
"Sekarang dia udah dewasa Al!"
"Iya,tapi gak mungkin juga kan,saat kita lagi kepepet seperrti ini dia malah asik sama pacar nya"ujar Aldi sebal.
"Lebih jelas nya,kita tunggu dia sampai!"
"Lo mah memperkeruh suasasa"sahut Aldi sebel.
Sedangkan sebenar nya Anhar saat ini,di tahan oleh Dea di rumah sakit.
"Lo yang udah nabrak gue ?"tanya Dea,kepala nya terbentur ke aspal membuat perban putih harus di lengketkan dokter ke kepala nya.
"Iya,aku minta maaf ya mbak.tadi aku buru-buru dan juga mbak nyebrang gak libat-lihat maka nya ketabrak deh"ujar Anhar,membuat Dea merasa dia disalahkan.
"Lo nyalahin gue?"
"Bukan gitu,maksud nya mbak gak lihat jalan maka nya ketebrak"
Dea menariik nafas nya dalam,itu kan tetap sama saja,tapi Dea masih lemas jadi malas untuk berdebat.
"Aku udah bisa pulang kan mbak?"tanya Anhar,membuat Dea menatap diri nya tajam seakan buaya yang ingin memakan ayam.
"Mbak? Pulang?, saya gak tua-tua banget sehingga lo panggil gue mbak,trus kalau lo pulang itu nama nya lo gak tanggung jawab"sembur Dea,lelaki yang badan nya masih sebesar anak SMA itu memegang pelepis nya.
Dengan dia membawa Dea ke rumah sakit,itu sudah mengatakan jika Anhar sudah bertanggung jawab dengan apa yang telah dia perbuat.
"Lo tetap disini! Sampe gue sembuh" belum juga Anhar berbicara,sudah di potong lagi oleh Dea.
"Nama mbak siapa?"bukan karena Dea terlihat tua maka nya Anhar memanggil dia sebutan 'mbak' tapi sebagai bentuk kesopnan yang di terapkan didalam hidup lelaki itu.
"Panggil gue Dea"
"Oke Dea,karna kamu sudah sadar.dan luka di kepala kamu juga hanya luka ringan,itu arti nya saya sudah bisa pergi"ucap Anhar,hati lelaki ini yang tidak gampang emosi dan sedikit ramah membuat siapa saja pasti akan betah dengan nya.dan itu lah yang di rasakan oleh Dea,dia merasa jika Anhar ini pria yang cocok dengan nya.
"Kalau lo pulang,berarti lo gak tanggung jawab dong! Celetuk Dea,membuat perasaan Anhar semakin gelisah.karena dia berpikir akibat benturan di kepala Dea membuat wanita ini menjadi heng,dan lambat berpikir.
Dengan Anhar membawa nya kerumah sakit,itu tanda nya dia sudah bertanggung jawab terhadap apa yang telah dia lakukan.
"Dengar ya Dea,aku punya urusan penting jadi aku gak bisa lama lama,tolong biarkan aku pergi"ucap Anhar memohon,berharap Dea akan memberikan diri nya belas kasihan.sedangkan wanita yang berbaring di ranjanng pasien tertawa di dalam hati,dia membayangkan bagaimana Anhar memohon agar mereka tidak putus. Ehh? Pikiran Dea jauh sekali permirsa.
"Gak bisa!! Lo udah buat gue seperti ini,apa lo mau gue laporin ke polisi atas perbuatan lo ini?"ancam Dea,padahal dia merasa sakit nya tidak terlalu parah.dia hanya ingin berlama-lama dengan Anhar.
Anhar menjambak rambut nya kasar,lalu sedikit menjauh dari Dea,kemudian mendekat lagi.
"Nah gini kan enak,gue bisa lihat lo dari dekat"gumam Dea,sontak saja Anhar tergelak dan reflek melihat ke arah Dea.
