
"Kamu bilang aku nyebelin?" Tanya Aldi sedikit kesel.
"Iya,tapi itu dulu sayang.sekarang kamu nyenangin dan juga ngengenin"ucap Yana,jika di lihat dari beberapa waktu lalu,sikap Aldi tidak mungkin akan seperti ini.dia yang terkesan cuek dan suka cari gara-gara dengan Yana,namun seakrang berubah menjadi lelaki yang sangat perhatian dan sayang terhadap diri nya,sebucin itu rupa nya Aldi terhadap istri nya ini,lihat saja bahkan memasak pun dia luangkan meski badan nya lelah bekerja di kantor.
"Kira-kira nama apa yang akan kita buat untuk anak kita?"tanya Aldi,kini dia telah selesai makan.dan tugas nya sekarang adalah menyuci piring.
"Belum ada sih,kan kita belum tahu jenis kelamin nya"
"Udah biar aku aja yang cuciin,mas mandi aja sana! Trus istirahat.ini mah kerjaan perempuan"ucap Yana sembari mendekat ke wastefel.
"Nanti kamu kecapean lho?"Aldi tampak takut istri nya kelelahan.
"Gak,udah sana cepat! "Yana mendorong pelan punggung suami nya,mau tidak mau Aldi mengerjakan perintah istri nya dan membiarkan Yana membersihkan piring dan perlengkapan masak nya tadi.
Mungkin ada yang mengira jika Aldi adalah suami lebay,tapi ketahui lah semua wanuta menginginkan suami seperti diri nya,termasuk kamu ehh?
Pada hari libur biasa nya orang-orang akan menghabiskan waktu nya di dalam kamar dan rebahan sepanjang hati,tapi tidak dengan Aldi,dia mengajak istri nya jalan-jalanĀ ke mall,karna meskipun hamil hobby Yana tidak akan berubah yang selalu pergi ke mall setiap libur.
Sementara di pasar
Dea terus saja mengejar Anhar di tengah sempit nya pasar,hingga akhir nya mereka telah tiba di tempat yang tidak terlalu banyak orang,Anhar kini tengah berada di parkiran.
Dea merapikan baju nya yang menggunakan baju kaos longgar dan juga celana jens panjang,dia sedikit menyelipkan poni nya ke telinga,dia sedikit merasa gugup tapi jika tidak dia yang mengejar maka mereka tidak akan berjodoh.
Kedua bibir Dea melengkung ke atas,setelah penampilan nya terasa lebih baik,dia mendekat dan menyapa.
"Hay Anhar!"
Anhar yang sedang ingin memasukkan barang nya ke dalam mobil pun menoleh dan terkejut setengab mati,dia berpikir diri nya telah prustasi karena Dea terus saja ada di dekat nya,dia berusaha mengabaikan,tapi lagi dan lagi Dea memanggil nama nya.
"Anhar!"panggil Dea,kali ini dia lebih mendekat dan suara nya terdengar lebih jelas.
Anhar mengibaskan tangan di telinga nya dan memegang lengan nya .
"Lo piir gue ini hantu?"tanya Dea yang kini sudah berada di depan Anhar.Dea merenggut kesel karena Anhar mengira diri nya hantu,Anhar berjingkat kaget.
"Ngapain kamu disini?"tanya Anhar dengan tatapan mata yang tajam,dia sudah tidak ingin terlihat ramah di depan wanita satu ini.
Dea terkekeh ringan "lagi belajar untuk jadi istri yang baik buat kamu"jawab Dea sambil tersenyum manis,membuat Anhar berdecak tak karuan.
"Lo sendiri ngapain disini?"Dea balik bertanya.
"Kamu gak buka mata,saya mau masuk ke dalam mobil"jawab Anhar ketus,sembari memasukkan belanjaan ibu nya ke dalam mobil.
"Oh iya,hehe kok lo belanja sendirian? Lo anak kost ya yang tinggal sendiri di kota?"Dea tidak berhenti bertanya.
