
Setelah mengumandangkan adjan di telinga sang putra,Leon meletakkan bayi nya ke ranjang bayi.bukan nya dia tidak mau berlama-lama memegang putra nya,dia hanya takut anak nya akan jatuh karena dia masih belajar memegang bayi.
Bersamaan dengan itu,Nia dan suami nya dan juga Endang masuk ke ruangan Mira untuk melihat keadaan Mira dan juga bayi nya.
mertua Mira itu pun menggendong bayi,lalu mencium cucu pertama nya.sang bayi menggeliat dan mulai terasa terusik kala tidur nya terganggu.tapi Nia malah tertawa.
"Mirip mommy ya dad!"ucap Nia pelan,dia gemes dan mencium pipi nya,bayi itu terlihat gemes,kulit yang terlihat merah,gemuk,sehat.rambut yang terlihat hitam lebat seakan baru keluar dari salon dan tidak kurang satu apapun.
"Ganteng nya cucu Oma"ujar Nia lagi,gemes dan haru bercampur aduk,dengan lahir nya sang cucu.anggap lah Nia terlalu berlebihan,tapi ini cucu pertama nya gays.apalagi Edang dia tidak bisa menahan diri nya untuk tidak menangis,bukan sedih,tapi dia bahagia.
"Mau main? Iya,cucu oma mau main? Kita beli mainan?" Sangking antusias nya Nia membuat bayi yang baru lahir itu menangis.
"Mommy!!" Tergur Leon dan farel bersamaaan,mereka gelemg geleng kepala melihat tingkah Nia.
Nia hanya tertawa dengan protesan putra dan suami nya.kemudian memberikan bayi itu kepada Mira untuk di susui.
Mira menerima dengan hati-hati bayi mungil nya yang di berikan oleh Nia.
"Uuhh,anak mama nangis ya?" Ia menirukan wajah sedih,membuat leon merasa gemes.ibu dan anak sama menggemaskan nya.
Saat Mira akan menyusui bayi nya dengan membuka kacing bayi baju terastas gaun nya,Leon langsung menutup dengan badan nya.
Membuat Farel berdecak,"biasa aja kali Ta"ucap nya sembari membelakangi anak dan menantu nya.
Mira sangat kesulitan menyusui bayi nya,karena ini pertama kali untuk nya.namun insting bayi nya langsung tahu dimana sumber kehidupan nya.Mira sedikit berjengit namun dia terkekeh setelah nya.
Leon mengusap lembut pipi bayi nya "anak pintar"puji nya.
"Jadi siapa nama cucu mama"tanya Endang,kali ini dia yang mendekat.
Mira dan Leon kompak tersenyum,lalu kedua nya kompak menjawab.
***
Satu bulan berlalu,kini Mira sudah bisa berjalan.seperti hal nya orang normal,dan hari ini dia mengadakan acara kikahan anak nya,di rumah nya,hingga semua keluarga berkumpul disini,termasuk Yana.
Dan disinilah,Yaqa memghabiskan waktu nya dengan sahaqat sekaligus ipar sepupuan nya.
"Mir sakit gak?"tanya Yana,dia juga tengah hamil sekarang,namun bekum terlalu terlihat,sambil mengelus perut nya sembari bertanya soal hamil dan juga persalinan.
Mira tersenyum lalu menggeleng.
"Gak,biasa aja tuh"
"Bohong lo,gak percaya gue"ucap Yana tak percaya.
"Dibilangin lo gak percaya,jadi ngapain lo nanya?"
"Tapi pak Leon ngomong, lo merintih kesakitan,waktu pas mau USG"ujar Yana
"Ngak,itu gue cuma reflek aja.kalau sakit gak akan ada orang yang anak nya banyak"ucap Mira,seperti kaya dia sudah sangat berpengalaman yang memiliki banyak anak.
Yana terdiam,memikirkan perkataan sahabat nya,sedangkan Mira dia sibuk mengaduk susuk formula untuk orang melahirkan.
Sedanngkan Leon,dia sedang asik dengan putra nya.si bayi yang sedang menggeliat,dengan tangan yang bergerak keaana kemari membuat diri nya tertawa bahagia
"Senang banget yang lagi main sama anak"goda Aldi,dia menghampiri sepupu nya.dan melihat keponaan yang sedang lagi imut-imut nya.
"Iya dong,gue senang banget sama anak kecil,apa lagi ini darah daging gue kan lo tahu sendiri kalau gue ini anak tunggal"sahut Leon.
"Gue jadi gak sabar mau momong anak juga"ucap Aldi membayangkan bagaimana wajah anak mereka kelak.
