Memilih Pergi Dari Suami Yang Selingkuh

Memilih Pergi Dari Suami Yang Selingkuh
pecah ketuban


__ADS_3

"Ya,semoga aja mereka bisa profesional dan tidak main curang"


"kalau brani main curang,berarti brani menerima akibat nya"sahut Leon santai.


Tidak menunggu beberapa menit,akhir nya klient yang di tunggu nya datang,Leon merasa mengenali lelaki yang mengenakan jas hitam dengan kaca mata hitam juga.


"Bukan nya dia di dalam penjara?"manolog Leon sembari mengeritkan dahi


"Hai pak Leon,senang bekerja sama dengan anda"ucap Arka dengan gaya sombong nya,dia sudah mengetahui jika perusahaan yang akan bekerjasama dengan perusahaan ayah sambung nya adalah KING KARL tempat dia bekerja waktu dulu.


"Kerja sama kita batalkan"ujar Leon,seketika dia tidak mood untuk menjalin kerjasama antara dia dan Arka,dia tidak mau istri dan anak nya dalam masalah lagi.


Arka terpelongo,gaya nya yang tadi nya songong perlahan redup.


"Kenapa pak? Apakah kami terlambat?"tanya asisten Arka.dua hari lalu Budi memberikan alih perusghaan nya untuk di urus oleh anak sambung nya Arka,karena diri nya merasa sudah tidak sanggup untuk mengurus perusahaan yang dia bangun sejak dulu.


"Tidak,jika saja bukan manusia satu ini orang yang akan bekerja sama"jawab Leon santai.


"Come on pak Leon,jangan samakan masalah pribadi dengan pekerjaan"sahut Arka.


"Benar pak,karna perusahaan kami tidak akan mengecewakan bapak.saya pastikan itu"timpal asisten Arka,sedangkan Aldi dia hanya menyimak melihat secara bergantian orang yang sedang berbicara di meja itu.


Dia tidak tahu apa masalah sepupu nya dengan Arka,tapi nanti dia akan bertanya.


"Saya sudah tidak berminat"jawab Leon sembari berdiri menunggalkan Arka.


"Kami permisi"ucap Aldi mengikuti Leon


"Sial"umpat Arka,dia yang sudah besar kepala kini hanya bisa menahan emosi,dia menatap kepergian bos KING KARL itu dengan tatapan berkabut amarah


"Tapi hubungan Leon sama mantan Novi apa ya?" Gumam Arka sembari berpikir.


"Bagaimana ini pak,kita sudah kehilangan proyek besar"ucap asisten nya membuat lamunan Arka buyar.


"Kita cari investor lain"


Sementara di dalam mobil,Aldi sudah tidak tahan untuk tidak bertanya tentang hubungan Leon dan Arka.


"Lo ada masalah apa sama cowo tadi?"Aldi bertanya sembari melirik ke arah Leon,karena saat ini dia sedang menyetir.


"Dia mantan suami Mira"


"Oh my good,rupa nya dunia hanya selebar daun kelor"


"Yaps,gue berasa kayak hidup dalam tempurung"timpal Leon.


"Gue gak habis pikir,kenapa dia bisa keluar dari penjara sebelum masa hukuman nya berakhir"sambung Leon


"Ya elah lo kaya gak tahu negara ini,Lo punya duit lo berkuasa"


"Hmm,kalau gue belum punya anak udah gue cari masalah sama dia itu"ujar Leon.


"Iya,dan sekarang Tian mulai tumbuh.jangan cari masalah yang akan membuat lo berpisah sama dia"


***


Malam ini di sebuah club,Arka sedang meneguk anggur merah nya.Novi sedang berada di pangkuan nya,terlihat mereka begitu menikmati musik Dj yang di keluarkan oleh Club itu.


"Sayang,tadi aku ketemu sama mantan kamu"ucap Arka bertriak,suara nya di telan oleh musik yang begitu menggelegar.


"Oh ya ? Dimana,apa yang kamu lakukan sama dia?"tanya Novi.


