
"Siapa nama sahabat kamu"tanya Leon.
"Nama nya Yana eferintiana"jawab Mira sahabat nya yang kepo abis dengan siapa Mira berbincang langsung berpindah ke belakang Mira sehingga Leon bisa melihat wajah Yana dengan jelas.
"Siapa sih mir"ucap Yana memperhatikan wajah Leon di layar ponsel Mira.
"Nanti gue cerita,kan Lo kesini mau dengerin cerita gue,ih Lo kepo banget deh"ucap Mira yang tidak memberi Yana memandang wajah kekasih nya itu terlalu lama.
"Dia tinggal dimana,di Sumatra,atau dulu pernah tinggal di Jakarta"tanya Leon lagi.
"Dia tinggal di jakarta,cuma karna lagi cuti kerja dia main main ke mari"ujar Mira,sedangkan Yana jengah menunggu sahabatnya yang sedang video call,diri nya sudah seperti nyamuk yang menemani sepasang kekasih lagi nongkrong.
"Udah,dulu ya kan gak lucu sahabat ku datang jauh jauh,cuma di cuekin begitu kasihan tahu,ntar dia nangis Lo "ucap Mira mengejek sahabat nya yang terlihat jenuh.
"Ntar dulu"ucap Leon.
"Nama ayah sahabat kamu Tio forgusa bukan"tanya Leon,Mira bingung kenapa Leon bisa mengetahui nama ayah sahabat nya.
"Iya gak Yan,nama ayah Lo Tio forgusa??"tanya Mira,sebenar nya dia sudah tahu hanya saja dia tidak mau sahabat nya hanya sebagai patung di depan nya.
"Iya"jawab Yana dengan wajah yang cemberut.
"Kaya nya calon gue kenalan papa Lo deh"tebak Mira menjauhkan sedikit ponsel nya agar Leon tidak mendengar ucapan nya.
"Astaga mir,Lo mau nikah sama om om"tanya Yana melebarkan bola mata nya.
"Lo mah ada aja,itu bukan selera gue walaupun gue janda gue ga mau ya nikah sama om om"ucap Mira tidak terima dengan pertanyaan Yana.
"Santai aja kali, gue cuma nanya"jawab Yana senyum mengejek.
"Hallo yangg...!"ucap Leon yang tidak mau di kacangin seperti itu.
"Ci elahh sayang"ejek Yana.
__ADS_1
"Hmmm,udah ya kamu kerja aja lagi nanti malam kita sambung lagi"ucap Mira mengarahkan kamera ke arah wajah nya.
"Ntar dulu,tanya sahabat kamu pasti dia kenal sama aku"ucap Leon,padahal menurut Yana sahabat Mira itu gak penting dia kenal dengan calon Mira atau ngak.
"Kamu kenal Yan,sama Leon Brata"tanya Mira mengikuti perintah kekasih nya,jantung Yana berdesir hebat,Leon Brata adalah tetangga nya, dan diam diam dia menyukai tetangga nya itu.
"Apa yang Lo maksud Leon yang tinggal di sebelah rumah gue"ucap Yana terlihat salah tingkah.
"Nih Lo aja yang ngomong biar lebih jelas,"ucap Mira menyodorkan ponsel nya ke arah Yana namun Yana tidak mengambil ponsel itu
"Ambil dong,Lo kenapa kok aneh gtu"tanya Mira
"Gak kenapa,sini"ucap Yana lalu mengambil ponsel Mira,setelah dia melihat ke layar ponsel itu,jantung nya berdegup kencang, benar Leon yang sedang berbincang dengan sahabat nya adalah tetangga nya.
"Hai,"sapa Yana ketika sudah puas memandang wajah Leon.
"Hai,benar kan kamu anak nya Tio forgusa"tebak Leon, karena menurut nya dia tidak mungkin salah orang.
"Iya pak,eh mas aduh panggil apa sih"ucap Yana malu.