"Sabar,lo gak mau kan kaya gue.lo bayangin aja anak gue masih umur tujuh bulan di dalam perut waktu itu,dan dia minta keluar sebelum umur nya cukup.gue sempat berpikir kalau anak gue bakal lahir prematur,tapi ternyata syukur anak gue sehat dan tidak ada yang kurang satu apapun"ucap Leon bercerita.
Aldi pun meralat do'a nya tadi,dia tidak mau seperti Leon yang hampir spot jantung.
Acara kekahan pun di mulai,semua keluarga berdo'a atas lahir nya putra Leon.dan acara itu selesai tanpa hambatan apapun.
****
"Sayang,ada yang bilang kalau mau lahiran nya enak, harus setiap hari begituan"ucap Yana mendekat ke arah suami nya.
"Yang bener? Enak dong! Tapi jangan sekaranf ya aku lagi sibuk"ucap Aldi,seketika air mata Yana terjatuh.
Hormon nya yang membuat dia kadang tudak bisa di tebak,terlalu gampang menangis dan suka sedih sendiri.
"Mas jahat!"
Tertegun,Aldi hanya bisa menghela nafas panjang lalu memeluk istri nya,bukan nya dia tidak mau.dia sediri pun merasa bahagia karena Yana yang meminta terlebih dahulu.tapi sekarang bukan lah tepat bagi nya untuk bersenang-senang.
Karena ini tanggal tua,Aldi memiliki banyak tugas yang mesti di selesaikan malam ini juga,bahkan satu harian ini dia tidak ada tidur.
Mata nya sedikit sembab karena menahan kantuk yang berpanjangan,
Melihat Yana pergi dari hadapan nya,dia pun mengejar sang istri,untuk memperbaiki perasaan nya yang sengklek,ehh sakit.
"Sayang,kamu mau kemana hey!" Aldi hampir dibuat sakit jantung karena Yana perrgi membawa koper keluar.
Yana sedang ingin, bukan karena kemauan nya,melainkan anak di dalam sana ingin di tengok oleh bapak nya.
"Lepasin,aku mau pergi!"ucap Yana menepis tangan suami nya pelan.dia bak seperti anak kecil yang terduduk di lantai sembari menggempaskan kaki nya.
__ADS_1
Aldi tertawa melihat tingkah lucu istri nya,sangat imut dan dia sangat betah membiarkan istri nya meregek di lantai.
"Yana sayang,mau eskim tak? Kita beli yuk!"ucap Aldi menirukan suara anak kecil kepada istri nya.
Perlahan,rengekan Yana memudar dan mengangguk senang.
"Tolong"suara manja Yana dengan mengulurkan tangan nya.
"Uuhh,manja nya!"
Akhir nya Aldi pun membawa istri nya pergi ke sebuah minimarket terdekat untuk membelikan eskrim kepada istri nya.
Bagi nya menyenangkan istri adalah suatu kewajiban.karena kebahagiaan Yana termasuk kebahagiaan nya juga.
Andai saja semua suami di dunia sama seperti Aldi,maka emak-emak berdaster akan sangat bahagia ehh?.
Duduk terdiam sembari menikmati eskrim di depan minimarket selama sepuluh menit,merasa nyaman.hingga pandangan Aldi mengarah ke sosok wanita yang akan mendekat ke arah mereka.dia merasa sedikit tidak nyaman karena wanita itu seperti nya mengincar mereka.apalagi wanita itu membawa satu sebuah pisau di tangan nya,Aldi pun menarik tangan istri nya sedikit berlalri ke dalam mobil.
"Kenapa sih sayang narik tangan aku begitu?"Yana heran dengan sikap suami nya yang terlihat khawatir.
"Itu kamu lihat,aku khawatir perempuan itu mencelakai kamu"tunjuk Aldi ke arah wanita yang masih fokus pada tempat mereka dengan tangan yang membawa satu buah pisau.
"Astaga,iya.emang mas kenal sama dia?"
"Gak sih,tapi gerak-gerik nya kaya nya membahayakan"
Tampak wanita itu mengayun ayunkan tangan nya yang memegang pisau.
"Kaya nya dia sakit deh yang"Yana mulai paham dengan kondisi wanita itu,Ya wanita itu mungkin saja punya penyakit jiwa atau kabur dari rumah sakit,karena dari penampilan nya yang acak-acakan serta baju yang compang-capmping.
