Memilih Pergi Dari Suami Yang Selingkuh

Memilih Pergi Dari Suami Yang Selingkuh
curhat


__ADS_3

Setelah istriahat selama tiga hari,Leon kembali bekerja,luka di kaki nya sudah sedikit kering,kali ini dia tidak membawa istri nya,takut istri nya akan kecapean,sedangkan Mira yang di rumah merasa sangat bosan,diri nya yang tidak di beri ijin untuk memasak dan juga membersihkan rumah merasa jenuh.


Karena di rumah mewah tiga tingkat itu sudah tersedia ART.


Untuk menghilangkan sedikit kejenuhan nya, Mira membuka ponsel kemudian membaca novel kesukaan nya setelah sekitar tiga jam membaca dia kembali bosan


Dia merebahkan tubuh nya di ranjang yang empuk  kemudian  menghubungi suami nya melalui video call.


"Hallo sayang"ucap Leon di seberang sana.


"Aku bosan yank,apa boleh keluar rumah"tanya Mira penuh harap.


"Sama siapa,dan mau keluar kemana.?tanya Leon,dia benar benar posesif,takut istri nya diambil oleh lelaki lain.


"Sendiri,rencana mau ke rumah sebelah sih"ujar Mira,rumah sebelah adalah rumah sahabat nya Yana.


"Emang sahabat kamu gak kerja"??


"Belum di tanya he"ujar Mira menunjuk kan gigi putih nya.


"Yaudah boleh,tapi pandangan nya di jaga ya jangan lirik lirik Tio forgusa"canda Leon.


"CK,cowo setampan abg aja,aku gk pernah lirik lirik"


"Elleh,trus siapa waktu itu yang curi curi pandang"goda Leon.


"Kamu nanya??"ujar Mira menirukan perkataan dilan cepmek,karena kesel di goda seperti itu.


"Ngak ah"ucap Leon,dia tidak mengerti arah dari ucapan istri nya.


"Berarti boleh kan aku keluar"tanya Mira lagi memastikan ijin suami nya.


"Boleh sayang,nanti biar abg buat  kamu keluar"ucap Leon genit,Mira mengeritkan dahi nya.


"Maksud nya..??"tanya Mira belum ngeh atas perkataan suami nya.


"Dua hari lagi,bakalan abg buat kamu keluar "ujar Leon lagi


"Berarti sekarang belum boleh??


"Belum,kamu kan masih datang bulan,nanti kalau udah selesai boleh keluar kapan aja"


Seketika Mira mengerti arah pembicaraan dari suami nya.


"Ih pikiran nya"


"Kalau nanti Yana gak di rumah,aku boleh ya ke kantor kamu"ucap Mira dengan senyum yang manis.


"Boleh,tapi ingat harus diantar sama supir "


"Siap boss,udah sana gih kerja lagi"ujar Mira


"Cium dulu dong"pinta Leon manja.


"Muachh"


"Muuaachhh"


"Semangat kerja nya sayang"ucap Mira di akhir telpon.


"Iya,kamu hati hati di jalan nanti "jawab Leon,panggilan pun berakhir.


Mira senyum ketika meletakkan ponsel nya di ranjang.

__ADS_1


"Semoga perhatian mu tidak hanya sementara  sayang"gumam Mira,dia sangat takut kejadian yang menimpanya waktu berumah tangga dengan arka terulang lagi ketika berumah tangga dengan Leon.


Dia kembali menggamit ponsel nya kemudian menghubungi sahabat nya Yana eferintiana.


"Hallo beib,"ujar Yana di ujung telpon,dia juga sedang rebahan di ranjang empuk nya.


"Lo gak kerja"tanya Mira.


"Seperti yang pernah gue bilang,gue rigsain"jawab Yana bermalas malasan.


"Sultan gitu loh"ejek Mira


"Jadi Lo di rumah dong sekarang"


"Iya,emang Lo gak kerja??jam segini bisa telponan,"


"jangan mentang mentang Lo calon istri dari bos Lo itu,seenak nya santai santai"ujar Yana si akhiri tawa


"Gue gak kerja,dan udah 4 hari ini gue ada di Jakarta"


"Serius Lo,kenapa Lo baru ngabarin gue,"??


"Panjang cerita nya,"


"Kalau Lo gak ceritain,gak bakalan selesai lah,Sampai tahun depan"


Sambungan telpon pun terputus,Mira sengaja mengakhiri Telpon nya dan segera pergi menuju rumah Yana.


"Itu anak kebiasaan,ponsel nya mati Mulu,lagi panas panas nya jugak"gerutu nya ketika sambungan telpon berakhir


Selang tiga menit Mira telah ada di balik pintu nya dengan suara khas yang dimiliki oleh sahabat nya itu.


Dengan langkah malas Yana berjalan ke arah pintu.


"Pasti Lo nelpon tadi udah ada di rumah gue kan"tebak Yana,melihat sahabat nya begitu cepat nongol di depan nya.


"Gak ah,"jawab Mira sembari berjalan ke tempat tidur Yana.


"Itu kenapa lagi kaki sama kepala Lo"tanya Yana memperhatikan postur Mira dari atas sampai bawah.


