
Burhan pun menerima perkataan Fatma yang demikian seolah dia yang menyakiti Fatma terlebih dahulu namun sebenarnya Fatma lah asal dari permasalahan mereka sampai saat ini Burhan berjanji tidak akan kembali lagi kepada Padma karena sakit hati yang dirasakan sudah teramat sangat dalam hatinya.
"Papa jangan ngomong seperti itu,papa lah yang selingkuh dari mama ,citra tahu papa berkata seperti itu karna tidak mau menanggung jawapi kami sebagai anak papa"ucap citra yang tidak terima mama nya di katakan selingkuh.
"Kamu masih bocah ingusan kamu belum tahu apa-apa.. apa kamu tahu semenjak saya pergi dari kehidupan Fatma setiap bulannya saya memberikan nafkah kepada arka karena jelas-jelas arka adalah anak saya dan jika benar kamu adalah anak saya, saya akan menanggung jawabpi kamu seperti saya Menanggung jawabpi arka"jelas Burhan.
"Jadi bagaimana cara nya agar membuktikan kalau aku ini anak papa"tanya citra dia begitu terbopsesi menjadi anak Burhan selain dia mengingin kan seorang ayah dia juga ingin menjadi orang kaya, sedangkan Fatma ketakutan setengah mati karena dia mengingat jelas memang papa kandung dari Citra bukanlah Burhan melainkan lelaki tajir yang dulu iya temani kencan buta.
"Kita bisa tes DNA saat ini juga di rumah sakit agar lebih jelas membuktikan kalau kamu benar-benar bukan anak saya"ucap Burhan, hal itu membuat Fatma semakin ketakutan dia takut kelakuan nakalnya diketahui oleh anak perempuannya ini.
"Sudah lah cit,kalau dia tidak mau mengakui kamu sebagai anak nya,biar lah karma yang akan menemui dia nanti"ucap Fatma yang tidak ingin melakukan tes DNA itu.
"Kenapa mah, biar lebih jelas biar papa tahu kalau aku ini benar-benar anaknya"ucap citra yang ingin sekali membuktikan kalau dia adalah anak nya Burhan.
"Ya sudah kalau begitu kalian tunggu saja saya di rumah sakit intramedika saya akan datang sekitar 2 jam lagi karena saya masih ada urusan untuk membebaskan anak saya arka dari penjara"ucap Burhan,citra pun meng iya kan perkataan Burhan tapi dia masih saja berdiri di ruangan rumah Burhan.
"Tunggu apa lagi silakan kalian keluar dari rumah saya"ucap Burhan datar.
"Mau mau minta ongkos pa untuk ke rumah sakit intramedika itu karena uang jajan Citra sudah habis "ucap Citra, mendengar perkataan Citra Burhan tersenyum sini dia sudah mengetahui akal busuk mereka, mereka datang ke rumahnya hanya untuk masalah uang kemudian burhan pun merogoh saku kantong celananya lalu memberikan uang lima puluh ribu.
"Nih,ambil"ucap buruhan kemudian menyodorkan uang lima puluh ribu itu kepada Citra, Fatma yang melihat itu hanya bisa diam terpaku karena dia tidak bisa berkata apa-apa dirinya merasa sudah menanggung malu karena ketahuan telah ingin membohongi Burhan.
"Kok cuman segini sih pa, masak rumah papa besar begini ngasih uang cuma lima puluh ribu tambahin dong pa"rengek citra, seperti halnya burhan ini adalah papanya yang sebenarnya.
"Maaf walaupun rumah yang saya tempati ini sangat besar tapi ini adalah harta istri saya jadi saya tidak bisa memberikan banyak kepada kalian, jadi cepat pergi dari rumah ini sebelum istri saya benar-benar marah dan memanggil satpam ke rumah ini"ucap Burhan lalu pergi ke lantai dua untuk menemui istrinya.