"Seperti nya sih gitu"
***
Hari ini Anhar tidak memiliki mata kuliah,jadi dia langsung pergi ke kantor tanpa ke kampus terlebih dahulu,suasana yang santai di rasakan oleh lelaki itu sekarang,di jalan yang sepi ada seorang pria paruh baya yang sedang beeusaha menghentikan mobil nya,pria paruh baya itu merentangkan tangan nya di tengah jalan,Anhar ingin langsung menabrak pria itu.tapi dia tidak ingin menjadi pembunuh,alhasil dia pun menghentikan laju mobil nya.biar lah dia saja yang mendapatkan bahaya toh semua nya ada di tangan tuhan.
"Ada apa ya pak?"tanya Anhar sembari membuka kaca jendela nya.
"Bisa minta tolong gak mas,mobil kami kehabisan bensin dan majikan saya sedang buru-buru,apa bisa dia menumpang di mobil nya mas?"tanya pria paruh baya itu
"Bi -bisa pak bisa"Anhar menjawab dengan ragu,ingin hati menolak tapi mulut nya berkata lain.pria paruh baya itu pun berjalan ke arah mobil nya yang terparkir.
"Non,saya sudah nemu mobil yang bisa di tumpangi"ucap Supir.
"Oh iya"ucap wanita itu.
"Mas,titip majikan saya ya.dan terimakasih atas bantuan nya"
Wanita itu terduduk canggung,dan menatap lurus ke arah depan,dia tidak tahu mau berbicara apa,karena dia tidak kenal dengan pria yang ada di depan nya saat ini.
"Mbak turun dimana"tanya Anhar,fokus pada setir nya.dia bak supir angkot yang menanyakan tujuan penumpang nya.sedangkan Dea,dia yang masih sangat ingat suara Anhar segera melihat ke arah kaca,dia tidak menyangka jika dia akan bertemu lagi dengan pria tampan itu.
"Loh,pangeran!"ucap Dea tidak percaya,mulut nya mengangga lebar.
Anhar dengan reflek menginjak rem,lalu menatap ke arah belakang
"Kamu?" Anhar pun berjengit kaget.
"Ngapain kamu di mobil saya?"tanya Anhar,dia pikir diri nya berhalusinasi karena mungkin saja dia merasa bersalah.
Dea terpaku melihat ketampanan Anhar yang berkali lipat di banding waktu itu,dengan stelan jas hitam nya serta kaca mata hitam yang bertengger di hidung macung lekaki itu.berdecak kagum dengan pemandangan yang begitu membuat mata nya segar.
"Lah,kan lo sendiri yang ngasih gue tumpangan,kalau gak percaya tanya aja sama supir gue"Dea menunjuk dengan kepala nya ke arah belakang seakan supir nya ada di belakang mereka.Anhar hanya bisa menghela nafas panjang.
"Hey,pendiam.kayak nya kita ini jodoh deh"ucap Dea ketika Anhar kembali menjalankan mobil nya.Dea senyum ke arah kaca dan kebetulan mata Anhar tertuju ke sana,wanita itu senyum semanis mungkin.berharap Amhar akan teracuni oleh senyum nya.
"Gak usah senyum-senyum,dasar cewe aneh"
Anhar merasa,Dea ini sangat aneh karena baru kali ini dia menemukan cewe yang begitu seramah Dea dan terlihat tepar pesona kepada nya.
"Lo gak percaya kalau kita ini bakalan jodoh?"
Anhar rasa nya ingin menurunkan Dea sekarang juga,dia tak sanggup lagi mendengarkan omong kosong dari gadis di belakang nya.
Tapi dia tidak bisa melakukan itu,dia tidak sejahat itu gays.
"Gak usah ngoceh mulu deh,mending kamu duduk yang bener dan kasih tahu kamu turun dimana! Kerjaan saya banyak gak cuma nganterin kamu aja"Anhar merasa jenggah,dia tidak bisa berlama-lama satu mobil dengan gadis yang menurut nya aneh.
Dea diam juga,namun dia menggulum senyum.dia bahkan rela mobil nya mogok asal orang yang menumpangi nya adalah Anhar.
Seperti nya Dea memang sudah jatuh cinta kepada Anhar yang si tukang adu.
"Jangan seyum dibilang! Kamu mau turun dimana ini?
Diam,Dea tetap saja diam.dia tidak mengeluarkan kata apapun,membuat Anhar menjadi pusing.
"Kamu jawab,atau saya turunkan disini?"lagi,Anhar bertanya tapi kali ini dengan sedikit mengancam.
"Di hotel polonia"
Akhir nya,Anhar bisa melanjutkan lagi perjalanan nya,dia merasa Dea ini sangat susah diajak bekerja sama.