"Emang kalau lihat wajah ku dari dekat bisa buat kamu membiarkan aku pergi"gerutu Anhar sembari duduk,kalimat nya barusan membuat Dea mengangguk.
"Dasar aneh!"gumam Anhar,dia pun berdiri kemudian meninggalkan Dea disana.
"Hey,jangan pergi!"
Namun Anhar tidak memperdulikan,karena dia merasa tugas nya sudah selesai,dia tidak mau berlama-lama dengan Dea yang menurut nya adalah wanuta aneh.
"Kita pasti akan ketemu lagi,gue yakin lo adalah jodoh gue"
Anhar sudah ada di balik pintu,tapi dia masih bisa meedengar celotehan Dea.
Berjalan meninggalkan ruangan Dea,membuat Anhar bisa bernafas lega,seakan terbebas dari seorang penculik,Dea membuat diri nya takut dan sebel secara bersamaan.
***
"Lo dari mana aja An? Kita udah nungguin lo dari tadi"sungut Aldi,dia menatap tajam ke arah adik nya itu,kemudian melihat ke arah jam tangan.
"Lo telat dua jam"sambung Aldi lagi,Anhar hanya bisa membuang nafas nya dalam.
"Hari ini aku apes bang"jawab Anhar,sembari duduk di sofa.
"Kenapa lo bisa telat selama ini An? Lo habis nembak dalem"membuat Anhar tersedak,dia sedang minum.
"Pelan-pelan"ucap Aldi.
"Tadi pas mmenuju kesini aku nabrak orang"jawab Anhar.
"Kok bisa? Lo ugal ugalan? Lo mau sirkus? Atau lo lalgi mabuk?"pertanyaan Aldi begitu banyak.
"Karna abang darintafi nelponin aku,trus pas mau ngambil ponsel dari kantong,ketabrak deh"jelas Anhar.
"Hmm,untung daddy mau mengencel meeting kita hari ini,kalau ngak.pasti gue sih yang bakal kena repet"ucap Leon merasa lega.
__ADS_1
***
Sementara di ruangan Kerja Yana,wanita itus edang mendapatkan email dari orang yang tidak dikenal.
Dia pun melihat pesan yang ada di Gmail,dia menutup mulut dengan tangan nya.dia sangat kaget dengan apa yang dia lihat.Video yang bersdurasi dua menit dengan wanita yang terpampang wajah nya membuat dia shock.
Dia buru-buru menghubungi Aldi,dia tidak mau orang lain melihat video itu karena orang pasti akan salah paham.
"Hallo mas! Mas datang ke kantor sekarang ya,tolong! Ini penting banget"ucap Yana dengan nada yang khawatir.
"Kamu tenang,iya aku datang kesana sekarang"
Yana pun berarih menghubungi Dimas,dia yakin Dimas bisa menghendle ini semua.
"Hallo Dim! Tolong lo datang ke kantor gue ya,ada hal yang gawat yang perlu kita bahas"
Sembari menunggu,Yana memijat kepala nya pelan.dia tidak mau video itu akan tersebar di media sosial,yang pasti nya akan merusak reputasi Tio sebagai pengusaha.
Tidak berselang lama,Aldi masuk ke dalam ruangan nya.
"Kenapa sayang? Apa yang sudah terjadi?"tanya Aldi sembari duduk di samping Yana,mereka satu kursi.
"Ini,ada seseorang yang mengirim video sama aku"ucao Yana menunjukkan layar monitor,Aldi pun memutar nya,emosi nya langsung meledak melihat apa yang ada di layar itu.
"Kurang ajar,siapaa yang berani-brani nya membuat videk ini"geram Aldi mata nya menerawang jauh.
"Aku juga gak tahu mas"jawab Yana dia semakin takut melihat suami nya emosi seperti itu.
"Udah kamu tenang aja,kita bakal urus ini.tidak akan ada masalah"ucap Aldi sembari memeluk istri nya.
