
"Kalian akan menyesal"
"Ibu dan bapak bisa lihat sendiri kan bagaimana anak ini? Tidak seperti anak kami yang hanya diam walau sudah di katakan cemen" orang tua itu terus membela anak nya di depan guru,Mira hanya bisa mengela nafas panjang.dia tudak tahu mengapa Tian anak nya berubah drastis seperti itu.
"Ya sudah kalau seperti itu kami pamit pulang"ucap Mira sembari membunggkuk ke arah guru dan menarik tangab putra nya jeluar dari ruangan itu.
"Mama gak percaya sama Tian? Merek yang salah ma? Mereka yang udah buat aku kayak gini,anak mama di pukul loh.masa diam aja"ucap Tian di sela-sela jalan mereka.
"Mama percaya kok,tapi mereka gak mau ngaku.biar lah tuhan yang akan membalas perbuatan mereka"ujar Mira,namun putra nya tidak setuju,dia ingin diri nya sendiri yang akan membalas perbuatan mereka.
Mira pun membawa putra nya kerumah sakit untuk memeriksa lebih lanjut bagaimana kondisi perut lembek Tian.
****
"Siapa yang buat wajah kamu seperti ini bang Tian?" Tanya Leon,dada nya bergemuruh melihat kondisi wajah anak nya,dia saja sebagai orang tua tidak pernah memukul,bahkan mencubit satu senti pun.
"Anak kelas dua pa,mereka minta paksa uang Tian"adu anak nya,badan yang tinggi seperti anak SMA namun pikiran masih bocah cilik itu mengadu ke ayah nya,karena ibu nya tidak mendukung maka dia akan beralih ke papa nya.
"Kurang ajar,biar papa habisin mereka"ucap Leon geram.
"Mau jadi anak SMP lagi? Gak malu mau mukul anak SMP,udah tua lho bentar lagi jadi kakek"sahut Mira dari dapur,dia tidak habis pikir kepada suami nya yang sampai sekarang tidak bisa mengontrol emosi.
Leon meneguk SALIVA nya,dia merassa malu kepada istri tercinta.
"Lagian kamu kan udah papa tawarin buat latihan karate,kamu nya gak mau.jadi gini kan? Orang malah semena-mena sama kamu"ucap Leon kemudian.suasana hati nya yang tadi nya bergemuruh seketika di tahan mendengar ucapan sang ibu negara.
Tian pun mengutarakan keinginan nya untuk belajar bela diri kepada papa nya,mira kemudian datang membawa satu buah handuk kecil beserta es batu untuk mengompres wajah putra nya.
__ADS_1
"Ihh anak SMP mama bertambah satu"sindir Mira,dia terus saja menggoda suami nya agar tidak melakukan perbuatan jahat itu kepada anak orang.Leon tidak tahan ejekan istrinya dia pun berlalu pergi ke dalam kamar.
Hal yang paling memalukan ialah ketika orang yang kita sayangi mengetahui bagaimana yingkah aneh kita,itu lah yang du rasakan oleh Leon sekarang dia sangat malu kepada istri nya,seharus nya dia berkata itu kepada Tian di taman sana agar istri nya tidak mendengar kalimat memalukan itu.
"Jadi kapan Tian latihan pa"tanya putra nya sedikit keras karena Leon sudah berada di dekat pintu kamar.
"Sore ini"sahut Leon,kemudian dia hilang di telan pintu.
"Mama gak mau dengar nanti ya,kalau Tian berbuat kesalahan di sekolah apalagi memukul orang lain"pesan Mira kepada anak nya,dia sangat tidak ingin jejak suami nya di ikuti oleh anak nya.
"Iya mama"
***
Pagi telah tiba,badan Tian terasa sangat remuk saat dia bangun tidur.bagaimana tidak,kemarin sore dia melakukan latihan pertama.padahal dia hanya di suruh push -up dan juga skot jam oleh pelatih.tapi itu sangat berat untuk pemula bagi seorang Tian yang sangat jarang ber- olah raga.
"Mah,Tian mau bolos ya hari ini.badan Yian rasa nya remuk,seperti habis di keroyok preman"pinta Tian memelas,berharao mendapatkann belas kasihan dari sang ibu.
"Gak boleh,kamu baru tiga hari sekolah masa udah bolos aja,cepat pake baju seragam dan sarapan!"perintah Mira,anak nya itu sangat malas bergerak tapi karena perintah dari ibu negara dia pun terpaksa melaksanakan nya.
Leon tidak memberi Tian pergi dengan menggunakan angkot,dia sendiri yang mengantarkan anak nya itu ke sekolah,dengan menggunakan mobil BMW Leon mengantarkan putra nya ke sana.
Dia ingin menemui guru yang menangani masalah anak nya kemarin,namun dia anak nya sedikit terlihat wah di mata orang lain,dia jufa memberikan uang saku Tian senilai dua ratus rupiah.bagi anak SMP itu sangat banyak dan bisa oesta makan bakso di sekolah.
"Ada perlu apa pak ke mari?"tanya kepala sekolah,dia sama sekali tidak mengetahui jika terjadi masalah di sekolah ini karena tidak di beri tahu guri lain.
"Kemarin,anak saya di pukul habis-habissan di sekolah ini dan menurut saya siswa yang memukul anak saya itu tidak di kenakan sangsi apapun malah putra saya yang di salahkan"ucap Leon,seketika kepala sekolah itu berubah pucat,dia sangat tahu siapa Leon dan keluarga nya.
__ADS_1
"Mohon maaf pak,saya benar-benar tidak mengetahui masalah itu.karena saya waktu itu sedang ada rapat di luar sekolah"
"Oke,pertemukan saya dengan guru yang menangani anak saya kemarin!"
Setellah di pertemukan,pihak guru pun meminta maaf kepada Leon,karena guru berkataa jika mereka tidak memiliki bukti untuk menyalahkan mereka bertiga.
Leon tidak bisa memaksakan diri,tapi mulai sekarang dia akan memantau anak nya dariĀ jauh.
***
Di kantin sekolah,Tian sedang memakan di meja bersama dengan Bonar,beserta teman lain nya.bersamaan dengan itu Fazar dan kedua teman nya datang menghampiri meja mereka.
"Mana uang mu! Cepat serahkan!"ucap Fazar sembari didik di sebelah Tian.
"Gak mau"jawab Tian cuek,dia memancing emosi mereka.
"Oh jadi kalian yang mukul teman ku"ucao Bonar melihat ketiga orang itu satu persatu..
"Iya,memang nya kenapa? Kamu gak senang?"
Bonar hanya diam,sebenar nya dia tidak berani,namundia berusaha kalem
Tidak senang di cuekin seprrti itu,Fazar kemudian mengambil bakso yang sedang di makan oleh Tian lalu menumpahkan nya ke lantai kantin,tidak ada yang berani melarang dia.karena dia merupakan pemilik sekolah itu,dan itu juga lah alasan guru untuk tidak mempermasalahkan perbuatan Fazar walau sudah sering terjadi.
"Jangan cari gaea-gara sama ku"ucap Tian geram,emosi darah muda seperti nya memang lah samgat meronta-ronta namun apalah daya,dia tidak memiliki kekuatan penuh untuk melawan ketiga nya.
"Kalau gak mau di ganggu,serahkan uang mu sekarang"sahut Fazar,Tian tidak berkata apapun lagi,dia berdiri sembari mengambil batu dari luar kantin.
__ADS_1