Memilih Pergi Dari Suami Yang Selingkuh

Memilih Pergi Dari Suami Yang Selingkuh
kejutan


__ADS_3

"Polisi ? Maksud nya?" Arka bingung sekaligus sedikkit takut dengan nama itu.


"Seperti nya dia melaporkan kejadian tadi ke polisi"


"Yaudah lakukan di lain waktu aja"ucap Arka.


"Kok gitu ? Kata nya kamu mau balaskan dendam aku"Novi sedikit tidak terima dengan perintah Arka barusan.


"Iya,tapi gak sekarang.disana ada polisi kamu mau masuk penjara"ucap Arka,mau tidak mau Novi hanya bisa pasrah dengan tindakan Arka.


Sementara Yana,dia masih terus mencari keberadaan suami nya yang tak kunjung ia temukan.


"Aduh,ini pada kemana semua sih? Gak papa gak mama,mertua semua pada gak bisa dihubungi"ucap Yana,semua perasaan nya sudah bercampur,kesel khawatir dan juga lelah mengerutui pikiran nya,disaat itu dia mendapatkan telepin dari Anhar.


''Hallo,An.kamu dari mana aja sih di telpon gak diangkat mulu dari tadi" baru saja panggilan terhubung Yana langsung menyembur adik ipar nya itu.


"Iya maaf,tadi aku sibuk banget mbak.sekarang mbak ada di mana ? Kok gak ada di rumah"tanya Anhar balik


Karena sudah lelah untuk melampiaskan emosi nya,Yana pun mengirimkan lokasi nya sekarang kepada Anhar.


***


"Kalian pada kemana sih dari tadi? Masalah nya bukan cuma kamu yang gak bisa di hubungi,mas Aldi juga gak bisa begitu juga mama dan papa" Yana kembali melampiaskan kekesalan nya terhadap Anhar,sedangkan adik ipar nya itu hanya vusa meneguk ludah dan terdiam seribu bahasa dia tidak dapat menjelaskan situasi nya sekarang.


"Coba kamu pikir kan An,gimana kalau aku tiba-tiba ngelahirin? Dan kalian gak ada satupun yang bisa di hubungi"Yana terus merepet sepanjanng jalan.


Anhar tertegun,dia baru berpikir akan hal itu.


"Maafin Anhar ya mbak! Lain kali Anhar gak akan berbuat seperti itu lagi"ucap Anhar memohon,bukan nya diam dan memaafkan Yana justru semakin gencar untuk marah-marah.


Hingga tiba di sebuah rumah yang lumayan besar yang bersebrangan dengan  rumah mertua nya,Yana bingung mengapa Anhar membawa diri nya ke rumah itu.


"Kita ngapain ke sana? Rumah ibu kan di sana"protes Yana.


"Mbak ikut aja ya,jangan merepet terus! nggak baik,nanti bayi nya ikut stres lho"ucap Anhar sok tahu,Yana hanya bisa menghela nafas panjang,lalu mengikuti Anhar dari belakang.


Hingga mereka telah tiba di ruangan tamu,pernak pernik yang membuat ruangan itu meriah di pandangan membuat Yana mengeritkan dahi nya,serta satu buah kue ulang tahun sebesar galon terpampang di tengah-tengah ruangan itu.yang semakin membuat Yana bingung adalah disana  dia tidak melihat satu orang pun.


"Ini siapa yang ulang tahun An?"tanya Yana melihat kearah Anhar,tapi ternyata ipar nya itu pun sudah hilang,sejak dia terpengarah kepada bolu besar.


"Kok bisa-bisa nya kamu menghilang lagi An"gumam Yana.


"Selamat, ulang tahun kami..."


Yana terkejut ketika suara serentak menyanyikan lagu ulang tahun,dan lebih membuat nya terkejut semua irang yang ada di sana memakai topeng.


Hingga seorang pria bertopeng,yang tidak lain adalah Aldi terduduk di hadapan Yana.


"Selamat ulang tahun sayang,surpraise buat ibu hamil"ucap Aldi sembari membuka topeng nya,dan semua yang ada di ruangan itu pun ikut membuka topeng.


