Memilih Pergi Dari Suami Yang Selingkuh

Memilih Pergi Dari Suami Yang Selingkuh
Ambisi Novi


__ADS_3

"Kok lo ngomong nya gitu? Berarti pernikahan kita waktu itu gak ada arti nya di mata lo?" Aldi bertanya dengan wajah datar dan suara yang dingin.


"Iya emang gak ada arti nya,lo gak hilang ingatan kan ? Kalau lo,lupa biar gue ingatin! Kita nikah cuma pura pura"


"Iya gue ingat kok!"jawab Aldi.


"Duh gue ini kenapa sih? Kenapa gue gak senang kalau dia ngomong bakal cari lelaki lain" batin Yana.


Mereka berhenti di sebuah restaurant yang mewah,Aldi sengaja menyiapkan kejutan untuk Yana agar istri nya itu merasa bahagia,mereka jalan menuju meja yang sudah di oesan oleh Aldi.


"Wao,romantis banget ! Tapi tetap aja dia dingin sama gue.mana jarang senyum!" Manolog Yana dalam hati.


"lo suka tempat nya?" Tanya Aldi


"Suka"


"Kalau gitu gue bakal sering sering ajak lo ke tempat seperti ini"


Setelah makan siang selesai,mereka langsung menuju tempat proyek yang sedang mereka jalan kan.


"Kita lihat perkembangan proyek ya"ucap Aldi mereka saat ini jalan menuju mobil.


Aldi membukakan pintu untuk istri nya,namun pada saat dia ingin menutup tangan nya terjepit di pintu mobil


Brakk


"Auu" Aldi reflek teriak dan mengibas ngibaskan tangan nya.


"Kenapa tangan lo?" Yana pun turun dari mobil dan melihat keadaan tangan suami nya.


"Tangan gue kejepit"


"Duh,kok malah tangan yang kejepit kalau si jony yang kejepit pasti enak ni" gumam Aldi


"Gimana?"


"Ah ngak,ini tangan gue sakit banget"ucap Aldi


"Sini biar gue lihat"Yana pun melihat keadaan tangan Aldi yang sudah memerah akibat terjepit.


"Udah lo di sana aja,biar gue yang nyetir"ucap Yana.


Mereka pun menuju proyek yang serang mereka bangun,Mall yang akan mereka bangun ternyata sudah setengah jadi.dan sebentar lagi pekerjaan mereka akan selesai.


"Yan" panggil Aldi


"Hmm?"


"Gue.. gue..." Aldi berbicara gagap.


"Kenapa? Lo mau bera* ?"


"Gak jadi deh"


"Apaan sih gak jelas"gerutu Yana.


Yana pun fokus kepada ponsel nya,dia yang baru mendaftarkan akun di suatu aplikasi begitu banyak meneeima notif pertemanan,dia senyum senyum.membuat Aldi tidak suka.


"Ini gimana Yan? Kenapa belum jadi?" Tanya Aldi dia menunjuk bagian parkir mall.


"Setelah mereka buat lantai dua,baru akan lanjut ke bagian parkir" jawab Yana.meski pun dia fokus ke ponsel nya Yana tetap bisa mendengar pertanyaan dari suami nya.


Saat Yana sudah berkenalan di aplikasi hijau,kenalan Yana itu pun mengajak untuk berjumpa.


"Oke" begitu jawaban dari Yana,dia menerima tawaran kenalan nya dari sosmed.dan dan sore lah Yana akan bertemu dengan kenalan nya itu.


****


Hari sudah sore Yana pun bersiap siap untuk pergi bertemu dengan kenalan nya di sosmed,dia sudah memakai baju yang rapi dan juga penampilan yang begitu cantik.


"Mau kemana Yan? Rapi banget?" Tanya Aldi menatap Yana sekilas.


"Mau ketemu sama gebetan!" Jawab Yana


"Oh"


Hanya itu yang di ucapkan oleh Aldi,dia merasa jika dia tidak berhak atas Yana,begitu juga Yana karena mendengar Aldi tidak marah dia pun tidak merasa terbebani untuk bertemu dengan lelaki lain di luar tanpa suami nya.


Sudah beberapa puluh menit Aldi fokus dengan ponsel nya,tapi ternyata pikiran nya berada kepada Yana yang bertemu dengan lelaki lain di luar.


