Memilih Pergi Dari Suami Yang Selingkuh

Memilih Pergi Dari Suami Yang Selingkuh
fatma menikah ?


__ADS_3

"Kamu sudah siap sayang"?????


Mira mengangguk,dia sudah siap akan hantaman yang di berikan oleh suami nya tercinta.


Leon mencoba melakukan penyatuan kepada mereka, percobaan sekali dia gagal mungkin Karna Mira sudah lama tidak melakukan hal itu,atau kepemilikan sang empu yang terlalu besar.


Lalu Leon melakukan percobaan kedua,kali ini dia menggunakan tenaga yang lebih kuat.


"Aww"pekik Mira,ketika Leon berhasil melakukan penyatuan kepada mereka.


"Sakit sayang"??tanya Leon,dia takut terlalu kasar memperlakukan istri nya.


Mira menggeleng,walau sebenar nya dia terkejut dan sedikit merasa perih.


Mendengar jawaban istri nya,perlahan Leon mengayunkan pinggang nya,dan ternyata Mira membalas ayunan dari suami nya.


Lama mereka bergelut gelut manja di kasur yang empuk,hingga pada akhirnya Leon terkujur lemas di atas istri nya.


"Terimakasih sayang"ucap nya.


"Terimakasih kembali"jawab nya senyum,tak hanya sekali mereka melakukan itu, bahkan mereka mengulangi beberapa kali,mengulang rasa yang sudah lama mereka tak rasakan.


***


Hari ini adalah hari dimana Yana mulai bekerja di kantor king karl,sebagai sekretaris Aldi.


ketika bangun pagi Yana melihat ke arah kaki nya,terlihat kaki yang kemarin bengkak kini sudah  menyusut,dia mencoba menginjak kan kaki nya di lantai,dia rasa sudah merasa mendingan, kemudian dia bersiap siap untuk mandi dan berangkat ke kantor.


Yana turun ke lantai satu tepat di ruang makan keluarga mereka.


"Sayang,kata pak Karto,kaki kamu terkilir,mama sempat lihat ke kamar kamu tadi malam tapi kamu sudah tidur"ujar Selvi yang kini telah duduk di meja makan.


Selvi selalu ikut Tio forgusa ke perusahaan,karena memang dia adalah wanita karir dulu nya sebelum menikah dengan Tio.


"Iya mah,tapi sekarang udah gak apa kok,nih udah bisa jalan "ujar Yana menggerakkan kaki nya.


"Syukur lah,"ujar Selvi sembari membuatkan roti bakar


"Kamu mau kemana,kok pagi pagi begini sudah rapi"tanya Tio,menatap lekat ke arah anak nya.


"Kerja pah"jawab Yana diakhiri tawa.


"Kerja dmna?",kan sudah papa bilang kmu kerja di perusahaan kita aja"ujar Tio.


"Di king karl pah,kn udah sering Yana bilang,kalau Yana mau mandiri"balas Yana


"Lihat tuh anak mu mah"adu Tio,istri nya hanya tersenyum sembari geleng geleng.


"King karl kan perusahaan ternama,kenapa kamu bisa masuk kesana"tanya Tio.


"Anak papa kan jenius,ya udah pasti di terima lah"jawab Selvi.


***


Yana pergi ke kantor dengan menggunakan taksi,karna mobil nya masih berada di kantor suami Mira.


Setelah menempuh jarak yang lumayan jauh akhir nya Yana telah sampai di tempat tujuan.


"Huh,semoga betah"gumam nya.

__ADS_1


Ketika dia masuk,dia langsung menuju ke lantai 10, dia memasuki ruangan para staf,para staf yang sebagian sudah datang melihat ke arah Yana.


"Anak baru mbak"tanya Zaki ramah.


"Iya mas,ruangan pak Aldi dimana ya"tanya Yana lembut.


"Ruangan beliau ada di ruangan yang sama dengan pak CEO,"jawab jaki senyum.


"Oh, terimakasih ya mas"ujar Yana sembari berjalan pergi,namun jaki kembali memanggil nya.


"Eh mbak,nama nya siapa"tanya Zaki senyum.


"Yana eferintiana,mas"jawab Yana senyum.


"Zaki"ucap nya sembari mendekat ke arah Yana dan mengulurkan tangannya,Yana menjabat uluran tangan Zaki.


"Yana".


"Kalau begitu saya permisi dulu yah,takut nanti telat"ucap Yana,Zaki mengangguk.


