Memilih Pergi Dari Suami Yang Selingkuh

Memilih Pergi Dari Suami Yang Selingkuh
citra bertemu ayah nya di jalan


__ADS_3

"Iya iya  kita ke rumah papa kamu sekarang, tapi kamu harus janji jangan buat keributan di rumah papa nanti"ucap Fatma.


"Iya citra janji, ga akan buat ke ributkan"ucap Citra dia begitu rindu dengan papanya.


Mereka pun pergi menuju ke rumah Burhan dengan rasa yang bahagia citra berjalan kegirangan dia sudah tidak sabar lagi ingin bertemu dengan papanya.


"Yang  ini rumahnya mah"tanya cita yang di angguki oleh fatma


"Gede bener ya ma rumah nya "ucap citra


dan lagi Fatma hanya mengangguk entah apa yang di pikir kan oleh wanita itu.


Dengan wajah yang sumringah citra memencet bel rumah Burhan


Ning nong Ning nong Ning nong


Namun pintu tidak terbuka lalu citra pun mencoba nya kembali


Ning nong Ning nong Ning nong tetap saja tidak ada yang membuka nya.


"Kok tidak di buka sih mah"tanya citra,


"Mama juga ga tahu cit,tapi pas mama yang datang di buka kok,ucap Fatma.


"Tapi bukti nya ini gak  di buka mah"ucap citra.


"Kita tunggu lima belas menit lagi,kalau tidak di buka juga kita pulang saja mungkin mereka ada urusan "ucap Fatma Citra pun mengangguk lalu mereka menunggu Burhan, hingga sampai 15 menit mereka menunggu buruhan belum datang juga akhirnya mereka memutuskan untuk pulang saja dan akan menemui Burhan besok hari.


Asisten rumah tangga mereka tidak berani membukakan pintu karena tahu majikan nya sedang berada di luar,karna memang sudah di titipkan seperti itu oleh majikan nya


"Kita pulang saja cit,mungkin papa kamu masih ada urusan di luar,lagian ini sudah jam lima sore kamu kan mau kerja"ucap Fatma.


"Yaudah deh kita pulang aja,lagian punya papa setajir ini kok citra harus bekerja lagi"keluh citra,Fatma tersenyum rencana Fatma untuk memoroti Burhan akan terkabul besok ketika citra sudah bertemu dengan papa nya.


"Iya cit papa kamu emang jahat,maka ny mama bilang ke kalian kalau papa kalian sudah meninggal karena mama gak mau kalian sakit hati atas perbuatan papa kalian itu."ucap Fatma meracuni pikiran anak nya.


Akhir nya citra dan Fatma pulang ke rumah,citra kini siap siap untuk bertemu dengan om om tajir yang dia temui tadi pagi.


"Ma Citra pergi kerja dulu ya"teriak citra dari ruang tamu,kebetulan Fatma berada di dapur saat ini


"Iya,hati hati,jangan lupa bawa duit banyak"teriak fatma dari dapur.

__ADS_1


********


Kini citra sudah sampai di hotel Hermes yang tadi di janjikan oleh Abram,citra merogoh ponsel nya untuk menghubungi Abram.


Satu panggilan citra tidak di jawab oleh Abram,Lalau citra mencoba melakukan panggilan yang kedua namun tetap sama tidak ada jawaban,hingga akhir nya citra berpikir kalau Abram hanya membohongi nya.


Citra melangkahkan kaki nya untuk keluar dari hotel itu namun langkah nya terhenti ketika suara berat seseorang memanggil nama nya.


"Citra"panggil lelaki itu.


"Rio"ucap citra.


"Kamu ngapain disini"?tanya Rio yang merupakan gebetan dari citra itu,namun citra ilfil karena  citra merasa Rio adalah orang pelit.


"Aku kerja disini sebentar lagi masuk sift"ucap  citra berbohong.


"Oh ya,aku juga kerja disini Lo,tapi aku tadi masuk sift pagi"ucap mencoba berbasa basi.


"Oh iya iya"jawab citra kikuk.


"Kamu udah lama kerja disini"tanya Rio lagi


"Sift kamu kan sebentar lagi baru mulai,gimana kalau kita makan dulu aku traktir deh,tapi makanan di pinggir jalan  kamu mau gak"tanya Rio.


"Ah gak usah ri,aku udah kenyang baru aja makan tadi sebelum kesini soal nya takut kelaparan jadi aku makan di rumah tadi"ucap citra kembali berbohong.


"Yaudah kalau begitu aku pulang duluan ya,yang semangat bekerja nya"ucap Rio berlalu pergi.


