
Byuurrr.
Air yang di siramkan oleh citra Handayani itu membasahi rambut hingga baju Mira,Leon menatap tajam ke arah wanita yang telah menyiram istri nya itu.
Prakk
Suara meja di pukul oleh Leon,dia benar benar tidak terima kenapa istri nya di perlakukan seperti itu,sedangkan citra terkejut kenapa lelaki tampan itu memukul meja, wajah nya sedikit pucat.
Waktu Mira dan suami nya berjalan masuk ke cafe,tak sengaja pandangan citra menuju ke arah nya,kebetulan citra sedang menunggu seseorang disana.
Citra yang tidak mendengarkan perkataan dari kakak nya,masih saja mencari lelaki hidung belang yang tajir melintir,dan di cafe itu lah citra menunggu lelaki hidung belang yang akan memberikan nya uang jajan ketika dia sudah selesai bekerja.
"Apa apaan kamu"bentak Leon,sangking terlalu emosi mata nya kini memerah,Mira menoleh ke arah orang yang baru saja menyiram diri nya,dia terkejut melihat mantan adik ipar nya itu.
"Ada masalah Lo sama gue"ucap Mira sembari berdiri dan mendorong tubuh mantan adik ipar nya,sedangkan Leon dia lupa kalau istri nya ini adalah orang yang tidak bisa di tindas.
"Lo nanya,masalah gue apa sama Lo,???,Lo gak mikir gara gara perbuatan Lo,gue dan mama gue sengsara"balas citra menatap lurus ke arah mantan kakak ipar nya.
"Saraf ya Lo,gue gak pernah melakukan apapun untuk keluarga Lo,harus nya Lo mikir mungkin Lo sengsara karna karma yang menghampiri keluarga Lo"balas Mira sembari mengurai rambut nya yang basah.
"Kalau bukan karna Lo buat pekerjaan kakak gue hilang dan memasukkan dia ke penjara,keluarga gue gk akan sengsara seperti ini"bentak citra,Leon yang melihat istrinya di bentak seperti itu,berdiri dan ingin menampar wajah wanita itu,namun di tahan oleh Mira.
"Udah"ucap Mira sembari mengusap lembut jemari suami nya,
Mata citra tertuju pada suami Mira yang wajah nya tampan itu,dia terhipnotis dengan ketampanan leon sehingga dia tidak sadar jika Leon menyiram air ke kepala nya sehingga membasahi rambut nya.
Byurrr
Citra tersadar dari lamunan nya,Karena merasa basah di kepala nya.
"Pergi dari sini atau aku panggilkan satpam"ucap Leon dengan wajah yang mengintimidasi,adik dari arka itu pergi meninggalkan Mira dan juga suami nya,dia beranggapan Mira sedang rapat dengan bos nya.
"Harus nya tadi kamu cakar muka dia sayang"ucap Leon yang masih terlihat geram.
__ADS_1
"Emang kamu mau ngelihat aku di tonton oleh orang orang yang ada disini dan beranggapan kalau aku sedang di labrak oleh istri sah kamu"ucap Mira tersenyum geli.
Saat diri nya di siram air oleh citra dia sedikit melirik ke arah pengunjung,yang berbisik bisik.
"Tapi aku gak terima yank,kamu di perlakukan seperti itu,"balas Leon sembari mengurai rambut istri nya.
"Kita ke mall dulu kamu harus ganti baju"ajak Leon sembari menarik tangan istri nya pelan,pengunjung cafe yang tadi memperhatikan mereka masih saja berbisik dan itu tidak luput dari pendengaran Leon.
"Kalau tidak tahu yang sebenar nya,jangan asal ngomong sembarangan"ucap Leon menatap tajam ke arah pengunjung yang menjelekkan istri nya, seketika Mereka terdiam dan membuang pandangan ke arah lain.
"Kamu kok galak banget"ucap Mira senyum.
"Nanti kamu cepat tua lho kalau suka marah marah seperti itu"ucap Mira lagi mengelus jemari suami nya.
"Habis nya mereka cuma tahu nya menjelakkan kamu aja"ujar Leon membalas senyuman istri nya.
******
Kini mereka telah sampai di mall,Leon memperintahkan kepada pegawai toko di mall itu,agar memberikan baju yang cocok untuk istri nya.
"Kalau masih bisa memilih,kita tidak perlu merepotkan orang lain "ucap Mira lembut sembari pergi ke ruang ganti di toko itu untuk memakai baju yang tadi sudah didapatkan nya.
Sedangkan pegawai toko yang ada di sana begitu betah memandangi wajah tampan Leon,dia sangat ingin di perlakukan sama seperti Mira.
Setelah selesai mengenakan baju yang di pilih,Mira mengajak suami nya ke kasir,dia tidak suka wanita lain memandangi wajah suami nya berlama lama.
Ketika mereka ingin keluar dari dalam mall,Mona tidak sengaja menabrak Mira karena dia sedang buru buru
Brukk..
"Hati hati mbak"ucap Mira lembut.
"Kalau jalan pake mata"bentak wanita itu,sembari memungut tas nya yang terjatuh.
__ADS_1
"Kamu yang harus nya pake mata"balas Leon,wanita itu mendongak.
"Kamu"ucap Leon menunjuk ke arah wanita itu,dia adalah Mona mantan claning servis yang dulu merencanakan sesuatu yang buruk untuk istrinya.
"Pak Leon"ucap nya tersenyum ramah,mata nya tertuju ke arah Mira yang tadi dintabrak nya.
"Lo"ucap nya dengan tatapan yang tidak suka.
"Bagaimana kamu bisa keluar dari penjara"ucap Leon,dia heran kenapa orang yang melakukan tindak kejahatan seperti dia bisa keluar dari dengan cepat dari dalam penjara.
Mona yang takut di masukkan lagi ke kantor polisi dengan cepat pergi dari hadapan mantan bos nya itu.
"Kenapa mereka bisa keluar dengan cepat dari penjara"gumam Leon.
"Siapa sayang"tanya Mira bingung.
"Arka juga sudah keluar kemarin,tapi kalau Mona aku gak tahu kapan dia bebas nya,apa mungkin di bebasin oleh ayah arka juga"ucap Leon.
"Arka Kusuma maksud nya"tanya Mira,bahkan berkata mantan suami pun Mira sangat merasa malas.
"Iya"
"CK,ayah arka sudah meninggal sayang sejak dia berumur tiga tahun"
"Lagian ngapain bahas mereka sih malas tahu"ucap Mira jengah.
"Tapi gak boleh di biarkan seperti itu sayank,mereka merencanakan kejahatan lho sama kamu waktu itu"ucap Leon tidak terima mereka bebas dengan cepat seperti itu.
Waktu rumah Mona di datangi oleh polisi dan membawa diri nya ke kantor polisi,dia meminta ibu nya menghubungi Hartono salah satu pebisnis yang menjadikan dia sugar baby nya,dan dengan pertolongan Hartono itu Mona hanya satu hari berada di dalam penjara.
"Udah lah,gak usah bahas mereka sekarang kita harus miting,ini juga sudah terlambat lima belas menit"ucap Mira menarik pelan tangan suami nya,dan Leon berpikir dia akan mengurus kedua penjahat itu nanti.
Dari jarak 100 meter,seorang wanita ternyata sedang memperhatikan mereka sejak tadi,dengan wajah yang datar.
__ADS_1
"Kamu akan kembali bersama ku sayang"gumam wanita itu dengan senyuman licik nya.
#happy_reading