Memilih Pergi Dari Suami Yang Selingkuh

Memilih Pergi Dari Suami Yang Selingkuh
jebakan untuk Aldi


__ADS_3

"Kamu hati-hati ya! Jangan dekat-dekat sama cowo lain"ucap Aldi setelah dia berhasil mencium bibir istri nya,Yana terdiam terpaku dia masih merasakan bagaimana bibir suami nya.


"Gak jadi kerja? Atau kita ke rumah aja lanjutin ciuman nya?"ucap Aldi,dia tahu Yana seperti itu karena ulah nya.Yana reflek keluar dari dalam mobil dengan terburu-buru.


"Hati-hati sayang! Lihat jalan mu ya" teriak Aldi mengeluarkan kepala nya dari jendela mobil.


"Manis juga,sering sering ah" gumam aldi tersenyum bahagia,sedangkan Yana pipi nya merah semu mengingat kejadian di dalam mobil tadi.


Beberapa belas menit kemudian,Aldi telah sampai di kantor Leon.belum sempat masuk ke ruangan dia langsung di ajak Anhar untuk meeting.


"Bang,kita meeting sekarang.ada klien yang harus kita temui jam delapan"ucap Anhar


"Ini kan masih jam setengah delapan"ucap Aldi.


"Nanti takut macet,tahu sendiri kan kota ini bagaimana"


"Siapa sih klient yang mau di temui? Udah lah cancel aja.biar kita yang mengatur"ucap Aldi sembari masuk ke dalam ruangan nya.dia tidak perduli dengan apa yang di ucapkan Anhar barusan,karena dia tahu perusahaan Leon ini adalah perusahaan teratas dan paling di takuti.


Anhar yang terlanjur percaya dengan omongan Zaky harus berusaha memaksa abang nya yang keras kepala,dia mengikuti Aldi masuk ke ruangan nya.


"Ayo lah bang,nanti kita bisa kenapa masalah lho" ucap Anhar


"Masalah apa? Kalau dia mau menunggu kita bakal datang sekitar satu jam lagi,tapi kalau ngak, ya sudah kita cancel aja"ucap Aldi dengan pendirian nya.


"Yaudah biar Anhar hubungi dulu"ucap adik nya sembari keluar dari rungan.kemudian dia mendatangi Zaky untuk membicarakan masalah nya.


"Pak Aldi akan mau datang ikut meeting setelah satu jam lagi"ucap Anhar ketika dia sudah bertemu dengan Zaky.


"Aduh gimana ya pak,saya takut klient ini akan marah pak"ucap Zaky,dia berpura-pura agar Aldi cepat mengikuti jalan rencana nya.


"Kalau begitu biar saya sama kamu saja yang pergi,kalau menunggu pak Aldi dia akan berangkat sekitar satu jam lagi"ujar Anhar dia tidak mau memaksa abang nya,karena itu tidak akan membuahkan hasil.


"Biar saya hubungi klient dulu ya pak! Nanti saya akan kabari bapak lagi" ucap Zaky,dia tidak mau rencana nya gagal sia-sia.


Zaky pun memberitahu Novi,jika dia akan datang sekitar satu jam lagi,sedangkan Anhar tidak mencurigai dengan rekan kerja nya ini.padahal Zaky telah membuat surat proposal kilat.dia melewatkan proposal orang lain,seharus nya Aldi akan meeting dengan perusahaan corl namun Zaky merubah nya.


Waktu berjalan dengan cepat,akhir nya jam sudah menunjukkan pukul 08:25 Aldi dan Anhar pun berangkat menemui klient yang tadi sempat ingin di cancel


"Kamu yakin ini tempat nya?"tanya Aldi meneliti tempat yang mereka datangi.


"Benar bang,ini aku udah dikirim lokasi"


"Oke,sekarang kamu telpon mereka!"


"Kita disuruh datangi meja 05 bang"


Zaky sudah memberitahu kepada Anhar kemana anak itu akan membawa Aldi,dan ternyata abang nya ini hanya ikut-ikut saja karena dia sama sekali tidak curiga jika seseorang sedang merencanakan sesuatu untuk nya.


"Selamat pagi pak,silahkan duduk!" Seorang pria menyambut kedatangan mereka.


"Pagi,maaf kami terlambat"ucap Anhar.


"Tidak pak,kami juga baru saja datang" jawab pria itu.


"Kita pesan minum dulu,biar lebih santai kita membahas kerja sama" ucap pria itu lagi.


Mereka pun memesan minum,lalu menikmati minuman itu,tidak lama kemudian Anhar mendapat telepon dari kantor agar diri nya segera datang ke kantor.


