
"Bila perlu,nanti abg suruh anak buah abg buat bunuh dia"...
Mira reflek mencubit pinggang suami nya,membuat Leon meringkuk.
"Aduh,kok di cubit sih sayang"keluh Leon menatap ke arah istrinya.
"Abg tuh kalau ngomong bisa gak,gak perlu bawa bawa kata bunuh,semua bisa di selesaikan secara baik baik,berasa seperti nikah sama seorang mafia aja"ucap Mira,dia merasa ngeri sendiri dengan ucapan suami nya.
Leon tersenyum mendengar ucapan istri nya,
"Lain kali abg jangan ngomong seperti itu ya sama Sisil,kasihan lho dia,apalagi abg ngerendahin dia di depan orang banyak seperti tadi"pinta Mira,
"Kamu kok tahu nama nya"tanya Leon heran.
"Iya,dia tadi ngenalin diri saat aku nunggu mang Ujang datang"
Masih tetap pada posisi yang sama,Leon masih bermanja manja di pelukan istri nya
"Dia ngomong apa aja sama kamu..??"
"Dia cuma ngenalin diri,"
"Gak,dia pasti gak cuma ngenalin diri,abg tahu bagaimana dia"
"Apa lagi yang dia katakan,selain memperkenalkan diri"
"Dia bilang kalau bg Leon adalah calon suami nya"
Mira di paksa untuk menceritakan apa saja yang di ucapkan oleh Sisil terhadap diri nya,
Leon menggepalkan tangan nya ketika mendengar cerita dari istri nya.
"Gak usah emosi seperti itu,lagian dia sudah pergi,"ucap Mira menenangkan.
"Tapi dia kurang ajar sama kamu sayang"
"Abg kan tahu sendiri,kalau aku gak bisa di usik,pasti nya sudah aku balas perbutan nya dong"ucap Mira,Leon lupa akan hal itu,dia berpikir istri nya hanya perempuan yang baik hati.
"Tapi sebagai perempuan aku merasa kasihan terhadap Sisil,kata kata abg terlalu menyakitkan,bagaimana pun dia,dia pernah ada di dalam hati abg waktu itu"ucap Mira,dia ingin suami nya meminta maaf.
"Tapi kalau tidak seperti itu,dia akan terus-menerus datang ke kantor untuk mengganggu kita"ujar Leon.
"Iya,masalah nya dia terlanjur Malu, di depan orang banyak lho abg mencaci dia"
"Terus abg harus gimna"
"Abg minta maaf sama dia,biar tidak ada dendam diantara kita di waktu yang akan mendatang"
"Abg tidak akan pernah minta maaf kepada siapa pun "ucap Leon tidak bisa di ganggu gugat.
"Harus minta maaf"
"Gak"
"Minta maaf"
"Ngaak"
"Minta maaf sayang, walau bagaimana pun kita bakalan punya keturunan,kita gak tahu apa yang terjadi kepada anak anak kita nanti,bukan kah di dunia ini kita harus maaf memaafkan..?
Leon mendongak melihat wajah istri nya yang tiba tiba berubah menjadi ustazah.
"Mau minta maaf??
Leon menggeleng.
"Mau cium" ucap nya manja.
Cups.
Mira mencium pipi suami nya yang terlihat putih kemerahan itu.
"Lagi dong"
Cups, cups cups cups.
__ADS_1
"Terimakasih bidadari ku"
Cups.
Leon membalas ciuman istri tercinta nya.
"Ngomong ngomong,kita ini mau kemana,kok gak jalan dari tadi"ucap Mira menoleh ke arah luar.
"Pindah ke depan yuk"ajak Leon,
Mira mengangguk dan berpindah duduk ke samping kemudi.
"Abg belum jawab pertanyaan ku"
"Kita mau ketemu sama Ardi,untuk tanda tangan kontrak,"ucap Leon sembari menjalankan mobil nya.
Tak berselang lama, akhir nya mereka telah sampai di tempat tujuan,mereka berhenti di sebuah cafe yang ada di Jakarta.