Yana tidak bisa berkata-kata,dia terkejut sekaligus terharu dengan apa yang dialami barusan,dia menutuo bibir nya dengan tangan sangking terharu nya.


Kebahagiaan kini dia rasakan kembali,semua kekesalan yang ada pada diri nya telah hilang seketika,dan sekarang tinggal prasaan senang.


"Happy birth day sayang!"ucap Aldi mengulangi perkataan nya sembari memeluk tubuh istri nya.


"Maafin aku ya,udah buat kamu kesel dan khawatir sama aku"ujar Aldi.


"Mas niat banget ngerjain nya,sampai aku hampir jantungan nyariin kalian lho"balas Yana


"Terimakasih ya,kamu selelalu membuat kejutan buat aku.aku senang banget udah punya suami yang begitu romatintis"tambah Yana lagi.


Aldi mengangguk,kemudian membawa istri nya mendekat ke arah kue ultah yang sebesar galon itu.


"Selamat ulang tahun ya putri mama yang manja,mama senang banget bisa ngerjain kamu"ucap selvi dengan haru,sejak Yana pergi dari rumah anak buah mereja selalu memantau keadaan Yana dari dekat dan mereka mengetahui bagaimana Yana begitu kesel dengan keadaan nya tadi siang.


"Ih mama"sahut Yana cemberut sembari memeluk ibu nya,satu persatu keluarga mereka mengucapan selamat.


Mereka pun melakukan acara tiup lilin dan potong kue,mereka memeriah kan acara itu dengan bernyanyi dan bersenang-senang.


Acara ulang tahun telah selesai,kini mereka melakukan acara syukuran dengan mengundang beberapa tetangga untuk berdo'a bersama,atas di beli nya rumah baru untuk Yana.


Acara itu pun telah berakhir,satu persatu tetangga pulang hingga tinggal keluarga besar yang tersisa.

__ADS_1


"Kita kapan pullang nya ini? Aku udah lelah lho mas"ucap Yana,dia tidak terlalu fokus kepada do'a imam yang menyebutkan nama nya saat melakukan do'a tadi.


"Pulang kemana? Rumah kita kan disini"ucap Aldi santai.


"Ini rumah adalah kado untuk kamu sayang! Semua tabungan ku sudah ku kuras untuk membeli ini"Aldi sedikit bercanda.


"Astaga,aku hari ini bener-bener banyak terkejut nya"sahut Yana.


"Nama nya juga hari istimewa kamu sayang"timpal Lila.


"Tapi Aldi ini kurasa keras jepala kali,aku sudah memberikan keringanan untuk sedikit membantu dia membeli rumah ini,tapi dia tak mau menerima"ujar Erik dengan logat batak nya.


"Iya biar bisa berdiri di kaki sendiri lho pak,uang nya kan bisa bapak simpan buat hari tua bapak nanti"jawab Aldi.


"Itu udah ku bagi-bagi semua itu,kau aja yang keras kepala.yang mau ku kasih ini bagian mu"ujar Erik,semua yang ada di ruangan itu hanya bisa tertawa dengan perdebatan anak dan bapak itu.


"Memang nya bapak udah bagi harta warisan? Umur bapak masih panjang,lagian Aldi belum siap menjadi anak yatim"


Seketika bantal kecil melayang ke wajah Aldi.


"Kamu tuh kalau ngomong di jaga,mama juga belum siap jadi janda ini"


Anak nya itu hanya bisa tertawa menanggapi ucapan mama nya.


Hingga larut malam tiba,mereka pun memilih untuk tidur di rumah yang baru di beli oleh Aldi.


Ketika Aldi membuka kemeja nya,Yana melihat punggung Aldi memerah,dia pun mendekat lalu memperhatikan luka itu.


"Punggung kamu kenapa mas?"tanya Yana cemas.


"Tadi di parkiran mall mas di serang tiba-tiba,seperti nya orang itu mau merampok"jawab Aldi membuat Yana merasa ngilu.


