
"Lepasin,lepas kamu siapa kenapa kamu mengaku ngaku sebagai anak saya,saya tidak punya anak seperti kamu yang tidak punya etika seperti ini,main peluk peluk orang sembarangan aja"ucap Burhan sembari melepaskan pelukan citra lalu memeluk istrinya nya dari samping.
"Dia siapa pah,papa kenal"?tanyabnuri lagi
"Gak kenal ma,cuma tadi malam pas papa mampir di warung nya Dea dia buat masalah dan bahkan dia memaki papa,sekarang malah ngaku ngaku jadi anak papa,dia ini pasti mau menipu"ucap Burhan, citra yang tadi ingin mengeluarkan air mata pun mengingat kejadian tadi malam dan benar dia adalah lelaki yang di sebut lelaki miskin oleh citra pantas saja tadi dia merasa kalau wajah Burhan tidak asing.
"Kamu lagi fatma,kamu ngapain kemari,jangan mentang mentang semalam saya memberi ijin kamu masuk jadi seenak jidat mu untuk masuk ke rumah saya "marah Burhan dia tidak senang jika harus berhubungan dengan mantan istri nya itu lagi.
"Aku kemari untuk mengenal kan Siapa ayah nya mas"ucap Fatma lembut.
"Anak kita,aku tidak punya anak lagi selain arka dan Dea"ucap Burhan.
"Tapi dia juga anak kita mas,saat kamu pergi dengan wanita itu aku sedang hamil anak kedua dari kamu mas"ucap Fatma dengan raut wajah yang sedih. Mendengar itu Nuri bergegas pergi dari ruangan itu menuju kamar nya.
"Mau kemana sayang"?tanya Burhan yang terlihat khawatir,dia sangat khawatir jika istri nya ini akan sakit hati.
"Mau ke kamar,papa selesaikan aja dulu urusan papa dengan orang itu,dan kamu mbok Marni jika ada orang datang jangan langsung mempersilahkan orang itu masuk bisa mengganggu kenyamanan saya,bila orang itu tetap memaksa untuk masuk kamu panggil aja satpam kompleks biar dia yang urus karna saya merasa kenyamanan saya sudah sangat terganggu."ucap Nuri datar, lalu dia pergi ke kamar dia tidak bermaksud untuk memarahi Marni hanya saja biar kedua orang yang berada di rumah nya ini tidak langsung menerobos masuk karna dia tahu kalau Marni pasti tidak langsung mempersilahkan orang ini masuk.
"Kenapa baru sekarang kamu berkata dia adalah anak aku,kenapa tidak dari dulu semenjak dia lahir,bahkan aku tidak tahu kalau kamu mengandung dia"ucap Burhan sembari menunjuk ke arah citra,dia tidak bisa menerima jika perempuan yang di hadapan nya ini adalah anak nya karena benar benar tidak mempunyai sopan santun.
"Karna dulu aku marah sama kamu mas,karena kamu lebih mementingkan perempuan lain ketimbang aku"ucap Fatma meneteskan air mata nya dia terlihat sedang bersandiwara.
__ADS_1
"Oh iya,kenapa sekarang kamu seperti nya sudah tidak marah lagi kepada ku"tanyabburhan lagi,dia sudah bisa membaca pikiran Fatma yang hanya menginginkan diri nya saat dia mempunyai harta saja
"Karna aku berpikir,anak kita sudah besar dan mereka butuh sosok ayah kandung mas"ucap Fatma.
"Kenapa setelah meraka dewasa kamu memerlukan sosok seorang ayah untuk mereka,bahkan menut ku anak memerlukan sosok ayah pada saat mereka masih kecil"ucap Burhan .
"Karena waktu itu aku sakit hati mas kamu pergi bersama perempuan itu,maka nya aku berusaha untuk tidak melihat mu lagi"ucap Fatma yang mengulangi kata kata nya itu berulang ulang.
"Aku tidak pergi bersama perempuan lain Fatma,kamu yang membuat aku pergi,waktu aku terpuruk tidak memiliki apa apa untuk membelikan kebutuhan skincare mu kamu marah kepada ku,dan bahkan kamu pernah mengusir ku dari rumah,dengan alasan rumah itu adalah rumah keluarga mu,apa kamu lupa kamu yang membuat ku pergi.jangan jadi seolah kamu yang tersakiti"ucap Burhan panjang lebar,ketika mengingat hal itu hati nya begitu sakit,citra yang mendengar perkataan papa nya itu pun semakin yakin kalau Burhan ini adalah papa kandung nya.