"Empat hari yang lalu,kan gue sama bg Leon meluncur ke mari,pas kami miting gue kebelet nah terus_______"jelas Mira menceritakan apa yang di alami oleh nya selama empat hari belakanga ini.


"Astaga,itu orang gak ada kapok nya ya,cuma gara gara duit rela di penjara "ucap Yana ngeri mendengar cerita sahabat nya.


"Tapi dulu kan dia udah masuk ke dalam penjara kok bisa bebas lagi sih"tanya Yana penasaran.


"Dengar dari bg Leon sih ayah nya yang bebasin"


"Tapi Lo bilang ayah arka udah meninggal waktu dia kecil"


"Itu lah gue gak tahu,lagian bukan urusan gue lagi,udah sih malas bahas mereka"


"Apa ayah nya bangkit lagi"


"Hus gak omongan Lo yan,serem gue"


"Hahaha,terus Lo tinggal dimana selama empat hari itu..??ngekos dimana maksud gue"tanya Yana.


"Itu di samping rumah Lo,gue tinggal sama bg Leon"jawab Mira santai,sedangkan Yana heboh tak karuan.


"Astaga mir,Lo kumpul kebo,tobat mir tobat,"ujar Yana heboh


"Kumpul kebo pala Lo lonjong,gue udah nikah kali sama bg Leon"

__ADS_1


"Secepat itu "?


"Lo kok gak undang gue"??


"Seingat gue masih satu bulan lagi, kemarin pernikahan nya""


"Apa jangan jangan Lo hamil duluan"??


"CK,bagus ya mulut Lo,enak aja hamil duluan "ujar Mira kesel.


"Trus kenapa bisa Lo udah nikah,sedangkan tanggal dan bulan nya aja masih jauh,"


"Hmm gue tahu ni,Lo pasti kepergok kan lagi unyu unyu sama dia,hayo ngaku Lo"ujar Yana menunjuk ke arah Mira sehingga membuat Mira malu.


"Beneran Lo kepergok"tebak Yana lagi,dia sudah bisa menebak dari raut wajah sahabat nya tapi dia ingin memastikan lagi.


Mira mengangguk membenarkan tebakan sahabat nya.


"Astaga mir,sabar kek,gue tahu Lo janda dan pasti nya Lo udah merasakan gimana rasa nya seperti itu,tapi sabar dong,tunggu halal dulu"ucap Yana.


"Pikiran Lo kemana mana pe'a,Lo pikir kepergok nya begituan"ujar Mira kesel.


"Terus kepergok ngapain coba kalau bukan lagi unyu unyu"tanya Yana penasaran.


"Satu hari setelah Lo ke Medan,dia nelpon gue,trus ponsel gue mati karna lupa di charge,akhir nya dia meluncur ke Medan dan menyusup masuk ke kamar gue,gak tahu nya ketahuan sama nyokab"jelas mira


"Nyokab Lo marah"


"Marah lah,malah dia bilang gue perempuan murahan gak bisa jaga diri,padahal yang murahan bg Leon"ucap Mira.


"Elo juga murahan lah,pasti di dalam kamar itu Lo pasrah aja,lagi bg terus bg"tebak Yana memperagakan suara cucu kakek Sugiono


"Pikiran Lo yan,jauh banget"kilah Mira padahal benar ada nya yang di katakan oleh Yana,waktu itu diri nya menikmati perbuatan dari bg Leon nya.


"Tapi Lo tahu dari mana masalah gituan"tanya Mira menyudutkan.


"Ya tahu lah gue kan udah dewasa"


"Udah dewasa,kapan nikah nya neng"ejek Mira.


"Lo mau,gue rebut suami Lo,kalau mau gue nikah nih sekarang "ujar Yana menantang.


"CK,Lo cari yang lain aja lah,jangan jadi pelakor"ujar Mira cemberut.


Di waktu yang hampir bersamaa Di rumah Fatma,dia sedang menunggu kepulangan anak nya yang sudah empat hari gak pulang pulang.


Dia mencoba menghubungi anaknnya namun tidak ada jawaban karena ponsel arka mati total di dalam jok motor nya.


Dia menghubungi putri nya juga tidak ada jawaban,citra pergi dua hari yang lalu dengan alasan untuk bekerja


"Pada kemana sih mereka"gumam Fatma,dia merasa khawatir kepada kedua anak nya itu.


Menunggu kepulangan anak yang sedang merantau,begitu lah saat ini yang dirasakan oleh Fatma.


"Ya Allah kalau seperti ini aku bisa gila"keluh Fatma di dalam amarah nya


Dia menelusuri jalan kota Jakarta berharap bisa bertemu dengan anak dan putri nya,namun sejauh dia melangkah dia sama sekali tidak menemukan kedua anak nya itu.


Dia duduk bersandar di tiang listrik yang terlihat teduh.


Pandangan nya lurus,menatap kendaraan yang berlulu lalang di depan nya.


Hingga pada akhir nya dia melihat sosok putri nya yang sedang duduk dimobil tepat di samping kemudi

__ADS_1


__ADS_2