
"maliiing"teriak Mira namun Leon dengan cepat menutup mulut Mira agar tidak berteriak untuk kedua kali nya dia takut akan di gebukin masa karena di teriakin maling.
"Ini aku sayang"bisik Leon di telinga Mira pelan,sungguh Mira merinding mendengar suara bisikan Leon,lalu dia menatap ke arah badan nya ternyata handuk yang di pakai terjatuh hingga memperlihatkan tubuh nya yang putih mulus seperti susu,Leon belum menyadari itu hingga Mira berteriak kembali.
"Aaaaaaak"teriak Mira,segera Leon mendekap mulut kekasih nya itu lagi,dia heran mengapa kekasih nya berteriak sedangkan dia sudah berkata kalau itu adalah diri nya.
Sedangkan di ruangan tamu Nia dan endang mendengar sedikit teriakan Mira.
"Mira kenapa Ndang"tanya Nia khawatir
"Gak tahu,kita lihat sekarang"ujar endang sembari berlari kecil ke arah Mira,namun pintu Mita terkunci.
"Mir kamu gak apa apa nak"tanya endang di balik pintu,Leon takut setengah mati,bagaimana pun dia belum berani kepergok oleh calon mertua nya,lain jika mommy nya yang memergoki,dia melepas dekapan dari mulut Mira agar kekasih nya itu berkata kalau dia sedang baik baik saja.
"Gak apa apa mah,cuma ada kecoa tadi"ujar Mira dari dalam kamar.
"Kirain kamu kenapa"ujar Endang, Leon mengelus dada bisa terhindar dari mertua nya, sedangkan Nia dia mencium aroma anak nya di sekitar pintu itu.
Endang ingin kembali ke ruang tamu melanjutkan cerita tentang masa lalu mereka namun di tahan oleh Nia,calon besan nya itu menari tangan nya pelan lalu meletakkan satu jari di bibir nya,
"Heest"ucap nya pelan endang heran mengapa sahabat nya ini seperti itu,Nia merogoh ponsel nya dari dalam tas kemudian menghubungi nomor anak nya,terhubung namun dia tidak mendengar suara dering ponsel di dalam kamar Mira,karena Leon sengaja meninggalkan ponsel nya di dalam mobil.
"Kenapa"tanya endang bingung,Nia menggelengkan kepala lalu kembali ke ruang tamu,hingga membuat endang semakin bingung.
__ADS_1
"Kamu ada mencium aroma parfum nya Leon gak sih tadi di sana"ujar Nia ketika mereka sudah kembali duduk.
"Aku gak hapal pula aroma parfum anak kamu"ujar Endang.
Sedangkan di dalam kamar Mira Leon baru sadar ternyata kekasih nya sedang tidak memakai busana,sehingga membuat kelakian nya terganggu,setelah merasa aman dia baru memperhatikan sekitar nya.
"Kok bisa sampai di sini"ujar Mira sembari memungut handuk nya lalu mengenakan kembali dia merasa malu tubuh nya Ter ekspos seperti itu di hadapan Leon.
"Kok di pakai lagi,lepasin dong"ujar Leon tanpa menggubris pertanyaan Mira, terlihat di bola mata nya dia sedang menahan gairah.
"Diem atau aku teriak lagi"ujar Mira,sebenar nya dia tidak ikhlas Leon melihat diri nya tanpa sehelai apapun sebelum sah,namun jika dia menyuruh Leon keluar dari kamar nya sudah di pastikan akan ketahuan oleh ibu nya dan mommy Leon,diri nya sudah seperti buah simalakama,mundur kena maju kena.
Leon mendekat ke arah Mira berharap bisa memeluk kekasih nya itu.
"Tetap di sana Leon"ujar Mira,dia benar benar marah dan juga takut jika Leon akan memangsa nya,namun kekasih nya itu tidak memperdulikan ucapan nya dia tetap mendekat lalu memeluk erat tubuh Mira.
"Aku ngerti,tapi gak seharus nya kamu melakukan ini,kamu masuk ke kamar aku seperti maling,kenapa tidak memberitahu aku terlebih dahulu kan bisa aku memakai baju sebelum kmu masuk"ujar Mira dia masih kesal perkara tubuh nya yang sudah di lihat
Dia berusaha melepaskan pelukan Leon yang begitu erat,namun sia sia tenaga Leon lebih kuat di banding diri nya.
"Lepasin dulu nafas aku sesak lho"ujar Mira,Leon melonggarkan sedikit pelukan nya.
"Udah mendingan kn"ujar Leon dia tidak mau melepaskan Mira dari pelukan nya.
__ADS_1
"Mendingan sih,tapi lepasin dulu,aku mau memakai baju"ucap Mira berusaha menarik tubuh nya.
"Makai baju nya nanti saja lebih nyaman seperti ini,memang nya kmu gk rindu sama aku "tanya Leon melihat dari tadi Mira menghindari nya.
"Aku sama seperti kamu, aku juga rindu tapi kamu gak bisa seperti ini,kamu sudah melewati batas seharus nya kamu tidak boleh masuk ke kamar aku seperti ini"ujar Mira,masih di dalam pelukan Leon,dia juga merasa rindu tapi dia juga tidak mau berpelukan di dalam tempat yang tertutup karena bisa saja mengundang setan.
"Maaf,aku cuma mau ngasih kejutan sama kamu"ujar Leon melepas pelukan nya lalu memegang kedua sisi pundak Mira.
"Tapi gak seperti ini cara kamu memberi kejutan,kita belum menikah kamu ngerti gak sih"ujar Mira kesel.
Leon menatap intes mata Mira lalu beralih ke bibir nya dengan cepat dia mencium bibir seksi kekasih nya itu,Mira meronta namun juga sedikit menikmati encapan Leon itu,hingga diri nya terdiam,leon membawa Mira hingga mereka berbaring di tempat tidur,melihat tidak ada perlawanan Leon mengibaskan handuk yang di pakai oleh Mira Leon meraba gunung kembar milik Mira hingga membuat Mira menggeliat,Leon melepas panutan mereka kemudian berpindah ke gunung kembar itu,dia memanjakan gunung kembar Mira di encap nya secara bergantian cukup lama lidah nya menari nari di atas gunung kembar milik Mira hingga saat nya dia ingin berpindah ke tempat tubuh Mira yang paling bawah yang selalu menggoda diri nya,sedikit lagi bibir Leon sampai di bagian int*m Mira namun
Tok tok tok.
"Mir,apa kamu belum selesai memakai baju,lihat tuh calon mertua datang kok malah di cuekin begitu,kan kasihan,dia rela di tinggalkan sendiri oleh suami nya disini malah kamu gak mau ngobrol dengan dia"ujar endang dia heran tidak biasa nya Mira seperti itu jika tamu sedang datang ke rumah nya.
Leon membisikkan kata di telinga Mira.
"Bilang kalau kita sedang telponan"bisik Leon.
"Iya mah bentar lagi,Mira masih telponan sama mas Leon"ucap Mira mengikuti saran dari kekasih nya,ini merupakan kesempatan untuk Mira lepas dari jeratan Leon dia berlari ke arah lemari lalu mengenakan pakaian nya kemudian berlalu meninggalkan Leon di kamar nya dengan wajah yang cemberut.
"Maaf mom tadi Mira lagi ngobrol sama mas Leon"ucap Mira berbohong.
__ADS_1
"Gak apa apa kok,mommy pikir kamu malah ketiduran"ujar Nia lembut dia menatap wajah menantu nya itu yang begitu cantik namun mata nya beralih ke leher Mira yang memerah
"Leher kamu kenapa sayang kok merah begitu"tanya nia