Dia mengambil jaket lalu menyusul Yana,dia tidak tahu kemana Yana pergi dan dia sangat menyesal karena dia tidak bertanya kepada Yana tadi.


Sedangkan di sebuah cafe,Yana sedang duduk dengan seorang laki laki yang sedikit tampan.


"Aku gak nyangka kita bisa bertemu di aplikasi,dan bahkan bisa langsung bertemu seperti ini" ucap lelaki yang berada di depan Yana saat ini.


"Iya,aku juga gak menyangka,aku pikir dari pada terus saja melihat cowo di sekitar, lebih baik cari yang jarang bertemu,ya seperti di aplikasi ini" sahut Yana.


"Iya kamu benar,tapi sebenar nya sejak pertama aku lihat kamu,aku sudab jatuh cinta" ucap Zaky. Iya lelaki itu adalah zaky,ketika sia melihat frofil Yana di aplikasi hijau dia pun langsung mengirimi Yana oesan dan mengajak nya berkenalan.


"Oh ya? Aku sampai kaget lho" ucap Yana.


"Em,trus cowo yang waktu di apertement itu? Beneran calon suami kamu? Kok kamu masih nyari kenalan di sosmed kalau sudah mau nikah?" Zaky melayangkan pertanyaan secara beruntun


"Oh itu aku gak jadi nikah sama dia,tapi..."


"Tapi apa?"


"Tapi aku nikah sama pak Aldi atasan mas Zaky di kantor"


Bak tersambar petir,dada Zaky berdenyut sakit.dia yang terlalu berharap kepada Yana harus menerima kenyataan jika wanita pujaan nya ternayata sudah menikah.


Lantas mengapa Yana masih mencari lelaki lain,apa Yana ini memang tukang selingkuh?


"Kamu gak merasa bahagia di dalam pernikahan mu? Sehingga kamu mencari teman lelaki lain di luar?" Tanya Zaky.


"Cerita nya panjang,jadi gini..."


Yana menceritakan masalah rumah tangga nya yang bahkan tidak memiliki rasa cinta.

__ADS_1


"Ohh,cerita nya begitu? Kenapa gak bercerai saja? Kan masalah nya sudah selesai"


"Gak semudah itu,aku masih mencari lelaki yang cocok buat aku,untuk pengganti mas Aldi"


"Aku siap kok buat menjadi pengganti nya? Itu pun kalau kamu mau "Zaky menawarkan diri.


Seharus nya Yana senang telah menemukan sosok yang di harapkan untuk menjadi pendamping hidup nya,tapi ini kok malah biasa saja? Bahkan hati kecil Yana berharap jika pernikahan mereka akan berlanjut sampai mereka tua nanti.


"Nanti aku pikirkan lagi ya,soal nya kita kan baru kenal juga! Eh maksud ku belum kenal satu sama lain lebih dalam gitu"


"Oke,sekarang kita pesan makan"


Puluhan panggilan tidak terjawab di ponsel Yana,dia membuat ponsel nya dalam keadaan diam atau disebut silent.dia sengaja agar tidak ada yang menganggu makan malam nya.namun hal itu membuat dia menyesal karena ternyata panggilan itu berasal dari ponsel suami nya yang saat ini berada di rumah sakit.


Yah,Aldi kecelakaan saat mencari keberadaan Yana.dia tidak sengaja menerobos lampu merah dan tertabrak oleh bus membuat mobil nya di deret ke bengkel dan dia di bawa ke rumah sakit.kepala nya terbentur akibat tekanan dari bus tersebut sehingga membuat Aldi tidak sadarkan diri.


Yana mengecek ponsel nya ketika mereka akan pulang sehabis makan.


"Loh banyak banget panggilan tak terjawab" gumam Yana.


"Kenapa Yan?"


Bukan nya menjawab Yana menghubungi kembali nomor Aldi yang sudah tak terjawab sekitar setengah jam yang lalu.


"Hallo,ini dari rumah sakit medika.saat ini orang yang memiliki ponsel sedang di rawat di ruang inap"


Deg.


Jantung Yana berdegup kencang,dia tidak mengira ini akan terjadi,dia pun langsung meluncur ke rumah sakit.


