
"kurang ajar"gumam Leon,sembari menggepalkan tangan nya.
Terlihat di layar monitor seorang lelaki yang ber badan kekakar,sedang melihat situasi untuk melakukan aksi nya,lalu seorang perempuan yang sedikit jauh dari mobil Leon yang sedang berjaga jaga,dengan cepat lelaki itu masuk ke bawah mobil Leon,tak berselang lama dia keluar dan berlalari ke arah perempuan yang sedang berjaga jaga itu,terlihat dengan jelas wanita itu memberikan satu amplop kuning kepada lelaki yang berbadan kekar setelah dia melakukan tugas nya.
"Siapa dia..??tanya Aldi fokus pada monitor.
"Gue gak tahu lelaki itu siapa,tapi dengan perempuan itu"ucapan Leon mengambang di udara,dia tidak bisa melanjutkan kata kata nya karna terlalu emosi.
Aldi yang menunggu ucapan sepupu nya,menoleh ke arah Leon dia melihat Leon sedang menatap tajam ke arah monitor.
Ingin tahu lebih jelas siapa perempuan itu,Aldi men-zoom layar monitor.
"Sisil"gumam Aldi fokus pada gambar yang telah di zoom.
Ya, perempuan itu adalah Sisil utari,setelah mendapat makian dari Leon,Sisil berusaha mengikuti mobil Leon dari belakang kemana pun Leon pergi hingga pada akhir nya dia memiliki kesempatan,dan meminta seorang preman untuk melakukan sabotase di rem mobil nya,
"Kenapa dia seberani itu ? "Tanya Aldi.
"Kirim file nya ke ponsel gue"ucap Leon,dengan cepat Aldi mengirim rekaman itu ke ponsel sepupu nya.
"Lo harus jaga jaga mbak Mira, perempuan itu seperti nya masih dendam sama lo "ujar Aldi.
Leon berjalan keluar meninggalkan Aldi di depan layar monitor cctv Wati.
"Lo mau tinggal di situ..??"tanya leon tanpa menoleh.
"Sial"umpat Aldi.
"Terimakasih ya mbak,udah ijinin kami buat lihat CCTV nya"ujar Aldi kepada Wati.
"Sama sama mas"
"Tungguin gue anjir"maki Aldi.
"Kelamaan sih Lo"ujar Leon,kemudian dia memacu mobil nya
"Mau kemana lagi kita ini"tanya Aldi melihat ke arah jalan yang belum pernah dia lalui.
"Gak usah banyak bacot,lu mau gue tinggal".
Leon berencana pergi ke gedung geng motor,dia mau memberi pelajaran terhadap Sisil.
"Buat apa Lo kesini"?? Tanya Aldi menatap tajam ke arah sepupu nya,dia tahu betul bendera yang ada di atap gedung itu.
"Gue mau ngasih pelajaran sama perempuan sialan itu"jawab Leon.
"Gila Lo ya,mereka ini gak main main kalau nyiksa orang,kasihan kalau Sisil harus jadi bulan bulanan nafsu mereka"ucap Aldi,dia masih punya rasa prikemanusiaan.
"Gue gak perduli,siapa suruh dia mengusik ketenangan gue"
"CK,gue kasih tahu sama mbak Mira nih ya"ancam Aldi,seketika Leon menghentikan mobil nya.
Ciitt..
__ADS_1
"Apaan Lo main aduin segala"ujar Leon tidak terima.
"Pokok nya kalau Lo kesana,gue kasih tahu sama mbak Mira,biar di kasih pausa Lo selama setahun"ujar Aldi lagi.
"Putar balik ta,kerjaan gue masih ada separuh lagi"perintah Aldi,dengan rasa yang kesel Leon memutar balik arah mobil nya.
"Nah gtu,anak pintar"ucap Aldi menahan tawa,dia sudah pegang kelemahan sepupu nya itu,sedangkan Leon,dia takut jika kalakuan nya di ketahui oleh istri tercinta nya.
Setelah Leon memutar arah,tidak ada kata yang keluar dari mulut CEO KING KARL itu,sehingga membuat Aldi merinding sendiri.
"Ta" panggil Aldi takut takut.
"Hmm"
"Yana beneran rigsain dari perusahaan Lo"tanya Aldi,pekerjaan nya terasa ringan jika dia memiliki sekretaris.
Walau pun merasa kesel atas ancaman Aldi,Leon tetap menjawab pertanyaan dari sepupu nya itu.
"Gak rigsain,dia minta pindah jadi staff,Lo sih ngasih kerjaan sama dia terlalu banyak"jawab Leon fokus kepada kemudi nya.
