Memilih Pergi Dari Suami Yang Selingkuh

Memilih Pergi Dari Suami Yang Selingkuh
galau- risau


__ADS_3

Bugghh..


Satu pukulan mendarat di wajah Zaky,Aldi merasa sangat geram.


"Kenapa bapak mukul saya? Saya kan bertanya baik baik!" Zaky sediit meninggikan suara nya,bagaimana pun pukulan Aldi barusan membuat diri kesakitan.dia memegangi wajah sebelah kiri nya yang tadi kena bogem Aldi.


"Tidak ada pertanyaan yang baik,bagi orang yang menanyakan keberadaan iatri orang lain!" Jawab Aldi sembari membenarkan kemeja yang sedikit berantakan.


"Tapi kalia..."


Buggh,  bugghh


Zaky akan berbicara lagi,tapi Aldi langsung memukul pert dan juga punggung Zaky.


"Uhuk" zaky terbatuk sangking merasa kesakitan nya,dia pun berjongkok menahan nyeri dari perut nya.


"Sekali lagi kamu membahas istri saya,akan saya habisin kamu"ucap Aldi,lalu dia meninggalkan Zaky yang menahan sakit.orang orang memperhatikan mereka,tapi tidak ada satu orang pun yang mendekat.


"Awal Lo! Bakal gue balas perbuatan lo ini"manolog Zaky dalam hati.padahal ini adalah salah dia,dia sendiri yang membuat permasalahan dengan mengganggu istri orang.


Sementara di jalan,Aldi seperti orang gila membawa mobil.kecepatan yang begitu tinggi dan juga menyalip sesuka hati.dia ingin cepat-cepat ke kantor dan ingin mendengar sendiri dari Yana,apakah ucapan Zaky tadi benar atau tidak.


Sampai di kantor TIONGHAI,Aldi langsung masuk ke ruangan Yana,Novi yang melihat itu buru-buru mengikuti dari belakang.


Sampai di ruangan Yana,suami nya ini langsung saja masuk tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu,pintu pun di tutup keras oleh nya.


Bruukk,Yana yang sedang menelpon sembari membereskan barang nya langsung menoleh ke arah suami nya.


"Udah dulu ya,nanti gue telpon lagi!"ucap Yana sembari memutuskan sambungan telpon nya,lalu menatap Aldi dengan tatapan malas.belum lagi ucapan Novi tadi pagi masih mengusik pirikan nya.


"Lo kalau masuk,bisa ketuk pintu dulu kan? Dan menutup pintu dengan bagus.kalau pintu nya rusak gimana?"Marah Yana.


"Ini ruangan istri gue,jadi menurut gue gak perlu ketuk pintu segala.dan kalau pintu nya rusak,lo bisa panggil tukang buat memperbaiki"jawab Aldi,Yana semakin marah dengan jawaban suami nya ini,yang sangat di luar jangkauan.


"Manusia aneh,datang-datang langsung marah gak jelas"gerutu Yana sembari duduk di kursi nya.


Sedangkan,Novi di luar sedang menguping pembicaraan mereka.Novi berharap mereka akan berantam hebat dan akhir nya bercerai,tapi salah satu staff lain menegur nya.


"Eh,kamu anak baru! Ngapain di situ menguping ya!"


Novi reflek menjauhkan telinga nya dari pintu,lalu melihat ke arah staff itu.


"Ng ngak kok,saya mau bertanya sesuatu sama buk Yana"jawab Novi sedikit gugup.


"Mau bicara apa,divisi kamu kan lain sama bos,kamu gak boleh sembarangan menganggu privasi bos,sekarang kamu pergi sana!" Ujar staff itu,dia tadi sempat melihat suami Yana masuk ke dalam.


Mau tidak mau,Novi pun harus pergi dari depan pintu Yana, dengan wajah yang sedikit kesel.


"Julid banget sih,ikut campur masalah orang aja"gerutu Novi.


Sementara di waktu yang bersamaan,di ruangan Yana,suami nya ini sedikit beda dari sebelum nyaa.


"Gimana gak marah,lo udah ngomong apa aja sama Zaky,tentang hubungan kita? Lo mikir gak? Gimana kalau Zaky ngasih tahu ke semua orang, terutama papa? Papa bakalan marah " ucap Aldi,emosi nya sudah meletup-letup.


