Memilih Pergi Dari Suami Yang Selingkuh

Memilih Pergi Dari Suami Yang Selingkuh
mira diculik


__ADS_3

Mira memesan taksi online untuk menuju ke kantor pengadilan,Mira sudah tidak sabar untuk menggugat cerai arka suami nya eh mantan suami maksud nya.


Mira menduduki kursi penumpang ketika taksi online nya sudah tiba di simpang,Mira sengaja tidak naik dari di depan kontrakan nya.


"Kantor pengadilan ya mbak"tanya supir taksi yang penampilan nya sedikit menjurugakan,memakai baju serba hitam beserta topi.


"Iya,pak sesuai lokasi"ujar Mira memainkan ponsel nya".


Suara dering handphone Mira pun berbunyi dengan nomor telpon yang tidak dikenal.


"Hallo"ucap Mira menjawab telpon.


"Hallo mbak,ini saya sudah di lokasi, mbak nya dimana ya"tanya si penelpon di sebrang sana.


Deg,jantung Mira berdegup kencang,Mira masuk ke mobil yang salah,


"Saya sudah di dalam mobil pak,"ucap Mira ragu melirik ke arah sang supir.


Bagaimana bisa dia salah masuk mobil,sedangkan sebelum masuk tadi sang supir bertanya dan benar nama Mira pemesan taksi nya.


Mira belum mematikan sambungan telepon dan si penelepon di sebrang sana juga menunggu apa yang akan di katakan oleh Mira.


"Pak bisa minggir sebentar"tanya Mira di belakang supir,namun supir itu hanya diam dan semakin melajukan kendaraan.mira yang khawatir meminta tolong kepada taksi online yang di pesan nya tadi melalui chat


(Pak tolong saya,seperti nya saya mau di culik"


(Saya Sherlock sekarang)Mira mencantumkan lokasi nya sehingga supir taksi online bisa mengikuti nya.


"Bapak bisa saya penjarakan lho,jika main main dengan saya"ancam Mira, namun tidak berpengaruh sama sekali.


Sedangkan di belakang mobil yang Mira tumpangi sudah ada dua mobil yang mengejar Mira.yang satu berwarna putih silver dan yang satu berwarna hitam.


Mobil hitam berusaha menyalip,namun gagal,dan supir yang berusaha menculik Mira melajukan semakin kencang, ketika tidak ada lagi yang mengikuti nya dari belakang,supir itu pun memberhentikan mobil nya di sebuah rumah kosong yang jauh dari permukiman.


Mira tidak ingin membuang buang waktu,di ambil tas nya lalu di ikatkan di leher sang supir,lalu di tarik kebelakang sehingga supir hanya bisa bersandar di kursi kemudi nya dengan menahan sakit.


"Apa tujuan kamu membawa aku kesini"tanya Mira sembari menarik tali tas nya sehingga si supir tidak bisa bernafas.supir menepuk nepuk tangan Mira namun Mira tidak ingin melepaskan tangan nya karena bisa saja si supir ini akan membahayakan dia.


Lima menit Mira menunggu,akhir nya supir taksi online yang mengejar Mira telah sampai, dan di ikuti mobil hitam yang tadi sempat ingin menyalip.


Dengan cepat Mira membuka pintu dan keluar dari dalam mobil.


Supir taksi yang tadi pun juga turun dari mobil nya,


"Terimakasih banyak pak telah menolong saya"ucap Mira dengan wajah yang pucat.


Supir yang tadi ingin menculik Mira pun keluar denga leher yang memerah.


Mira memandangi supir itu yang sedang ingin membuka topeng.


"Arka" ucap Mira kaget.

__ADS_1


"Ibu kenal sama laki laki ini"ucap supir taksi online yang sebenar nya.


"Iya,dia mantan suami saya"ucap Mira yang masih shock.


"Kita belum bercerai Mira,aku tidak akan menceraikan mu"ucap arka ambigu.


"Aku sudah tidak Sudi lagi bersuamikan kamu arka"ucap Mira dengan jawab yang tampak merasa jijik,


"Kamu pikir,setelah ini kamu akan lolos dari aku,ngak akan kamu udah hancurin mimpi aku"bentak arka


"Yang hancurin mimpi kamu itu ya kamu sendiri,kamu sendiri yang bermain api dengan rumah tangga kita"ucap Mira tersenyum sinis.


Supir taksi online itu hanya diam menyimak kedua insan yang masih terikat sebagai suami istri itu.


"Ayo pak,kita pergi dari sini"ucap Mira melangkah ingin memasuki mobil,namun langkah nya di hentikan oleh arka


"Tidak bisa,kamu harus ikut aku masuk ke rumah itu"ucap arka,menahan lengan mira ntah apa yang ada di dalam rumah itu.