"Kamu mau pulang? Kok buru buru gitu?" Tanya zaky heran.


"Iya,suamiku kecelakaan aku duluan ya"


Raut kekhawatiran saat ini melanda wajah Yana.


"Aku ikut ya!" Pinta zaky.


"Gak usah,ini urusan rumah tangga.sangat tidak etis kalau kamu ikut dengan ku" ucap Yana


Wanita itu pun pergi dengan perasaan yang campur aduk,perasaan bersalah dan juga khawatir sedang beradu sekarang.


Setelah beberpa jam di peejalanan akhir nya Yana telah sampai di rumah sakit yang dia tuju.


Dia berjalan dengan cepat ke arah resepsionis rumah sakit.


"Mbak,pasien atas nama Aldi hutapea ada dimana ya?" Tanya Yana.


"Ada di ruangan 078 mbak" jawab resepsionis itu setelah dia membaca informasi di jurnal nya.


Yana pun berjalan ke ruangan yang di sebutkan oleh resepsionis barusan.


Clek.


Pandangan nya menunduk ketika melihat kedua orang tua nya dan juga mertua sudah duduk di sekitar ranjang Aldi.


"Dari mana aja kamu Yan? Dari tadi di telpon gak diangkat?" Tanya Tio pelan.


"Ada urusan tadi pah sebentar"


"Urusan apa? sampai kamu tidak tahu kalau suami mu kecelakaan? Bahkan kami yang lebih dulu tahu dari pada kamu istri nya sendiri" timpal selvi.


"Sudah lah mbak,mungkin Yana memang lagi ada keperluan penting!" Ujar ibu Aldi.


"Kamu mau berdiri di depan pintu itu sampai kapan?"Tio berdiri memberikan satu kursi kepada putri nya.


"Duduk! Dan jagalah suami mu!"perintah Tio.


''Kami pulang duluan ya mas, mbak!" Tio dam selvi berpamitan untuk pulang kepada besan nya,karena mereka sudah sangat lama di rumah sakit itu.


"Hati -hati mbak"


"Em,ibu sama bapak pulang saja! Biar Yana aja yang jagain mas Aldi disini" ucap Yana,dia tidak merasa enak jika mertua nya kelelahan menjaga Aldi.


"Gak papa kok! Aldi ini kan anak kami jadi sudah menjadi kewajiban kami buat menjaga nya" jawab Erik,membuat Yana meneguk ludah.


"Abang kalau ngomong jangan kekgitu! Lihat tuh Yana jadi merasa takut" ujar Lila.dia tahu jika ucapan suami nya pasti akan menyingung perasaan Yana.


"Iya memang betul kan kalau Aldi ini anak kita"sahut Erik,sebenar nya dia sedikit emosi melihat anak nya terbaring di ranjang rumah sakit sendirian tanpa di temani oleh istri nya.


Samar samar Aldi bangun dari pingsan nya lalu melihat ke arah kedua oramg tua nya dan juga Yana.dia pun mengingat kembali kejadian yang menimpa nya sekitar dua jam yang lalu.


"Pak,mah kok malah berantem sih?" Tanya Aldi dia menatap swmbari menyipitkan mata nya.


"Eh,kamu udah sadar? Bagus lah! mama kira kamu hilang ingatan lho"ujar Lila.


"Pak,Yana gak salah.Aldi yang memang keluar tanpa sepengetahuan dia,tadi Aldi ninggalin dia tidur di kamar maka nya dia gak tahu kalau Aldi masuk rumah sakit" Tiba tiba saja Aldi berkata seperti itu,karena dia tahu Yana pasti sedang di salahkan oleh kedua orang tua nya.


"Tapi kata Yana,dia ada urusan penting diluar"sahut Erik


"Iya,habis keluar dia tidur!"


"Udah lah pak! Bapak pulang aja biar istri Aldi yang menjaga! Nanti bapak bisa sakit"


****


Hari hari Yana sekarang berada di rumah sakit,dia merawat Aldi dengan sepenuh hati hingga pada akhir nya Aldi sekarang sudah rawat jalan dan di perbolehkan untuk pulang.


Sampai di rumah, Yana langsung menghempaskan tubuh nya di ranjang.badan nya begitu terasa remuk karena kurang istirahat.