Sungguh dunia memang sangat sempit bagi Anhar dan Dea,karena jakarta seluas ini mereka di pertemukan di satu pasar oleh tuhan.dan itu sangat menguntungkan bagi Dea,karena dia bisa mendekati Anhar dengan mudah.
"Kamu bisa diam gak? Emang nya kamu gak bisa anggap kita ini gak saling kenal kalau pun kamu melihat saya ha"Anhar mengeritkan dahi kearah Dea dia dia benar-benar tidak habis pikir.
"Gak bisa,lo masih ingat kan apa yang gue bilang waktu itu? Kita itu jodoh,lo nya aja yang gak sadar.coba lo pikir kita bisa ketemu tanpa buat janji terlebih dahulu"
"Ck,jangan mikir kejauhan deh! Saya gak mau berjodoh sama kamu"ucap Anhar sembari menyusun rapi belanjaan ibu nya.
"Kenapa? Lo gak lihat wajah gue gak terlalu jelek banget kok"ujar Dea
"Kamu mau tahu kenapa?"
Dea mengangguk,Anhar bergeser sedikit dan mendekat ke arah Dea,sedangkan wanita itu reflej mundur satu langkah.dengan cepat Anhar mencekal tangan Dea,dan seketika itu Dea merasa gugup tetapi dia juga terpaku melihat ketampanan Anhar dengan jarak sedekat itu membuat jantungnya semakin deg deg an.
Dea meneguk ludah nya kasar,apalagi dia melihat jelas buah jakun Anhar naik turun membuat Dea semakin meleleh.
Anhar semakin dekat dan berbisik.
"Kamu sebenar nya jelek,menurut kamu memang kamu cantik tapi tidak menurut saya"
Kepala Dea mendadak sakit dengan ucapan Anhar barusan,mungkin lelaki itu sakit mata sehingga berkata jika Dea jelek.
Dea yang seketika hilang kepercayaan diri,langsung berlari menunggalkan Anhar di parkiran,dia merasa terhina.
__ADS_1
***
Hari ini,Arka sudah bebas dari penjara.sebenar nya hukuman nya masih tersisa empat tahun lagi,karena di negara konoha ini hukuman bisa di beli,dia pun kini terbebas dari tempat yang menurut nya sangat membosan kan.
Dia menghirup udara segar sebanyak mungkin ketika dia telah berada di luar gerbang.
"Syukur ya kak,kakak akhir nya bebas"ucap citra dengan raut wajah senang dia menatap ke arah Arka.
"Iya,kakak senang banget.untung ada pa Budi yang mau mengeluarkan kakak dari sini"jawab Arka.
"Papa kan sayang sama mama,jadi apapun yang mama minta pasti di kabulkan oleh papa"
Arka memgangguk membenarkan perkataan adik tiri nya,meski dia sempat meragukan keseriusan papa sambung nya dulu.
Dia akhir nya percaya dengan Budi,di banding dengan ayah kandung nya sendiri.karena dia merasa jika Burhan sudah tidak perduli lagi sama diri nya.apalagi sejak dia datang ke kantor Burhan waktu itu.
Keluar dari penjara,dia langsung menuju klab untuk menghibur diri,dia sudah sangat merindukan suasana meriah itu,apalagi kepemilikan nya sudah tudak lagi pernah di manjakan oleh wanita cantik.
Dia pun berkenalan dengan seorang perempuan yang sangat membuat nya tertarik.
"Arka"
"Novi"
Kedua nya saling bersalaman,mereka yang memiki masalah mencairkan pikiran nya di tempat ini,tempat yang penug dengan alunan DJ dan lampu kerlap-kerlip.
"Kamu cantik banget,pasti sudah punya pacar ?"ucap Arka,dia selalu tepar pesona dengan ketampanan yang dia miliki.
