Memilih Pergi Dari Suami Yang Selingkuh

Memilih Pergi Dari Suami Yang Selingkuh
ingin melapor polisi ?


__ADS_3

Citra sungguh sangat takut setengah mati, setelah mendengar perkataan Mira.


"Tapi kamu tenang aja cit,aku tidak sejahat itu yang membuat kamu masuk penjara,kalau kamu masuk penjara bagaimana kuliah mu nanti"ucap Mira tersenyum penuh kemenangan.


"Lagian kasihan ibu mertua kalau anak nya,semua masuk ke dalam penjara,"lanjut Mira lagi.


"Kamu pikir kamu siapa,bisa memasukkan orang ke penjara  sesuka hati mu"ucap Fatma yang terpancing emosi.


"Kalau orang nya bersalah,pasti akan gampang memasuk kan ke dalam jeruji besi bu,,ibu tahu apa yang di lakukan anak ibu tercinta ini,hampir saja membuat saya ternodai,sama hal nya seperti calon mantan suami saya,dan itu di lakukan dengan kesengajaan"jelas Mira,citra yang tidak mengerti mengerutkan kening nya.


"Kalau ngomong tu yang bener,gue ga ada ya nyuruh orang buat mempe**osa lo"sergah citra,setau citra dia hanya meminta Junaedi buat memecat Mira dari perusahaan dia bekerja,dengan menjanjikan imbalan kepada Junaedi bukan meminta Junaedi memperk**a nya.


"Semua ada di rekaman handphone gue,dan bukti nya sudah ada di kantor polisi."jelas Mira, citra yang mendengar itu langsung ketakutan setengah mati,bagaimana pun dia masih kuliah,bagaimana jadi nya nanti kuliah nya kalau dia berada di dalam penjara.


"Kalau kamu berani memasukkan citra ke dalam penjara,sama seperti arka aku akan melaporkan kamu tentang pencurian sertifikat rumah"ucap Fatma,Mira berpikir keras tentang sertifikat yang di ucapkan Fatma,apakah sertifikat rumah yang di maksud.


"Sertifikat rumah siapa yang Mira curi  bu ?? Tanya Mira tenang.


"Rumah arka yang kalian huni itu, sertifikat nya sudah kamu curi,aku juga bisa saja melaporkan kamu ke kantor polisi"ucap Fatma tersenyum licik.


"Silahkan saja ibu laporkan,dan asal ibu tahu, sertifikat rumah itu atas nama Mira Bu"terang Mira,seketika wajah Fatma penuh dengan wajah yang keheranan.


Lagi lagi Fatma mau berdebat dengan Mira tapi seketika berhenti ketika suara dering ponsel citra berbunyi.


Kring kring kring.


"Siapa cit"tanya mama nya


"Pembantu kita Bu"ucap citra,dulu Fatma meminta arka buat mencari asisten rumah tangga buat bersih bersih di rumah nya,dan tentu saja Fatma menyuruh arka yang membayar bulanan  sistem mama nya.


"Hallo mbok,ada apa "tanya citra tanpa ingin basa basi.


"Ini ada yang nyariin non Citra "ucap harfisah.


"Siapa mbok,dan ada apa dia nyari citra"tanya citra lagi.


"Dia tidak mau memberi tahu nama nya,non yang jelas kata nya non harus pulang..!! Jelas harfisah,dia terlihat begitu hati hati berbicara dengan nyonya muda nya


"Siapa sih,cewe atau cowo mbok"tanya citra,dia begitu penasaran dengan orang yang sedang mencari diri nya saat ini.


"Cewek  non,ada dua orang,seperti nya ibu dan anak"jelas hafisah.

__ADS_1


"Yaudah,bilang aja nanti aku sebentar lagi sampe"ucap citra.dan sambungan telepon pun berakhir.