"Gak ada,dia sedang bersama dengan orang terkuat di kota ini,tapi kamu tenang aja ! Pelan-pelan kita akan membalskan dendam.dendam kamu dengan mantan kamu dan dendam ku dengan mantan aku"


Novi tidak mengerti,yang dia tahu Arka memiliki mantan yang sudah membuat lelaki itu masuk ke dalam penjara tanpa mengetahui dengan siapa perempuan itu sekarang.


"Ada apa dengan mantan kamu?"


"Suami nya yang sudah menolak kerja sama dengan kantor ku tadi siang"


"Humm, seperti nya ini bakalan seru yank! Kita akan melihat penderitaan yang akan mereka rasakan"ucap Novi tersenyum puas.


Beberapa bulan kemudian...

__ADS_1


Hari ini Yana akan chek up ke dokter,karena usia kandungan nya sudah masuk ke delapan bulan,tapi sebelum berangkat ke rumah sakit dia terlebih dahulu mampir ke kantor untuk menemui suami nya.


Naas,saat dia akan menginjakkan kaki ke anak tangga.kaki nya terkilir dan membuat diri nya terjatuh ke bawah.


"Auuu"rintih nya,semua orang yanga ada di ruangan itu mendekat dan menolong Yana.


"Aduh buk,gak apa apa?" Tanya salah satu karyawan.


"Duh,gak apa kok,cuma keseleo aja"jawab Yana.


"Buk itu ketuban nya pecah"karyawan itu mengangga lebar,dia tidak tahu apa yang mesti ia lakukan.


"Bawa ke rumah sakit sekarang ayo"ujar yang lain,Yana pun di bawa ke dalam mobil dan diantarkan ke rumah sakit.


Awal nya dia ingin chek-up,namun pada akhir nya dia harus di periksa,di dalam mobil air ketuban semakin deras mengalir,Yana tidak merasakan apa-apa.tapi diri nya sangat khawatir  dengan keadaan bayi nya di dalam sana.


Jalanan yang penuh pengendara membuat jalanan macet,hingga klakson mobil yang membawa diri nya tidak berhenti untuk berbunyi.


Tin tin tin..


Bukan hanya dia yang khawatir,supir di depan kemudi pun ikut merasa khawatir karena menyangkut nyawa anak.


"Buk,udah telpon pak Aldi belum? Di suruh menyusul aja buk"ucap supir yang ada di depan,karena dia tidak akan bisa menemani Yana di rumah sakit nanti karena sesuatu hal.


Yana menguhubungi suami nya,tapi tidak ada respon,hingga panggilan ke sepuluh Aldi mengangkat panggilan dari istri nya.


"Hallo sayang,maaf ya baru selesai meeting.kamua da di kantor kan? Tunggu sebentar ya"ujar Aldi.


"Aku ada di mobil mas menuju rumah sakit,kamu nyusul ya"


"Lho kenapa gak nunggu aku? Kan bisa berangkat bareng"


"Tadi aku keseleo di tangga,air ketuban nya pecah jadi aku harus segera ke rumah sakit"jawab Yana.


Aldi tidak percaya,dia mengira Yana hanya bercanda karena suara istri nya tidak menandakan jika dia sedang dalam keadaan darurat.


"Kamu jangan bercanda dong sayang! Gak lucu tahu"ucap Aldi


Dia pun menuju ke arah lobby kantor untuk berangkat ke rumah sakit namun tidak begitu tergesa-gesa.


"Al! Gue dengar istri lo pecgh ketuban kok lo masih santai aja sih? Lo gak sayang sama anak dan istri lo"ucao leon yang melihat sepupu nya masih bersantai-santai.


Seketika Aldi berubah menjadi manusia cepat,dia berlari ke arah parkiran mobil lalu pergi ke rumah sakit.


Jalanan di penuhi dengan kendaraan,banyak nya motor membuat siapapun akan merasa sesak ketika melihat nya,hari yang tadi nya cerah kini berubah mendung.


