Memilih Pergi Dari Suami Yang Selingkuh

Memilih Pergi Dari Suami Yang Selingkuh
menanti malam datang


__ADS_3

"berdiri cepat,jadi perempuan tu jangan manja"ujar Aldi sembari berjongkok di depan Yana yang sedang memegang mata kaki nya.


Yana menatap malas kepada Aldi.


"Dah, Lo sana pergi duluan"usir Yana,dia benar benar mals berhadapan dengan Aldi.


"Gak,gue harus nganterin Lo ke kantor dulu"ujar Aldi memegang kedua pipi nya yang masih setia berjongkok


"Jangan Ge er dulu,gue cuma gak mau gaji gue di potong,kalau bukan karna gaji gue juga ogah kali maksa Lo buat nunggu gue tadi"ujar Aldi lagi.


Yana mengerakkan badan nya membelakangi Aldi,lalu perlahan dia mengurut mata kaki nya,dia merasa ngilu,namun berusaha kuat di hadapan Aldi.


"Berdiri Tiana"ujar Aldi,ini panggilan ke tiga kali untuk Yana.


"Tiana Tiana,nama gue Yana "ujar Yana datar.


"Yana eferintiana kan"


"CK" Yana berdecak.


"Udah ayok,Lo mau disini sampai malam"ujar Aldi,dia sudah sangat bosan menunggu yana.


"Sampai tahun depan juga gue mau"jawab Yana gamblang.


"Aduuh,pusing gue"keluh Aldi sembari duduk di belakang Yana.


"Minum paramuks"balas Yana yang terus mengurut kaki nya.


"Itu obat sakit kepala "


Tiba tiba ponsel Aldi berdering.


Kring kring kring.


"Hallo"jawab Aldi ketika sudah menerima panggilan.


"Lo belum sampe"tanya sepupu nya,ternyata yang menghubungi dia adalah Leon.


"Belum, sebentar lagi,"ujar Aldi.


"Jangan lama lama Lo,kerjaan masih banyak"ujar Leon dingin,sambungan telpon pun kini berakhir.


Mengingat pekerjaan nya masih lama,Aldi dengan cepat menggendong Yana untuk memasuki mobil nya.


"Turun gue,"teriak Yana berontak,dia tidak menyangka akan di gendong oleh sepupu nya Leon.

__ADS_1


Aldi hanya diam,Yana terus saja berontak dan memukuli dada bidang dari Aldi,hingga pada akhir nya Aldi berhasil menaikan Yana ke dalam mobil.


"Apa Lo,maka nya kalau di bilangin jangan ngebantah,atau ajangan jangan Lo sengaja ya,biar gue gendong Lo kayak tadi"tuduh Aldi menunjuk ke arah wajah Yana.


Yana hanya diam,wajah nya memerah seperti tomat masak,dia sangat marah di tuduh seperti itu.


Sementara di rumah Fatma,kedua ibu dan anak itu sedang kebingungan mencari arka.


"Cit,gimna kamu belum mengetahui keberadaan Kakak kmu"?tanya Fatma berharap dia bisa mengetahui keadaan anak nya.


Mereka tengah duduk  santai  di sofa


"Belum mah,"jawab citra lelah.


"Kita harus cari arka kemana lagi ini"ujar Fatma prustasi.


"Biar aku ke cafe itu aja,terakkhir kan kak arka kesana buat nemuin Mira "ujar citra sembari berdiri.


"Aku berangkat dulu ya mah"ujar citra berlalu pergi.


"Iya,kamu hati hati."


Citra memesan taksi online,menuju ke cafe work coffe.


"Empat hari yang lalu,lelaki ini datang dan memaksa istri orang pergi,seperti nya sudah di laporkan ke polisi,mbak salah satu korban juga"tanah kasir itu,mendengar penjelasan kasir itu,hati citra berdegup kencang,dia tidak menyangka jika kakak nya sekarang berada di dalam penjara.


"Terimakasih info nya mbak"ujar citra sembari berlalu,kasir itu tersenyum ramah.


Citra mengabari mama nya agar menyusul dia ke kantor polisi, dia berharap kakak nya tidak berada di kantor polisi itu.