"Lepaskan"ucap Mira sembari menepis tangan arka."namun arka tak tinggal diam,dia menarik tubuh mungil Mira lalu mengendong nya memasuki rumah kosong itu.


"Pak tolongin saya,kok malah diam aja"teriak Mira pada supir taksi,supir taksi menahan tangan arka


"Lepas kan dia pak"ucap supir taksi tersebut.


"Gak usah ikut campur,urusan rumah tangga orang "ucap arka,seketika supir taksi itu pun diam,dia berpikir tidak ada guna nya mencampuri urusan rumah tangga orang.


"Pak,tolongin saya"teriak Mira sembari memberontak namun supir taksi itu hanya diam di tempat.


"Lepas kan dia"suara bariton yang sangat arka kenal,lalu arka pun menoleh.


"Pa-pak ??"ucap arka gugup.


"Turunkan dia"ucap pria itu dengan tegas,arka pun menurunkan Mira,Mira merasa begitu jijik dengan tubuh nya yang tadi  sempat di peluknoleh arka yaitu calon mantan suami nya.


Mata nya tertuju kepada pria yang menyuruh arka menurunkan nya.


"Pak Leon"ucap Mira heran,mengapa sang bos besar ada disini.


"Iya saya"ucap Leon datar.


"Terimakasih pak"ucap Mira dengan tulus.


"Sama sama"ucap Leon lagi dengan tatapan tajam ke arah arka.


"Kenapa bapak ada disini"tanya arka"dan kenapa bapak mencampuri urusan rumah tangga saya,ini diluar dari pada urusan kantor pak"ucap arka memberanikan diri.namun Leon hanya diam,dan terus menatap tajam ke arah arka,ntah apa yang membuat bos besar ini begitu marah dengan Arka.


Lalu Leon mengetuk pintu rumah kosong tersebut,tak berselang lama pintu itu pun terbuka memperlihatkan sosok pria  seorang paruh baya.


"Ah akhir nya kamu sampai juga,ini siapa anak buah kamu"tanya pria paruh baya itu menunjuk ke arah Leon,dan di balas senyum oleh Leon.


"Apa maksud nya ini"tanya Mira otak nya traveling kemana mana.

__ADS_1


"Silahkan masuk dulu,kita jelaskan di dalam"ucap pria paruh baya itu lagi.


Lama mereka diam,dan pada akhir nya.


Wiu wiu wiu wiu.,suara apakah itu.yap suara mobil polisi menuju ke arah rumah kosong ini.


Mira yang mendengar suara itu pun merasa aman karena sudah ada keamanan yang akan melindungi nya.


"Angkat tangan"ucap salah satu dari mereka.


Mira mengangkat kedua tangan nya


"Khusus untuk mereka berdua Bu Mira"ucap Leon menyadarkan Mira.


"Ah iya"ucap Mira lalu menurunkan tangan nya.


"Terimakasih,sudah melaporkan pak"ucap kapten sembari menyalami Leon


"Sama sama pak,terimakasih juga sudah datang tepat waktu"ucap Leon lagi.


"Kalau begitu kami permisi dulu"ucap polisi itu kemudian pergi membawa arka dan pria paruh baya yang ada di rumah kosong itu tadi.


"Lepaskan saya pak,saya tidak bersalah"ucap arka memberontak.


"Nanti jelaskan di kantor polisi"ucap salah satu dari komplotan polisi itu.


*****


"Kenapa Anda membiarkan penjahat berkeliaran begitu saja"ucap Leon memarahi supir taksi yang dari tadi hanya diam di tempat.


"Maaf pak,tapi tadi bapak yang di bawa polisi itu mengaku sebagai suami nya mbak ini,dan mbak ini juga bilang kalau bapak itu mantan suami nya"ucap supir itu.


"Tapi kan kamu dengar sendiri kalau dia tadi teriak  meminta tolong"ucap Leon lagi dengan suara yang lantang


"Nih buat bayaran kamu yang udah mau mengejar penjahat itu"ujar Leon sembari menyodorkan uang lima ratus  ribu.


"Tidak perlu repot repot pak,saya ikhlas"tolak supir taksi itu tidak enak hati


"Udah terima aja,saya juga kasih ini iklash"ucap Leon memasukkan uang tersebut ke kantong supir taksi


"Terimakasih banyak pak"ucap supir taksi itu kemudian dia pun pergi.


Mira yang bingung pun menatap lekat ke arah Leon.


"Kalau pak supir taksi pulang,saya perginya naik apa donk pak"ucap Mira dengan wajah cemberut pada Leon.


"Saya antar aja,sekalian kita ke kantor polisi,sebagai korban dan saksi "ucap Leon


"Bagaimana bisa bapak tahu kalau saya akan di culik oleh arka"tanya Mira penasaran.


*******

__ADS_1


__ADS_2