
Setelah menghadiri sidang terakhir,Mira kini sudah mendapatkan akte cerai nya,rumah yang dulu menjadi mas kawin nya saat menikah dengan arka kini sudah di jual dan uang nya di sumbangkan ke panti asuhan,kini Mira sudah berada di kampung mama nya tercinta,Sumatra Utara dan disini lah Mira memulai hidup baru nya.
"Mir sarapan dulu nak sini"ucap sang mama tercinta.
"Iya ma,"sahut Mira dari kamar nya dia baru saja selesai mandi,setelah memakai baju dan sedikit bedak di wajah nya Mira pun menghampiri mama nya ke dapur.
"Masak apa mah"tanya Mira sembari duduk di meja makan.
"Masak sayur asem sayang,ini kan makanan kesukaan kamu??"tanya mama Mira.
"Iya ma,udah lama banget Mira gak makan masakan mama" sahut Mira sembari menuangkan nasi ke piring nya.
"Mah pagi ini Mira mau nyari kerjaan,mama gak papa kan Mira tinggal sendiri"tanya Mira.
"Iya gak papa lah sayang,mama kn emang biasa nya sendiri"sahut mama nya.
"Ini kan beda mah, sekarang Mira udah tinggal bersama mama,kalau dulu kan masih jauh"ucap Mira sembari menyuapkan nasi ke mulut nya.
"Iya iya,kamu kebiasaan deh makan sambil ngomong,udah habisin dulu makanan nya baru nanti lanjut ngomong lagi "ucap mama Mira mengomeli anak nya.
Mira pun dengan lahap menghabiskan makanan nya mungkin karena rindu akan masakan mama nya ini,hingga tambah beberapa kali.
"Kamu ga takut gemuk apa"?? Tanya Ningsih.
"Gemuk berarti Mira bahagia dong ma"ucap. Nya sembari memakan lagi makanan yang ada di piring nya.
"Gak takut nanti para cowok ilfil sama kamu lagi"ucap mama nya lagi,saat ini Ningsih sudah selesai makan.
"Ih tadi mama bilang gak boleh ngomong kalau lagi makan,malah mama yang ngajak ngomong"ucap Mira dengan mulut yang penuh dengan masih di mulut nya,kali ini dia terlihat seperti anak kecil,Ningsih hanya bisa tersenyum melihat anak nya itu
******
Jam (09:00) sembilan Mira sudah berada di depan perusahaan ternama di Sumatra Utara,kebetulan perusahaan itu sedang mencari karyawan Mira pun menghampiri satpam untuk bertanya detail nya.
"Permisi pak,lowongan pekerjaan yang tertulis itu apa masih berlaku"tanya Mira kepada pak satpam.
__ADS_1
"Iya mbak,masih berlaku kebetulan lowongan nya baru di buka tadi, antar aja surat lamaran nya "ucap satpam penjaga itu.
"Oh baik pak kalau begitu,saya permisi dulu, terimakasih"ucap Mira sembari pergi dari pos itu.
"Iya sama sama,semoga berhasil"sahut satpam senyum.
Mira pergi ke salah satu warnet untuk membuat surat lamaran kebetulan warnet itu menerima pembuatan surat surat,setelah selesai Mira pun kembali ke perusahaan yang tadi ia datangi.
"Permisi pak,saya mau titip surat lamaran saya "ucap Mira sembari menyodorkan surat lamaran yang dia bawa.
"Mbak masuk aja,kasih ke kasir nya"ucap satpam,Mira pun menarik lagi lamaran yang tadi ia sodorkan lalu permisi untuk masuk.
"Permisi mbak,saya mau mengantarkan surat lamaran"ucap Mira ketika sudah sampai di kasir.
"Oh iya, mbak langsung ke lantai dua ruangan HRD untuk interview"ucap wanita yang berada di meja kasir.
"Baik mbak, terimakasih"ucap Mira kemudian dia pergi ke lantai dua menuju ruangan HRD,
Mira yang masih ingat dengan kejadian di kantor yang dulu tempat dia bekerja pun wanti wanti,dalam perjalanan menuju lift Mira menghubungi Yana menggunakan video call.
"Iya,santai gue pasti melaksanakan perintah ratu"ucap Yana lebay
"Semangat ya,semoga di terima"ucap Yana dan Mira pun mengangguk,kemudian Mira pun masuk ke dalam lift menuju lantai dua,dia berjalan perlahan mengamati jalan yang ia Lalui,setelah dia melihat ruangan HRD dia pun perlahan mendekati ruangan itu kemudian mengetuk pintuk nya.
Tok tok tok,
"Masuk"
Mira pun masuk setelah mendengar perintah dari dalam.
"Selamat pagi pak,saya ke sini untuk melakukan interview"ucap Mira yang berdiri di depan HRD itu.
"Silahkan duduk"ucap HRD itu,Mira pun duduk perasaan nya begitu tegang,lalu Mira menyodorkan maps berisi CV diri nya.
"Ini pak CV saya"ucap Mira HRD itu pun membuka CV yang di berikan oleh Mira.
__ADS_1
"Oke,kamu di terima kamu bisa kerja mulai dari hari ini dan untuk pekerjaan, kamu di tempatkan sebagai sekretaris CEO"ucap HRD itu.
"Baik pak, terimakasih tapi saya punya pertanyaan pak"balas Mira.
"Silahkan,kamu mau bertanya soal apa "???tanya HRD.
"Bagaimana dengan masalah gaji dan tanda tangan kontrak nya pak..?tanya Mira.
"Masalah itu nanti akan di bicarakan oleh pak CEO"ucap HRD.
"Oh baik lah pak,kalau begitu saya permisi "ucap Mira lalu kemudian dia pun ke ruangan sang CEO tepat di depan pintu, Mira mengcek kembali ponsel nya yang terhubung video call dengan Yana,tapi sayang nya ponsel nya mati.
"Aduh kok seperti ini sih,"ucap mira kemudian dia mencoba menyalakan ponsel nya rupa nya batre nya habis,dia bahkan lupa mengisi daya ponsel nya tadi malam,dia yang sedikit ragu untuk masuk kini memberanikan diri nya mengetuk pintu ruangan CEO itu.
Tok tok tok
"Masuk"ucap sang CEO Mira pun masuk dengan hati yang was was,karena masih trauma.
"Silahkan duduk "ucap CEO itu datar,Mira pun duduk.
"Saya kesini untuk melamar pekerjaan pak"ucap Mira ramah.
"Saya tahu,kan tidak mungkin kamu kemari buat melamar saya"canda CEO itu,yang dia nggak garing oleh Mira
"Perkenalkan diri mu" ucap CEO tampan itu dengan senyum di bibir nya.
"Nama saya Mira, pak"ucap Mira.
"Baik lah,nama saya Leon "ucap CEO itu,Mira sedikit mengerutkan kening nya merasa kenal dengan nama itu namun Mira berpikir nama seperti itu bukan cuma satu saja,tapi Mira salah Leon yang saat ini di depan nya adalah Leon yang menolong nya tempo hari di Jakarta.
"Leon Brata"ucap CEO itu lagi,
"Oh iya"ucap Mira dia tidak tahu harus berkata apa lagi,sedangkan saat ini dia tidak yakin Leon ini sama dengan Leon yang menolong nya waktu itu.
"Kamu tidak ingat dengan saya"tanyan leon datar.
__ADS_1