"Permisi pak,saya mau menjenguk kakak saya"ujar citra kepada polisi yang sedang piket.


"Silahkan masuk ke ruang jenguk,"ujar polisi itu,citra yang berharap perkataan kasir cafe tadi tidak benar pun menunggu dengan santai di ruang jenguk.


"Cit"panggil arka sembari duduk di depan nya,alangkah terkejut nya citra melihat Kaka nya berada di ruang tahanan dengan wajah yang lebam biru dengan kaki yang masih di perban.


"Astaga,kakak kok bisa seperti ini??,"dan kenapa kakak bisa masuk ke dalam kantor polisi"ujar citra.


"Kakak masuk kantor polisi karena __________"arka pun menceritakan kronologi diri nya masuk ke dalam penjara


"Sialan itu cewek,terus aja membuat keluarga kita sengsara"umpat citra setelah mendengar cerita dari Kaka nya.


Arka hanyandiam sesekali dia menggelapkan tangan nya.


Setelah beberapa menit Fatma datang ikut melihat anak nya di ruang jengguk.

__ADS_1


"Kamu kenapa bisa masuk penjara,dan wajah kamu kenapa seperti itu"tanya Fatma,pertanyaan sama yang di lontarkan adik nya tadi.


Citra menceritakan apa yang dia dengar dari Kaka nya


"Ya ampun,ada masalah apa sih wanita itu kepada kita"ujar Fatma pusing,padahal mereka mendapatkan masalah karna perbuatan nya sendiri


"Kami pulang dulu ya ka,nanti mama kan coba minta sama papa kamu buat bebasin kamu dari sini"ujar Fatma menyakin kan, walaupun sebenar nya dia sudah tidak yakin Burhan akan mau membebaskan anak nya itu.


"Iya ma,perhatikan citra ma,Jagan sampai dia berusaha menjual diri nya lagi"ucap arka menatap tajam ke arah citra.adik nya itu hanya bisa cemberut mendengar perkataan kaak nya.


Sementara itu di waktu yang hampir bersamaan  di dalam mobil Fortuner silver sepasang suami istri sedang menikmati rasa sayang yang di berikan satu sama lain.


"Udah dong sayang,kasihan Lo mang Ujang di luar sana"ucap Mira,melihat Supri pribadi suami nya itu,yang sedang duduk  amping stand minuman.


"Bentar lagi sayang,aku masih betah di peluk seperti ini"ujar Leon yang berada di dalam dekapan istiri nya,sesekali dia mengecup bibir manis dari Mira Chandra itu.


"Di rumah kan bisa di lanjut,emang nya abg gak lanjut kerja lagi"tanya Mira sembari mengurai rambut suami nya.


"Nanti malam udah bisa belum yank"tanya Leon mengingat ini sudah hari kelima istri nya mengalami menstruasi.


"Seperti nya sudah"ujar Mira,hari ini dia sudah tidak lagi datang bulan,


"Mantap,kita ke kantor sekarang,biar abg bisa cepat pulang"ujar Leon melepas pelukan nya,Mira hanya geleng geleng melihat suami nya seperti itu.


Leon pun memanggil Supir lalu berlalu  menuju kantor king karl.


"Pak maaf ada titipan surat"ujar Tini ketika melihat Leon sudah pulang dari lunch.leon mengerutkan alis nya.


"Dari siapa"tanya leon bingung.


"Saya kurang tahu pak,tapi sejak dari tadi pagi perempuan itu memaksa ingin masuk ke dalam ruangan bapak"ujar Tini.


"Terimakasih "ujar Leon menerima surat itu.


Setelah sampa di lantai 10,Leon membuang amplop berisi surat itu ke tong sampah.


"Kok di buang sayang?"tanya Mira bingung.


"Paling cuma ngerjain,udah sering seperti itu"ucap Leon ,dia sering menerima surat yang tidak penting, dari penggemar nya yang kadang mengutarakan perasaan kepada diri nya.


"Kamu tunggu di sini dulu ya,abg mau  lihat CCTV"ujar Leon,Mira mengangguk dan duduk di sofa.


*****


"Sialan"

__ADS_1


__ADS_2