Seerr,awan pun meneteskan air mata dan membasahi bumi,petir pun ikut serta menambah kerisauan pengendara bermotor.


Begitu pun dengan perasaan Aldi,campur aduk.resah gelisah memikirkan keadaan istri nya di rumah sakit,mobil yang ia kendarai berjalan seperti siput membuat dia mengumpat dalam hati setiap waktu.


Tidak tahan dengan kemacetan yang ada,Aldi keluar dari dalam mobil dan menjegat seorang pengendara bermotor.


"Pak,bisa bawa mobil?" Tanya Aldi,pengendara itu menoleh bingung tapi tetap mengangguk


"Itu mobil saya,saya pinjam motor bapak dulu.ini kartu nama saya"ujar Aldi,pengendara itu masih terdiam tidak percaya dengan uccapan Aldi,manusia mana yang yakin dengan orang yang tidak dia kenal,sedangkan keluarga saja bisa menipu kapan saja.


"Pak,denger saya kan? Saya minta tolong ! Istri saya sekarang sedang di rumah sakit,mau lahiran"ucap Aldi,dia tidak sabar melihat pergerakan pengendara bermotor itu yang sangat lambat.


"Oh iya iya"


Akhir nya,Aldi bisa berangkat ke rumah sakit menemui istri nya.


Sementara di rumah sakit,Tio dan Selvi beserta besan nya sedang menunggu kedatangan Aldi yang tak kunjung datang.


"Ini Aldi masih dimana sih? Dari tadi gak datang juga"ujar Lila khawatir,bagaimana tidak air ketuban Yana sudah hampir habis dan tidak ada pembukaan sama sekali,sehingga Yana harus di oprasi.


Tetapi karena harus menunggu persetujuan suami,dokter tidak bisa melakukan nya.


"Bagaimana ini dokter? Menantu saya belum datang juga? Tolong lakukan tindakan segera! "Ucap Selvi sembari memeganginpipi putri nya.


"Gak bisa buk,kami harus ada jaminan"ucap dokter


"Bagaimana kalau terjadi sesuatu sama anak dan cucu saya? Apa kamu mau tanggung jawab? "Bentak Tio,kesabaran nya sudah habis karena dokter itu terus saja menilak melakukan tindakan

__ADS_1


"Tapi pak..."


"Cepat tundak lanjut anak saya atau rumah sakit ini akan saya gusur"ujar Tio,wajah nya memerah,jika dia bisa Tio ingin sekali mencekik leher dokter yang ada di depan nya saat ini.


"Ba.. baik pak"


"Udah pah,jangan marah-marah ! Darah tinggi papa nanti kumat"


Beberapa suster,dan dokter membawa Yana ke ruang oprasi,dan di lakukan tindakan.Selvi ikut masuk untuk menemani putri nya.


"Kamu yang kuat ya sayang! Demi bayi kamu"ucap Selvi menenangkan Yana.


"Iya ma,Yana gak apa-apa kok lihat Yana baik-baik aja kan"jawab Yana santai,padahak sebenar nya perasaan nya juga khawatir dengan apa yang terjadi selanjut nya.


Semua alat sudah tersedia,saat ini dokter sedang menyuntikkan obat bius ke tulang ekor Yana


Cess reflek tubuh Yana menganjang sebentar karena terkejut,dokter menunggu hingga obat itu bereaksi.


"Gimana mbak? Kaki nya sakit ?"tanya dokter itu sembari memukul juga mencubit kaku Yana.


"Gak dok"


Sokter itu pun menutup sebagian badan Yana dengan tirai agar Yana tidak merasa ngeri saat tubuh nya di robek-robek oleh dokter.


Entah mengapa,mata Yana begitubterasa berat.dia sangat mengantuk sekali,rasa nya dia ingin menikmati nyaman nya tidur di ranjang pasien saat ini.


Salah satu bidan mendekat dan mengajak Yana mengobrol agar tidak ngantuk dan juga kepikiran dengan perut nya dibawah sana.


Sementara di jalanan kota,segerombolan orang sedang berdemo di jalanan.