"Sudah lama pak.?tanya Leon menjabat tangan Ardi yang duduk di meja nomor 3.
"Lumayan pak,"jawab Ardi senyum,dia memang sudah sangat lama menunggu kedatangan Leon Brata di tempat itu.
"Maaf kami terlambat,ada masalah kecil tadi yang harus di urus"ucap Leon.
"Tidak masalah pak"jawab Ardi ramah, walaupun sebenar nya hati nya sudah panas karena menunggu terlalu lama,tapi demi sebuah kerja sama dia harus sabar.
Setelah selesai proses tanda tangan kontrak,Ardi terlebih dahulu pulang dari cafe itu karna dia masih ada urusan.
"Sayang"panggil Leon sembari melihat ke arah ponsel nya,Mira melihat ke arah suami nya,dia sedikit bingung.
"Kenapa sayang...? "Tanya Mira ketika dia sudah lama menunggu ucapan suami nya yang tak kunjung diucapkan.
"Kamu mau liburan ke Lombok gak,kaya nya seru"tanya Leon sembari memberikan ponsel nya yang berisi foto berupa pemandangan di Lombok.
Dengan tatapan berbinar Mira melihat pemandangan yang ada di ponsel suami nya itu,sangat indah,siapa pun yang melihat nya pasti akan ingin berlibur kesana.
"Pemandangan nya bagus banget ya kan bg"ujar Mira menggeser layar ponsel Leon.
"Iya,mau kan kalau abg ajak kesana"
"Mau banget"
"Gak masalah sayang,diajak jalan jalan aja aku udah merasa senang banget"ucap Mira sumringah.
"Terimakasih ya sayang udah ngertiin abg"ucap Leon sembari mengurai rambut istri nya kemudian mencubit sedikit pipi istri nya itu,membuat orang orang yang melihat senyum senyum sendiri.
"Tapi,kalau kamu ada tempat yang mau di kunjungi tinggal bilang aja,abg pasti turutin"ucap Leon senyum,memperlihatkan lesung pipi di wajah tampan nya.
Istri nya itu hanya mengangguk,sembari senyum hati nya terasa bahagia di perlakukan lembut seperti itu.
"Mau pulang sekarang ?? "
"Ngak,kita tidur disini aja" ucap Mira jahil,membuat Leon terkekeh karena nya.
Leon meletakkan uang,dan pergi mengajak istri nya keluar dari tempat itu.
Setelah setengah perjalanan menuju rumah Leon baru ingat dia masih ada satu urusan yang mau dia urus
"Ah iya,abg ada satu pekerjaan lagi yang mau di urus,gak apa kan abg bawa bawa kamu"tanya Leon,dia takut istri nya kecapean.
"Gak apa kok,aku akan setia menemani suamiku kemana pun pergi,apalagi pergi nya jalan jalan"
"Kamu bisa aja"ucap Leon mencubit hidung istri nya pelan.
Dan disini lah mereka berhenti,di rumah yang terlihat mewah bertinggat.
"Ayo sayang,kita masuk ke dalam,urusan nya sedikit lama,nanti kamu bosan nunggu abg disini"ucap Leon sembari keluar dari dalam mobil.
Mereka masuk ke dalam rumah mewah itu,tanpa mereka tahu ada yang memata matai mereka dari kejauhan.
Ning nong,Ning nong
Clek.
Pintu rumah itu terbuka,memperlihatkan sosok seorang wanita yang terlihat cantik.
__ADS_1
"Maaf pak,mau cari siapa ya"tanya wanita itu bingung
"Wati Karina nya ada ? "Tanya Leon datar.
Leon yang sudah menunggu satu Minggu itikad baik dari Wati untuk memulangkan uang yang telah di korupsi dari perusahaan nya,tidak juga memberi kabar,alhasil Leon inisiatif untuk mendatangi ke rumah nya,untuk memperjelas bagaimana kelanjutan masalah uang itu.
"Sebentar ya pak,mbak"ucap wanita itu kemudian kembali masuk ke dalam memanggil Wati.