"Belum,kecuali kamu mau jadi pacar aku,maka aku akan punya"ujar Novi,wanita itu pun sedikit tertarik dengan Arka karena postur tubuh yang sesuai dengan kriteria nya.
"Hmm,oke.berarti sekarang kamu sudah jadi milik aku"ucap Arka tersenyum.
****
Satu minggu berlalu,ternyata Novi dan juga Arka kini sudah menjalin hubungan sebagaimana pacaran yang sesungguh nya.Arka merasa cocok dengan Novi karena merasa wanita itu cantik,begitu juga sebalik nya Novi tertarik karena Arka adalah lelaki tipe nya.
Perasaan nya terhadap Aldi telah hilang sejak,Aldi memaki nya di mall waktu itu.saat ini tinggal perasaan dendam yang disimpan oleh wanita itu.
"Hem,lumayan juga.tapi menurutku sih gantengan aku"sahut Arka sombong.
"Iya kamu benar,kamu mau kan ngelakuin sesuatu sama aku?" Tanya Novi.
"Tentu saja sayang,kamu mau aku ngelakuin apa sama cowo itu?"
"Aku mau,kamu membalaskan dendam ku.aku ingin melihat dia sengsara"
"Oke,aku akan turuti permintaan mu"
Sementara di waktu yang bersamaan,Yana sedang sibuk dengan ponsel nya.karena Aldi tak juga menerima panggilan nya yang sudah lebih dari dua puluh panggilan tak terjawab.
Yana bergantian menghubungi,suami dan juga ayah nya.tapi tidak ada jawaban juga,Yana pun mencoba menghubungi adik ipar nya,tapi tetap tidak ada jawaban.
Mereka sepakat untuk mengerjain Yana,karena hari ini merupakan hari spesial wanita itu.hari ini adalah hari ulang tahun nya,tapi dia tidak ingat sama sekali dan dia benar-benar kesel dengan keluarga nya.
"Kenapa semua pada nyebelin sih? "Gerutu Yana,dia memghempaskan ponsel nya ke ranjang tidur.
Dengan perut buncit nya,Yana berjalan ke arah kamar mandi.belakangan ini dia sering kali ke toilet.
Dia kembali menghubungi suami nya,tqpi dia menadapatkan hasil yang sama,kekesalan yang tadi datang kini berubah menjadi khawatir.
"Jangan-jangan mas Aldi ada apa-apa lagi"gumam Yana,dia bergegas mengambil tas lalu pergi untuk mengetahui kabar suami nya.
Dia menuju kantor terlebih dahulu,sampai di disana dia tidak juga melihat suami nya,dia pun beralih ke ruangan Anhar namun adik ipar nya juga tidak ada disana.
"Apa mereka lagi meeting ya?"Yana tetap berpikir positif.
Dia mencoba menelusuri kantor itu,tetapi nama nya juga orang hamil dia merasa kelelahan.
Sudah bertanya ke karyawan lain pun,dia tulidak juga menemukan suami nya,Yana pun duduk di lobby sembari melap keringat yang ada di dahi nya.
__ADS_1
Sementara di mall,Aldi kini telah selesai membeli kado untuk istri nya.dia menenteng paper bag berwarna ungu menuju mobil nya.tiba-tiba tangan nya di jegat oleh seseorang.
"Ada apa ya pak?"tanya Aldi sembari menepis tangan lelaki itu.
"Gak usah banyak tanya! Lo ikut gue sekarang." Lelaki bertubuh kekar itu menarik paksa tangan Aldi dengan kuat.Aldi hanya bisa menarik nafas nafas nya.
Bugghh
Aldi melempar kan paper bag ke arah lelaki itu.
"Eh lo berani sama gue?" Tanya lellaki itu.
"Kenapa gue harus takut sama lo?"jawab Aldi santai,Aldi pun memasang kuda-kuda untuk melawan serangan lelaki yang tidak dia kenal itu.Lelaki itu pun melayangkan tinju dan mengenai pipi Aldi,lelaki itu melakukan berulang,untung saja pukulan kedua Aldi dapat mengelak.
