Memilih Pergi Dari Suami Yang Selingkuh

Memilih Pergi Dari Suami Yang Selingkuh
Yana minggat


__ADS_3

"Itu ada darah pak" ucap salah satu polisi,mereka pun dengan cepat melihat di sekitar darah yang bercecer,dan pada akhir nya mereka pun menemukan Arka dengan keadaan yang sangat tragis,wajah nya yang penuh dengan darah tangan nya terkulai lemas,polisi mengguncangkan tubuh nya namun Arka tak memberikan respon.


Para polisi pun menggotong Arka ke dalam mobil,dan langsung di bawa ke rumah sakit,sementara Novi di bawa ke kantor polisi untuk di tangani.


Sampai di rumah sakit,Arka langsung di bawa ke ruangan UGD.polisi siap siaga menjaga di luar ruangan.


Begitu sampai di ruang UGD,dokter memeriksa keadan Arka yang berlumpur dosa,ehh?  Lalu memasang peralatan yang cukup di dalam tubuh nya.


Dokter dengan wajah yang kusut menatap ke arah rekan-rekan nya,dan para rekan yang lain sudah bisa menebak apa yang ada di pikiran dokter satu ini.


"Keluarga pasien ada? "Tanya dokter,polisi datang mendekat.


"Tidak ada,rekan kami sedang menghubungi nya,bagaimana kondisi pasien itu?" Tanya polisi balik


"Kami mohon maaf pak,kami tidak bisa menyelamatkan pasien karena luka nya terlalu parah,kepala nya terbentur dan mengalami keretakan"jelas sang dokter.


"Jadi,pasien sudah meninggal?" Tanya polisi menyakinkan.


"Iya,bapak bisa memeriksanya jika kurang yakin kepada kami"ujar sang dokter.


Polisi itu pun mengecek keadaan Arka,dan benar saja denyut nadi nya sudah tidak ada,badan nya pun membiru wajah menjadi pucat.kini Arka sudah tidak bernyawa atas perbuatan nya sendiri,dia menemui ajal nya.


Para polisi yang lain pun kini sudah mendapatkan alamat orang tua Arka dan segera menghubungi mereka dan menyuruh melihat anak nya untuk terkhir kali nya.


Di rumah fatma sangat merasa terpukul atas kepergian putra nya,dia pingsan berkali kali sebelum sampai ke rumah sakit.dan saat ini mereka sudah berada di rumah sakit dan menemui jasad putra nya.


''Arka! Bangun nak,jangan tinggalin mama nak tolong bangun"isak tangis Fatma begitu pilu ketika melihat tubuh Arka terbaring tak berdaya di ranjang pasien.air mata pun turun deras,siapa yang tidak merasa terpukul jika kehilangan orang yang dia sayangi.


Adik nya juga ikut menangis di samping ibu nya,dia tidak menyangka kakak nya pergi begitu cepat.


"Ini pasti gara-gara polisi itu! Aku gak mau tahu mereka harus tanggung jawab! Mereka harus mengembalikan nyawa putra ku"Fatma teriak histeris di samping jasad anak nya.


"Sudah Fatma,kita gak bisa menyalahkan orang lain,ini semua sudah takdir dari yang maha kuasa,kamu harus iklas!"ucap Budi menenangkan istri nya.


"Tidakkk! Mereka harus tanggung jawab!" Bersamaan dengan itu,dia kembali jatuh pingsan.hati nya tidak sanggup melihat pemandangan ini.


Citra memeluk ibu nya dan memanggil dokter,dia bisa mengontrol emosi nya dibandingkan Fatma.


"Sadar dong ma! Jangan buat Citra tambah sedih dong!"Citra mencium tangan ibu nya,dia sangat khawatir jika ibu nya juga pergi meninggalkan diri nya.


****


Di rumah Yana,dia sudah merasa lega karena Aldi sudah pulang meski wajah yang legam tapi Yana tetap bersyukur karna masih bisa melihat suami nya pulang dengan selamat.


"Mas,kenapa bisa di culik? Dia mau ambil duit mas? Atau orang itu penjual organ tubuh manusia?"Tanya Yana dengan pertanyaan yang tidak bisa di jawab Aldi satu persatu.


"Novi,dia yang merencanakan kejahatan buat mas.tapi kamu tenang aja ya sayang! Dia sudah masuk ke dalam penjara kok,jadi dia gak bakal bisa gangguin kita lagi"jelas Aldi membuat Yana semakin lega.


"Bagus lah,tapi kok wajah mas sampai babak belur begini? Mas di pukuli sama Novi?"Yana terus bertanya di sela diri nya sedang mengompres wajah suami nya yang legam.


"Pacar nya yang mukul,tapi pada saat mas di ikat.coba tangan mas gak diikat pasti mas lawan dia"ucap Aldi,membuat Yana tersenyum.


"Hmm,takut banget sih dibilang gak gentle"ucap Yana yang mengerti isi kepala suami nya.


