
"Kamu"??
Burhan menatap tajam ke arah arka.
"Papa kok gak bilang kalau perusahaan ini adalah milik papa"??ucap arka sembari mendekat ke arah Burhan.
"Siapa pah?"tanya nuri yang heran kenapa bisa orang yang datang ini masuk tanpa perintah terlebih dahulu, burhan hanya diam dan menunggu apa yang akan di ucapkan telah anak pertama nya ini.
"Oo,jadi ini perempuan murahan yang telah merebut papa dari mama"ucap arka bersamaan dengan itu Burhan langsung menampar pipi arka.
Plak.
"Jaga bicara mu"ucap Burhan dengan wajah yang sudah merah padam.
"Memang iya kan, kalau tidak ada perempuan ini"tunjuk arka ke arah Nuri."kami tidak akan terlantar selama puluhan tahun"ucap arka dengan gaya khas nya.
"Kamu siapa,??datang datang bilang saya wanita murahan?"tanya nuri yang tidak terima diri nya di katakan dengan sebutan itu.
"Saya,anak dari pak Burhan,dan Fatma yang telah kau hancurkan rumah tangga nya"jawab arka santai.
"Oh jadi kamu anak dari Fatma,pantas saja tidak tahu etika"ucap Nuri yang tak kalah santai dari lawan nya.
"Maklum aja sih ya pah,hasil dari didikan istri pertama papa itu"ucap Nuri sembari memandang ke arah Burhan,suami nya menjawab dengan senyuman yang manis.
Arka yang tadi nya santai kini terpancing emosi.
"Untung saja istri pertama papa gak ngasih ijin buat ketemu dengan dengan anak ini dulu"ucap Nuri sembari duduk di sofa ruangan suami nya.
"Sudah cukup,gak usah jelek jelekin mama ku"bentak arka.
"Turun kan intonasi suara mu jika kau berbicara dengan orang tua"ucap Burhan kini emosi nya mulai mereda.
"Sekarang bicara lah apa yang mau kamu bicarakan sehingga kau masuk tanpa ijin terlebih dahulu"ucap Burhan dingin.
"Aku tidak perlu ijin untuk masuk,karna perusahaan ini adalah milik ayah ku,dan sebentar lagi akan di wariskan untuk ku"ucap arka senyum.
"Oh iya,mana bukti nya kalau ayah mu yang memiliki perusahaan ini"tanya Burhan.
"Bukti nya sudah terlihat jelas,anda adalah ayah kandung ku dan sekarang anda berada di ruangan pemilik perusahaan"jawab arka.
"Tapi pada kenyataannya saya lah pemilik perusahaan ini"jawab Nuri tenang sembari menyatukan kedua lutut nya.
***************
Sementara itu di Sumatra Utara.
__ADS_1
kembali bekerja setelah satu hari di liburkan oleh Leon,meski pun kaki nya masih sedikit pincang ketika di bawa berjalan,Mira memasuki ruangan perusahaan dengan langkah pelan.
Beberapa karyawati yang sudah datang terlebih dahulu menatap ke arah Mira dengan tatapan sinis,dan berbisik bisik
"Si paling merasa cantik"bisik salah satu karyawati ke teman nya.
"Pasti dia pura pura tu jalan seperti itu biar bos gendong dia lagi ".
"Si paling dramatis"
Seperti itu lah ocehan yang di dengar telinga Mira,namun dia berusaha tak ambil pusing karena menurut nya dia berada di perusahaan ini untuk bekerja bukan untuk adu mulut
Perempuan cantik itu mengetuk pintu ruangan CEO,lalu masuk ke ruangan tersebut tapi dia tidak melihat sosok bos berada di kursi nya, kemudian dia pun duduk di kursi nya Lalu memulai pekerjaan nya.
Clek.
Mira menoleh ke arah pintu yang tengah terbuka.
"Saya pikir kamu belum masuk kerja,maka nya saya datang lama"ujar Leon sembari duduk di kursi nya.mira hanya senyum menanggapi ucapan Leon
"Kamu sudah sarapan"tanya Leon.
"Sudah pak"jawab Mira cepat.
"Oh itu pak,saya emang sengaja gak bawa bekal,lagian kan bisa pesan lewat goofood"jawab Mira,padahal sebenar nya dia lupa karna dia berpikir dia sudah memasukkan bekal nya ke dalam tas.
