Memilih Pergi Dari Suami Yang Selingkuh

Memilih Pergi Dari Suami Yang Selingkuh
s3-cemen


__ADS_3

Tian kembali datang ke kantin dengan membawa batu sebesar kepalan nya,wajah datar nya memandang ke afah Fazar yang selalu semena-mena,dia tidak mau menjadi lelaki pengecut.kesebaran nya yang sama seperti ayah nya hanya setipis tisu,itu pun di bagi dua.tidak akan membiarkan Fazar selalu membully nya.


Ketepukk..


Batu itu pun melayang di kepala Fazar,membuat lelaki itu meringis ingin menangis.kedua teman nya datang untuk menghajar Tian namun di halangi oleh bonar.


"Jangan main keroyokan lah,kalau berani satu lawan satu"ucap Bonar.


Kepala Fazar memerah akibar lemparan batu yang di layangkan oleh Tian,putra Mira itu sengaja tidak menggunakan tenanga dalam agar tidak cedera.


"Huu nangis! Laki kok cemen"ujar Tian.


"Kalau berani jangan bertiga,satu-satu sini,jangan jadi laki pecundang"Tian terus saja memgejek membuat Fazar terasa sangat malu.


"Awas kau ya!"geram Fazar,dia pergi meninggalkan kantin dengan perasaan yang dongkol sekali gus menahan malu.


"Harus nya kau pukul dia Zar"hasut teman nya.


"Suka kali aku sama kau bah,brani kali lempar pake batu.apa kau gak takut sama guru?"Bonar merasa jika Tian akan mendapatkan masalah.


Akhir nya orang tua Tian kembali di pangggil ke sekolah,kali ini Leon yang datang.dia ingin melihat bagaimana tanggapan guru terhadap masalah anak nya ini.


"Kamu harus tanggung jawab dengan kepala anak saya,gara-gara tangan mu itu kepala anak saya hampir pecah!,"marah Uli,ibu Fazar kepada Tian.dia bahkan menunjuk ke arah wajah Tian.


"Kamu harus tanggung semua biaya pengibatan nya,atau gak kammu akan saya berikan ke pihak yang berwajib"Tambah Uli,dan itu tidak membuat Tian menjadi takut.lelaki itu menanggapi dengan datar.


"Kepala Nya udah di periksa di UKS dan menurut dokter kepala nya gak sampai pecah,cuma merah aja,"sahut Tian wajah nya sama saja tidak ada menunjukkan dia takut atau merasa bersalah.


"Kamu cuma anak kecil,mana paham soal sakit.sekarang kamu harus kasih sepuluh juta sampai anak ku sembuh,"Uli terus saja marah kepada Tian,karena dia bekum melihat sosok ibu nya disana.tanpa dia sadari ada Leon yang sedang menyimak pembicaraan Tian dan diri nya.

__ADS_1


"Buk,buk.anak ibu ini cuma luka kecil,gak kayak aku sampai babak belur.bahkan aku harus kontrol selama tiga hari ke rumah sakit,dan lebih parah nya lagi dia gak mengakui kesalahan nya karna dia laki-laki cemen"Ujar Tian menatap ke arah Fazar yang luka nya sudah di kasih perban.


"Kau tu yang cemen,"sahut Fazar dia bersembunyi di ketiak ibu nya.


"Huu anak mami,"ejek Tian,sedangkan Ayah nya tersenyum dalam hati,dia sangat senang melihat anak nya tidak bisa di tindas oleh oramg lain,beda cerita jika Mira yang ada di sekat Tian,ibu nya itu pasti akan melarang putra nya untuk tidak melawan orang yang lebih tua.


"Dimana orang tua mu? Dasar ibu yang tidak bertanggung jawab,"umpat Uli,memmbuat Leon terpancing,dia mendekat ke putra nya.


"Saya orang tua nya"jawab Leon,kumis tipis dan juga bulu di dagu nya membuat Leon terlihat cool hari ini.


"Oh jadi bapak ? Sekarang  bapak harus membayar pengobatan putra saya!"ujar Uli.


"Tanggung dulu biaya pengobatan anak saya terlebih dahulu! Baru saya akan membiayai pengobatan anak anda," jawab Leon.


Degg


Ternyata ayah nya lebih seram di banding ibu nya,Uli terdiam sejenak.dia perlu beepikir untuk melawan ucapan Leon.


