Memilih Pergi Dari Suami Yang Selingkuh

Memilih Pergi Dari Suami Yang Selingkuh
hati hati ketikung


__ADS_3

"Lo gak apa apa kan,tadi di telpon kayak nya lo lagi di kejar tikus"


Sepasang suami istri itu saling menoleh.


"Mas Aldi nya sudah pulang"tanya Mira mengalihkan pembicaraan,demi apapun dia merasa sangat malu saat ini.


"Belum,tadi dia nyuruh gue buat temenin dia disana"


"Truss.?" Tanya Leon.


"Gue gak mau, sebentar lagi kan jam nya pulang"ucap Yana dengan wajah datar.


"Kalian jangan saling benci begitu lah,nanti bisa jadi saling sayang lho"ujar Leon,Mira tersenyum mendengar uca9an Suai nya


"Mending gue sayang sama batu maling Kundang yang ada di Padang,dari pada sayang sama beruang kutub itu,udah ah mending lanjut kerja dari pada bahas yang gak jelas"ucap Yana sembari berlalu masuk ke dalam kantor.


"Sahabat mama belum pernah jatuh cinta..?" Tanya Leon,sembari berjalan pelan menuju mobil.


"Pernah,dia mencintai seseorang dalam diam"ujar Mira sembari masuk kedalam mobil.


"Oh ya,apa lelaki itu gak tahu kalau Yana cinta sama diri nya"


"Seperti nya sih, lelaki itu gak tahu kalau Yana suka sama dia,"


"Mungkin Yana gak nunjukin perasaan nya ke lelaki itu kali"


"Iya paling"ujar Mira,dia belum menceritakan kepada suami nya jika lelaki yang di kagumi oleh Yana adalah suami nya sendiri.


"Emang dia jatuh cinta ke lelaki yang mana"tanya Leon,dia melajukan mobil nya menuju rumah sakit.


"Kata nya dia jatuh cinta sama tetangga nya".


"Ooh yah ??" Leon terkejut dengan pernyataan istri nya.


"He'em",Mira sama sekali tidak berniat untuk menceritakan perasaan Yana terhadap suami nya itu.


"Tapi gak mungkin lah ma,tetangga nya kan udah berkeluarga"Leon tidak berpikir jika yang di sukai oleh sahabat istri nya adalah diri nya sendiri,karena Yana tidak pernah menunjukkan jika Yana menyukai leon selama Yana bekerja di perusahaan nya.


"Gak mungkin bagaimana,setiap orang kan bisa menyukai siapa saja"


"Iya,tapi siapa.."ucapan Leon terhenti, seketika dia tersadar mungkin saja yang di sukai oleh Yana adalah diri nya,dia meneloh pelan kearah istri nya yang duduk di samping nya, kedua nya saling menoleh


"Kenapa mama gak cerita,hayoo mama takut ya ketikung sama sahabat sendiri"ujar leon,seketika Mira tertawa.


"Gak ah"


"Bukti nya mama gak cerita ke papa kalau sahabat mama itu ternyata diam diam suka sama papa"ujar Leon senyum,dia senang ketika tahu istri nya takut kehilangan diri nya.


"Dia suka sama Abang sebelum kita kenal lho,bahkan aku tau yana suka sama abang waktu kita video call,yang waktu Abang tanya nama orang tua nya"jelas Mira.


"Panggil nya papa mama dong,biar lebih enak di dengar"protes Leon ketika Mira masih saja menyebut nya dengan sebutan Abang.

__ADS_1


"Siap papa"..


"Lagian walaupun dia suka sama papa,dia gak mau rebut papa dari mama kok"


"CK,jangan percaya sayang,di ucapan nya mungkin dia bilang gak mau rebut papa dari mama,tapi kita gak tahu bagaimana di dalam hati nya"jelas Leon,


"Emang papa mau di rebut sama Yana"tanya Mira mendelik.


"Ngak,di hati papa hanya ada mama seorang,tidak akan ada lagi wanita yang bisa masuk ke dalam hati papa ini"ucap Leon menyentuh dada nya,Mira tersenyum.


"Aminn,dan semoga ucapan papa itu untuk selama nya yah pah"balas Mira.


"Aminn,papa janji akan berusaha menjaga hati papa untuk istri nya tercinta"


ucapan Leon membuat hati Mira berbunga bunga.


"Kenapa mama merekomendasikan yana bekerja di perusahaan kita kalau mama tahu dia suka sama papa??"tanya Leon dia bingung dengan istri nya ini.


"Dari pada dia Bosen di rumah,bagus mama ajak dia bekerja di perusahaan kan,lagian kan mama selalu ada di samping papa,jadi gak mungkin ada celah untuk Yana buat dekatin suami mama, meskipun dia ada niat"


"Sebelum nikah udah mama tawarin,biar dia saja yang jadi istri papa,tapi dia nolak"ucap Mira kikuk.