"Haaa,untung gue gak jadi dokter.kalau sempat jadi dokter bisa lebih dari ini lelah nya" gumam Yana sembari memejamkan mata nya.berbaring di ranjang sekarang ini begitu nikmat bagi nya.


Aldi datang dan memijat kepala Yana pelan.


"Lo pasti capek kan? Jagain gue beberspa hati ini di rumah sakit?"tanya Aldi sembari terus memijat kepala istri nya.


"Hmm,lelah banget! Maka nya lo jangan sakit lagi" sahut Yana.


Lima menit Yana terbaring,dia pun akhir nya terlelap.

__ADS_1


"Makasih ya lo udah merawat gue"gumam Aldi sembari mengecup kening Yana.


Dia pun ikut berbaring,dan beristrirahat bersama istri nya.


****


Hari ini,Yana kembali bekerja seperti biasa karena Aldi sudah sembuh.tapi Aldi masih libur untuk memulihkan sakit nya.


Di perusahaan TIOHAING,Yana berjumpa dengan Novi di lobby kantor.


"Eh mbak Yana? Kok baru kelihatan? Beberapa hari ini kemana aja?" Novi memberikan pertanyaan beruntun kepada Yana,dia sama sekali belum mengetahui jika Yana lah pemilik perusahaan tempat dia bekerja sekarang.


"Iya mbak,suami saya kemari sakitjadi ambil cuti biar busa jagain suami" ucap Yana.


"Oh,Aldi sakit? Gimana keadaan nya sekarang?"


"Udah mendingan"jawab Yana.


"Kemarin kata nya mbak Yana ini sedang hamil? Kok perut nya belum besar juga ya" Novi terlalu kepo dengan perut Yana yang belum juga besar besar.


Saat para staff lain melewati Yana,mereka menunduk dan mengucapkan sapaan.


"Pagi bu"


"Pagi" jawab Yana.


Bukan nya menjawab pertanyaan Novi,Yana malah berjalan untuk pergi.


"Saya duluan ya!"ucap Yana meninggalkan Novi yang saat ini terpelongo.


"Kok dia di sapa buk? Ah paling karena jabatan nya lebih tinggi mungkin"Novi tidak terlalu memikirkan itu,dia pun masuk ke ruangan nya.


Pada saat jam pulang kerja,Novi mengikuti Yana dari belakang agar bisa mememukan dimana rumah mereka,dengan menggunakan taksi online Novi akhir nya menemukan dimana letak keberadaan tempat tinggal Aldi bersama Yana.


Di sebuah komplek perumahan yang asri,dia tidak dapat masuk karena harus melewati satpam,dia pun berbelok dan memilih pulang saja.


"Disini pak,rumah saya ada di dalam!" Ujar Novi kepada supir taksi.


Mobil yang membawa Novi akhir mya berhenti di depan gang yang sempit.


"Ni pak ongkos nya!" Novi memberikan uang kertas berwarna biru kepada pengemudi.


"Wah,ini kurang mbak! Saya sudah jauh jauh mengantar mbak kok uang nya cuma segini?" Supir ojol itu tidak terima karena uang yang Novi berikan tidak sesuai dengan harga ongkos yang tertera di aplikasi.


"Udah segitu aja pak,uang saya cuma ada segitu" ujar Novi.


"Kalau gak ada duit ngapain naik ojol segala? Mending lu jalan kaki" supir ojol itu pun marah.


"Saya gak ada uang cash pak"


"Alasan aja lu,gak punya duit aja berlagak kayak orang kaya" umpat supir ojol


***


Hari berikut nya Aldi sudah bisa bekerja,dia kini sudah bisa mengantar Yana ke kantor tapi dengan menggunakan mobil Yana sendiri,karena mobil nya masih berada di bengkel.


Yana turun dari mobil dan menyalim tangan suami nya.


"Hati hati ya! Ntar kalau lo ketabrak lagi gue bakalan capek ngurusin lo di rumah sakit" ucap Yana sengit.


"Oke"


Bersamaan dengan itu,Novi turun dari ojek dan langsung menghampiri Aldi yang sedang berada di kursi kemudi.


"Hai Al! Kamu kemana aja kok gak kelihatan beberapa hati ini" tanya Novi,padahal dia sudah tahu jika Aldi sakit beberapa waktu belakangan ini.Yana menatap Novi dengan malas dia tahu sekali jika Novi ini hanya berbasa basi.


