
Dengan rasa dongkol,citra pulang dengan wajah yang begitu masam baju nya yang sedikit basah akibat siraman air yang di siramkan oleh Leon Brata.
"Seperti nya kamu terlalu capek,sampai wajah kamu masam seperti itu"ucap Fatma ketika melihat anak nya cemberut.
"Gak kok mah,aku cuma kesel aja,tadi jumpa sama Mira "balas citra.
"Oh,ya kamu jumpa dimana??,apa tadi kamu labrak dia"tanya Fatma penasaran.
"Aku jumpa di cafe tadi aku sempat siram dia,tapi malah di siram balik sama bos nya"jawab anak nya itu,dia berpikiran Leon adalah bos nya mira.
"Bos nya laki laki atau perempuan"??tanya Fatma,dia terlalu mengurusi urusan orang lain.
"Laki laki mah,palingan dia jual diri makanya di bela sama bos nya itu"tuduh citra.
"Nanti kalau kita jumpa dia,kita labrak aja,kita minta balik sertifikasi rumah yang dulu di kasih oleh arka"ucap Fatma,dia masih tidak terima jika Mira menikmati jerih payah anak nya.
"Siapa mah"tanya arka,dia baru saja masuk pulang dari kerja nya
"Itu lho manta istri kamu,kata nya citra ketemubdia di cafe,SMA laki laki"jawab fatma menggebu.
"Benaran cit..??tanya Kaka nya itu.
"Iya kak,malahan tadi aku disiram sama laki laki yang bersama Mira itu"ujar citra
"Kurang ajar,kamu ketemu dia dimana"tanya arka,dia berencana menyusul Mira dan memarahi mantan istri nya itu,karna telah membuat adik nya basah seperti itu.
"Tadi aku jumpa dia di work coffe,"jawab adik nya itu,dengan cepat arka kembali menyalakan motor dan menuju cafe yang di sebutkan oleh adik nya tadi.
Di waktu yang bersamaan di cafe work coffe Leon sedang mengadakan miting dengan client nya.
"Bagaimana dengan kerja sama nya pak,apa perusahaan bapak mau bekerja sama dengan perusahaan kami",tanya Ardi CEO dari Corleone itu.
__ADS_1
"Jika sesuai dengan yang bapak jelaskan tadi,kita akan buat tanda tangan kontrak satu Minggu lagi setelah pertemuan ini"ucap Leon.
"Baik pak, terimakasih"ucap Ardi menjabat tangan CEO king karl itu.
"Saya permisi ke toilet sebentar pak"ucap Mira,dengan terkejut Leon melihat ke arah istri nya itu,bagaimana bisa istri nya memanggil diri nya dengan sebutan itu.
"Toilet sebentar sayang"ucap Mira,rupa nya ucapan nya barusan tertuju pada CEO Corleone.suaminya tersenyum lalu mengangguk.
Ardi berpikir jika perempuan yang bersama CEO king karl itu adalah sekretaris nya,namun setelah Mira menyebut Leon dengan panggilan sayang dia menjadi bingung.
"Istri saya"ucap Leon seakan tahu isi dari kepala Ardi itu.
"Pak Leon pintar juga mencari istri"ujar Ardi memuji,dia yang sempat melihat Mira begitu cantik namun tak berani melirik lirik,khawatir jika Mira adalah kekasih dari pemilik perusahaan king karl,dan ternyata perkiraan nya benar.
"Bukan kecantikan nya yang membuat saya menjadikan dia sebagai istri saya,tapi ketangguhan dan kemurahan hati nya membuat saya menaruh hati kepada istri saya"curhat Leon.
"Semoga saja,tidak karena uang, istri bapak mau menikah,karena dulu saya pernah mengalami itu"ucap Ardi,mata nya menjadi merah mengingat masa lalu nya.
Begitu lama mereka bercengkrama sehingga Leon tersadar jika istri nya terlalu lama di toilet.