"E bang,aku ke kantor duluan gak apa-apa ni?" Tanya Anhar.


"Bareng lah! Ini sebentar lagi juga kelar"ujar Aldi.


"Ini bang Leon yang suruh,kata nya penting"ucap Anhar bimbang.


"Gak papa kok pak,kita berdua juga tidak masalah"timpal pria yang ingin mengajak kerja sama.


"Yaudah kamu pergi duluan aja! Bawa mobil nanti abang pulang naik taksi aja" ujar Aldi.


Seperti yang di perintah oleh abang nya,Anhar pun pergi membawa mobil menuju kantor KING KARL.


Aldi merasa ada yang lain di dalam tubuh nya,terasa panas dan juga sedikit pusing.tapi dia berusaha terlihat baik baik saja.

__ADS_1


"Saya ke toilet sebentar ya pak" pamit Aldi kepada rekan kerja nya itu.


"Kenapa pak? Apa bapak perlu sesuatu?


"Tidak,saya hanya ingin buang air kecil saja bisa kan?" Tanya Aldi dia merasa pria ini menhan nya.


"Oh,tentu bisa pak,silahkan!"


Aldi pun buru-buru pergi ke kamar mandi,kepala nya sudah terasa pusing,dia mengunci pintu dari dalam kamar mandi,sedangkan pria yang tadi sedang beramsama nya sedanf menghubungi seseorang.


"Kejar dia! Dia sedang menuju kamar mandi" ucap pria itu.


Sedangkan Aldi,dia bersandar di toilet duduk sembari membuka kancing baju nya,dia kemudian merogoh ponsel lalu menghubungi Anhar agar dia memutar kembali mobil nya,tapi sudah berpuluh puluh kali dia menghubungi Anhar sama sekali tidak menjawab panggilan nya,dia pun menghubungi nomor Leon,karena dia tidak tahu mau minta tolonf sama siapa.


Tubuh nya terasa panas,gejolak di dalam tubuh nya seakan ingin meledak,dia ingin menuntaskan nya tapi dia masih dalam keadaan setengah sadar,dia tahu seseorang telah meberi campuran obat di dalam minuman nya.


"Hallo,lo.. tolong jemput gue di cafe infront.gue ada di kamar mandi paling ujung.yang pintu nya di kunci"ucap Aldi ketika sambungan telepon sudah terhubung,dia tidak tahi jika yang menerima panggilan nya adalah Mira,suami sepupu nya.Aldi langsung memutuskan panggilan sedangkan mira sedang kebingungan.


"Sayang,mas Aldi minta di jemput"ucao Mira sedikit teriak,karena Leon sedang berada di kamar mandi.


"Jemput siapa sayang"Leon mendekat.


"Itu,mas Aldi kata nya dia ada di cafe infront dan lagi di kamar mandi paling ujung,pintu nya di kunci dari dalam"ucap Mira menjelaskan,tubuh nya terlihat sedikit bertambah gemuk dan berisi,perut nya pun sudah sedikit membuncit.


"Ah,gak mau! Mending jagain istri nya dirumah. Abang malas sayang"ujar Leon.


"Kaya nya penting lho,siapa tahu dia lagi di jebak orang.udah sana ah! Kasihan lho istri nya nanti jadi janda" ucap Mira sembari sedikit mendorong tubuh  suami nya agar pergi membantu Aldi di cafe itu.


"Ini perintah!" Ucap Mira wajah nya berubah garang,sejak dia hamil dia sering marah terhadap suami nya yang bucin ini.


"Oke sayang,aku brangkat ya.nanti mau di beliin apa sama abang?" Tanya Leon dia langsung menurut kepada istri nya.


Sedangkan di kamar mandi,obat yang di minum oleh Aldi tadi rupa nya sudah semakin menjadi,dia sampai menintih pelan orang-orang yang di suruh untuk menjaga diri nyaa mencari di setiap euangan kamaar mandi tapi tidak menemukan Aldi,hingga mereka berhenti di satu kamar mereka menggedor-gedor dari luar.


"Oi buka,pintu nya! Kami juga mau ke kamar mandi "ujar salah satu dari preman.


"Aduh siapaa sih !"gerutu Aldi,tapi dia tidak perduli,dia berharap Leon datang dan menyelamatkan dia


"Ada apa ramai ramai?"tanya Leon,mereka pun menoleh.


"Ini teman kami ada di kamar mandi udah hampir satu jam belum keluar"jawab salah satu dari mereka.