Bersamaan dengan itu,Dimas sudah sampai di ruangan Yana.dia pun melihat siapa pengirim video itu melalui laptop nya.
Sibuk melihat siapa pengirim,rupanya video itu sudah beredar di media sosial.
"Video ini berasal dari komputer,yang beralamat di gang subuh, warnet Zea"ucap Dimas ketika dia sudah beberapa jam melacak sipengirim Video syur itu.
"Orang nya siapa Dim?"tanya Aldi,dia berpikir jika Zaky yang telah berbuat itu karena telah sakit hati jedapa diri nya dan Yana.
"Alamat email nya baru dibuat,seperti nya dia tidak mau kita mengetahui siapa diri nya"jawab Dimas,dia pun membuka akun media sosial nya.ternyata video itu sudah beredar di media.
"Astaga,video nya sudah tersebar.malah sudah trending di you tobe"ujar Dimas.
"Kurang ajar"
Prrraakk
"Aldi melempar ponsel nya ke lantai,saat dia melihat betapa banyak video itu di shere di fb dan telegram.
"Udah mas,jangan emosi seperti itu! Gak akan ada guna nya"ucap Yana menenangkan,padahal dia sendiri juga sedang kacau.
"Santai bro,gue baru inget! Video ini kan yang ada di apertement Andreas waktu itu,mungkin saja dia yang sudah mengirim ini ke media"
hening,Aldi dan Yana saling menoleh lalu mengalihkan pandangan nya kearah Dimas.
"Iya Dim,astaga gue udah lupa lho kejadian itu"
"Oh,jadi ini ulah-ulah Andreas ****** itu"ucap Aldi sembari menggepalkan tangan nya,dia pun keluar dari ruangan kantor meninggalkan istri nya dengan emosi yang penuh.
"Mass"panggil Yana,tapi tidak ada sahutan dari Aldi dia terus keluar tanpa menghiraukan istri nya.
"Udah,lo tenang dulu Yan! Biar gue susul suami lo.tunggu disini karna orang luaran sana pasti sudah melihat video ini"ucap Dimas,dia pun menyusul Aldi.
"Al,tunggu gue ikut"panggil Dimas menyusul.
Sementara di sebuah kos'an,Andreas sedang tertawa puas karena telah berhasil mengirim video yang dia edit ke jagat raya.
"Kamu kenapa sih sayang? Ketawa mulu?"tanya Rista bingung, dia tidak mengerti apa yang di tertawakan oleh suami nya,yah mereka telah suami istri sekarang.meski menikah di bawah tangan alias nikah siri.
"Kamu tahu gak,video main kita udah ku shere ke media.tapi dengan wajah anak Tio"jawab Andreas dengan wajah yang begitu bahagia
"Biar dia dan anak nya merasa malu"sambung Anderas.
"Kamu gak takut penjara? Itu bahaya lho''tanya Rista khawatir,dia tidak mau jika suami nya sampai penjara.
"Aman sayang,aku tadi keluar pake ini"jawab Amdreas sembari memperlihatkan kumis dan juga tompel palsu.
"Syukurlah yang penting kita gak dalam masalah"ujar Rista.
Sementara itu,diwaktu yang bersamaan Dimas sedang mengutak-atik laptop nya.
__ADS_1
"Lo masih lama gak sih? Kenapa gue gak bisa jalan dan harus nunggu lho selesai dulu?"tanya Aldi kesel,pasal nya Dimas menyuruh Aldi menunggu dia mengurus laptop nya.
"Sebentar,gue lagi menghapus video yang disebarkan itu,paling satu jam lagi"jawab Dimas,membuat kekesaln Aldi mereda.
"Ngomong dong dari tadi!"ujar Aldi.
Selama satu jam Dimas melakukan segala cara,akhir nya dia berhasil menjadi hacker untuk pertama kali nya.
Video yang ada di media sosial,hilang begitu saja.sudah tidak ada lagi video yang akan di bagikan oleh warga fb.