"Kenapa dia nolak"


"Karna dia tahu,kalau mama cinta sama papa"


"Apa mungkin dia masih tertarik sama papa,maka nya dia gak respon sama aldi,secara kan Aldi gak jelek-jelek banget"


"Benar juga ya"


"Tapi dari dulu sih Yana gak pernah suka sama cowo yang dingin,papa lihat sendiri kan bagaimana perlakuan Aldi terhadap Yana cuek dan galak,mama juga bakalan ogah kalau seperti itu"ucap Mira.


"Itu yang papa heran,mama lihat sendiri kan perbedaan sifat Aldi ke mama dan ke Yana,kalau ke mama ramah tapi kalau ke Yana lain,roman roman nya sih mereka ini bakalan jatuh cinta"ucap Leon.


"Semoga saja taksiran papa gak salah"ucap Mira tertawa.


"Gimana kalau kita taruhan"tantang Leon.


"Taruhan itu dosa sayang"


"Gak dosa,kan ini gak taruhan uang"


"Trus taruhan apa"


"Kalau papa menang,papa minta anak lima,kalau mama yang menang mama bisa minta apa saja"ucap Leon,lagi Mira tertawa.


"Kok tertawa "tanya Leon bingung.


"Itu gak taruhan nama nya"


"Ya anggap aja taruhan"ujar Leon cemberut

__ADS_1


"Yaudah deh,mama anggap itu taruhan"


"Btw, kenapa papa minta anak lima..?"


"Karna hidup tanpa saudara itu sepi"ujar Leon,dia merasa sepi tidak memiliki kakak dan juga adik.


"Mama juga merasakan hal itu,tapi mama gak bisa berbuat banyak jika masalah itu,karna anak adalah titipan Allah,jika dilihat dari masa lalu,mama jadi sedih jika membahas tentang anak"ucap Mira sedih,dia takut tidak bisa memberikan momongan kepada suaminya.


"Sudah jangan sedih,papa minta maaf ucapan papa pasti menyingung"ujar Leon,dia paham mengingat istri nya yang dulu sudah menikah selama hampir tiga tahun namun belum di karuniai anak.


"Gak apa kok sayang,mama juga paham perasaan papa yang ingin memiliki anak"ucap Mira,dia paham namun dia sedikit takut jika ternyata setelah melakukan pemeriksaan, rahim nya bermasalah.


Keduanya mencoba mengerti perasaan masing masing,karna menikah bukan hanya tentang ranjang,namun juga pengertian satu sama lain.


Tak terasa lama berbincang di dalam mobil,kini mereka telah sampai di rumah sakit,sebelum menemui dokter kandungan,sepasang suami istri itu menjenguk Aldi terlebih dahulu.


"Mbak,ruangan Aldi Hutapea ada dimana"tanya Leon kepada resepsionis di rumah sakit persada.


Setelah mendapatkan informasi dimana ruangan sepupu nya,Leon dan Mira memasuki ruangan Aldi itu.


Clek.


"Bisa sakit juga Lo"ujar Leon ketika sudah masuk ke dalam ruangan Aldi.


"Sialan Lo,gue juga manusia,bisa sakit kapan aja"ujar Aldi datar.


"Mas Aldi kenapa bisa masuk rumah sakit"tanya Mira.


"Sebelum berangkat meeting,tadi aku makan bakso pedes di kantin kantor mbak"jawab Aldi senyum.


"Ohh,pasti mas Aldi ini punya sakit lambung ya"tebak Yana,dia yang sedikit tahu tentang sakit lambung karna sering menonton channel tentang kesehatan.


"Iya mbak"


"Dia ini emang suka cari penyakit ma"ujar Leon mengejek Aldi.


Setelah puas mengejek Aldi,kini mereka pun keluar ingin mengikuti program hamil di dokter kandungan


"Kami pulang dulu ya mas,cepat sembuh"ucap Mira pamit.


"Iya mbak terimakasih"


Setelah mengambil nomor antrian kini sepasang suami istri itu tengah menunggu di kursi tunggu.


"Tangan mama kok dingin"tanya Leon sembari menggenggam tangan istri nya.


Mira diam,dia masih belum siap jika nanti dia mengetahui fakta bahwa diri nya tidak bisa mengandung,padahal dia belum pernah melakukan pemeriksaan sama sekali


"Kita cuma ngikuti program hamil ma"ujar Leon menenangkan.


"Apa papa akan tinggalin mama jika mama gak bisa memberikan papa keturunan??"

__ADS_1


__ADS_2