
Calon pengantin di skip dulu ya gays.
Happy reading..
Arka pulang kerumah dengan wajah yang terlihat lebam namun sudah sedikit samar,dua hari yang lalu dia di pepet oleh Leon dan di hajar habis habisan dia tidak tahu apa yang menyebabkan mantan bos nya sampai memukul diri nya seperti itu.
"Kamu kok baru pulang ka,dari mana aja sih"tanya Fatma dengan wajah yang terlihat kesel.
"Habis nyari kerja lah mah"ucap anak nya itu dengan wajah kusut,
"Nyari kerja kok sampai dua hari gak pulang,"ucap Fatma.
"Aku langsung kerja mah"jawab arka,dua hari yang lalu setelah dia di pukul habis habisan oleh Leon,dia menuju ke rumah Mona untuk menanyakan pekerjaan yang dulu pernah di tawarkan mona,dia menginap di rumah Mona karena tubuh nya terasa sakit selepas mendapatkan bogem dari Leon,setelah ber istirahat selama satu hari, Mona memberikan dia pekerjaan sebagai kuli di tempat kenalan nya.
"Wajah kamu kenapa itu "tanya Fatma ketika melihat wajah anak nya yang terlihat lebam samar.
"Aku di hajar habis habisan oleh Leon,mantan bos ku dulu ma"jawab arka kesel,ketika dia mendengar atau mengucapkan nama mantan bos nya itu terlihat ada dendam di dalam nya.
"Kenapa bisa,memang nya kamu ada masalah apa dengan dia"tanya Fatma yang juga geram dengan mantan bos arka itu.
"Aku juga gak tahu ma,semenjak aku bermasalah dengan Mira,dia selalu ada di belakang Mira untuk membantu,bahkan yang memasukkan aku ke dalam penjara juga dia"ujar arka penuh dengan emosi.
"Apa waktu kamu bekerja di perusahaan nya,pernah korupsi uang "tanya Fatma.
"Gak ma,masalah arka cuma selingkuh waktu itu"jawab arka.
"Salah kamu sih,ngapain coba selingkuh segala,nurunin tingkah papa kamu aja"ucap Fatma kesel,
__ADS_1
"Sudah lah mah,males bahas mereka,"ucap arka muak.
"Lihat aja aku akan membalas dendam kepada kamu Leon"manolog arka dalam hati sembari mengepal tangan nya,ketika sudah di butakan oleh dendam maka urat takut akan hilang bahkan tidak mengenal siapa lawan nya.
"Citra kemana mah"tanya arka sembari memperhatikan ruangan rumah nya.
"Gak tahu,udah dua hari gak pulang,sama seperti kamu, di telponin juga gak di angkat"jawab fatma,terkadang wanita paruh baya ini merasa sedih karena anak nya tidak punya waktu untuk diri nya,namun dia juga butuh uang untuk biaya sehari hari.
"Apa dia kerumah lelaki bajing*n itu lagi"tanya arka,yang di maksud oleh arka adalah Burhan ayah kandung nya,setelah dia di usir dari perusahaan nya karena telah menerobos masuk ke ruangan pribadi Burhan dan menghina istri nya,dia sempat diancam akan dimasukkan lagi ke dalam penjara oleh nuri,sejak saat itu dia tidak lagi berani menginjakkan kaki nya di perusahaan Burhan,namun lain dengan citra dia terus saja mendatangi kediaman Burhan bahkan sudah di usir pun tetap saja dia tidak kapok untuk mendatangi rumah ayah arka itu.
Pada saat Burhan dan citra melakukan tes DNA waktu itu,Burhan tidak memberikan bukti nya kepada Fatma,sehingga citra masih saja beranggapan kalau Burhan adalah Ayah kandung nya,padahal hasil tes DNA itu negatif.
"Mama gak tahu,"jawab fatma,dia juga tidak tahu kemana anak perempuan nya pergi,sedangkan jika harus ke rumah Burhan lagi menanyakan keberadaan citra dia tidak berani karena dulu pernah diancam Nuri akan melaporkan ke pihak berwajib karena Fatma telah mengganggu kenyamanan nya.
"Aku akan ke sana"ujar arka,sembari berdiri.
"Arka gak akan buat masalah ,arka cuma mau melihat citra siapa tahu dia ada di sana"ujar cap arka sembari bergegas pergi meninggalkan ibu nya.
Dengan menggunakan sepeda motor,arka memacu agar cepat sampai di kediaman Burhan,dia telah menjual mobil hasil selama dia bekerja di perusahaan king karl, untuk memenuhi kebutuhan mereka sehari hari.
Setelah menempuh jarak yang lumayan jauh,akhir nya Leon telah sampai di kediaman Burhan.
Dinh dong dong dong ding dong.
Clek.
Pintu terbuka memperlihatkan Marni art Burhan di depan pintu.
__ADS_1
"Maaf tuan,anda tidak di perbolehkan masuk lagi ke dalam rumah ini"ujar Marni,sangking sering nya keluarga Fatma datang ke rumah Burhan Marni ART Burhan ini telah mengenali mereka sebagai mantan anak dan istri dari majikan nya.
"Saya cuma mau bertanya,apakah adik saya citra ada di rumah ini"Tanya arka sembari memperhatikan ke dalam ruangan rumah Burhan.
"Gak ada tuan , cuma Kemarin mbak citra sempat datang kemari tapi langsung pergi karena pak Burhan tidak menanggapi "jawab Marni apa ada nya.
"Sialan,awas saja akan aku hancurkan rumah tangga mu,agar kamu merasakan sakit nya seperti kami"manolog arka dalam hati,dia berjalan pergi sembari menggerakkan tangan nya.
Dia menelusuri jalan di kota Jakarta,dia menjalankan motor nya tanpa tahu arah tujuan nya kemana,hingga motor nya mogok,dia merogoh kantong saku celana mengambil uang pecahan dua puluh ribu,untuk membelikan bensin,dia mencari SPBU namun jarak nya masih jauh,kemudian dia mencari warung bensin yang menjual bensin eceran.
"Minyak seliter mbak"ucap arka ketika dia sudah sampai di sebuah warung,setelah selesai mengisi bensin dia melihat sosok adik nya citra yang ingin masuk ke dalam mobil berwarna hitam
"Citra"teriak arka,namun adik nya itu tidak mendengar teriakan arka.
"Cit" lagi citra tidak menoleh sama sekali,hingga pada akhir nya mobil itu melaju,arka tidak mau kehilangan jejak dia mengejar mobil yang di tumpangi oleh adik nya,hingga pada saat mobil yang membawa citra berhenti di lampu merah arka dengan cepat berlari dan menggedor pintu mobil itu.
Bruk bruk bruk.
"Buka pintu nya"teriak arka dari luar,citra yang melihat kakak nya berada di luar merasa khawatir,untung saja kaca mobil nya tertutup
"Siapa"tanya pemilik mobil yang membawa citra,namun yang di tanya hanya diam memandangi arka di luar sana.
"Pacar kamu"tanya lelaki itu lagi,citra menggeleng kan kepala nya,lelaki itu keluar dan menghampiri arka.
"Kenapa kamu menggedor pintu mobil saya"tanya lelaki itu,arka menoleh,dia memicingkan mata.
"Pak Burhan??"
__ADS_1