
Di rumah sakit persada,tepat di ruangan rawat inap,arka tersadar dari pingsan nya.
Dia melihat sekililing nya,terdapat dua orang polisi yang tengah menunggu diri nya,wajah tampan yang kini sudah berwarna ungu lebam,badan nya terasa remuk apalagi di bagian kaki nya.
Dia duduk bersandar di ranjang rumah sakit,kedua polisi itu memandangi arka dengan tatapan datar.
Leon Brata di beri bebas tanpa di ikuti oleh polisi karena Irfan sudah menjamin CEO KING KARL itu tidak akan membuat kejahatan,alhasil hanya arka yang di jaga oleh rekan nya.
"Panggilkan dokter"ujar boddo salah satu polisi yang menunggu arka.
Setelah di periksa arka di perbolehkan di bawa ke kantor polisi dengan menggunakan ambulans.
"Saya mau di bawa kemana pak???"tanya arka ketika polisi itu mendorong brankar nya.
"Ke kantor polisi"
"Tapi saya tidak bersalah kenapa saya di bawa ke kantor polisi"??
"Jelaskan di kantor polisi saja",
"Saya gak mau,saya mau pulang"ujar arka di brangkar dorong nya.
"Diam,atau saya tembak"ancam polisi itu mengarahkan pistol ke kepala arka,
Alhasil arka terdiam dengan wajah yang pucat,takut peluru itu menembus kepala nya,
Tak berselang lama,akhir nya ambulans yang membawa arka telah sampai di kantor polisi.
Mereka mendudukkan arka di kursi roda lalu di bawa ke ruangan sidang.
Sedangkan di waktu yang bersamaan Leon dan Mira sedang menuju kantor polisi.
Di perjalanan Mira selalu saja meminta agar diri nya tidak ikut kesana.
"Aku tuh udah males banget kalau jumpa sama dia lagi,abg aja lah ya"pinta mira,dia sudah sangat muak dengan mantan suami nya itu.
__ADS_1
"Gak apa apa lho kamu ikut,kan ada abg, kamu lihatin abg aja"ujar Leon,sebenar nya dia juga enggan bertemu dengan mantan suami Mira itu,tapi dia harus memberi pelajaran satu kali lagi agar mantan suami Mira itu tidak lagi berani menganggu istri nya.
"Kamu kan sebagai korban sayang,jadi harus ikut juga,mau kamu muak atau bagaimana terhadap lelaki itu,tetap kamu harus ada di kantor polisi"ujar Leon lagi menyakin kan istri nya.
"Iya deh aku ikut,"ucap Mira pasrah.
Kini mereka telah sampai di kantor polisi,Leon membukakan pintu untuk istri nya.
"Silahkan tuan putri"ucap nya sembari memperagakan tangan nya seperti pelayan.
"Terimakasih"balas Mira dengan senyum yang manis.
"Apa mau ABG gendong??
"Gak usah sayang,kaki kamu juga kan lagi sakit"tolak Mira,dia tidak ingin luka suami nya semakin parah karena tekanan yang terlalu kuat di kaki nya ketika mengendong diri nya.
Mereka pun berjalan masuk ke dalam kantor polisi dengan bergandengan tangan,terlihat kedua nya sedikit terpincang.
"Pak Leon,mari silahkan masuk ke ruangan sidang pak"ujar Irfan ketika melihat CEO KING KARL itu telah datang,dia membawa sepasang suami istri itu ke dalam ruangan tujuan mereka.
Ketika masuk ke dalam ruangan sidang,terlihat dua polisi yang sedang mengintrogasi arka.
Dia menatap Malas ke arah Leon.
"Lo gak usah ikut campur urusan gue"balas arka,dia tidak mengerti mengapa mantan bos nya ini selalu saja ikut campur dengan urusan nya.
"Gue gak akan ikut campur sama urusan Lo,kalau Lo gak ganggu istri gue"ujar Leon dengan mata yang sudah memerah menahan emosi,Mira mengelus lembut tangan suami nya agar suami nya itu bisa mengontrol emosi.
"CK,rupanya suami si ****** ini elo"ucap nya tersenyum sinis,dia terlihat tidak takut akan nasib nya di dalam penjara.
Leon yang sangat marah istri nya di katakan ******,menghampiri arka lalu melayangkan satu tinju di wajah nya.
Bughh,
"Jangan main hakim sendiri pak"ujar salah satu dari petugas kepolisian.
__ADS_1
"Udah sayang,jangan kotori tangan kamu"ucap Mira lembut menarik pelan suami nya.
"Tapi dia mengatakan kamu ****** yank"
Arka tersenyum sinis mendengar ucapan mantan bos nya itu.
"Semua sudah kita lihat kan waktu di kantor kamu,dan itu sudah membuktikan siapa ****** yang sebenar nya"ujar Mira.
"Silahkan duduk pak,Bu"ucap Irfan mempersilahkan.
"Tadi kami sudah menyakan, kenapa arka ini memaksa Bu Mira untuk ikut dengan nya,beliau berkata karena mereka ini masih ada urusan tentang sertifikasi rumah di masa waktu mereka masih berumah tangga"jelas Eko,yang sudah mengintrogasi arka tadi.
"Apa betul seperti itu Bu Mira"..??tanya Eko.
"Benar pak,jadi waktu saya di minta kepada orang tua saya untuk menjadi istri nya,mas kawin saya di beri sertifikasi rumah itu dan atas nama saya sendiri"
"Apa menurut bapak, rumah itu masih hak dari saudara arka??"tanya Mira,mantan suami nya itu mengepalkanntangan nya.
"Tapi itu termasuk harta gono-gini Mira"bentak arka,suami Mira berdiri dari duduk nya untuk menghantam kembali mantan suami Mira itu,tapi istri nya menahan.
"Itu bukan harta gono-gini pak arka,jika anda memberikan mas kawin berupa sertifikat tersebut,maka rumah itu hak milik Bu Mira sepenuh nya,lain cerita jika anda bisa mengembalikan Bu Mira kembali menjadi gadis"jelas Eko,semua polisi tersenyum mendengar penuturan dari rekan nya.
"Lelaki ini sudah dua kali hampir mencelakakan istri saya pak,dan bisa kita lihat sendiri kaki dan juga kepala istri saya ini akibat dari perbuatan dia"ujar Leon,dia selalu ingin melayangkan bogem ke arah arka namun selalu di tahan istri nya.
"Waktu itu juga kan saya sudah memberitahu agar lelaki ini di awasi,tapi tidak di jalan kan"marah Leon.
"Maaf pak,kami sudah mengawasi arka,namun tiga bulan belakangan ini dia tidak melakukan kejahatan apapun,sesuai dengan perintah dari atasan kami berhenti untuk mengikuti dan mengawasi beliau dari kejauhan"jawab Eko.
"Saya berharap,tidak ada kejadian seperti kemarin,melakukan pemalsuan data,jika itu terjadi lagi,saya sendiri yang akan membunuh dia "ucap Leon,mantan suami Mira itu menelan Slavina nya,bagaimana pun dia belum siap untuk meninggalkan dunia yang indah ini.
"Baik pak,kami akan mengurus beliau dengan prosedur"jawab Eko yakin.
"Ibu dan bapak sudah bisa pulang,dan ini barang bukti yang kami bawa dari TKP,"ujar Eko memberikan tas Mira beserta ponsel nya.
"Terimakasih"ucap Leon menjabat tangan polisi itu satu persatu.
__ADS_1
Kini masalah mereka telah selesai,berharap tidak ada lagi masalah yang baru menghampiri kedua nya.
#happy_reading °^°