"Ck,kamu jangan berbohong seperti itu kanapa??untuk memulai sebuah hubungan harus di dasari dengan kejujuran Lo,jika dengan hal sekecil ini saja kamu berbohong bagaimana nanti dengan hubungan kita''ucap Leon sembari berjalan menghampiri Mira lalu memberikan rantang yang berisi bekal.
"Ini kan bekal aku,tapi kok ada dua"batin Mira,ketika melihat barang yang di berikan oleh Leon.
Pagi pagi sekali Leon ingin melihat keadaan Mira ke rumah nya sebelum berangkat kerja,namun ternyata Mira malah sudah berangkat,dan lupa membawa bekal alhasil Leon menawarkan diri kepada calon mertua untuk membawa bekal itu.
"Ini untuk saya pak"?? Tanya Mira bingung.
"Iya sayang"jawab Leon yang masih setia berdiri di samping kursi Mira.
"Apaan sih sayang sayang "ucap Mira cemberut.
"Kenapa"tanya Leon dia sengaja ingin bermain main dengan Mira.
"Gak ada"jawab Mira kencang.
"Astaghfirullah,bisa pecah gendang telinga saya kalau seperti ini"ucap Leon berpura pura memang telinganya.
"Ya lagian saya ngomong sedekat ini masa gak dengar"jawab Mira ketus.
__ADS_1
"Iya iya,ya sudah kamu sarapan dulu gih biar ga sakit lambung"ucap Leon sembari berjalan ke tempat duduk nya.
Mira mengambil satu bekal nya lalu pindah ke meja kosong yang kebetulan di sediakan untuk tempat makan,lalu membuka tempat bekal itu,bekal itu berisi nasi goreng spesial
"Saya gak di tawarkan mir"tanya Leon sembari melirik ke arah Mira.
"Mari makan pak"ucap Mira kikuk,Leon menghampiri nya lalu duduk di dekat Mira padahal Mira hanya sekedar basa basi saja.
Mira tidak tahu cara membagi makanan nya sedangkan tempat nya hanya satu lalu dia berdiri ingin mengambil bekal yang akan dia makan nanti siang.
"Mau ke mana"tanya Leon.
"Mau ambil bekal yang satu lagi pak biar bapak ikut makan"ucap Mira sembari berjalan namun Leon menahan tangan nya.
"Tidak usah,makan yang ini saja berdua asaya gak apa apa kok"ucap Leon.
"Bapak gak apa apa,saya yang keberatan"ucap Mira berubah ketus,Leon berdiri sejajar dengan Mira lalu menduduk kan Mira di kursi.
"Udah gak apa apa,saya cuma sekedar mencicipi saja kok"ucap Leon yang ikut duduk di samping Mira.
Tidak ada pergerakan Mira untuk memulai menyantap makannan nya,lalu Leon mengambil satu sendok kemudian menyuapkan nya ke mulut Mira.
"Aaa" ucap Leon,lalu Mira menoleh.
"Gak usah pak,saya bisa makan sendiri"ucap Mira sembari mengambil sendok dari tangan Leon,dia kemudian melahap bekal yang di siap kan oleh mama nya.
"Suapin saya dong mir,saya capek Lo bawa bekal kamu itu ke mari"ucap Leon.
"Gak,kalau bapak mau itu bekal untuk siang saya ambil aaja saya Iklas"ucap Mira yang mulut nya masih penuh dengan makanan.
"Gak mau,saya mau nya yang ini"ucap Leon sembari mengambil paksa bekal Mira yang sudah dia makan separuh.
"Jangan dong pak,itu bekas saya"ucap Mira menahan Leon agar tidak memakan bekal yang sudah setengah dia makan,namun Leon tidak perduli dia tetap memakan hingga makanan itu habis.
"Enak"ucap Leon ketika sudah melahap habis nasi goreng buatan mertua nya.
Leon meneguk air minum Mira yang ada di dekat Mira.
"Kamu udah kenyang belum"tanya Leon.
"Sudah kok pak"ucap Mira.
Leon mendekat ke arah Mira untuk membersihkan sisa nasi yang ada di bibir Mira.
Gruduk..
__ADS_1