Leon menoleh ke samping,beberapa kamar mandi masih banyak yang kosong,seketika dia sadar orang yang berada di toilet tertutup itu adalah Aldi,dia pun mengetuk kamar mandi.


"Al buka,ini gue!"ucap Leon,seketika preman yang tadi berada di depan kamar mandi saling menoleh


Salah satu dari mereka yang mungkin adalah ketua preman memberi kode agar menghabisi Leon,karena mereka menganggap Leon adalah penghalang tugas mereka.


"Lo suruh teman lo keluar,atau ngak gue habisin lo"ancam preman itu menyodorkan pisau ke arah Leon.


"Buktikan!"balas Leon datar,dia pun mengeluarkan pistol dari dalam jas nya.


"Pergi dari sini atau saya tembak?"Leon memberikan pilihan kepada mereka,preman itu hanya menang jumlah dengan Leon tapi walaupun ada peluang,preman itu memilih untuk pergi.


"Ck,lo punya masalah apa sih Al? Masa berurusan sama preman.mana lo ngumpet lagi,cemen banget sih"gerutu Leon.


"Oii Al!! Bukain pintu nya ini gue"panggil Leon dari luar,Aldi yang sempoyongan berjalan pun berusaha meraih encel pintu.


Clek.


"Aduh,lo cemen ba..."ucapan leon terhenti ketika melihat wajah Aldi memerah dan berdiri memegang pintu,pandangan nya mengarah bagian pusat sepupu nya.


"Ya tuhan" Leon pun memapah Aldi untuk masuk ke dalam mobil nya,tidak memerlukan waktu yang banyak untuk mereka tiba di mobil,kini Aldi sudah berada di dalam mobil.


Sedangkan Zaky dan Novi sedang marah besar kepada ketiga preman yang menjaga Aldi di kamar mandi tadi.


"Kenapa kalian gak bisa menahan dia? Ha? Bego banget sih udah di bayar mahal,kerja nya malaah gak becus" ucap Novi marah,melepaskan kekesalan nya,dia yangbingin menjebak Aldi agar bisa tidur bareng diri nya kini gagal sudah.


Novi yang sudah membayangkan bagaimana rasa nya di hujam oleh Aldi kini tinggal hanya hayalan.


"Lelaki itu punya teman buk,dan kami gak brani melawan karena dia baqa senjata"jawab preman melakukan pembenaran.

__ADS_1


"Gak gak butuh alasan,sekarang kamu cari dia! Dan bawa menghadap saya" perintah Novi.


"Dia sudah di bawa pergi oleh teman nya itu buk"


"Sial" umpat Zaky,dia sangat kesel karena tudak bisa melakukan rencana nya dengan mulus,pikiran nya pun sedang kacau karena Aldi bahkan belum sempat untuk menandatangai kerja sama diantara pria yang membantu nya.


"Bagaimana ini Zak? Apa yang harus kita lakukan?" Tanya Novi dia berharap,Aldi bisa di temukan kembali dalam keadaan yang seperti dia inginkan.


"Aku gak tahu,aku juga lagi pusing.Daniel mencecar aku karna Aldi belum juga menandatangai proposal itu" jawab Zaky gusar,dia tidak mau uang tabungan nya habis untuk membayar semua kerugian yang Daniel rasakan.


"Kita harus paksa dia,atau Anhar.adik nya itu kan bisa kita paksa buat tanda tangan,cepat! Kita culik dia sekarang!" Ucap Novi tergesa.


"Aldi saja pun yang menandatangani belum tentu akan sah,apalagi adik nya itu tidak akan berguna" ujar Zaky,dia tahu tanda tangan yang sesungguh nya adalah tanda tangan Leon pemilik perusahaan KING KARL,namun dia berpikir Aldi juga bisa mewakilkan tetapi hasil nya malah membuat dia kesusahan.


"Rupa nya Aldi tidak gampang di peralat,kita harus mencari cara lain"ucap Novi.


"Cara lain yang bagaimana lagi? Ini juga kan ide kamu,sekarang kamu lihat! Ada untung nya? Gak ada malah dapat buntung"sahut Zaky dia merasa kesel.


"Sudah lah,jangan malah berantam seperti ini.kita harus pikirkan bagaimana cara kita supaya Yana dan Aldi cepat berpisah" ucap Novi membuat pikiran Zaky sedikit tenang.


"Kamu gak usah mikirin apa-apa,besok kan kita bisa buat Aldi menandatangai proposal itu lagi"Novi berusaha menenangkan,agar Zaky tidak berubah pikiran.


"Iya,sekarang kita harus ngapain?"tanya Zaky.