Tok tok tok
"Kak,ada yang nyariin kak tu"ucap Hera,adik dari Wati
"Siapa,palingan juga orang yang mau ngemis"ucap Wati dari dalam kamar nya.
"Bukan pengemis kak,baju nya aja brandid"teriak Hera,kakak nya itu belum membukakan pintu sama sekali.
Clek.
"Kamu serius,ada yang nyariin kakak"tanya Wati tidak percaya.
"Iya,kakak ke depan deh,aku belum mempersilahkan mereka masuk"ucap Hera berlalu ke dapur membuat minuman,dia berpikir Leon dan Mira adalah teman kakak nya.
Sedangkan Wati dia berjalan ke depan untuk melihat,siapa yang datang ke rumah nya.
Jantung nya berdegup kencang,ketika mengetahui yang datang kerumah nya adalah Leon Brata,
"PPP pak Leon"gumam nya gugup.
Leon tidak menjawab dia hanya menatap datar ke arah mantan karyawan nya itu
"Silahkan masuk pak"ucap Wati,wajah nya terlihat pucat.
Leon masuk dan duduk di sofa yang empuk,sedangkan Mira,dia bingung melihat wajah pemilik rumah yang begitu tegang ketika melihat suami nya.
Hera datang membawa satu mempan yang berisi minuman dingin.
"Silahkan di minum pak,mbak"ujar Hera ramah.
Tidak ada kata yang di ucapkan Leon,dia hanya menatap datar ke arah Wati yang terlihat gugup,dan gemetar.
"Kenapa kamu tidak menepati janji mu"ucap Leon dingin.
"Maaf pak,saya sudah mencoba menjual rumah ini,namun sampai sekarang belum ada yang menawar"ucap Wati bohong.
"Dimana kamu tawarkan,??,disitus mana,saya sudah melihat semua situs penjualan rumah,tapi tidak ada nama kamu disana"ucap Leon.
"Saya meminta tolong kepada teman saya pak,buat menjualkan nya" lagi Wati berkata bohong,karena dia sama sekali belum mempromosikan rumah nya untuk di jual.
"Baik lah,jika benar seperti itu,biar pengajara saya aja yang akan bantu menjualkan nya"ucap Leon membuat hati Wati berdesir hebat.
"Biar saya saja yang menjualkan nya pak,takut merepotkan"ucap Wati,dia tidak mau malu jika orang orang mengetahui perbuatan nya.
"Kamu pikir kamu bisa mengelabui saya"ucap Leon tersenyum simpul.
"Maaf pak,akan saya usahakan secepat mungkin"ujar Wati.
"Saya tunggu 3 hari lagi,jika belum ada kabar juga jangan salahkan saya,jika perbuatan kamu di ketahui oleh awak media"ucap Leon sembari menarik tangan istri nya pergi dari situ.
"Kakak mau jual rumah ini..?? "Tanya Hera yang dari tadi bingung dengan pembicaraan kakak nya.
"Gak,udah kamu diam aja deh"ujar Wati sembari masuk kembali ke dalam kamar nya.
Sedangkan di dalam mobil Mira sedang menatap suami nya.
"Dia salah satu pelaku yang menggelapkan dana perusahaan"ujar Leon senyum.
"Berani sekali dia ya"ucap Mira takjub
"Nama nya juga masalah uang sayang"ucap Leon sembari menjalan kan mobil nya
"Iya ya,semua orang bakal menghalalkan segala cara untuk mendapatkan uang"
Leon ingin berhenti untuk membeli minuman namun ternyata rem mobil nya blong.
"Kenapa sayang..?tanya Mira melihat gerak gerik suami nya yang terlihat khawatir.
__ADS_1
"Remnya blong sayang"ucap Leon sembari mencoba menginjak injak rem,namun mobil nya terus saja berjalan,kecepatan mobil pun semakin kencang,Leon berusaha mengikuti kecepatan mobil nya,hingga pada akhir nya.
Braakkkkk..