Memilih Pergi Dari Suami Yang Selingkuh

Memilih Pergi Dari Suami Yang Selingkuh
masuk rumah sakit


__ADS_3

Brooott..


Yana menatap heran ke arah atasan nya.


"Ishh,apa gak ikut ampas nya ituh"ucap nya sembari menutup hidung nya,dia pun bergerak keluar dari mobil.


"Jorok banget"gumam nya


Sedangkan Aldi,dia sedang menahan mules di perut nya,sebelum menemui Yana,dia memakan bakso pedes level dua belas,alhasil perut nya kesakitan.


"Lebih baik kita batalin aja meeting nya pak,bapak berobat aja dulu"ucap Yana dari luar.


"Iya, meeting nya kita batalin"


"Baik,saya pamit masuk kantor"ucap Yana berlalu meninggalkan Aldi yang tengah kesakitan.


Di tengah perjalanan masuk ke kantor,Yana kepikiran dengan wajah pucat Aldi,dia kembali menemui Aldi yang tengah meringkuk kesakitan di kursi kemudi.


"Geser ke samping pak,biar saya bawa ke rumah sakit"ucap Yana dari jendela mobil yang kebetulan di buka oleh Aldi tadi.


Aldi menoleh,dia berpikir Yana akan meninggalkan diri nya di dalam mobil itu,tapi Yana tidak sekejam yang ada di pikiran nya.


Aldi bergeser sesuai dengan permintaan yana.


"Masih bisa pasang seftibel sendiri gak pak"tanya Yana ketika dia melihat Aldi belum memasang sabuk pengaman.


Aldi tidak menjawab,namun tangan nya bergerak untuk memasang seftibel,melihat aldi telah memakai sabuk pengaman,Yana melajukan mobilnya.


Hingga tepat di tengah perjalanan,mobil yang di kendarai Yana kempes,mobil nya kini bergoyang,untung saja sana tidak terlalu laju.


Cittt


"Seperti nya ban nya kempes"ucap Yana,dia keluar dari mobil untuk melihat keadaan ban mobil yang di kendarai nya


"Aduhh,apes banget sih"gumam Yana.


"Saya pesanin taksi online aja ya pak"ucap Yana menghampiri Aldi di dalam mobil,tidak ada jawaban dari Aldi.


Yana tidak mau menunggu lama, langsung saja dia memesan taksi online, dia menunggu taksi di samping kemudi tidak berselang lama akhir nya mobil yang di pesan Yana kini telah tiba.


"Atas Yana eferintiana mbak"tanya supir taksi itu.


"Iya mas, sebentar ya saya bangunin teman saya dulu"ucap Yana,menghampiri Aldi kembali.


"Pak,taksi nya sudah datang"


Sama seperti tadi,Aldi tidak menjawab ucapan Yana,kini Yana menjadi panik.


"Jangan jangan pingsan"gumam nya,Yana menggoyangkan badan atasan nya,dan ternyata dugaan nya benar,saat ini Aldi dalam keadaan pingsan.


"Astaghfirullah" Yana berlari kearah mobil taksi.


"Pak,tolong angkatin teman saya,dia sedang pingsan"ucap Yana panik.


Supir taksi itu pun menghampiri Aldi dan membopong atasan Yana itu naik ke dalam mobil nya,Yana mengunci mobil kemudian ikut masuk ke dalam taksi itu,biarlah Tuhan saja yang menjaga mobil atasan nya itu.


Yana duduk di belakang supir,dia meletakkan kepala Aldi di pangkuan nya,Yana merasa supir taksi itu terlalu lama mengendarai mobil


Dia terlalu khawatir, ehh??


"Pak bisa di percepat gak,nanti teman saya bisa mati lho kalau gak cepat di tangani"

__ADS_1


"Siap mbak,pegangan ya"ucap supir itu,dia pun melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.


Ciiitttttt


Kini mereka telah sampai di rumah sakit persada,Yana berjalan cepat ke arah resepsionis itu untuk meminta brangkar.


"Dok tolong teman saya dia sedang pingsan"ucap Yana tergesa-gesa,kebetulan dia bertemu dokter disana.


Mereka pun membawa Aldi masuk ke ruangan pemeriksaan.


"Mbak,bisa ikut saya ke ruangan sebentar"tanya dokter yang menangani Aldi,Yana mengangguk dan mengikuti dokter itu ke ruangan nya.


"Tekanan darah teman mbak rendah,kami telah melakukan pemeriksaan,teman mbak pingsan akibat memakan makanan pedas,kami juga telah melakukan endoskopi lambung,terdapat sedikit luka disana,kemungkinan teman mbak ini sering terlambat makan"


"Nanti tolong ingatkan kepada teman mbak ini untuk sementara tidak memakan lagi makanan pedas,dan pola makan teratur,jangan sampai telat makan" jelas dokter itu,Yana mengangguk.


"Mbak sudah bisa melihat keadaan nya,"


"Terimakasih Dok,kalau begitu saya permisi dulu"ucap Yana kemudian keluar dari ruangan dokter dan masuk ke dalam ruangan dimana Aldi di tangani.


Clek.