"Biar aja marah,malahan bagus dong.kita bisa cerai secepat nya!"sahut Yana santai.


"Heh,pernikahan itu bukan buat mainan Yan! Lo jangan nambah emosi gue dong!"ucap Aldi,dia takut akan semakin emosi dan bertindak kasar,karena dia tidak bisa berdebat dalam keadaan seperti itu,tapi dia juga harus menyelesaikan masalah ini sekarang juga agar mereka tidak mendapatkan masalah kedepan nya.


Yana berdiri menghampiri suami nya,dia lalu melepaskan Jas Aldi dan menuntun Aldi untuk duduk di sofa,kemudian Yana menghubungi Cleaning servis.


"Hallo,bawakan kopi dua ke ruangan saya!"


Yana pun ikut duduk di sofa,tepat di samping suami nya.Aldi merasa sedikit aneh dengan sikap istri nya ini,tapi emosi nya memang sudah mereda sedikit.


Yana bisa melihat,bagaimana raut wajah Aldi yang memang seperti orang menahan sesuatu,yaitu marah.Yana pun langsung mengambil tindakan agar emosi suami nya mereda.


"Emang apa yang membuat lo datang kesini dengan emosi yang seperti nya akan meledak?"Tanya Yana,dia bertanya dengan santai.wajah nya menatao lekat ke arah Aldi yang sudah sedikit tenang.


"Zaky"ucap Aldi


Yana terkejut mendengar kata ucapan suami nya barusan


"Kenapa dengan dia?"


"Dia udah lancang nanya keberadaan lo dimana,sedangkan dia tahu kalau lo itu istri gue!"


"Terus?"Yana mengeritkan dahi,dia tidak tahu mengapa hati nya senang ketika melihat Aldi marah ketika Zaky menanyakan keberadaan diri nya.


"Gue mukul dia beberapa kali"


"What? Lo g!la Jangan main hakim sendiri dong! Itu nama nya lo penganiayaan"Yana tidak suka jika suami nya bertindak kasar seperti itu.

__ADS_1


"Habis nya gue gak suka,dia nanya langsung sama gue.yang jelas-jelas adalah suami lo"ujar Aldi.


"Oke,terus lo datang ke ruangan gue dengan ngebanting pintu cuma gara-gara itu?"


"CUMA lo bilang???"


Tok tok tok.


"Ya masuk"


Cleaning servis pun masuk dan membawakan dua cangkir gelas di atas mempan.


"Terimakasih" ucap Yana mengambil dua buah gelas itu,cleaning servis pun mengangguk lalu pergi dari ruangan itu.


"Lo minum dulu,biar emosi lo ketelan"


Aldi pun meminum kopi itu,tapi ternyata amarah nya tidak ikut ketelan seperti yang di katakan istri nya barusan.


"Lo juga bilang sama laki-laki s*alan itu,kalau kita cuma menikah bohongan? Iya kan. Gue kasih tahu sama lo ya! Kita nikah nya sah,tanpa paksaan dan kita sadar ngelakuin itu.kita gak bohongan Yan,pernikahan kita SAH"tanpa sadar suara Aldi sedikit meninggi.


"Santai dong! Gue tahu itu.tapi kita gak bisa juga kan hidup tanpa cinta? Lo gak lupa kan,kalau kita cuma pura-pura mencintai?"tanya Yana.


Diam,semua hening tidak ada lagi yang berucap diantara mereka.Aldi yang sibuk menata hati agar percaya diri mengatakan lerasaan nya yang sebenar nya,sedangkan Yana yang masih saja sibuk memikirkan ucapan Novi tadi pagi.


"Gue gak mau hidup bersama lelaki dingin seumur hidup gue Al,cicak juga tahu gimana lo memperlakukan gue selama ini.tidak layak nya sebagai istri,bahkan gue juga gak tahu di perlakukan seperti apa.karna lo bahkan lebih lembut berbicara dengan orang baru dari pada gue"


Aldi ingin tertawa mendengar kata cicak dari bibir istri nya,tapi ini adalah mode serius.dia  tidak mau perdebatan kali ini hilang sia-sia.


"Gue ngelakuin itu,biar bisa menutupi perasaan gue yang sebenar nya.gue gak mau lo pergi sama kayak masa lalu gue" batin Aldi


Tapi dengan dia memperlakukan Yana seperti orang lain,akan membuat Yana semakin meninggalkan diri nya.


