Memilih Pergi Dari Suami Yang Selingkuh

Memilih Pergi Dari Suami Yang Selingkuh
penyelamat mira


__ADS_3

"ayo pak Paijo,cepetan,kalau bapak berdua gak mau biar saya telpon polisi aja"ucap Yana sembari merogoh handphone dari saku celana nya.


"Baik baik,biar kami yang mengaman kan"ucap Paijo,namun  seperti nya narno selalu menghalangi jalan mereka.


"Aku takut Jo,nanti kalau gak bener pak Junaedi mau melecehkan kawan mbak ini, gimana nasib kita,kita pasti bakalan di pecat"ujar narno sembari menahan tangan Paijo.yana melihat sekilas ke arah narno dia sedikit curiga dengan sikap narno ini.


"Atau jangan jangan pak narno sekongkol sama pak Junaedi,di bayar berapa sih pak sama pak Junaedi,"ucap Yana telak seketika mata narno melotot horor.


"Ngak lah mbak,saya mana berani seperti itu"ucap narno sembari melepas tangan Paijo.


"Yaudah lah biar saya telpon polisi aja"ucap Yana kemudian menelpon polisi,namun narno


merebut handphone Yana kemudian mematikan handphone Yana.


"Apa apan sih pak,"ucap Yana sembari merebut kembali handphone nya.


"Kalau mbak telpon polisi bakal kelamaan,sebaik nya kita aja yang ke sana  sebelum terjadi apa apa sama teman  mbak"ucap Paijo kepada Yana,Paijo menatap narno dia menatap narno dengan tatapan curiga,mereka bertiga pun berjalan masuk ke gedung kemudian mengarah ke ruangan HRD,


Sedangkan di ruangan HRD,Mira sedang berusaha melawan cengkraman tangan Junaedi,saat ini kedua tangan Mira sedang di cekal oleh Junaedi dan menempelkan nya ke dinding pintu sehingga Mira tidak bisa  bergerak,namun kaki nya berusaha menendang nendang pintu.


Tok tok tok.


Tok tok tok


Tok tok tok.


Suara pintu di ketuk seketika mata Junaedi melotot horor.


"Siapa yang berani  mengganggu kesenangan saya"umpat nya. Namun lagi lagi pintu itu di ketuk


Tok tok tok.


Tok tok tok.


Tok tok tok.

__ADS_1


"Sialan"maki nya,kemudian dia mengunci tangan Mira,lalu membawa nya ke toilet yang ada di dalam ruangan HRD,dia mengikat tangan  Mira dengan dasi beserta menutup mulut Mira dengan  kertas yang ada di ruangan kerja nya kemudian mengunci Mira di toilet.


Junaedi membuka pintu dia melihat seorang laki-laki office boy sedang membawa tong sampah yang kosong


"Permisi pak,saya mau membersihkan ruangan bapak"ucap office boy sembari menundukkan kepala nya


"Silahkan"ucap Junaedi datar, office boy itu pun mengambil sampah dari tong sampah yang tersedia di ruangan itu,namun mata nya Tertuju pada pintu, ofiice boy itu memperhatikan toilet yang terlihat sedikit bergerak,lelaki itu kemudian berjalan  ke arah toilet.


"Kamu mau kemana"ucap Junaedi datar,namun mata nya melotot,seakan mengintimidasi si office boy,


"Mau membersihkan toilet pak"ucap office boy itu.


"Gak usah, toilet nya masih bersih belum ada saya gunakan"ucap juneadi.


"Oh ngeh pak,kalau begitu saya permisi"ucap ofiice boy sembari berlalu pergi dari ruangan itu,ketika dia keluar dia berpapasan dengan Yana dan dua orang satpam.


"Apa kamu dari ruangan nya pak Junaedi" tanya  narno ketika melihat office boy itu keluar dari ruangan HRD


"Ngeh pak"jawab nya.


"Tidak ada siapa siapa,cuma bapak itu seorang,"ada jeda di ucapan office boy itu.


"Tapi"belum sempat dia menyelesaikan ucapan nya sudah di potong oleh narno.


"Tapi apa"tanya narno.


"Tapi tadi waktu saya masuk pintu toilet agak bergerak,terus saat mau saya lihat dia bilang toilet nya belum di gunakan"jelas office boy.


