Memilih Pergi Dari Suami Yang Selingkuh

Memilih Pergi Dari Suami Yang Selingkuh
kantor polisi


__ADS_3

Di dalam mobil hanya ada keheningan,tidak ada yang mau berbicara,Mira merasa tidak nyaman di posisi seperti ini.


Tiga puluh menit menempuh perjalanan,akhir nya mereka pun sampai di kantor polisi,Mira terlebih dahulu masuk ke dalam kantor tersebut,namun dia tidak menemukan kebaradaan arka.


"Kita ke arah sana Bu Mira"ucap Leon menunjuk ke arah ruang mediasi.


"Selamat siang pak,buk silahkan duduk "ucap salah satu polisi yang mewawancarai arka.


"Bisa di jelaskan kronologi nya Bu,bagaimana bisa bapak yang bernama arka ini bisa hampir menjual ibu ke pria ini"tanya polisi.


"Saya bahkan tidak tahu pak,kalau saudara arka ini ingin menjual saya"ucap Mira menahan amarah nya.


"Jadi begini pak,saya sempat memesan taksi online ingin bertujuan ke kantor pengadilan,namun ternyata mobil yang saya masuki ternyata salah,dia sempat menyakin kan saya dengan nama dan tujuan saya,namun supir taksi online yang saya pesan menghubungi saya,dari situ lah saya  meminta tolong untuk di selamatkan kepada supir taksi online tersebut,namun beruntung nya saya pak Leon ini juga mau repot repot buat membantu saya."jelas Mira panjang,sembari menatap ke arah Leon dan Leon membalas dengan  senyum.


"Terus bagaimana dengan anda arka Kusuma,apa tujuan anda sehingga ingin menjual ibu ini"tanya polisi itu ke arka,arka hanya diam dan bahkan saat ini dia hanya menunduk entah apa yang di pikir kan oleh pria itu.arka diam hingga sampai sepuluh menit tidak ada jawaban,Mira tidak sabar mendengar apa motiv arka menjual diri nya.


Bughh meja di pukul oleh salah satu polisi yang menanyai mereka.


"Kamu jawab kalau di tanya"bentak nya.


"Saya sakit hati pak,gara gara dia,usaha saya menjadi orang terpenting di kantor hancur"ucap arka memberanikan diri.


"Apa anda tidak takut dengan apa yang anda lakukan ini akan semakin membuat anda hancur,dengan membusuk di dalam sel selama bertahun tahun"tanya polisi itu lagi.


"Dia istri sah saya pak,"jawab arka,yang membuat kedua polisi itu tercengang.


"Berarti Anda menjual Istri anda sendiri,"ucap polisi itu sembari mangkuk mangguk.


Mira hanya diam menyimak apa yang di lontarkan oleh arka,sungguh begitu tega dia menjual istri nya sendiri.hati Mira berdenyut sakit,terbuat dari apa hati arka ini sampai dia bener benar begitu tega terhadap orang yang dulu dia cintai.


"Saya punya bukti lebih pak,buat langsung menangkap bajingan ini dan satu komplotannya lagi."ucap Leon memberikan memori card yang berisi rekaman cctv.


"Baik pak, bukti nya kami terima"ucap polisi itu lagi


"Kalau begitu kami pamit undur diri pak"ucap Leon berjabat tangan dengan sang polisi.


*********


"Terimakasih kasih banyak pak,atas semua bantuan bapak ke pada saya,saya tidak tahu harus membalas dengan apa,karena kalau dengan uang,bahkan bapak yang lebih punya dari saya"ucap Mira tulus.


"Tidak masalah Bu Mira,sesama manusia kita harus tolong menolong bukan,jadi sudah seharusnya saya menolong ibu"ucap Leon tersenyum manis.


"Ah iya,kalau begitu,saya pulang duluan ya pak"ucap Mira setelah sampai di pintu masuk kantor polisi

__ADS_1


"Saya antar Bu"tawar Leon.


"Tidak usah repot repot pak,saya bisa pesan taksi online kok"tolak Mira halus,dia tidak merasa enak hati jika harus di antar lagi.


"Tidak repot kok bu,,anggap saja ini sebagai rasa terimakasih anda tadi"ucap Leon terdengar agak sedikit memaksa.


"Ah iya baik lah mari"ucap Mira menuruti perkataan nya Leon.


"Jadi bagaimana bisa bapak tahu kalau saya akan di culik oleh arka pak"tanya Mira,saat ini mereka sudah berada di dalam perjalanan.


" Tiga hari yang lalu,saya mendengar percakapan arka dengan Mona di kafe kantor,dan yang merencanakan ini adalah Mona,mantan cleaning servis di kantor saya,maka nya saya bisa tahu "jelas Leon,


"Bagaimana arka bisa tahu kalau saya sedang memesan taksi online"tanya Mira.


"Itu karena seminggu yang lalu dia mengikuti kamu dari kejauhan,selalu memantau kamu dari dekat kontrakan kamu itu"jelas Leon lagi.