"Aku sakit"


"Sakit apa? Obat kamu masih sama kan,kalau makan apel bakalan sembuh?" Tanya Novi.


"Gak,itu dulu sekarang sudah lain.obat ku sekarang adalah istriku,kalau dia ada di samping ku aku merasa sakit ku hilang" jawab Aldi membuat Novi merasa malu sehingga menampilkan merah di wajah nya.


Jam masih menunjukkan pukul setengah tujuh,dia masih mempunyai waktu sekitar setengah jam lagi untuk mengobrol dengan Aldi,tapi masalah nya Aldi sangat tidak berminat untuk berbicara dengan Novi.


"Kamu udah sarapan belum? Kebetulan aku bawa dua bekal nih" Novi menyodorkan bekal nya kepada Aldi.Yana melihat tangan nya melihat apa lagi yang akan di lakukan oleh Novi di depan suami nya.


"Aku udah sarapan bersama istriku di rumah" jawab Aldi,meskipun dia berbohong tapi Yana merasa senang mendengar ucapan nya barusan.


"Oooh..." Novi menarik kembali bekal yang ingin dia berikan kepada Aldi.


"Aku ingin bicara berdua sama kamu Al" ucap Novi,tatapan nya begitu lekat kepada mantan kekasih nya ini.


"Mau berbicara apa? Tinggal ngomong aja apa susah nya" tanya Aldi.sedangkan Yana dia pergi dari sana menuju ruangan nya dengan wajah yang kesel.


"Kebetulan istri ku sudah masuk,sekarang bicaralah"


"Sebenar nya aku masih sayang sama kamu Al,aku menyesal udah menikah.sekarang setelah aku bertemu kamu lagi rasa sayangku semakin besar,aku udah gak mau lagi berpisah sama kamu" ucap Novi wajah nya penuh dengan penyesalan.


"Sekarang aku sudah menikah,dan aku sayang sekali kepada istri ku.tidak akan pernah ku tinggalkan istriku demi kamu yang dulu tidak mau bertahan hanya karena LDR"ujar Aldi.


Seperti nya Aldi memang sudah jatuh cinta kepada Yana,tapi dia belum bisa menjabarkan nya.


Aldi masih setia duduk di kursi kemudi dan berbicara kepada Novi karena dia ingin menyelesaikan masalah masa lalu nya yang dulu mungkin belum selesai.


"Aku.. aku mau kok Al untuk jadi yang kedua.aku tahu kamu masih sayang sama aku,dan aku sangat yakin kalau kita masih saling mencintai" ujar Novi yakin.


"Gak,kamu salah Nov.aku sudah tidak lagi suka sama kamu setelah kamu memutuskan hubungan kita waktu itu"ujar Aldi


"Ku rasa sekarang sudah tidak ada lagi yang perlu kita bicarakan! Kamu ingat ya Nov,kita sudah selesai sejak beberapa tahun yang lalu.jadi aku minta sama kamu untuk tidak mengganggu aku dan rumah tangga ku"tegas Aldi.


"Gak Al,aku gak bahagia dengan suamiku yang sekarang,dia selimgkuh dengan perempuan lain,dia juga kasar gak kayak kamu yang lemah lembut"ucao Novi.


Yah sebelum di tinggalkan oleh Novi dahulu,Aldi ini adalah orang yang lembut dan sangat perhatian beda dengan diri nya yang sekarang yang terkesan dingin dan tidak perduli dengan orang lain.


"Itu urusan kamu,bukan urusan ku.karna kamu yang memilih jalan mu sendiri.jadi sekarang aku mohon! Jangan ganggu rumah tangga ku karena itu hanya akan menyakitii hati mu " ucap Aldi.dia pun pergi meninggalkan Novi yang sedang menahan rasa sakit yang teramat dalam.


"Gak,aku yakin kamu pasti masih mencintai aku! Aku akn bukti kan itu"manolog Novi dalam hati dengan senyuman yang penuh arti.


"Mbak,masuk gih! Semua karyawan di tunggu di ruang rapat" ucap seorang staff memanggil Novi yang sedang melamun

__ADS_1


__ADS_2