"Kalau bapak tidak mau bertanggung jawab,saya akan serahkan masalah ini ke pihak polisi dan mengekuarkan dia dari sekolah ini,bapak tahu sendiri kan jika sudah keluar dari SMP ini,siswa itu sangat jarang di terima di sekolah lain"panjang Lebar Uli mengancam demi mendapatkan untung dari perbuatan Tian.


"Silahkan saja! Saya tidak takut saya masih bisa menyekolahkan anak saya di luar negri"


"Sudah pak,buk! Kita suruh aja mereka berdamai,gak baik juga juga kan bermmusuhan.yang ada mereka akan semakin banyak berbuat jagat dan melukai satu sama lain"ucap guru melerai perdebatan Leon dan Uli.


Guru tidak bisa membela siapapun,karena Uli adalah pemilik sekolah sedangkan Leon orang yang selalu memberi donatur ke sekolah itu,tetapu Uli tidak tahu akan hal itu.


Guru juga bingung karena yang sebenar nya bersalah disini adalah Fazar,namun guru tidak bisa berbuat banyak karena takut akan di pecat.


"Apa kamu mau berdamai dengan dia Tian?," Leon menunggu jawaban dari putra nya sembari memandang dengan tatapan aneh

__ADS_1


"Kalau dia mau meminta maaf dan mengatakan kesalahan nya di depan sekolah,Tian akan berdamai"jawab putra nya membuat Leon tersenyum.dan senyuman itu langsung memudar ketika Fazar mengatakan jika dia tidak akan meminta maaf.


Tapi itu tidak masalah bagi Leon,dia mengambil tangan Yian lalu pergi dari ruangan itu.dia pun membawa Tian pulang.


"Lihat saja! Anak mu tidak akan dinterima di sekolah mana pun"gumam Uli penuh dengan rasa geram.


"Maaf buk sebelum nya,bapak tadi adalah donatur tetap di sekolah kita ini! Dan dia juga orang yang paling kaya di negara konoha ini"ucap guru,membuat Uli meneguk Saliva.tenggogorangan nyabterasa tercekat,dia bahkan tidak tahu menyelidiki indentitas orang terlebih dahulu,kaki nya bergetar hebat dia sudah membayangkan apa yang akan terjadi kepada sekolah nya setelah penghinaan yang sudah dia lontarkan kepada Leon barusan.


Uli dengan cepat menarik tangan Faxar untuk meminta maaf kepada mereka.


"Kamu harus minta maaf Fazar!"paksa ibu nya ketika mereka telah berada di luar ruangan guru,secepat mungkin Uli berjalan agar dia bisa meminta maaf namun sia-sia Leon dan putra nya telah pergi dari sekolah.kini Uli hanya bisa menunggu apa yang akan terjadi kepada sekolah nya nanti.


"Kok tumben pulang nya cepat? Ada apa ?," Mira mengerit dengab wajah bingung ketikamelihat puta dan suami nya sudah pulang ke sekolah di jam sepuluh pagi.


"Tian di keluarkan dari sekolah mah!"jawab Leon,sedang kan putra nya kini berubah pucat.dia sanhat takut dimarahin oleh sang ibu,apalagi papa nya tidak akan oernah berbohong satu kata pun kepada ibu nya.


"Kok bisa? Masih gara-gara kemarin? Bang Tian berantam lagi?"


Leon memgangguk,Mira hanya bisa menghela nafas panjang.


"Berarti,pesan mama gak pernah di dengarkan oleh Tian,percuma memang kalau menasehati anak yang gak mau denger,dan otak nya bengal"ucap Mira,dia terlihat sangat marah.


"Mereka yang salah ma! Mereka ngebuli Tian.bahkan saat Tian sedang makan bersama teman-teman nya pun mereka datang untuk menganggu"jelas Leon,dia membela Tian karena putra nya itu kini sudah berkeringat dingin,Tian paling takut jika di cuekin oleh mama nya.


"Apa papa lihat sendiri? "


"Iya,papa langsung menonton dengan mata kepala sendiri"


"Terus kenapa Tian sampai di keluarin dari sekolah,emang kamu berbuat apa ? Apa yang kamu lakukan sama anak itu?"Mira ingin mendengar langsung jawaban dari putra nya.

__ADS_1


"Tian lempar pake batu"


__ADS_2