"Hari ini kan dia pertama kerja,ya gue ajarin semua nya lah,biar dia cepat pinter"
"Lo ngajarin nya cuma ngomong doang,Lo kasih dia yang ngerjain semua,yakin gue"tebak Leon,membuat Aldi menggaruk kepala nya yang tidak gatal.
"Dia pinter sih,"puji Aldi membuat Leon menoleh sekilas.
"Udah gue tebak sih,kemampuan dia"
"Trus sekretaris gue siapa nanti..??.
Ciitttt
Leon menghentikan mobil nya tepat di gerbang rumah nya.
"Lo kasih bukti ini ke polisi dulu,baru Lo pulang ke kantor"ucap Leon memberikan ponsel nya kepada Aldi.
"Tenang aja,nanti gue TF tips"
Seketika wajah Aldi berubah sumringah.
"Lo kok bisa tetanggaan sama Yana sih" tanya Aldi.
"Tanya sana sama emak nya,kanapa emak nya bisa bangun rumah di samping rumah gue"ujar Leon meninggalkan Aldi yang cemberut.
"Huff,untung sepupu gue"gumam Aldi,kemudian dia melajukan mobil nya menuju kantor polisi.
Leon masuk,dan mencari keberadaan istri nya,rupa nya Mira sedang memasak di dapur.
"Bibi kok ngasih istri ku masak"marah Leon kepada bi asih, asisten rumah tangga di rumah nya
"Abg datang datang mrepet aja"ujar Mira menimpali.
"Aku yang maksa bibi tadi biar dia gak masak,"ucap nya lagi.
__ADS_1
"Ini badan ku bisa bisa kena penyakit gula kalau rebahan terus"ujar Mira lagi,membuat Leon tertawa kemudian berbisik di telinga istri nya.
"Rebahan sambil olah raga gak bakalan membuat badan kena penyakit"bisik nya genit.
"Udah bibi sana istriahat aja,ini udah selesai kok"ujar Mira.
"Kita ke kamar yuk,abg mau mandi"
Mira menurut,karna ini adalah janji nya kepada suami nya satu Minggu yang lalu.
Sesampai di kamar mandi,bukan nya mandi Leon malah meminta hak nya.
Hingga sekitar satu jam mereka menghabiskan waktu di dalam kamar mandi.
"Lagi sayang..??"bisik Leon,kini mereka berendam di bak mandi dengan busa yang memenuhi bak mandi itu.
"Memang nya belum puas"tanya Mira heran,membuat Leon tertawa renyah.
Sementara di rumah Fatma,mereka sedang melangsungkan pernikahan,citra yang memakai gaun dres berwarna kuning keemasan,gaun nya sama dengan gaun yang di kenakan oleh ibu nya.
"Mama cantik banget"ucap citra memuji.
"Apa gak sebaik nya,pernikahan mama kita adakan di kantor polisi biar kak arka lihat "tanya citra,dia sudah di ceritakan bagaimana tanggapan Kakak nya tentang pernikahan orang tua nya ini.
"Gak usah,kita adakan acara ini di sini aja,biar tetangga pada tahu,lagian kan rumah nya juga udah di dekor seperti ini,"ujar Fatma
Akhir nya akad mereka di laksanakan tanpa ada gangguan sedikit pun.
"Alhamdulillah sah"ucap Budi,Putri nya dan para tetangga mengucap selamat.
"Syukurlah sekarang kita sudah sah"ucap Budi senang.
"Mama gak bakalan tinggalin citra kan.?"tanya citra takut.
"Iya gak lah,kamu tetap sama mama"ujar Fatma haru.
"Kalian tinggal di rumah papa aja"ujar Budi,dia merasa asing pada lingkungan rumah Fatma.
"Rumah kamu ini biar di kontrakan aja,nanti kalau anak kamu udah keluar dari penjara biar dia yang menempati rumah ini"ucap Budi lagi.
"Trus kuliah citra gimana"tanya citra pada ayah nya.
"Ya kamu tetap kuliah sampai kamu wisuda"
"Kerjaan citra gmna "tanya putri nya itu lagi.
"Kamu gak usah kerja lagi,papa akan biayai semua kebutuhan kalian"ujar Budi,
Sementara di sebuah cafe,Sisil sedang di tawan oleh dua orang polisi
"Kalian apa apaan,main tangkap orang sembarangan"pekik Sisil ketika polisi itu langsung memasang borgol di tangan nya,semua mata tertuju pada diri nya.
"Nanti kamu jelaskan di kantor polisi"ucap polisi itu menarik Sisil masuk ke dalam mobil.
__ADS_1
"Lepasiinnn"teriak Sisil histeris.
"Diem,kalau anda tetap berisik akan saya Tembak"