
Seketika Fatma berdiri dan memanggil anak nya.
"Citra,"pekik Fatma.
Citra yang melihat mama nya berada di pinggir jalan kota meminta kepada lelaki yang di samping nya itu berhenti.
"Bisa berhenti sebentar gak,"pinta citra kepada lelaki yang ada di samping nya.
"Kenapa"tanya lelaki itu fokus pada kemudia nya.
"Di sana ada mama aku"ujar citra,lelaki itu pun berhenti sejenak lalu memutar balik untuk menemui orang tua citra itu.
"Mama"ucap citra sembari keluar dari mobil.
"Kamu dari mana aja sih cit,mama cariin,di telpon juga gak diangkat"tanya Fatma khawatir.
"Citra kerja mah"balas citra senyum ramah.
"Ponsel citra tadi ketinggalan di tempat kerjaan,"ujar putri nya.
"Terus kamu mau kemana ini??"tanya Fatma.
"Lagi istriahat kerja mah,di ajak bos buat cari makan"ujar citra.
"Ohh,yaudah kamu lanjut aja cari makan nya,tapi jangan lupa pulang ya cit,mama takut sendirian dirumah"pinta Fatma
"Gimana kalau kami antar ibu pulang dulu,"tanya lelaki yang membawa citra.
"Gak usah nak,kalian pergi aja takut terganggu istirahat nya nanti"ujar Fatma,dia yang sudah mengetahui keadaan anak nya,merasa lega.
"Gak papa buk,mari kami antar "ujar lelaki yang di sebut citra sebagai bos nya,alhasil Fatma pun mengikuti ajakan bos anak nya.
"Kamu nama nya siapa nak"tanya Fatma ketika mobil yang di tumpangi nya berjalan.
"Rio Febrian buk"jawab Rio tersenyum ramah.
"Memang nya nak Rio ini kantor nya dimana"
"Bukan di kantor bu,saya kerja nya di hotel Hermes,tapi saya juga ada toko usaha dagang kecil kecilan"jawab Rio yang kadang menoleh ke belakang.
"Ooh,berarti kamu kerja dimana cit,di hotel atau di toko nak Rio"
"Di toko Rio Bu" jawab citra,dia merasa malu ibu nya mengintrogasi rio
Rio adalah teman sekampus citra,karena perawakan Rio yang tampan dia menjadi taksiran oleh adik dari arka itu, namun setelah mereka dekat citra menjadi ilfil karena Rio tidak pernah membayar makanan nya di kantin atau membawakan bunga untuk citra, menurut citra lelaki taksiran nya ini sangat pelit,dia berusaha menutupi keilfilan nya namun perlahan menjauh dari rio.
Tapi setelah pertemuan terakhir cita di hotel Hermes,Rio malah semakin gentar untuk mendekati citra karena menurut nya citra adalah perempuan yang mandiri.
"Iya Bu,kemarin citra sempat kerja di hotel Hermes,tapi kata nya dia rigsain karena tidak nyaman bekerja disana,jadi saya tawarkan lah kerja di toko saya"jelas Rio.
"Berapa gaji yang nak Rio berikan ke anak saya ini"tanya fatma,dia terlihat penasaran,sedangkan anak nya hanya diam menyimak pembicaraan ibu dan bos nya
__ADS_1
"Tidak banyak Bu,karna citra masih training untuk sementara gaji nya masih 1.5 JT"ucap Rio,walaupun citra merupakan wanita idaman menurut Rio,tapi jika masalah pekerjaan dia tetap profesional.
Tidak berselang lama mereka telah sampai di tempat tujuan,Rio bukan mengantar Fatma pulang,namun di membawa makan bersama mereka.
"Gak apa apa pak,mama saya ikut makan"tanya citra dia merasa tidak enak hati.
"Gak apa apa cit,lagian berapa kali ku bilang gak usah panggil "pak" "ujar Rio,dia tidak suka,karena menurut dia jika di panggil dengan sebutan itu diri nya merasa sudah tua.
"Cit,kamu tahu kakak kamu dimana??,soal nya sudah empat hari belum pulang pulang,di telpon nomor nya malah gak aktif."tanya Fatma ketika mereka telah duduk di meja warung makan.
"Gak tahu mah,nanti biar citra cari"jawab anak nya.
*******
Di perusahaan king karl,seorang wanita yang sedari tadi ingin masuk menemui Leon Brata,namun tidak di beri ijin oleh resepsionis karena belum ada janji terlebih dahulu.
Wanita itu terus saja menunggu di kursi,berharap Leon Brata akan cepat keluar dari ruangan nya.