''Astaga,tapi mas udah berobat kan? "


"Udah kok,kamu tetang aja"


"Tapi kok masih merah gitu"


"Ahhh" rintih Yana,perut bagian bawah nya terasa sakit.


"Kenapa sayang? Kamu mau lahiran?" Aldi reflek melihat ke arah istri nya,yang tadi nya membelakangi nya.


"Lahiran bagaimana? Ini masih beberapa bulan lagi lho"ucap Yana,dia ingat HPL nya masih ada dua bulan lagi.


"Trus kenapa bisa sakit begitu?"


"Gak tahu,tadi tiba-tiba kram di bagian sini.tapi sekarang udah gak lagi kok"ujar Yana merasa heran,mungkin anak nya ingin membalas preman yang melukai ayah nya.


"Kamu pasti kecapean karna nyariin aku tadi,maka nya perut kamu kram kayak gitu. udah kamu cepat istirahat"ucap Aldi sembari membaringkan tubuh istri nya.


"Kamu juga dong mas!"


Keesokan hari nya..


Sudah tiga hari Dea masih terpikir dengan ucapan Anhar yang mengatakan diri nya tidak cantik,hingga pekerjaan nya pun sedikit terbengkalai belakangan ini dia hanya bisa melamun.


"De, lo bengong lagi? Mikirin apa sih?" Tegur Intan sahabat nya itu sudah tidak tahan untuk bertanya,mulut nya sudah gatal sejak tiga hari yang lalu.


Dea bisa mendengar teguran sahabat nya,tapi mata nya masih menatap nanar dan menopang dagu dengan kedua tangan nya.bukan nya menjawab dia masih sibuk dengan pikiran nya.


"Dea?"panggil Intan lagi,sahabat nya itu melirik sekilas.


"Lo jangan gini dong! Lo lihat beberapa hari ini pelanggan pada marah terus,kalau gini jadi nya usaha lo bisa gulung tikar"lagi Intan menegur sahabat nya.


"Gue kepikiran sama ucapan pangeran gue"sahut Dea dengan wajah yang datar,intan pun mendekat dan mendongakkan kepala Dea menghadap ke arah wajah nya.


"Sejak kapan lo dengerin ucapan orang?"tanya Intan dengan mata yang tajam,namun Dea hanya menjawab dengan mengangkat bahu nya,Intan menghela nafas panjang kemudian duduk di samping Dea.


"Emang nya apa yang di ucapkan oleh pangeran lo itu ha? Sampe buat lo kaya orang bodoh selama tiga hari?"


"Jawab Dea!"Intan menggoyangkan tubuh sahabat nya.


"Emang gue jelek ya Tan?"

__ADS_1


"Heuh? Siapa yang bilang lo jelek? Orang itu pasti mata nya punya mines 8+ masa lo di bilang jelek"ucap Intan tidak habis pikir.


"Pangeran,dia bilang kalau gue jelek yang mempunyai kepercayaan diri yang tinggi"sahut Dea


"Ya ampun,lo mendadak diam selama tiga hari cuma karna ucapan dari cowo yang lo sebut pangeran.astaga Dea sadar! Lo itu cewe yang paling sempurna yang pernah gue temui"Intan tidak habis pikir dengan Dea yang murung hanya karena di bilang jelek oleh seorang cowo


"Tapi gue jadi insecure Tan,mungkin di mata lo gue cantik tapi gak sama Anhar"ujar Dea.


Bersamaan dengan itu Burhan datang menemui putri nya.


"Hai sayang,kamu kok gak pulang ke rumah sih ? Mama nyariin kamu lho"ucap Burhan ketika dia sudah menemukan putri nya di meja kasir.


"Dea lagi patah hati om,dia di tolak sama cowo"adu Intan,Burhan hanya bisa terkekeh mendengar ucapan sahabat putri nya.


"Nanti Dea bakal pulang pah,belakangan ini banyak banget kerjaan"balas Dea.