Mendengar penjelasan dari ofiice boy,Paijo dan Yana langsung buru buru masuk ke  ruangan HRD,namun pintu nya sudah terlanjur di kunci.


"Dobrak aja pak Paijo"pinta Yana.


"Jangan mbak,sebaik nya kita ketuk aja dulu"ucap Paijo kemudia  dia mengetuk pintu


Tok tok tok

__ADS_1


Tok tok tok


Tok tok tok


Pintu pun terbuka memperlihatkan jelas isi ruangan HRD itu,yang ada hanya Junaedi yang tengah berjalan menuju tempat  duduk nya.


"Ada apa"tanya nya datar.melihat satpam datang membuat Junaedi sedikit terkejut namun dia merubah raut wajah nya menjadi datar.


"Teman saya Mira apa sudah keluar pak"tanya Yana to the point.


"Ah iya dia sudah keluar,baru saja keluar"jawab Junaedi itu,kemudian pandangan nya beralih ke satpam.


"Kalian mau cari apa ke mari"tanya nya dengan mata melotot.


"Saya di suruh,pak Jhon kemari buat memeriksa ruangan bapak"dusta Paijo,Jhon adalah kepala satpam di perusahaan Mira bekerja,alis Junaedi berkerut dia seakan  bingung  dengan perkataan Paijo,padahal jantungnya sudah berdegup kencang tidak karuan


"Memang nya  ada apa di ruangan saya sehingga harus di periksa"tanya Junaedi datar,namun wajah nya sudah berubah pucat


"Biar kita lihat sama sama pak,apa yang ada di ruangan bapak ini"ucap Paijo,kemudian dia berjalan ke arah toilet,namun lagi lagi toilet nya terkunci.


"Mbak yang ada di toilet tolong mundur sedikit mbak saya mau dobrak pintu"teriak Paijo seakan tahu Mira berada di toilet itu,Mira yang mendengar itu pun bergeser ke samping pintu,saat ini tampilan nya sudah acak acakan,baju nya sedikit robek, Junaedi sempat memaksa Mira membuka baju saat office boy telah keluar namun karna pintu kembali di ketuk Junaedi mengunci Mira di toilet lagi.


Mendengar perkataan Paijo, Junaedi langsung menghalangi aksi satpam itu.


"Apaan apaan kamu, toilet itu sedang rusak,dan apa tadi kamu bilang mbak,?kamu kira saya menyembunyikan perempuan di sini"bentak nya,wajah nya tidak bisa berbohong bahwa saat ini dia ketakutan.


"Maaf pak,saya tidak bisa membiarkan bapak merusak pegawai di perusahaan ini lagi,setelah bapak merusak adik ipar saya"bentak Paijo,kali ini dia memberanikan diri untuk melawan Junaedi,karna adik ipar nya juga jadi korban pelecehan oleh Junaedi,namun karena tidak ada bukti Junaedi tidak di masukkan ke dalam penjara,dan juga tidak di pecat dari pekerjaan nya,namun kali ini Paijo ingin Junaedi di pecat agar tidak ada korban pelecehan selanjut nya.


Paijo berjalan dan mendorong sedikit tubuh Junaedi,lalu mendobrak pintu,tiga kali dia mendobrak tidak bisa terbuka sama sekali,pintu nyabterlalu kuat.


"Narno,ayo bantu aku,"ucap Paijo yang terus berusaha mendobrak pintu,namun narno hanya diam menatap Paijo, sesekali dia melirik ke arah Junaedi.paijo tidak ke habisan akal,dia mengambil ancang ancang mundur beberapa langkah kemudia berlari sekuat mungkin,lalu menendang kuat pintu toilet,


Braaaakk,pintu toilet pun patah,kemudian Paijo masuk dan melihat Mira yang sudah acak acakan.yana pun tidak tinggal diam,dia segera menghampiri Mira,tak lupa Yana memotret Mira untuk sebagai bukti menjebloskan Junaedi ke dalam sel.


"Lo ga apa apa mir"tanya Yana sembari memeluk Mira,mata Mira merah,memperlihatkan betapa marah nya dia di perlakukan seperti itu.

__ADS_1


"Lo tenang aja gue udah rekam layar handphone gue saat tadi Lo di lecehkan seperti itu"ucap Yana sembari merapikan rambut sahabat nya yang acak acakan


__ADS_2