Sekarang,tugas mereka sekatang mencari alamat si pengirim video itu.
"Kita ke warnet ini"Dimas menunjukkan maps yang harus di datangi oleh mereka.
Setelah hampir satu jam,akhir nya mereka telah sampai ke tempat tujuan.
"Pak,orang yang ada di pc 05 sekitar jam sebelas pagi apa masih irang yang sama?"tanya Dimas ketika mereka telah masuk ke dalam warnet dan mengecek satu persatu pc di warnet itu.
"Gak mas"jawab operator warnet.
"Bisa kita cek CCTV warnet ini pak?"
"Gak bisa"jawab operator ketus.
"Kalau pun saya kasih uang ini?"tanya Aldi sembari mengulurkan uang tiga ratus ribu.
"Boleh,silahkan"
Setelah mereka mengecek,tidak ada wujud Andreas di warnet sana.karena laki-laki yang duduk di pc itu menggunakan topi dan terlihat sudah sedikit tua di bandingkan Andreas.
"Bukan dia Al"ucap Dimas.
"Trus siapa? Gimana kita bisa menemukan orang itu? Tanya Aldi,dia sudah patah semangat.
***
Andreas mencari video yang telah dia posting di media sosial,tapi dia bingung mengapa akun baru nya tidak bisa di akses dan postingan itu tidak ada lagi di mana pun.
"Loh? Kok begini sih?" Keluh Andreas,dia kesel karena postingan nya hilang begitu juga akun nya.
"Sial"umpat nya,dia tidak tahu saja siapa yang dia lawan.
"Sayang,aku keluar sebentar ya! Ada urusan sebentar"ucap Andreas.
"Mau kemana lagi? Kamu gak takut ketahuan sama orang-orang kaya itu?" Tanya Rista.
"Jangan lupa sayang,aku pake ini"ucap Andreas,setelah di ijinkan oleh istri nya.dia pun pergi keluar.
Oweekkk oweekkk
Rista mual,sejak tadi dia menahan karena takut Andreas akan curiga sama dia.pasal nya dia telah hamil anak atasan nya di kantor,namun Andreas tidak tahu sama sekali karena Rista menyembunyikan nya rapat-rapat.
*****
"Kita harus kemana laginmencari lelaki bajing*n itu?"geram Aldi,mereka telah mendatangi rumah Andreas.tapi ternyata rumah itu sudah di jual,begitu juga appertement dan sekarang Aldi pun kebingungan.
"Sabar Al,kita akan menemukan nya,dia pasti sedang bersembunyi dan tempat nya pasti tidak jauh dari warnet tadi"ujar Dimas,pikiran nya lebih encer di bandingkan Aldi.karena Aldi terlalu khawatir dan emosi dia pun tidak bisa berpikir jernih
"Jadi maksud lo kita harus memata-matai warnet itu lagi?"
"Yaps bener banget! Let's go"
Aldi menghela nafas dalam,perjalanan menuju kesana sangat jauh dan Aldi sudah merasa sangat lelah,tapi demi nama baik istri nya dia akan lupakan rasa lelah.
"Udah,biar gue yang nyetir"
Seperti nya Dimas mengerti keadaan Aldi
"Makasih"ucap Aldi,dia pun bisa tidur sepanjang perjalanan menuju lokasi.
Sementara Yana dikantor saat ini sedang kebingungan,ini sudah larut malam tapi suami nya belum pulang juga.dia sekarang sudah ada di rumah sejak sore tadi.
Tiba-tiba dia teringat dengan apa yang di ucapkan oleh suami nya,jika rumah mereka ini sedikit seram.
Dia merinding seketika,menoleh ke arah kiri dan kanan Yana berjalan pelan dengan kaki berjinjit ke dalam kamar.
"Ya allah gue takut banget,ternyata bener seram ya"gumam nya,padahal diri nya saja yang berpikir negatif,dan kebetulan rumah nya berubah gelap semua.
"Aaaa"
__ADS_1