"Saya cari istri saya sebentar pak"ujar Leon khawatir,Ardi pun mengangguk.
Dengan langkah yang sedikit berlari Leon menuju ke ruangan toilet yang ada di cafe work coffe itu,dia melihat semua kamar toilet satu persatu berharap Mira ada di salah satu kamar toilet namun Leon tidak menemukan sosok istri nya di sana.
Leon kembali ke meja nya berharap Mira sudah berada di meja itu,namun hanya ada Ardi yang tengah duduk menunggu diri nya.
"Maaf pak,kita tidak bisa mengobrol lebih lama lagi,istri saya hilang"ucap Leon,dia berusaha menghargai teman kerja sama nya selagi dia bisa.
CEO Corleone itu mengangguk.
"Ijinkan saya bantu mencari"tawar Ardi,suami Mira itu pun mengangguk.
__ADS_1
"Agar lebih cepat kita cek CCTV cafe ini aja pak"usul Ardi,karna terlalu panik Leon bahkan lupa akan hal itu.
Kedua CEO itu pun menyusul ke arah kasir untuk meminta memperlihatkan CCTV.
"mari pak silahkan masuk"ucap kasir dengan ramah,ketika Leon meminta ijin memutar ulang rekaman CCTV.
Kasir memutar ulang rekaman cctv itu,terlihat istri Leon di tarik paksa oleh seorang lelaki,mata Leon memerah dengan tangan yang di kepal emosi nya naik ke ubun ubun.
"Dekatkan layar nya mbak"ucap Ardi,dia ingin melihat sosok lelaki itu lebih jelas,sedang Leon,dia sudah tahu siapa yang menarik paksa istri nya itu.
"Tolong lapor kan lelaki itu ke kantor polisi"perintah Ardi ketika sudah melihat jelas wajah arka di layar cctv.
"Tolong tampilkan layar cctv di parkiran"perintah Leon,setelah kasir itu menampilkan layar cctv disana arka tetap saja menarik paksa Mira dan menyuruh Mira untuk naik ke motornya,dan juga menggendong Mira agar naik ke motor nya, satpam sempat datang namun kemudian pergi lagi ,mata Leon mengarah ke plat motor kendaraan arka.
"Terimakasih"ucap Leon sembari berlari ke arah satpam penjaga
"Ke arah mana wanita ini di bawa"tanya Leon ke satpam dengan menunjukkan foto Mira di layar ponsel nya.
"Ke sana pak"ujar satpam menunjuk ke arah kanan cafe.
"Lain kali kalau ada yang minta tolong jangan biarkan penculik itu membawa dengan gampang"ucap Leon dengan rahang yang mengeras,dia benar benar sudah tidak sanggup untuk menahan emosi nya,dia berlari ke arah parkiran untuk mengambil mobil nya,dia memacu dengan kecepatan tinggi berharap dia masih bisa mengejar istri nya.
"Maafkan aku sayang,aku gak bisa jaga kamu dengan baik"gumam Leon,
Sedangkan di jalan kota Jakarta,Mira sedang berusaha mengancam arka,agar dia menurunkan dan melepaskan Mira namun arka seolah tidak perduli dengan ucapan mantan istri nya itu.
Tidak hanya jantung Mira yang berdegup kencang, darah Mira pun terasa mendidih,dia tidak terima atas perlakuan arka terhadap diri nya dengan kuat Mira mencakar bahu arka agar mantan suami nya itu berhenti,namun arka menahan rasa sakit di bahu nya,dia ingin membawa Mira ke rumah nya untuk meminta uang atas penjualan rumah yang di berikan kepada mantan istri nya itu dulu.
Mira tak tinggal diam,Mira melepaskan tas nya,lalu mengikat tas nya ke leher arka,dia tidak perduli jika harus mati,asal jangan di sentuh oleh mantan suami nya itu lagi.
Dan.
__ADS_1
Braaaakk.