"Oh iya,jadi kamu calon nya Mira,ternyata dunia itu sempit yah"ucap Yana senyum namun hati nya berdenyut sakit.
"Iya,jagain calon ku ya,jangan sampai kenapa Napa"ucap Leon
"Iya"ucap Yana kemudian mengembalikan ponsel Mira.
"Udah kan"tanya Mira kepada kekasih nya.
"Belum sih,tapi gk apa apa nanti malam kita lanjut lagi,kamu baik baik disana bye muachh"ucap Leon,Yana yang mendengar itu merasa baper sedangkan Mira merasa malu karna ada sahabat nya di situ.
"Jadi Lo kenal sama Leon"tanya Mira sembari memasukkan lagi ponsel nya ke dalam tas.
"Iya dia tetangga gue,kok Lo bisa kenal sama Leon"tanya Yana berusaha menutupi rasa cemburu nya
__ADS_1
"Gue kenal sama Leon,waktu gue ngelabrak pelakor ternyata arka bekerja di perusahaan nya dia"ucap Mira menjelaskan.
"Teruss"
"Pas gue hampir di jual sama arka ke lelaki hidung belang,rupa nya dia ngikutin gue dan dia yang nyelamatin gue,dia sempat ngantar gue ke kantor pengadilan agama buat ngurus surat cerai, itu loh dia lelaki yang gue ceritain waktu gue nginap di rumah lo waktu itu"ucap Mira.
Sahabat nya itu pun hanya mangguk mangguk.
"Jangan bilang cowo yang sering Lo ceritain dan bahkan sampai sekarang tersimpan di hati Lo adalah Leon"tebak Mira.
"Yap"jawab Yana,dia tidak mau berbohong biar lah sahabat nya itu tahu kalau sampai saat ini dia masih menyimpan rasa ke calon sahabat nya.sedangkan Mira merasa tidak enak hati,dia sama sekali tidak tahu kalau cowo yang sering di ceritain sahabat nya adalah calon suami nya.
"Tapi Lo gak usah bawa ke perasaan,salah gue juga yang cerita tapi gak nunjukin foto orang nya"ucap Yana senyum namun masih terlihat rasa kecewa di dalam nya.
"Maafin gue ya,tapi gue bisa batalin pernikahan nya kok yan,"ucap Mira dia tidak mau melihat sahabat nya sedih seperti ini,dia menganggap sahabat nya juga lebih cocok untuk Leon.
"Lo gak perlu seperti itu,ini semua sudah di takdirkan oleh Allah,lagian mau Lo batalin pernikahan sama dia,toh dia gak tahu perasaan gue gimana,dan lebih parah nya dia bahkan gak punya rasa sama gue, jadi Lo gak perlu sampai segitu nya,gue tahu kok Lo gak enak hati sama gue tapi Lo juga harus pentingin kebahagiaan Lo,kalau gue sendiri mah nanti jodoh bakalan datang dengan sendiri nya"ucap Yana,dia tidak mau merusak hubungan sahabat nya itu lagi pula di berpikir ini memang sudah takdir,dan Leon bukan lah jodoh nya, dan dia akan berusaha melupakan nya
"Serius Lo,nanti omongan doang"goda Mira,sebenar nya dia tahu Yana mengucapkan itu dengan tulus.
"****** Lo"ucap Yana sembari meminum jus yang ada di meja mereka.
"Sumpah kalau kita buat kisah kita ini jadi judul film pasti laku"ucap Mira
"Apaan tuh"
"Belahan hatiku,diambil oleh sahabat ku"kekeh Mira.
"Cocok,Lo yang jadi pemeran antagonis nya"ucap Yana dengan tawa.
"Jadi Lo berapa lama cuti"tanya Mira.
"Harus nya sih cuma seminggu,tapi gue udah males kerja disana,mau rigsain ah"ucap Yana.
__ADS_1
"Iya lah bokap Lo kan tajir"