"Tapi apa lo benar benar udah cinta sama Zaky?" Tanya Aldi,dia ingin memastikan bagaimana perasaan Yana terhadap lelaki lain,karna dia tidak ingin nanti nya akan sakit hati setelah mengatakan perasaan nya.


"Gak,eh ralat belum.karna menurut gue sih dia gak dingin kayak lo dan dia juga lembut kalau bicara,gak jauh kemungkinan gue bakal jatuh cinta"ujar Yana,yang semakin menambah beban di pikiran Aldi,padahal Yana tidak yakin dengan ucapan nya barusan.


"Inti nya lo belum ada perasaan sama dia"ujar Aldi.


"Iya"


Lagi lagi,hening.Aldi masih terlalu gugup untuk mengatakan perasan nya.


"Gak,menikah dari hongkong.ngomong aja gue jarang"


"Ck,tadi pagi dia nanya sama gue.apa gue mau jadikan dia sebagai madu"


"Shiit,terus lo jawab apa?"


"Ya gue jawab gak mau lah"


Aldi tersenyum mendengar ucapan Yana barusan.


"Kenapa?" Tanya Aldi,dia pikir mungkin Yana akan mengatakan jika Yana mulai mencintai diri nya.


"Lo tanya lagi kenapa, mikir lah! Lo pikir gue mau di madu? Udah laki nya macam lo yang dingin nya sedingin kulkas tujuh pintu"jawab Yana,membuat Aldi berubah kesel


"Ya gue jawab aja sama dia,biar gue yang mengalah.dan Novi bisa dapetin lo seutuh nya tanpa di bagi dua"


"Lo pikir gue mau balik sama dia? Ngak! Dia itu ngarang.kami gak pernah membahas pernikahan apalagi gue mau poligami,lo harus percaya sama gue!"


"Atas dasar apa gue harus percaya sama lo? dan lagian gue gak apa apa kok kalau lo balik sama dia" ujar Yana.


"Lo gak ingat gimana gue minta tolong sama lo buat pura-pura jadi istri gue? Come on Yan! gue gak mau balik sama masa lalu"


"Gue gak ngelarang lo,dan gue juga gak masalah kalau lo balik sama dia,apalagi dia bilang sebentar lagi dia bakalaan jadi janda pirang"


"Heuh? Janda pirang? Maksud nya?"


"Ya inti nya sebentar lagi bakal pisah sama suami nya dan kalian akan lebih gampang untuk bersama kembali seperti dulu lagi"Yana menjelaskan secara detail,padahal hati nya sedikit sakit.


"Gue gak mau kembali ke masa lalu Yan,lo harus ingat itu baik baik!"


"Hem,lo gak usah sungkan sama gue.dan dengan alasan itu kita bisa berpisah lebih mudah"


"Lo dengar! Gue gak mau balik sama dia karna gue.."


Tok tok tok.


Aldi menuju pintu,melihat siapa yang datang,dia akan langsung memukul siapa yang ada di balik pintu,tapi langsung dia tahan karena yang di hadaoan nya sekarang adalah meetua nya.


"Ada apa pa?" Tanya Aldi kikuk.

__ADS_1


"Oh kamu Al,papa pikir Yana sendirian di dalam,papa mau ajak dia pulang tadi"ucap Tio sembari memperhatikan pakaian Aldi yang sedikit berantakan.


"Kalau begitu,papa pergi dulu! Gak ada yang penting juga kok" Tio lalu pergi dari deoan ruangan putri nya,Aldi pun kembali menutup nya dan kali ini dia mengunci dari dalam.


"Semoga berhasil Al!" Gumam Tio,dia berpikir Aldi sedang berusaha membuatkan cucu untuk nya.


"Siapa?" Tanya Yana ketika melihat Aldi kembali duduk di sofa.


"Papa"


"Kenapa gak jadi masuk? Apa papa menitip pesan sesuatu?" Yana penasaran.


"Gak ada!"


"Terus untuk apa papa nyari aku?"


"Nanti bahas soal itu,sekarang kita bahas tengtang kita dulu!"ucap Aldi.


"Apa yang mau di bahas lagi,mending kita pulang! Gue udah capek mau istrirahat"saran Yana.


"Tapi lo percaya kan kalau Novi cuma mau merusak hubungan kita"


"Iya" sahut Yana sembari menenteng tas nya.