"Kenapa cit"tanya Fatma setelah melihat citra memasukkan handphone nya ke dalam tas,


"Kata nya ada yang nyariin citra ma,kayak nya kita harus pulang deh siapa tahu itu teman kampus citra"ucap citra.sedangkan Mira yang sudah bosan melihat kedua wanita ini pun masuk ke dalam kontrakan nya untuk mengambil air minum setelah mengambil air minum dia pun kembali ke teras rumah untuk menemui mertua dan adik ipar nya lalu meneguk air minum yang ia bawa tadi.fatma dan citra menoleh ke arah Mira yang sedang meneguk air minum yang segar itu.


"Kamu gak nawarin kami minum"tanya Fatma dengan mata yang melotot.


"Kebetulan air minum Mira tinggal ini Bu, dan Mira haus gmna dong"tanya Mira senyum manis


"Memang kurang ajar Lo ya,sama mama gue eh mama gue ini masih mertua Lo,jadi Lo jangan kurang ajar kekgitu"bentak citra.


"Kurang ajar gmna maksud Lo,emang air minum gue tinggal segini doang,Kalau Lo mau tuh air kran"ucap Mira kapok,bagaimana pun dia merasa bersalah dengan tidak mempersilahkan mertua nya masuk dan tidak memberi mertua nya air minum,namun atas sikap mereka terhadap Mira,akhir nya Mira membuang rasa bersalah nya itu


"Sudah sudah,malah berdebat,sekarang kamu kasih sini sertifikat rumah arka"perintah Fatma.


"Buat apa ma,itu rumah di kasih buat Mira sebagai mas kawin waktu itu,jadi itu sudah menjadi milik Mira,siapa pun tidak bisa mengambil nya"tegas mira seketika Fatma pun naik pitam,dia langsung menarik rambut Mira sekuat mungkin,lalu menarik masuk ke dalam kontrakan.


"Ambil,,ambil sertifikat nya cepat"perintah Fatma yang terus saja menarik rambut Mira.


"Aaaaa,sakit bu,lepasin"teriak mira sembari berusaha menghindari tarikan Fatma,namun Fatma terus menarik rambut Mira.


"Cepetan ambil serifikat nya kalau kamu mau aku lepasin "ucap Fatma namun Mira hanya diam dan sesekali meringgis kesakitan,bukan tidak bisa melawan Mira hanya kasihan yang di lawan nya sudah wanita paruh baya.


"Ambil sertifikat nya Mira "perintah Fatma lagi.


"Sertifikat nya udah Mira jual"ucap Mira berbohong,bukan nya reda, emosi  Fatma malah semakin menjadi ketika mendengar Mira menjual sertifikat rumah itu,Fatma kemudian mendorong Mira hingga tersungkur ke lantai.


"Berani brani nya kamu menjual sertifikat rumah itu,sekarang serahkan uang nya"marah Fatma,Mira berdiri sembari meringgis kesakitan,lalu dia duduk di kursi dan melihat ke arah lutut nya,sedikit merah namun tidak berdarah,tapi sakit nya begitu terasa.


Fatma yang tidak di respon oleh Mira,punerasa di kacangin lalu dia melempar tas nya ke arah Mira yang sudah terlihat acak acakan itu


Bruk.


"Cepat serahkan uang hasil penjualan rumah itu"perintah Fatma, sebenarnya Mira hanya berbohong sudah menjual sertifikat itu,dia bahkan tidak kepikiran buat menjual rumah itu,namun setelah melihat reaksi mertua nya,dia sudah bertekad setelah sah bercerai dia akan menjual rumah itu.


Fatma semakin emosi,ketika Mira tidak merespon mertua nya itu,bahkan ketika tas mertua nya melayang ke wajah nya pun Mira hanya tetap diam,lalu fatma pun masuk ke  kamar Mira untuk mencari barang yang dia ingin kan karena Fatma juga tidak yakin kalau sertifikat itu sudah terjual karena rumah arka masih kosong dan juga  tidak ada pamplet yang tertulis "di jual"  di depan rumah itu.


Mira yang melihat mertua nya masuk ke kamar,dia mengambil kesempatan itu,dia keluar dari dalam kost kemudian memanggil satpam dari kejauhan,namun satpam tidak mendengar karena sedang berjalan keliling kontrakan ,Mira tidak kehilangan akal Mira pun menghampiri mawar dengan kaki yang berjalan dengan sedikit terpincang.


