baik dari Novi maupun Zaky.mereka berangkat dan pulang kerja tanpa gangguan siapapun,karena Novi saat ini sedang meminta ijin ke kantor berlibur selama satu minggu dengan alasan ibu nya sakit di kampung.sedangkan Zaky,lelaki itu memang sudah tidak mau lagi bermasalah dengan keluarga Aldi.


"Mas hati-hati di jalan ya! Jangan lupa,kerja nya yang semangat!"ucap Yana ketika diri nya telah keluar dari dalam mobil.


"Iya,kamu juga yang semangat ya sayang bye.."Aldi melambaikan tangan lalu pergi dari kantor mertua nya.


***


Di jalan yang sedikit renggang,Anhar hutapea hampir saja menabrak orang yang sedang ingin menyebrang


Ciiitt,dia reflek menginjak rem sekuat mungkin,Anhar pun keluar dari dalam mobil nya mengecek  keadaan orang itu,dan ternyata  Anhar menabrak seorang cewe dan saat ini dia sedang pingsan,tanpa menunggu apapun lagi Anhar melarikan perempuan itu ke rumah sakit,perempuan itu langsung di bawa k ruang UGD untuk melakukan pemeriksaan.


"Bagaimana keadaan perempuan ini dok?" Tanya Anhar,ketika dokter telah selesai memeriksa keadaan wanita itu.


"Syukur lah kalau begitu"ucap Anhar,dia kini bisa bernafas lega,untung saja dia menginjak rem dengan cepat,jika tidak wanita yang ada di hadapan nya ini  bisa kehilangan nyawa.


"Saya permisi dulu"pamit sang dokter,sembari keluar dari ruangan.


Anhar pun duduk di samping ranjang pasien,berharap wanita yang sedang berbaring segera sadar dari pingsan nya.


"Kalau mau bunuh diri,minimal di hutan gak bakal ada yang tahu"celetuk Anhar sebal,saaat dia ingin buru-buru malah mendapatkan kejadian seperti sekarang ini.


"Merepotkan!"


Anhar berdiri kemudian menghubungi seseorang agar dapat mengangtikan diri nya disini.


Sedangkan wanita yang sedang berbaring itu,perlahan menerjabkan mata karena mendengar seseorang sedang mengobrol,dia menatao sekeliling nya,ruangan bernuasa putih menggambarkan apa yang ada dipikiran wanita itu.


"Gue ada di alam mana? Apa gue udah mati? huaa mama Dea gak mau meninggal"teriak wanita itu,yahh wanita itu adalah Dea burhani adik tiri dari Arka mantan suami Mira.


Anhar terkejut,lalu menghampiri Dea.


"Kamu kenapa?"tanya Anhar bingung bercampur khawatir,dia mengira jika perempuan ini punya penyakit kelainan.


Dea tertegun,melihat seorang pria yang berdiri tepat di depan wajah nya,pria yang berkulit putih,serta memakai kemeja putih dan wajah yang hampir sempurna,membuat Dea semakin berpikir jika perkiraan nya benar.


"Apakah dia penjaga surga yang bernama Ridwan? Beneran dong kalau gue udah mati" batin Dea menjerit.


"Gue beneran udah mati,huaaa"tangis Dea semakin kencang,membuat Anhar menjadi pusing.


"Hey,mbak! Sadar..sadar.."Anhar menepuk-nepuk pipi Dea,bukan nya diam wanita itu kembali menangis.


"Penjaga surga kenapa ganteng bangett,huaa maaahh Dea beneran udah meninggal"Dea berhasil meneteskan air mata nya.


Anhar menjambak rambut nya kasar,dia sangat kesal karena Dea berbicara ngelantur.

__ADS_1


"Mbak! Dengar mbak belum mati,mbak ada di.."


"Iya gue tahu gue ada di surga hiks"Dea semakin menangis.Anhar mengelus dada nya dia tidak tahu harus berbuat apa.


"WOY,MBAK BELUM MATI!!! MBAK MASIH ADA DI DUNIA!"Anhar berbicara keras agar Dea berhenti meracau,dan benar saja Dea terdiam dan menatap ke arah Anhar.


"Jadi gue belum mati?"


"Iya"


**


Sementara itu,Yana mendapatkan pesan dari suami nya,jika mereka akan makan siang bareng di luar kantor.tetapi karena pekerjaan Yana yang menumpuk,dia tidak bisa mengikuti kemauan suami nya.


"Huuff,semoga mas Aldi gak marah"gumam Yana.


Clek,


Selvie masuk ke ruangan putri nya,seperti nya ada sesuatu yang ingin dia sampaikan.


"Ada apa mah?"tanya Yana menghentikan aktifitas nya.


"Kamu pasti caoek kan sayang,kerja seperti ini?"


"Gak kok mah,Yana senang.lagian di rumah juga ngapain dan dengan ini Yana bisa membantu mas Aldi mencari uang buat kebutuhan kami kedepan nya"jawab Yana,membuat Selvi tersenyum.


"Iya,kamu benar.tapi apa kamu gak mau berhenti bekerja dulu? Mungkin kalian akan melakukan program hamil?"tanya Selvi,dia ingin sekali memomong cucu dari Yana.


Yana terunyah,dia tidak tahu apakah dia sudah siap untuk menjadi seorang ibu,tapi yang dia inginkan saat ini adalah membahagiakan orang tua nya.


"Itu tergantung rezeky kan mah,kita kan gak tahu kapan kita di beri anugrah oleh allah"ujar Yana,dia hanya pasrah kepada yang diatas


"Iya sih,tapi tergantung kamu nya juga.kalau kamu belum siap,pasti kamu akan melakukan berbagai cara untuk menolah anugrah itu,seperti cobtoh masang KB"ujar Selvi.


"Yana gak seperti itu mah"ucap yana cemberut.


"Mama mau ngasih kabar sama kamu"


"Kabar apa mah?"Yana terlihat penasaran.


"Kakak kamu kata nya akan datang satu minggu lagi"


Yana sangat senang mendengar kabar kepulangan kakak nya.


"Uhh,berapa lama kakak di indonesia mah?"


"Seperti nya akan lama"jawab Selvi


Syukur lah,kita bisa berkumpul lagi seperti dulu.


Sementara di kantor KING KARL,Aldi dan juga Leon sedang menunggu kedatangan Anhar yang bekum juga kunjung datang.


"Gimana Al? Anhar nya udah dimana? Tanya Leon sembari melihat arloji nya.


"Gak tahu,ponsel nya gak bisa di hubungi.tadi sih nyambung tapi sekarang udah gak aktif"jawab Aldi,dia sedikit khawatir keoada adik nya itu,tapi dia berusaha berpikir positif.


"Hmm,apa terjadi sesuatu sama dia? Lokasi dia terakhir ada dimana?" Tanya Leon sembari mengetikan sesuati di ponsel nya,saat ini dia sedang chatingan dengan istri tercinta nya.


"Gak,terakhir kami ngomong dia lagi ada di jalan.dan gue gak tahu dia ada di jalan man"jawab Aldi.


"Singgah di kos-kosan kali"timpal Leon.


"Gak mungkin,gue tahu gimana Anhar.dia cowo baik-baik"sahut Aldi.


"Sekarang dia udah dewasa Al"ujar Leon,membuat pikiran Aldi berputar.

__ADS_1


__ADS_2