__ADS_1
"Udah sampai,cepat gih turun!"ucap Anhar,Dea menoleh ke kaca,untuk memastikan apakah diri nya benar sudah sampai atau belum.saat melihat nama hotel di sebrang sana Dea mendesah lesu,di dalam hati bertanya mengapa secepat ini sampai nya padahal dia ingin lebih lama lagi dengan Anhar yang menurut nya si cowo kaku.
"Yah"lirih Dea.
Dengan terpaksa,Dea pun turun dari dalam mobil.namun gerakan nya berhenti sesaat melirik ke arah Anhar.
"Jangan kangen ya Har!" Anhar hanya bisa geleng-geleng kepala.
"Ingat ya,kalau setelah ini kita akan ketemu lagi,berarti kita beneran berjodoh"ia mengedipkan mata nya lalu buru-buru turun,sekilas dia melirik kembali ke arah Anhar,melihat ekpresi lelaki itu Dea hanya bisa tertawa kecil,sementara Anhar merasa jenggah.
"Daah pangeran gueh"Dea melambaikan tangan nya sebelum Anhar melajukan mobil nya.
"Dasar memang dia cewe aneh,kok ada ya gadis model nya kaya dia"sepanjang jalan,Anhar menguapkan kekesalan nya.pagi-pagi begini mood nya hancur hanya gara-gara gadis itu,dia sangat menyesal karena telah memberikan tumpangan kepada gadis seperti Dea.jika saja dia tahu kalau Dea lah yang akan di beri tumpangan dia pasti sudah menolak nya mentah-mentah. Eits tapi tadi dia juga terpaksa karena takut di telan oleh supir Dea.
Sementara Dea,saat dia berjalan menuju ruangan teman nya.dia selalu tersenyum,dia tidak perduli orang-orang yang melihat nya merasa aneh dengan tingkah nya.tapi tidak dapat di pungkiri mood nya sangat bahagia sekarang. bagaimana tidak,dia satu mobil dengan lelaki yang sudah membuat nya jatuh cinta di pandangan pertama.
Wangi parfum Anhar masih melekat di indra penciuman nya,juga wajah tampan lelaki itu tidak bisa hilang dari pikiran Dea.anggap lah dia berlebihan,tapi baru kali ini Dea merasakan jatuh cinta gays.
"Dea"panggil Era yang sedang berdiri di sebuah kursi,ternyata dia sedang menunggu kedatangan sahabat nya ini.
"Beh,si Dea pagi-pagi kayak gini senyum-senyum sendiri.lo kesambet apaan"celetuk Era,Dea tertawa melihat sahabat nya keheranan.
"Gue lagi bahagia Ra"sahut Dea yang masih setia tersenyum,rupa nya hipnotis ketampanan Anhar belum hilang.
"Lo udah jadian sama Rendy"tebak Era,karena seingat nya lelaki itu sering datang ke cafe Dea untuk menembak Dea dan menjadikan sahabat nya ini menjadi kekasih,tapi bukan itu karena Dea menggeleng.
"Terus?"
"Gue ketemu sama calon suami gue Ra"seru nya dengan sorot mata yang berbinar.
"Sejak kapan lo punya calon suami?"tanya Era bingung,karena sepengetahuan nya Dea selalu menolak cowo yang ingin menjadikan dirinya sebagai pacar.dengan alasan belum ingin menjadilin hubungan,tapi pagi ini Dea mengatakan kebalikan nya.
"Serius lo? Berarti sebentar lagi lo bakalan kawin dong,dan gue bakal di tinggal kawin sama lo"ucap Era sedih.
"Serius lah,tapi lo jangan sedih gitu dong! Masa sahabat nya nemuin cinta sejati malah lo kasih wajah sedih"ujar Dea,kini mereka sudah berada di ruangan dimana acara itu akan di mulai.
"Oke,dan lo punya waktu lima menit buat ngejelasin itu sama gue!" Ujar Era.
Dea pun menceritakan bagaimana pertemuan Dea dan Anhar dari pertama hingga pagi ini sedetail mungkin dan itu tidak sampai memakan waktu hingga lima menit.
"Gantengan mana Rendy atau cowo yang lo ceritain ini?" Tanya Era penasaran,dia tahu persis bagaimana tampan nya Rendy yang menyatakan cinta kepada Dea tempo hari.
"Dua-dua nya sih ganteng menurut versi nya,tapi lo tahu sendiri kan Ra tipe cowo idaman gue dan itu ada sama Anhar"
"Jadi penasaran gue sama sosok yang nama nya Anhar,tapi ini berita penting sih.pasti Rendy bakalan patah hati setelah mendengar ini"
Obrolan mereka terhenti,saat panitia acara telah memulai perlombaan.