"Dan satu lagi,jangan pernah dekat lagi sama Zaky! Bila perlu blokir nomor nya di ponsel lo! Sini" Aldi mencari keberadaan ponsel Yana di dalam kantong celana dan juga jas istri nya itu.


"Lo jangan ngeraba gue kayak gitu dong! Modus lo ya!" Marah Yana,dia merasa tidak nyaman atas perbuatan Aldi barusan.


"Oh,iya maaf! Mana handphone lo?" Yana pun memberi ponsel nya.


Aldi melihat semua kontak yang ada di ponsel nya,tidak ada nama nya di sana.dia pun menemukan nama Zaky lalu menghapus nya dari ponsel Yana,tidak lupa Aldi memblokir nomor Zaki itu.


"Lo kok gak ada nyimpan nomor gue?" Tanya Aldi ketika dia sudah selesai.


"Ada kok,lo cari aja!" Sahut Yana,dia pun menghubungi nomor Yana melalui ponsel nya,dia terkejut ketika melihat nama nya di ponsel istri nya.


Beruang kutup 


"Apa apaan lo,buat nama gue kayak gini di handpone lo?" Tanya Aldi kesel


"Ya kan benar,udah lah masalah keyak gitu aja di permasalahkan,ayo pulang"


Yana berjalan duluan,keluar dari ruangan nya,Aldi masih sibuk dengan ponsel Yana.dia mengubah nama di kontak ponsel Yana menjadi suamiku


Tiba di depan kantor,mereka berjumpa dengan Novi,dan juga Zaky kedua nya saling mengobrol.Aldi dan juga Yana saling menoleh,mereka bingung mengapa Zaky bisa sampai di disini.


Tadi saat Aldi habis memukul nya,dia langsung mengikuti Aldi dari belakang dengan menggunakan ojek  offline yang selalu mangkal di depan kantor.dia mengikuti dari belakang berharap dia bisa mengetahui keberadaan Yana,dan ternyata usaha nya tidak sia-sia. Dia menemukan keberadaan Yana bekerja dan juga mengetahui satu hal tentang Aldi.


Novi telah menceritakan semua nya kepada Zaky,dan sebalik nya Zaky pun menceritakan bagaimana hubungan Yana dan Aldi sebenar nya.


Dan saat ini,Novi semakin senang karena telah memiliki teman untuk menjalankan rencana nya merusak hubungan Aldi.dia juga telah mengetahui ternyata Aldi tidak mencintai Yana,dia semakin yakin jika mantan kekasih nya itu masih memiliki rasa kepada nya.


"Lo kok ada disini?" Tanya Aldi sedikit sewot.


"Gak gampang buat saya untuk menemukan jodoh saya" jawab zaky,karena ini di luar kantor dia menganggap Aldi sebagai saingan.


"Dia maksud lo?" Tunjuk Aldi kepada Novi.


"Bukan,tapi orang yang ada di samping anda!" Ucap Zaky santai,Aldi melihat ke arah Yana dan kembali menatap ke arah zaky.


"Siapa? Lo kalau ngomong yang jelas! Gue gak bisa lihat makhluk halus" ucap Aldi,dia berusaha tidak tahu dengan ucapan Zaky yang mengatakan jika Yana adalah jodoh nya.


"Yana eferentiana" jawab Zaky memperjelas ucapan nya,Yana tidak bisa berkata -kata dia hanya memandang wajah Aldi yang sudah tersulut emosi.


Aldi pun mendekat ke arah Zaky,lalu akan memukul.tapi langsung di tangkis oleh Zaky.


"Saya juga bisa memukul,karna ini berada di luar kantor"ujar Zaky.


"CUKUP!" suara Yana,membuat Zaky merapikan baju nya.


"Kalian jangan buat keributan di kantor ini!"tegas Yana.


"Aku cuma mau jemput kamu!"ucap Zaky,seolah dia tidak menganggap Aldi di sana.


"Aku pulang dengan suami ku!" Sahut Yana.


"Udah lah buk,gak perlu berpura-pura di depan kami! Kami sudah tahu kok gak perlu bersandiwara seperti itu!" Timpal Novi tersenyum.


"Berpura -pura apa? Saya tidak lagi berpura -pura,dia memang suami saya!" Jawab Yana.


"Iya,tapi hanya diatas kertas! Kalian tidak saling mencintai"

__ADS_1


__ADS_2