"Iya bye see you "ucap citra sembari melambaikan tangan nya.


"Dia emang bener bener tipe  cewe  yang aku mau, bekerja keras dan mandiri"manolog Rio dalam hati.


"Huh hampir saja ketahuan,lagian ngapain sih jumpa segala sama Rio,malas banget tahu gak"ucap citra menggerutu.


"Duh om tadi pasti cuma ngerjain aku aja,pulang aja deh lagian papa masih hidup aku tinggal minta duit nya aja nanti"manolog citra,dia pun bergegas pergi dari hotel itu berjalan menuju jalan besar untuk menunggu taksi dia yang terlalu fokus ke ponsel nya pun tak sengaja menabrak seseorang.


Bruukk.


"Aduh Lo kalau jalan pake mata dong,gak lihat Lo gue lagi jalan"teriak citra kepada orang itu


"Maaf mbak gak sengaja,"ucap wanita cantik itu.

__ADS_1


"Maaf maaf,Lo pikir setelah Lo minta maaf mood gue bakalan balik,sialan emang Lo jalan aja ga becus"maki citra,


"Maaf ya mbak,yang gak lihat jalan itu mbak sendiri,mata cuma ke handphone doang,gak lihat mbak jalan di jualan aku"ucap wanita cantik berkulit putih itu,teman wanita itu pun menghampiri mereka.


"Ada pak  de?"tanya teman nya.


"Ini Lo Yul,dia nabrak aku tapi dia yang marah "ucap Dea,Dea yang merupakan anak dari Burhan dan Nuri itu.


"Eh jangan asal nuduh ya Lo,Lo kali yang jalan gak lihat lihat"teriak citra


"Lah Lo biasa aja dong,lagian Lo ngapain jalan di mari,Lo pikir ini jalan punya bapak Lo apa,seharus nya Lo yang pake mata Lo itu disini tempat jualan kami"bentak Yuli yang naik pitam mendengar kawan nya di maki seperti itu, mendengar suara teriak teriak Burhan pun menghampiri putri nya,dia kebetulan lewat di warung anak nya jadi  sekalian mampir untuk melihat  perkembangan usaha anak semata wayang nya itu.


"Udah Yul,gak usah balas teriak teriak juga,ntar kita sama aja kayak dia"ucap Dea memberi saran ke pada teman nya itu.


Dea yang sibuk menenangkan teman nya itu lengah rupanya citra mengambil satu gelas jus yang berada di mempan yang di pegang oleh Yuli lalu menyiramkan nya ke baju Dea


"Ada apa ini ribut ribut"? Tanya Burhan ketika melihat putri nya di siram seperti itu.


"Kamu ga papa kan sayang"tanya Burhan kepada anak nya itu lalu membersihkan baju Dea dengan tissue.


"Gak papa kok pa,udah papa pulang aja udah malam ini,papa harus banyak istirahat soal nya kan udah kerja berat tadi siang"ucap Dea kepada papa nya,yang dimaksud kerja berat itu papa nya sudah banyak pikiran di kantor nya jadi saat nya buat istirahat di malam hari


"Kamu siapa lagi yang seenak nya menyiramkan jus ke baju anak saya"tanya Burhan dengan wajah yang datar, Burhan begitu tidak suka melihat perilaku citra ini.


"Dia orang nyaras om"ucap Yuli mengimpali ucapan Burhan


"Bagus ya mulut Lo,ini kan jalan kenapa malah buat usaha di tengah jalan seperti ini jadi wajar dong gue nabrak"ucap citra melakukan pembelaan.


"Ini bukan jalan umum,kamu lihat kan garis kuning itu,itu pembatas jalan dengan warung anak saya "ucap Burhan memperjelas.


"Om gak usah banyak cakap deh,urus aja itu badan udah tua kok malah ikut campur masalah anak muda"ucap citra,sungguh Burhan sudah naik pitam sekarang kalau tidak mikir yang di lawan adalah anak gadis sudah melayang satu pukulan di wajah citra itu.


"Udah pa,jangan di ambil hati,papa pulang aja mama pasti udah menunggu di rumah"ucap Dea menengkan papa nya agar tidak emosi,Burhan pun membuang nafas nya kasar lalu berlalu pergi


"Yaudah kamu hati hati ya disini kalau ada apa apa telpon papa lebih bangus nya langsung telpon polisi,papa pulang dulu"ucap Burhan.


"Iya pa,dah hati hati di jalan ya "ucap Dea  sedikit teriak agar papa nya mendengar.


"lo ngapain lagi disini buruan lo pergi sana?"


.

__ADS_1


__ADS_2