Setelah sampai di depan ruangan CEO Yana mengetuk pintu ruangan itu beberapa kali namun tidak ada jawaban.


Tok tok tok,


Tok tok tok


Tok tok tok.


Ingin langsung masuk saja,namun di urungkan karena menurut nya tidak sopan.


Lama dia berdiri di depan pintu,hingga dia di kejutkan dengan suara bariton bdari Aldi.


"Ngapain kamu disini"tanya Aldi,dia belum tahu jika yang ada di depan pintu itu adalah Yana.


"Tiana"ucap nya heran,sedangkan Yana berdecak di dalam hati.


"Kamu udah bisa jalan"tanya Aldi.


"Udah pak"jawab Yana senyum.


"Tumben gak ngegas"batin Aldi.


"Kenapa belum masuk"


"Udah saya ketuk beberapa kali,namun tidak ada jawaban pak ".


Aldi mencoba membuka engsel pintu..


Crek crek crek


"Di kunci,paling pak Leon dan mbak Mira menginap di sini"ujar Aldi,Yana hanya mengangguk.


"Kita ke ruangan HRD dulu,Disana kamu bisa belajar pekerjaan mu"ujar Aldi,Yana pun mengikuti atasan nya dari belakang.


Tok tok tok.


"Masuk" ucap HRD dari dalam.


"Kenapa pak"tanya HRD itu kepada Aldi.

__ADS_1


"Ini,saya mau ngasih tahu bagian  pekerjaan nya"tunjuk Aldi ke arah Yana.


"Bisa pinjam komputer nya kn ya pak"tanya Aldi lagi.


"Oh bisa,pak silahkan."


"Sini"ujar Aldi,Yana mendekat,Aldi pun menjelaskan bagian pekerjaan Yana secara detail.


Di waktu yang hampir bersamaan,di rumah Fatma,citra memberikan uang kepada mama nya.


Fatma pergi ke mall,sudah lama dia tidak melihat pemandangan di dalam mall.


Tak di sangka Fatma bertemu dengan Budi,dia adalah pacar gelap Fatma waktu masih bersuami dengan Burhan.


"Budi"ucap nya,Budi pun menoleh ke arah suara yang memanggil nama nya.


"Fatma??"


"Hey,kamu apa kabar"tanya mendekat.


"Seperti yang kamu lihat"jawab Fatma datar.


"Gimana hubungan kamu dengan suami kamu waktu itu"tanya Budi.


"Seperti yang sudah ku harapkan,kami bercerai"jawab Fatma.


"Dan akibat hubungan kita waktu itu,aku hamil anak kamu,dia sudah tumbuh besar sekarang "ucap Fatma sedih,dia merasa terhina jika mengingat kelakuan nya waktu dulu.


"Apa..??"


"Kenapa kamu tidak berkata dari awal"tanya Budi tidak habis pikir.


"Bagaimana aku berkata kepadamu,sedangkan kamu pergi ke luar negri,aku menghubungi nomor mu beberapa kali namun tidak ada jawaban"jawab Fatma apa ada nya.


"Waktu itu aku melangsungkan pernikahan di Australia,hingga usia pernikahan kami sepuluh tahun istri ku meninggal karena kanker "ujar Budi sedih mengingat istri nya.


"Sebaik nya kita cari tempat buat mengobrol dulu"ujar Budi,Fatma pun setuju.


Kini mereka telah duduk di sebuah cafe di sekitar mall,dan memesan minuman


"Siapa nama anakku,yang kamu kandung?"


"Citra Handayani "


"Pasti dia sangat cantik, seperti kamu"ujar Budi,membuat Fatma mual mendengar nya.


"Apa kamu bisa mempertemukan aku dengan nya"tanya Budi berharap.


"Sebaik nya jangan,nanti anak anak kamu bisa salah paham."


"Tidak perlu khawatir,aku tidak mempunyai anak,maka dari itu aku sangat senang mendengar kamu berkata kalau kamu telah mengandung anak ku waktu itu"ujar Budi.


"Baik lah,nanti kita atur pertemuan nya"


"Apa tidak bisa sekarang kamu mempertemukan aku dengan anak ku"


"Sekarang mungkin dia sedang bekerja "ujar Fatma.


"Apa kamu memiliki suami sekarang,setelah bercerai dari Burhan??"

__ADS_1


"Tidak,aku sudah tidak berminat untuk berumah tangga"jawab Fatma cepat.


"Bagaimana jika kita yang menikah,bagaimana pun citra adalah anak kandung ku".


__ADS_2