
Mereka yang berada di ruang tamu itu tidak ada yang heran sama sekali dengan pernyataan mira karena mereka sudah menebak apa yang akan di ucapkan oleh Mira namun Mereka mempunyai rencana yang sudah di susun dengan rapi oleh mereka ber empat.
Beberapa puluh menit sebelum Mira datang menemui orang tua Leon.
"Seperti nya Mira memang sengaja mengulur waktu agar dia tidak bertemu dengan kami"ujar farel,Leon Nia beserta endang mengangguk tanda membenarkan perkataan farel.
"Jadi gmna mbak,kalau sudah seperti itu aku gak bisa berbuat apa apa"ujar Endang yang tidak biasa memaksa anak nya,mendengar perkataan ibu Mira Leon seketika lemas,kini Leon pun pasrah dengan apa yang akan di ucapkan oleh Mira nanti nya.
Namun Nia sedikit berpikir seolah mengingat sesuatu.
"Bukan kah mbak bilang waktu dulu kita akan menjodohkan anak kita,kalau kita sudah memiliki keturunan"ucap Nia seolah mengingat sesuatu,endang sedikit berpikir mencoba mengingat apa yang sudah di janjikan oleh mereka dahulu.
"Iya mbak aku ingat itu,tapi sekarang cerita nya sudah lain anak ku sudah menjadi janda"ucap endang lesu.
"Kami tidak mempermasalahkan hal itu ndang,apa lagi anak kami ini begitu mencintai Mira,jadi apa salah nya kalau kita melaksanakan janji kita kala itu"ucap Nia
"Tapi bagaimana cara nya NI,sedangkan Mira sudah terang terangan menolak Leon,apa lagi masa iddah nya juga masih satu bulan lagi"ucap endang,orang tua Leon itu sudah menceritakan permasalahan nya sehingga endang sudah tahu bahwa Mira sudah menolak Leon,namun hal itu di dukung oleh endang karena walaupun tidak terlalu agamis tapi endang tidak menyalahi aturan agama nya yang membiarkan anak nya di lamar oleh laki laki sedangkan anak nya masih dalam masa iddah.
"Lagi pula,di ajaran agama kita kan tidak memperbolehkan menikahkan wanita yang masih dalam masa iddah"jelas endang,Nia dan juga farel juga setuju dengan penjelasan endang Walaupun mereka juga tidak terlalu mendalami nya,tapi seperti nya Leon tidak setuju akan hal itu.
"Iya Bu,saya tahu Mira masih dalam masa iddah,tapi saya tidak bisa menunggu terlalu lama biar lah saya melamar nya terlebih dahulu,lalu jika masa iddah nya sudah selesai maka saya akan segera menikahi nya"ujar Leon,dia begitu takut akan kehilangan Mira.
__ADS_1
"Nak Leon,ibu memang bukan ahli agama tapi ibu tahu kalau melamar perempuan yang masih dalam masa iddah itu tidak di perbolehkan,jadi sebaik nya nak Leon datang di saat masa iddah Mira sudah selesai"ujar Endang.
"Baik lah buk kalau seperti itu,tapi setidak nya ijin kan saya untuk mengutarakan niat saya terlebih dahulu di depan Mira,biar bagaimana pun kami sudah terlanjur berada disini"ujar Leon
" karena pengetahuan saya tentang agama yang sangat kurang membuat saya datang di waktu yang tidak tepat,dan lagi pula sudah di pasti akan Mira akan menolak lamaran saya nanti nya jadi ijin kan saya untuk melakukan percobaan terlebih dahulu"ucap Leon lagi.
"Leon sudah lah,jangan memaksakan dangan sesuatu yang tidak bisa di paksakan,kan endang sudah bilang kalau kamu datang melamar lagi nanti di waktu yang tepat, untuk sementara buat dulu Mira meberikan hati nya sama kamu baru setelah itu kamu lamar Mira dan itu akan mempermudah kamu tentu Mira akan menerima lamaran mu"jelas Nia dia kasihan melihat anak nya yang terlalu over menginginkan mira.
"Sudah ngak apa apa ni biar lah kita coba terlebih dahulu sebagai percobaan, dan anggap saja kita sedang memaikan drama"ucap endang.
Mereka pun setuju akan melakukan percobaan untuk melamar Mira,dan akhir nya yang di tunggu pun datang sesuai dengan perkiraan mereka Mira langsung menolak secara tegas.
"Baik lah saya terima keputusan kamu mira"ucap Leon datar walupun sudah sesuai prediksi nya namun hati nya tetap merasa sedih baru kali ini dia di tolak seorang wanita,padahal dia selalu yang menolak wanita yang ingin dekat dengan nya.
"Kalau begitu,kmi permisi dulu mbak"ucap farel kemudian satu keluarga yang datang pun kini pergi dari rumah Endang,untung saja mereka tadi sudah bertukar nomor telepon.
"Ada yang mau Mira tanyakan ke mama"ucap Mira.
"Tanya apa nak"ucap endang lembut, mereka saat ini berharap hadapan.
"Kenapa mama bisa kenal dengan pak Leon"??tanya Mira datar,endang pun menceritakan semua tentang kenapa endang bisa kenal dengan bos nya itu.
__ADS_1
"Dia datang ke rumah ini,dan menceritakan semua yang terjadi sama kamu waktu di Jakarta,bahkan dia yang selalu menjaga kamu disana,selepas peristiwa kamu hampir di jual oleh arka dia juga yang memperhatikan kamu dari jarak jauh"jelas endang,Mira membulat kan bibir nya dengan huruf O,tetapi hati nya sedikit terunyah dengan sikap Leon tetapi hal itu di buang jauh jauh.
Sedikit lama mereka diam.
"Jadi mulai besok kamu sudah kerja "tanya endang,padahal dia sudah tahu pekerjaan Mira dari Leon.
"Iya mah,tapi kayak nya besok pulang pagi karna mungkin Mira akan di pecat,karna sebelum pak Leon datang kemari dia sudah mengatakan kalau pak Leon ingin menjadi pacar Mira,tapi Mira menolak berarti Mira siap untuk kehilangan pekerjaan,lagian masih banyak kok di luar sana perusahaan yang mau memperkerjakan Mira"jelas Mira.
"Hal itu kan tidak berpengaruh karena di perusahaan kinerja kamu yang di lihat bukan status kamu,ibu yakin kamu gak bakalan di pecat kalau kamu bisa menghendle pekerjaan kamu itu"jelas endang.
"Kita lihat saja lah besok mah"ujar Mira
Sedangkan di kediaman Leon kedua orang tua nya sedang menasehati anak nya.
"Sudah lah ta(Brata) kamu jagangan sedih begitu kan masih ada kesempatan kedua,lagian mama sahabatan sama mama Mira,nanti jika dia menolak lagi kami yang akan berusaha untuk mempersatukan kalian"ucap Nia menenangkan anak nya.
"Iya mah"ucap Leon datar namun hati nya seolah tidak menerima.
"Yaudah gih sana istirahat,besok kn kamu harus kerja "ucap Nia kemudian Leon pun bergegas ke kamar tanpa mengucapkan kata apa pun dia hanya mengangguk
Sampai dia didalam kamar Leon pun membaringkan tubuh nya tanpa membersihkan badan terlebih dahulu Untuk tidur dia menghempaskan jas nya ke samping ranjang serta sepatu yang dia biarkan terletak di depan ranjang.
__ADS_1