"Dan bagaimana bisa bapak bisa tahu kalau arka selalu memantau saya dari kejauhan."tanya Mira dengan wajah yang penasaran


"Aa itu, itu karena saya juga mendengar percakapan arka,iya saya mendengar percakapan arka di cafe kantor"ucap Leon gelapagapan,entah apa yang di sembunyikan oleh bos besar ini


"OOO"ucap Mira ber- OOO ria,namun sedikit curiga kepada sang bos besar ini.


Lama mereka diam,karena tidak ada topik yang akan mereka bahas,Leon melihat ke arah arlojinya.


"Boleh pak"ucap Mira,dia ingin sekali menolak karena  status nya yang masih  menjadi istri orang,namun dia tidak enak hati buat menolak,karena sudah di tolong oleh Leon,


Dia berpikir tidak apa apa,toh juga cuma sekali ini.


Leon memarkirkan mobil mewah nya di sebuah parkiran cafe mewah,semua mata tertuju kepada mereka berdua ketika memasuki pintu masuk cafe tersebut.


Mereka duduk berhadap hadapan,Mira terlihat sangat diem entah apa yang ada di dalam pikiran Mira saat ini.


"Jangan melamun Bu,nanti Kesamben lo,saya ga kuat bila harus menggendong"ucap Leon sembari tertawa.


"Ah iya,lagian ga masalah pak toh banyak orang disini yang akan mengangkat saya nanti"ucap Mira bercanda.


"Ah gak bisa,saya ga rela"ucap Leon spontan.


"Gimna pak"tanya Mira menatap serius ke arah Leon.


"Ah nggak,itu gimna ibu sudah memasukan gugatan ke kantor pengadilan"?tanya Leon mengalihkan pembicaraan.


"Belum pak,sebulan ini saya sibuk bekerja,maka hari ini dan besok waktu saya buat mengurus semua nya,karena saya dikasih cuti hanya dua hari"jelas Mira,entah mengapa Mira tidak merasa sungkan mengobrol dengan Leon,lebih tepat nya Mira merasa nyaman berbicara dengan Leon,kapan lagi ya gak sih ngobrol sama boss besar.

__ADS_1


"OOO"ucap Leon sembari mangguk mangguk.


Kemudian suara handphone Mira berdering.


"Pak saya ijin angkat telpon dulu "ucap Mira sembari berdiri ingin menjauh dari Leon ,tapi


"Ngak apa apa,angkat telpon nya di sini saja"ucap Leon seakan tidak memberi Mira pergi jauh dari nya.dan Mira pun kembali duduk karena tidak ingin berdebat.


"Hallo yan"ucap Mira ketika sudah mengangkat telpon


"Hallo gimna Lo udah,buat gugatan cerai nya belum''tanya Yana di sebrang sana


"Belum yan,tadi gue sempat di culik,jadi nunggu selesai jam istirahat dulu baru gue ke sana lagi "jelas Mira.


"Ya ampun siapa yang nyulik Lo,Lo udah lapor polisi,Lo ga kenapa Napa kan"cecar Yana di sebrang sana.


"Yang nyulik gue arka,cerita nya panjang,ntar aja gue ceritain ya,nanti malam gue nginap di rumah Lo"ucap Mira kemudian langsung memutuskan sambungan telpon nya tanpa menunggu komlpinan dari Yana.


Bersamaan dengan itu pesanan mereka pun datang.


Silahkan di dikmati pak,buk.  


"Terimakasih"ucap mereka bersamaan.mereka berdua menghabiskan makanan nya tanpa berbicara apapun,hanya ada suara gesekan sendok dan piring,sepuluh menit berlalu kini makanan mereka telah habis,Leon pun membayar makanan nya.


***


"Saya disini aja pak"ucap Mira ketika mereka telah sampai di gerbang kantor pengadilan.


"Ah iya, baik"ucap Leon lalu memarkirkan mobil nya di pinggir jalan.


"Terimakasih banyak ya pak,untuk hari ini"ucap Mira dengan senyum manis nya.


"It's oke"ucap Leon membalas senyuman Mira.


Tanpa basa basi Mira bergegas masuk ke kantor pengadilan tersebut. Mira memberikan buku nikah dan juga kartu keluarga beserta bukti selingkuh suami nya.


"Baik Minggu depan akan ada sidang,kami akan memberi tahu lewat telpon "ucap resepsionis yang ada di kantor pengadilan agama tersebut, kebetulan Mira sudah mencantumkan nomor telepon nya dan juga nomor telepon arka,Mira pun keluar dari kantor pengadilan agama lalu kemudian memesan  taksi online.


Tin. Suara klakson mobil berwarna hitam berhenti tepat di depan Mira dan kaca mobil itu pun perlahan terbuka.


"Mari saya antar pulang"ucap Leon yang ternyata menunggu Mira sedari tadi,Mira terdiam memaku


"Kenapa gak pergi aja sih,gue kan ga enak"manolog Mira dalam hati.

__ADS_1


__ADS_2