"Sudah lah pah,lupakan masa lalu kita ulangi dari awal saja aku butuh sosok ayah di dalam diri ku pa "ucap citra yang menimpali ucapan Burhan,entah mengapa sungguh Burhan sangat tidak suka dengan anak yang sedang berada di hadapan nya ini.
"Iya mas kita lupakan aja masa lalu,kita mulai dari awal"ucap Fatma,sungguh Burhan sangat muak dengan ucapan Fatma barusan.
"Aku mau papa dan mama berkumpul kembali pah"ucap citra.
"Kenapa bukan dulu kamu menanyakan siapa papa kandung kamu"tanya Burhan.
"Karna dulu setiap citra nanya papa kemana,mama selalu bilang kalau papa kami sudah meninggal"ucap citra dan itu berhasil membuat hati Burhan semakin sakit,namun dengan Fatma matanya kini melotot horor karena mendengar Citra berkata yang sebenarnya
"Ah iya apa bener begitu Fatma"?tanya Burhan.
__ADS_1
"Iya bener mas,dan aku berkata demikian karna aku sakit hati kala itu,dan aku benar benar minta maaf mas"ucap Fatma.
"Ooh begitu,apa sekarang sudah tidak sakit hati lagi "tanya Burhan yang ingin mengungkap semua nya.
"Ngak mas,aku berpikir kalau aku sakit Hati terus itu tidak akan menyelesaikan masalah "ucap Fatma terlihat menyesali perbuatan nya,namun hati nya terlihat sangat senang karna di dalam pikiran nya Burhan sudah masuk ke dalam perangkap nya.
"Bagus lah kalau seperti itu, sekarang tolong kalian keluar dari rumah ku"ucap Burhan datar namun penuh dengan penekanan.
"Gak mau pah,citra mau tinggal sama papa aja disini "rengek citra.
"Maaf ya,saya tidak mengenal kamu, dan tolong bawa juga dia pergi dari sini Fatma"ucap Burhan datar,
"Tapi dia anak kita mas"ucap Fatma menimpali.
"Bagaimana aku bisa percaya kalau dia benar benar anak ku,sedangkan dia sudah besar seperti ini,bisa saja kan dia kamu suruh untuk ngaku ngaku sebagai anak aku"sergah Burhan,dia bukan lelaki bodoh yang mau percaya begitu saja dengan omongan Fatma.
"Aku punya bukti akte lahir nya Citra mas"ucap Fatma dia menggunakan segala cara agari Burhan kembali bersama dengan nya.
"Kamu bisa saja, membuat akte lahir di Du Capil dengan menyebut anak ini adalah anak ku,tapi kita tidak tahu siapa yang jadi ayah biologisnya "ucap Burhan dia tidak bisa mempercayai kalau yang di sebut citra ini adalah anak nya karena waktu itu Fatma sempat dekat dengan lelaki kaya.
"Jadi kamu menuduh ku selingkuh mas"tanya Fatma.
__ADS_1
"Bisa di katakan seperti itu Fatma,karna setelah kamu mengusir ku dari rumah kala itu aku tidak pernah menyentuh mu walaupun aku kembali pulang"ucap Burhan dia masih ingat jelas kejadian itu Tika Burhan memberikan uang kepada Fatma, namun Fatma marah-marah karena uang yang diberikan Burhan tidak sesuai yang diharapkannya jadi kala itu Fatma mengusir burung dari rumahnya dengan alasan rumah ini adalah punya orang tuanya mulai saat itu Burhan berpikir untuk tidak lagi menyentuh Fatma karena dia sudah berencana akan pergi walaupun dia masih saja bertanggung jawab terhadap anaknya arka, bahkan dulu Burhan melihat Fatma sedang berjalan bersama dengan lelaki lain yang kaya melintir sejak itu Burhan pun pergi meninggalkan anak dan istrinya belum sempat Burhan mengurus surat cerai karena tidak memiliki uang, dia menemukan wanita yang mau menemaninya dari nol jadi buruan pun berpacaran dengan nuri tapi masih dengan status bersuami istri dengan fatma, sejak itulah fatma berkata kalau Burhan selingkuh dari dirinya,