***
Di sebuah rumah,Yana sedang menikmati susu ibu hamil,dia terlihat sangat menikmati susu itu.sejak di ketahui Yana sedang hamil,Tio tidak lagi membiarkan Yana bekerja jadi Yana menghabiskan waktu nya di rumah saja.BTW mereka sudah pindah rumah sesuai dengan keinginan Yana,walaupun sebenar nya rumah nya tidak angker Yana tetap meminta pindah rumah.
Dan saat ini,dia keluar rumah untuk menuju kantor suami nya dia sangat merasa jenuh di rumah aja.Yana tidak memberitahukan suami nya karena ini sebagai bentuk kejutan untuk suami nya itu.
Setelah beberapa menit,akhir nya Yana telah sampai di kantor KING KARL.dengan perut yang sudah terlihat buncit Yana berjalan legak-legok,dia masuk tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu.jantung nya berdegup kencang ketika mendapati lelaki di ruangan itu sedang memangku seorang perempuan di atas kursi nya.hati nya benar-benar sakit,dia tidak menyangka disaat kondisi badan nya tengah hamil suami nya malah berbuat hal semurah itu.air mata nya terjatuh deras ke pipi,tas yang dia pegang pun terjatuh ke lantai.hampir saja tubuh nya terjatuh ke lantai tapi segera ia tahan.
Sakit hati,emosi,sedih semua bercampur.rasa nya dia ingin sekali memukulkan tong sampah itu ke kepala suami nya.
Ini lah yang dia takut kan,ternyata Aldi sama seperti laki-laki pada umum nya.yang hobi berselingkuh sama seperti mantan suami sahabat nya dulu,dia ingin memaki tetapi tenggorokan nya tercekat.
Sedangkan dua manusia di meja itu tidak sadar jika sudah ada Yana di depan pintu karena terlalu asik bersilat lidah,suara encapan mereka bahkan terdengar jelas di telinga Yana.
Yana masih ingat bagaiamana Aldi kemarin menolak nya dengan alasan masih banyak tugas di saat dia mengajak melakukan hubungan.
Dia berjalan melangkah,untuk menjambak rambut perempuan itu,namun langkah nya terhenti disaat seseorang memanggil diri nya.
"Sayang??" Yana menoleh ke belakang,alangkah terkejut nya dia ketika melihat suami nya di luar ruangan,air mata yang tadi nya jatuh tidak dapat lagi kembali.dia menutup mulut dengan kedua tangan nya.sedangkan dua insan yang bergelut tadi reflek menghentikan kegiatan mereka karena mendengar suara Aldi.
Menarik tangan Yana pelan dan menutup pintu itu kembali.
"Kamu datang kok gak ngomong dulu? Ini lagi kenapa malah nangis Hem? Kamu pasti mikir kalau yang di ruangan itu aku kan?"tanya Aldi sembari mengusap air mata istri nya lalu memeluk dengan lembut.
Yana tidak menjawab,dia malah senggugukan karena sisa tangisan nya tadi,sedikit dia merasa lega tapi ada juga perasaan lucu di hati nya,dia ingin ketawa tapi justru malah mengeluarkan suara tangis.
"Hey,kok malah tambah nangis sih? Udah dong sayang!"Aldi ketakutan,dia tidak tega mendengar tangisan istri nya.
Sementara dua orang yang di dalam ruangan Aldi tadi,begitu sangat merasa malu.
"Papa sih ngajak nya malah disini,kan malu-maluin"
"Iya maaf,habis nya mama dari tadi mancing papa terus"
"Duh,pasti mereka lagi salah paham ni"ucap Mira.
Mereka adalah Leon dan Mira,Mira datang ke kantor untuk mengantarkan bekal kepada suami nya. baby Tian di tinggal di rumah bersama mertua nya.
"Kita samperin yuk,kita jelasin ke Yana! Apalagi Yana sedang hamil,bahaya kalau dia sampai stres"ujar Mira,mereka pun mencari keberadaan Yana,tidak berselang lama mereka menemukan nya.
"Lo gak apa-apa Yan?" Tanya Mira mendekat ke arah sahabat nya.
"Maafin gue yah,ruangan suami lo malah kami pake buat begituan.maaf yah gue benar-benar merasa bersalah"ucap Mira tulus,sebenar nya dia merasa malu,tapi demi sahabat nya tetap sehat dia tidak mengapa.
__ADS_1
"Ya lagian gak tahu tempat,main gas aja.kan bisa di ruangan lo Ta"timpal Aldi kesel kepada Leon membuat Yana tertawa.