"Sekarang,sasaran kita adalah Yana.kita bakal buat dia keguguran" ucap novi,rupa nya dia berpikir Yana benar-benar sedang mengandung anak Aldi.


"Keguguran? Sejak kapan dia hamil?"tanya Zaky heran.


"Paling usia kandungan nya udah sekitar empat bulan,tapi menurutku bayi nya tidak berkembang karena postur badan nya tidak berubah"


Zaky pun kembali menjelaskan bagaimana hubungan Yana dan Aldi.


"Astaga,kenapa aku gak kepikran soal itu ya.aku sudah di bohongi"gumam Novi.


Sedangkan di rumah Aldi,lelaki itu di baringkan oleh Leon di kamar nya,Leon pun menghubungi Yana, agar istri nya itu segera pulang karena hanya Yana lah obat Aldi sekarang ini


"Hallo Yan? Kamu lagi sibuk?" Tanya Leon ketika sambungan telpon sudah terhubung.


"Ngak sibuk sih,cuma sedikit ada kerjaan kenapa pak Leon?"Yana balik bertanya,dia mengira jika Mira sedang membutuhkan diri nya.


"Ini,Aldi sedang sakit,aku udah bawa dia  ke rumah kalian.sekatang dia lagi butuh kamu,karena cuma cuma kamu obat nya" ucap Leon,dia berharap setelah kejadian ini Yana dan aldi akan menyatu seperti suami istri pada umum nya.


"Sakit apa? Kok obat nya aku,nanti biar aku panggilkan dokter saja" ucap Yana,dia pikir Aldi hanya ingin mengerjai nya.


"Gak bisa Yan.ini darurat banget, sekarang lo pulang ke rumah karena ini sangat urgent"Leon pun memutuskan panggilan,sedangkan Yana dia merasa bingung.namun alih-alih mengabaikan,dia malah pergi menemui suami nya seperti yang di katakan oleh Leon barusan,dia sedikit khawatir dengan keadaan Aldi.dia pun berangkat dengan diantarkan oleh supir papa nya.


Sampai di rumah,dia masih melihat Leon duduk di sofa ruang tamu.


"Bagaimana keadaan mas Aldi pak?" Tanya Yana,raut wajah nya begitu khawatir.


"Dia baik-baik aja di kamar,tapi dia sangat tersiksa Yan.ada orang yang ingin mengerjai nya sehingga dia seperti itu"ucap Leon,dia enggan berbicara terlalu intim.


"Seperti itu bagaimana pak? Yang jelas dong"ucap Yana.


"Minuman nya di campur obat perangsang,dan saat ini dia butuh kamu! Kalau ngak dia bisa gila"


"Aku pulang dulu,istriku pasti sedang menunggu"ucap Leon keluar dari dalam rumah Yana.


Yana berpikir keras,dia menutup pintu rumah nya,kemudian mondar mandir di ruang tamu itu,dia tidak tahu harus berbuat apa.sedangkan dia masih takut jika melakukan hubungan suami istri.


"Come on Yan! Mikir dong mikir!"ucap nya.


Sedangkan Aldi,dia sudah tidak tahan dengan panas yang ada di dalam tubuh nya,darah nya begitu mengalir lebih cepat dari biasa nya,kepala nya berdenyut sakit dia pun memilih untuk mandi sebanuak mungkin dia mengguyurkan air ke dalam tubuh nya,berharap bisa menetralkan panas tapi tetap saja tuan nya di bawah sana ingin menuntaskan diri.


"Arrgg,apa gue pake tangan aja? Tapi kan dosa" Aldi berbicara di dalam hati.


Ada yang halal,tapi dia tidak mungkin memaksa Yana karena dia tahu hati istri nya itu belum yakin dengan diri nya.


Dia pun memilih untuk berendam di dalam bak mandi.


Dengan waktu yang bersamaan,Yana menghilangkan ego nya.dia memilih untuk membantu suami nya keluar dari rasa ketersiksaan nya,dia pun melihat di aplikasi You tobe bagaimana caa untuk membantu suami nya itu.

__ADS_1


Dia merasa geli,tapi dia berusaha bertahan belajar demi bisa membantu suami nya.setelah merasa sudah siap,Yana pun masuk ke dalam kamar,tapi dia tidak melihat keberadaan Aldi di sana.dia pun mencari ke kamar mandi,dia sanhat terkejut ketika melihat Aldi berendam di dalaam bak mandi dengan tangan yang sudah keriput dan sedikit menghitam,karena dia sudah kedinginan tapi tidak mengurangi rasa panas dari dalam tubuh nya.


__ADS_2