Bersamaan dengan itu,Mira datang bersama sahabat nya Yana eferintiana,dia ingin merekomendasikan sahabat nya itu bekerja di perusahaan suami nya karena menurut mira kemampuan sahabat nya bisa di andalkan di perusahaan suami nya tersebut.
"Bg Leon nya masih di atas"tanya mira kepada resepsionis berambut lurus itu,Tuti sedikit bingung dengan sebutan Mira kepada bos nya namun dengan cepat dia mengingat wanita yang menghubungi kantor nya empat hari yang lalu.
"Masih Bu,silahkan "ujar Tuti ramah,Mira pun berjalan menuju lift bersama sahabat nya,sedang wanita yang dari menununggu,menatap malas ke arah Mira.
Wanita itu adalah wanita yang memandangi mereka dari jarak 100 meter di mall waktu itu.
"Apa Lo yakin,gue bakalan di terima kerja disini,"tanya Yana, insecure.
"CK,gue tahu kali kemampuan Lo,gue aja kalah,"
"Tapi ini beda mir,Lo yang merekomendasikan gue,seolah kan gue memanfaat kan istri dari perusahaan ini"
"Kan Lo bawa surat lamaran,nanti CV Lo bakalan di baca, gue cuma merekomendasikan dan gue sangat yakin perusahaan ini bakalan menerima Lo"
"Tapi ini perusahaan ternama mir,gue gak PD,kalau Lo gak maksa gue,pasti gue gak akan datang kemari "ujar Yana.
"Jangan insecure begitu dong,pokok nya Lo harus kerja di sini,kalau Lo masih anggap gue Mira"ujar Mira,selalu itu ancaman buat Yana waktu Mira memaksa nya melamar ke perusahaan suami nya tadi di rumah nya.
Kini mereka telah sampai di lantai 10,mereka mendekat ke arah ruangan CEO.
Tok tok tok.
"Masuk" ujar Leon dari dalam,
Clek.
Dia yang tidak tahu istri nya yang datang tidak menoleh sedikit pun,Mira tidak mengeluarkan satu patah kata pun dia menunggu suami nya menoleh ke arah nya.
"Ada apa"tanya nya dingin.
"Suami Lo dingin banget mir, merinding gue"bisik Yana
__ADS_1
"Hus"ujar Mira sembari meletakkan jari lentik nya di bibir.
"Ada apa" lagi pertanyaan itu yang di lontarkan Leon Brata,namun kali ini suara nya semakin tinggi.
"Mau memberi surat lamaran pak"ujar Mira mengubah suara nya,dia ingin mengerjai suami nya,Yana menyikut lengan sahabat nya.
"Kasih ke HRD bukan ke saya,kamu berapa lama kerja disini"bentak Leon,terlihat kesel,Mira semakin gentar dia mendekat ke arah Leon lalu menggamit tangan Leon yang sedang berada di atas keyboard laptop.
Leon menepis tangan Mira dan langsung membentak
"Jangan kurang ajar ka..'' ucapan Leon mengambang di udara ketika melihat sosok istri nya.
"Sayang,maaf abg gak tahu kalau kamu yang datang"ujar Leon dengan cepat mengambil tangan Mira kembali.
Mira terkekeh.
"Astaga galak banget,serem aku"kekeh Mira.
"Yank"ujar Leon merengek,dia tidak suka di bilang galak oleh istri nya.
"Ini sahabat aku,anak nya forgusa"ujar Mira menunjuk ke ayah Yana,Leon pun menoleh.
"Hai"ujar Leon senyum,Yana tersenyum kikuk.
"Kamu kok gak ngabarin aku mau ke sini"ujar Leon sembari duduk di sofa.
"Sengaja"
"Aku mau masukin sahabat aku kerja disini boleh kn"tanya Mira menatap Leon yang duduk di sofa.
"Lah bukan nya pak tio punya perusahaan"tanya Leon bingung.
"Iya,tapi aku malas kalau kerja di perusahaan papa karyawan nya suka bermuka dua"ujar Yana.
"Silahkan duduk dulu "ucap Leon.
"Bisa sih,tapi jadi sekretaris asisten aku,"ujar Leon ketika Yana dan Mira sudah duduk berbaur di sofa.
"Gak apa apa,ini coba lihat CV ku dulu,mana tahu gak memenuhi syarat "ujar Yana memberikan CV nya ke Leon,suami Mira itu pun membuka CV yang di berikan Yana.
Srek.
"Sangat memenuhi,kamu di terima "ujar Leon ketika sudah membuka CV sahabat Yana itu.
"Kamu bisa bekerja mulai besok"ujar Leon memberikan kembali CV nya ke pada Yana.
"Aku kapan bisa kerja"tanya Mira menimpali.
"Tunggu kamu sembuh dulu"
*****
__ADS_1