"Turunkan harga terong!"


"Turunkan harga cabe" orang-orang di luar sana berteriak ingin mengekpresikan bagaiamana mereka kesulitan akan naik nya harga bahan pangan,Aldi yang harus buru-buru menemui istri nya tidak perduli banyak nya orang berdesakkan di jalan,dia tetap memutar gas motor nya.tidak perduli ada orang yang dia tabrak.


"Wooii,kalau bawa motor yang benar! Lo gak lihat kita lagi disini ha?" Seseorang marah karena ternyata Aldi menabrak kaki nya.


"Li yang pakai mata! Ini jalan umum lo ngapain berdiri disitu?"jawab Aldi,dia terus memutar motor gas nya.


Melihat teman nya di bentak orang-orang itu pun menjegat Aldi lalu menarik kerah baju Aldi sehingga mitir nya terjatuh ke aspal,Aldi pun di hempaskan ke jalanan lalu di gebukin oleh mereka.


Aldi tidak bisa melawan karena banyak nya pemuda yang menggerutuki badan nya,para pemuda itu mengira jika Aldi adalah orang keamanan yang ingin mengamankan demo.


Hingga pada akhir nya polisi datang dengan membawa mobil,untuk menghentikan kerusuhan.para pemuda yang memukul Aldi berlari ke arah mobil polisi,itu adalah kesempatan emas bagi Aldi agar bisa bebas dari kerumunan.


Badan nya terasa remuk,wajah nya pun sudah berwarna legam.Aldi membersihkan darah yang ada di bibir nya.


"Aiiss,begini rupanya rasa di gebukin satu kampung"gumam Aldi,dia berjalan sempoyongan ke arah motor orang yang dia pinjam tadi,jalan masih sempit karena para  pemuda itu masih belum juga pergi,susah payah Aldi berjalan ke arah motor nya,dan akhir nya dia bisa mengendarai kembali motor nya.


Meski terasa pusing,Aldi tetap memaksakan mengendarai motor besar itu,pikiran nya di penuhi oleh istri dan anak nya.dia sangat marah kepada hari ini,mengapa juga harus ada demo di saat istri nya sedang lahiran,dan mengapa juga dia di keroyok saat dia ingin cepat menemui istri nya.


Aldi menatap tajam ke arah orang yang menghalangi motor nya,tadi dia bisa di keroyok tapi sekarang dia akan melawan siapun yang menghalangi jalan nya.


"Munggir lo ! Kalau ngak, gue tabrak"bentak Aldi wajah nya memerah membuat pemuda itu sedikit memundurkan badan nya memberi jalan untuk Aldi.


"Kenapa susah banget keluar dari sini"gumam Aldi,dia menarik nafas nya karena terasa pengap melihat kerumunan itu.


"Ya tuhan,gimana dengan istriku? Tolong percepat aku keluar dari sini" Aldi berdo'a sepanjang jalan.


Dan akhir nya Aldi bisa keluar dari kerumunan setelah beberapa kali terhalang oleh pemuda rusuh,dengan cepat dia meninggalkan kerumunan itu,memutar gas dengan kecepatan yang sangat tinggi.


Selang lima belas menit, Aldi kini telah sampai di rumah sakit,berjalan dengan cepat Aldi menuju ke arah resepsionis.


"Pasien yang bernama Yana eferintiana dimana mbak?"


Setelah mendapatkan dimana ruangan istri nya,Aldi meluncur tanpa jeda.


Dia langsung membuka pintu itu,dan melihat pemandangan yang begitu mengharukan.Yana memeluk bayi nya memberikan asi pertama.


"Dari mana aja kau?" Seketika haru Aldi buyar dia menatap ke arah ayah nya.


"Tadi di jalan macet pak,ada yang sedang demo"jawab Aldi,dia memutar pandangan ke seluruh ruangan itu,dia melihat mertua dan juga ibu nya.


"Wajah kamu kenapa babak belur begitu Al?"

__ADS_1


__ADS_2