__ADS_1
Citra dan Fatma pun keluar dari rumah mewah Burhan itu dengan perasaan yang dongkol mereka berpikir kalau rumah mewah itu adalah milik Burhan namun pada kenyataannya memang burhan lah yang memiliki rumah itu namun tidak diketahui oleh Citra dan Fatma.
*******
Burhan menghampiri istrinya yang menatap ke arah luar jendela.
"Lagi liatin apa sih mah"?tanya Burhan tenang,namun hati nya sedang ketakutan melihat istrinya nya akan merajuk.
"Gk lihatin apa apa kok"jawab Nuri cuek.
"Jutek banget sih istri abg"gombal Burhan yang membuat Nuri tersenyum geli,walaupun sudah terlihat tua namun Burhan masih seperti anak ABG yang sedang merayu pacar nya.
"Sudah lah,sana berangkat ke kantor nanti telat Lo udah jam berapa ini"ucap Nuri.
"Gak ada"jawab Nuri singkat dan itu berhasil membuat Burhan takut.
"Jangan gitu lah ma,jangan cuekin papa seperti ini dong"ucap Burhan.
"Emang gak ada yang mau mama tanyain ke papa kok"jawab Nuri lagi,Burhan membuang nafas nya kasar
"Fatma tadi mau ngejebak papa,dia berkata kalau anak perempuan tadi adalah anak papa"ucap Burhan mencoba menjelaskan yang terjadi di lantai satu barusan.
"Terus..??"tanya. Nuri seolah tidak berminat dengan cerita yang Burhan ucapkan.
"Dia berkata kalau anak itu tadi adalah anak papa,tapi sebenarnya papa tahu dia bukan lah anak papa,karena semenjak papa pergi dari hidup Fatma papa tidak pernah menyentuh Fatma,jadi mama tidak perlu khawatir terhadap kesetiaan papa ini"ucap Burhan yang berhasil membuat hati Nuri tertawa namun dia tahan sekuat mungkin.
__ADS_1
"Emang saya perduli"ucap Nuri yang masih saja berpura pura tidak perduli tentang permasalahan suami nya itu.
"Iya terlihat gak perduli sih,tapi papa harus menjelaskan biar mama gak salah paham,jadi papa nanti mau melakukan tes DNA untuk membuktikan kalau anak itu bukan lah anak papa"ucap Burhan sembari memeluk istrinya.
"Hahaha,mama sudah tahu pa gak perlu papa ucapan kan di rumah kita ada CCTV jadi mama bisa nonton dari sini tanpa PaPA kasih tahu pun mama sudah tahu"ucap Nuri yang berhasil ngeorank suami nya. Burhan bahkan lupa dengan CCTV di rumah nya karena terlalu khawatir dengan hati istri nya yang terluka
"Papa sampai lupa Lo mah"ucap Burhan merasa lega istri nya tidak sedih.
"Ya sudah sana gih,papa kan harus ke kantor polisi lagi buat mengurus anak pertama papa itu"ucap Nuri dia tidak keberatan sama sekali kalau suami nya masih berurusan dengan anak nya karena itu memang tanggung jawab suami nya sebagai orang tua,
"Iya sayang,kalau begitu papa brangkat dulu ya "ucap Burhan sembari mencium kening istrinya itu kemudian Burhan pun pergi.
"Hati hati di jalan papa"ucap Nuri dan di balas senyum oleh suami nya itu.
******
Burhan memasuki kantor polisi mengunjungi anak nya untuk pertama kali semenjak arka berumur 3 tahun.
"Ada yang menjenguk anda"ucap petugas kepolisian kepada arka.
Arka pun menghampiri ruang jenguk dia melihat sosok pria yang tidak asing bagi diri nya.
"Bapak siapa,?apa bapak orang yang akan mengeluarkan saya dari dalam penjara ini"tanya arka mata nya selalu memandangi wajah pria itu.
"Saya Burhan,kamu benar saya yang akan mengeluarkan kamu dari penjara ini,"ucap Burhan berkaca kaca dia juga memandangi wajah arka,yang begitu mirip dengan nya benar benar duplikat diri nya.
__ADS_1