"Kamu sih,udah di suruh di rumah aja malah sibuk mau jadi anak mandiri akhir nya cape kan" Burhan memeluk putri nya sembari mengelus rambut lurus nya


"Hehe"Dea hanya bisa menyengir


"Yaudah papa brangkat dulu ya,mama gak sempat ke sini karena lagi sakit"ucap Burhan berlalu pergi,Dea terpengarah mendengar jika mama nya sedang sakit.


"Ih papa mah gak langsung ngasih tahu"gerutu Dea.


"Tuh denger! Mama lo sakit,lo buang aja pikiran lo tentang tentang pangeran lo itu.sekarang lo lihat nyokab lo sana"Intan mendorong punggung sahabat nya.


Sementara di waktu yang sama,Anhar sedang mengantarkan adik kecil nya ke sekolah.karena adik manja nya itu ingin Anhar yang mengantar


"Pokok nya nanti abang yang jemput aku yah,kalau ngak aku gak akan mau pulang"ancam adik Anhar dengan suara manja nya.


"Iya,kamu yang rajin belajar ya! Biar busa jadi anak yang pinter"


"Hoke"


****


Di rumah Leon,pasangan suami istri itu di sibukkan dengan bayi mungil yang sudah berumur lima bulan itu.Mira tak segan segan mencubit pipi suami nya kuat saingking gemes nya terhadap putra nya,namun karena dia tidak tega mencubit bayi nya maka suami nya lah yang harus merasakan sakit itu.


"Umm,si unyu-unyu mama"


"Aduh sakit sayang! Jangan kuat-kuat dong!"ucap Leon meringis.


"Gak apa lah sayang,yang penting mama bahagia"jawab Mira membuat Leon merengut,namun bukan nya pergi dari samping istri nya,dia ikut-ikutan membalas cubitan istri nya namun lebih lembut.


"Udah papa brangkat kerja gih! Gak enak lho Aldi sendiri yang nanganin kantor kan kasihan dia juga punya keluarga"ucap Mira,suami nya ini kadang-kadang tidak berprikesepupuan bertindak semau nya.


"Lah kan perusahaan itu udah papa kasih sama Aldi,kita tinggal menerima hasil nya saja"jawab Leon santai,dia merasa lebih penting menghabiskan waktu bersama keluarga dari pada brangkat ke kantor.


"Lagian bisa rapat melalui ZOOM,papa lagi gak mood keluar rumah"tambah Leon lagi.


"Hadehh,kayak anak orang kaya aja"ucap Mira,padahal memang benar Leon adalah anak orang kaya.


"Papa masih nunggu jatah dari rumah,baru semangat untuk ke kantor"ucap Leon tanpa menoleh ke arah istri nya,sedangkan Mira menahan tawa.


"Ngomong dong dari tadi,eh tapi bentar Tian kan belum tidur gimana cara nya?"


''Tunggu bobok dulu,kaya nya Tian juga udah ngantuk"ucao Leon,benar bayi mungil itu sedang menguap dan memejamkan mata nya,tapi tangan nya masih bergerak-gerak seperti burung yang akan terbang.


Setelah sang buah hati tidur,Mira pun memberikan jatah bulanan kepada suami nya,dan setelah itu Leon semangat untuk berangkat ke kantor.


Dan saat ini Leon sedang berada di dalam ruangan yang ada di kantor nya.


"Kita rapat dengan perusahaan konoha di mall juventus"ucap Aldi ketika Leon sudah menerima panggilan nya.


"Jam berapa"


"Sekatang juga,Lo di tungguin sejak tadi gak nonggol-nonggol batang hidung nya"jawab Aldi,Leon hanya bisa tertawa mengetahui sepupu nya sedang marah.


Saat ini mereka sedang duduk di kursi menunggu klient yang ingin mengajukan kerja sama,Leon asik dengan foto putra nya di dalam pomsel sedangkan Aldi memperhatikan sepupu nya itu.


"Brata,lo yakin mau menerima kerjasama ini?tanya Aldi,dia ragu karena tahu asal Perusahaan yang akan mereka temui berasal dari luar negara nya.


"Yakin dong,kenapa ngak?"

__ADS_1


__ADS_2