"Mbak mawar,tolong amankan kost saya dulu,itu mertua saya kaya nya lagi ngobrak Abrik kamar saya"ucap Mira sembari duduk di kursi.

__ADS_1


"Ya Allah tega banget mertua mbak,sampai lutut mbak  merah begitu"ucap mawar sembari menghubungi satpam yang sedang keliling kontrakan.


"Hallo pak,disini ada maling cepetan datang kemari"perintah mawar,tanpa basa basi satpam pun berlari menghampiri mawar.


"Diamana maling nya non"tanya satpam,mawar pun menunjuk kost Mira,satpam kemudian berlari dengan cepat ke arah kost Mira.


"Terimakasih ya mbak"ucap Mira senyum.


"Iya sama sama,itu kan sudah kewajiban aku sebagai penjaga kost ini,agar penghuni nya  merasa aman"sahut mawar dia terlihat begitu rendah hati.


"Seperti nya kaki mbak harus di kompres pake air dingin biar agak mendingan"ucap mawar dia begitu perhatian terhadap Mira,karena memang Mira juga orang nya sangat ramah dan juga perhatian.


"Udah ngak apa apa mbak,nanti juga mendingan sendiri"ucap Mira,namun mawar tetap pergi mengambilkan es batu dan kain untuk mengompres kaki Mira itu.


Sedangkan di kost Mira satpam sedang memarahi mertua Mira itu.


"Dasar kmu maling,bisa bisa nya masuk ke kamar orang dan mengobrak Abrik kamar nya, sekarang kmu ikut saya"ucap satpam itu tegas kepada citra, dia pun menarik tangan Mira ikut dengan nya satpam itu berpikir hanya ada satu orang saja yang membuat kegaduhan di kost Mira itu namun langkah nya berhenti ketika citra memanggil mama nya.


"Ma aku di tuduh maling sama satpam jelek ini"teriak citra,Fatma yang dari tadi sibuk mencari dimana letak sertifikat rumah Mira itu seketika berhenti lalu keluar dari kamar sebelah yang tadi di masuki citra.


Ketika Mira tadi pergi memanggil satpam,citra masuk untuk memanggil mama nya pulang namun mama nya menyuruh citra buat ikut mencari agar mereka cepat Pulang.


"Lepaskan dia,kami tidak pencuri"ucap Fatma ketika sudah berada di mulut pintu,satpam itu pun berbalik arah ketika mendengar ucapan Fatma.


"Oo ibu dan anak rupa nya"gumam nya


"Ibu juga ikut saya "ucap satpam itu,


"Kenapa saya harus ikut kamu,saya sudah ijin sama pemilik kost ini tadi,sama ibu melati,jadi kamu jangan asal tuduh kami pencuri,bisa saya tuntut kamu nanti"ucap Fatma,namun satpam  menarik tangan citra menuju ke kasir tempat mawar berada


"Ini orang nya non,mau kita apakan ini orang"tanya satpam itu.


"Lapor polisi aja,dia sudah mengganggu kenyamanan orang lain"ucap mawar datar,tanpa menoleh saat ini dia sedang  mengompres lutut Mira.


"Kami gak ngapa ngapain,kenapa loe harus lapor polisi" tanya citra.


"Ngak ngapa ngapain lambe mu,jelas jelas kamu udah mengganggu kenyamanan orang lain"ucap mawar,Fatma yang melihat anak nya di tarik pun akhir nya menyusul walau dia belum menemukan barang yang dia cari.


"Kami ga ganggu ya,mama gue cuma mau minta hak anak nya"ucap citra.


"Kami ga mengganggu kok,lagian saya cuma mau ngambil sertifikat anak saya yang di bawa oleh calon mantan istri nya ini"sambung Fatma sembari menunjuk ke arah Mira.

__ADS_1


"Tidak mengganggu sampai kaki mbak Mira ini sampai merah begini, seperti nya saya harus laporkan polisi"ucap mawar seketika wajah Fatma pucat..


__ADS_2