Aldi membalas dengan menedang ke arah pria berbadan kekar itu.
"Siapa yang nyuruh lo?" Tanya Aldi,dia merasa tidak memiliki musuh sehingga dia ingin tahu motif lelaki itu yang ingin membawa nya pergi.
Pria yang berbadan besar itu tudak menjawab,dia semakin gencar untuk memukul ke arah Aldi tetapi lelaki itu tidak gampang di kalah kan.
Ciatt.
Aldi dengan kuat menendang dada pria itu,sehingga pria itu terbatuk dan berusaha meloloskan diri.
"Haaah,segitu doang nyali lo"umpat Aldi,dia pun kembali ke arah mobil nya,tapi ternyata dia belum juga bisa pergi mobil itu karena seorang pria lain memukul nya dengan kayu di bagian punggung,pandangan Aldi kabut tapi dia berusaha melihat ke arah orang yang memukul nya dan langsung menendang lelaki itu,setelah Aldi berhasil melumpuhkan Aldi segera masuk ke dalam mobil.karena dia merasa tidak akan bisa melawan pria itu.
Aldi mengunci pintu mobil nya dengan rapat dan bersandra di kursi kemudi.
"Auu"rintih Aldi,dia merasakan sakit.karena bagaimana pun punggung nya pasti merasa sakit karena bukan master limbat yang tahan akan segala hal.
Di sela diri nya berbaring,Aldi melihat ponsel nya yang sudah penuh dengan pesan dan panggilan tak terjawab dari istri nya.
Dia mengabaikan itu,lalu beralih memanggil Anhar untuk meminta bantuan adik nya.
"Hallo,gimana udah selesai semua?" Tanya Aldi sembari memijit bahu yang terkena pukulan.
"Semua nya sudah beres,tinggal lo dan mbak Yana yang belum datang"sahut Anhar di sebrang sana.
"Gini,gue sedikit ada masalah.ada orang yang tiba-tiba nyerang gue kaya nya kalau gue paksa pergi mereka pasti bakal jegat gue di jalan.bisa gak lo jemput gue?"
"Emm,gini aja gue panggilkan polisi aja buat jemput lo! Soal nya mbak Yana gak ada di rumah,gue masih nyari mbak Yana ini"ujar Anhar memberi saran.
"Iya ya,kenapa gue gak manggil polisi aja.yaudah lo jemput Yana biar gue sendiri yang panggilakan polisi"
Tidak berselang lama,polisi datang mendekat ke arah mobil Aldi.dia pun keluar dari mobil dan menunjukkan bekas pukulan oleh pria yang tiba-tiba saja menyerang nya.
"Kalian gimana sih? Kerjaan begitu aja gak becus"marah Novi,ternyara kedua pria itu adalah suruhan Arka.
Kedua pria itu hanya bisa diam,sedangkan Novi sudah sangat geram atas pekerjaan yang di lakukan oleh suruhan Arka
"Kalian gimana sih? udah di bayar kerjaan nya gak becus"umpat Arka.
"Maaf bos,ternyata dia kuat.kami gak bisa dua orang saja,sebaik nya kami tambah orang"ujar pria itu.
"Iya kamu tinggal tambahin! Apa susah nya?" Ujar Arka kesel.
"Gimana dengan bayaraaan nya?"
Arka hanya bisa menghela nafas,dia lupa jika memerintah seseorang harus dengan uang,dia pun mengeluarkan dari saku nya kemudian memberikan kepada pria itu.
"Saya mau,laki-laki tadi harus dapat hari ini juga!"
"Siap bos"
"Sebel bvnget tahu gak sih yank"ucap Novi kesel
"Udah kamu tenang aja! Kali ini mereka akan berhasil"
Lima belas menit berlalu,suruhan Arka dengan tangan kosong membuat Novi kembali kesel.
__ADS_1
"Maaf bos,ada polisi yang jagain dia"