Yana duduk di kursi yang ada di dekat brankar,dia menatap kearah Aldi yang belum sadar,tak terasa mata nya terasa ngantuk,dia pun tertidur di atas kursi.


Sedangkan Aldi yang tersadar dari pingsan nya melihat samar ke arah Yana yang tengah tertidur pulas,dia duduk lalu melihat ke arah sekitar.


"Ternyata kamu baik juga"gumam nya.


Dia merasa tenggorokan nya kering,ingin mengambil air minum yang ada di meja dekat dengan Yana,tapi tangan sedang di infus,dia tidak tega jika harus mengganggu tidur Yana yang pulas.


Yana menggeliat lalu bangun,entah apa yang membuat diri nya bangun.


"Bapak sudah sadar"


Aldi mengangguk


Yana mengambil air minum yang ada di dekat nya lalu memberikan nya kepada Aldi,dengan dua tegukan tenggorokan Aldi terasa lega.


"Terimakasih"ucap Aldi senyum,


"It's ok"


"Oh iya,saya mau kasih tau,kata dokter bapak terkena penyakit lambung,jadi jangan makan yang pedas-pedas dulu,dan jangan sampai telat makan"ucap Yana menyampaikan pesan dokter tadi.


Aldi mengangguk dan mengucapkan kata terimakasih lagi kepada Yana.


"Sebaik nya bapak hubungi keluarga dulu,saya mau lihat keadaan mobil bapak yang saya tinggal di jalan tadi,kalau terlalu lama takut spion nya hilang,karena mobil nya parkir di tempat sepi"


Yana menggunakan bahasa formal karena ini masih di jam kerja.


"Kok bisa kamu tinggalin di tempat sepi"


Yana pun menceritakan kenapa mobil nya dia tinggal di tempat sepi.


"Biar montir aja yang memeriksa nya,kamu disini saja temani saya"ucap Aldi datar.


"Lah, pekerjaan saya masih banyak di kantor"ucap Yana sedikit sewot.


"Biar saya kabari Leon,"ucap Aldi merogoh ponsel nya di kantong.


Kring kring kring

__ADS_1


Aldi menoleh ke arah sekitar mendengar dering ponsel,dia lupa jika ponsel Leon masih ada pada diri nya.


"Gue lupa lagi mulangin ponsel nya"gumam Aldi.


"Kamu punya nomor nya mbak Mira kan,hubungi dia aja,kasih tahu apa yang terjadi"


Dengan rasa malas,Yana menjalankan perintah aldi


"Hallo mir"


"Ha Lo "


"Lo lagi di kantor gak"


"Hmm,kena pa"


Yana heran,kenapa suara sahabat nya seperti habis di kejar tikus.


"Lo kasih tahu sama bos,kalau gue sama sepupu nya gak jadi meeting karna sepupu nya masuk rumah sakit,kena sakit lambung kata nya"


Tidak ada jawaban dari sahabat nya,dan tiba tiba sambungan telpon terputus,


"Seperti nya mereka sedang bertempur,kamu kirim pesan aja nanti juga bakalan di baca"


Yana memasukkan ponsel nya ke dalam tas.


"Kenapa bapak gak hubungi keluarga aja"tanya Yana,dia sedikit ke eratan jika harus menemani Aldi di rumah sakit.


"Mereka sibuk"ucap Aldi,padahal dia takut ibu nya marah jika mengetahui dia masuk ke dalam rumah sakit.


"Ya tapi kan ini diluar dari pada pekerjaan kantor"protes Yana


"Jadi kamu gak mau nungguin saya sampai keluar dari rumah sakit"tanya Aldi menatap yana tajam.


"Iya gak mau lah"


"Yaudah kamu pulang sana"ucap Aldi ketus,baru juga dia bersikap lembut terhadap Yana sebentar kini berubah menjadi ketus lagi


Yana tidak menjawab,dia langsung pergi keluar dari ruangan Aldi


Sedangkan di kantor KING KARL,tepat di ruangan Leon,sepasang suami istri itu kini menyantap makanan,sudah pukul 15:30 namun mereka baru makan siang,karena terlalu asik bergonjang ginjang.


"Ini mama yang masak"tanya Leon,Mira menoleh,dia bingung kenapa suami nya menaggil diri nya dengan sebutan mama.


"He'em,Abang suka kan.?" Tanya Mira.


"Suka banget"


"Abang udah gak sabar punya dedek bayi"..


"Iya,aku juga udah gak sabar ingin merasakan bagaimana menjadi bumil"


"Maka dari itu kita harus terus berusaha"


"Habis makan kita kerumah sakit ya, USG apa sudah ada bibit di dalam sini"ucap Leon mengelus purut istri nya.


"Sekalian jengguk mas Aldi,Yana bilang tadi mas Aldi masuk rumah sakit"


Setelah selesai makan mereka bergegas ke rumah sakit, mereka bertemu Yana di loby.


"Yana"

__ADS_1


Yana menoleh dia memperhatikan sahabat nya dari atas ke bawah.


"Lo gak apa apa kan,tadi di telpon kayak nya lo lagi di kejar tikus"


__ADS_2