"Iya dong,kan mas selau gantle"ucap Aldi sembari mengelus pipi istri nya.


"Makaasih ya,walaupun kamu lelah kamu masih mau menyempatkan diri  buat ngerawat aku"lanjut Aldi,perasaan nya menghangat,melihat perlakukan istri nya yang begitu perhatian.


"Untung saja Chelsee pengertian,saat papa nya lagi butuh perhatian dia anteng tidur"ujar Yana sembari menatap sekilas ke ranjang mereka.


"Kamu baik banget lho sayang,walaupun kamu kurang tidur kamu terlihat masih bugar walau sebenar nya mata kamu terasa panas"ucap Aldi,dia sebenar nya tahu jika Yana terbangun tengah malam,dan membangunkan diri nya.tapi dia pura-pura tidur untuk mengetes kesabaran istri nya dan ternyata istri nya bisa lebih tabah.


"Emang kelihatan banget ya mata aku merah?" Tanya Yana sembari memgang kelopak mata nya,Aldi dengan sigap meraih tangan istri nya lalu meletakkan di bagian pipi.


"Maafin mas yah,sebenar nya tadi malam mas terbangun saat Chelsee nangis dan juga waktu kamu bangunin"ucap Aldi tersenyum manis.


"Ihh,jadi mas ngerjain aku ? Jahat banget sih?"Yana berubah bete.


"Gak sayang,mas cuma ngetes doang kok.dan mas beruntung banget bisa dapetin kamu dan hati mu"ujar Aldi,dia memeluk istri nya dengan erat,disaat ingin bermanja-manja Chelsee bangun dan mengganggu ritual kemesraan orang tua nya.


Aldi membaringkan tubuh nya di kasur sembari melihat ke arah langit-langit kamar nya,dia sangat menyayangkan sikap Novi dan juga Arka.bersamaan dengan itu,dia menerima panggilan dari Leon yang mengabarkan jika pacar Novi sudah meninggal atas kecelakaan di gedung tua itu.


"Yang penting bukan gue yang bunuh"manolog Aldi,dia tidak perduli dengan apa yang terjadi kepada Arka,setelah selesai berbicara Aldi meletakkan ponsel nya kemudian mendekat ke arah putri dan istri nya.


"Ih,cantik banget putri papa.sama kaya mama nya "ucap Aldi gemes,padahal wajah anak nya itu lebih mirip ke diri nya,saat sedang bercanda.Bel rumah mereka lun berbunyi.


"Mau cari siapa bu? "Aldi menatap visual wanita paruh baya yang sedang berdiri di depan pintu dengan membawa tas ransel.


"Saya di suruh oleh pa Tio untuk membantu menjaga cucu nya disini"jawab wanita paruh baya itu,Aldi tidak percaya begitu saja,dia pun menghubungi mertua nya untuk menanyakan kejelasan


"Ya sudah masuk! Tapi yakin kan gak niat jahat-jahat sama keluarga saya"Aldi bertanya dengan wajah yang begitu tegas.


"Iya pak"


Yana yang baru keluar dari kamar seketika terkejut ketikata Aldi membawa wanita.


"Siapa mas?"dengan wajah orang kebingungan Yana mendekat ke arah suami nya.


"Ibu ini sini buat bantuin kita ngejaga chelsee"


"Kan aku udah bilang,biar aku aja yang rawat,mas gak percaya sama aku?"Yana mulai kesel


"Bukan mas yang nyariin lerawat ini sayang,ibu ini papa yang bayar bukan mas"ujar Aldi,Istri nya hanya tersenyum malu.


Hari berjalan seperti biasa,Aldi oun kembali bekerja dengan oerasaan yang tenang tanpa ada gangguan dari Novi atau siapa pun,namun secara tiba-tiba wartawan menyerbu diri nya di kantor untuk menanyakan tentang hilang nya nyawa Arka di gedung tua.


"Lah,jangan tanya saya! Tanya aja sana sama polisi,disini saya hanya korban"ucap Aldi kesel dia pun menerobos puluhann wartawan yang menghalangi jalan nya,ternyata para wartawan itu tidak menyenyerah mereka terus aja mengikuti Aldi sebelum lelaki itu menghilang di telan pintu.


Sementara Novi,dia sangat bosan berada di dalam penjara,hati nya pun seketika rindu dengan putri nya yang sedang berada di luar kota.


Karna perbuatan nya sendiri,dia tidak bisa menemui putri nya dalam waktu yang sangat lama,dan juga karna kecerobohan nya dia akan menua di penjara.


Wanita itu hanya bisa menangis sepanjang hari.


"Eh lo dari kemarin nagis mulu,air mata lo itu gak ada guna nya! Lo gak abakal di keluarin dari sini walau pun lo nangis darah sekalian"ujar teman satu buih nya.


"Aku cuma rindu sama anak ku aja mbak"jawab Novi menahan tangis.


"Maka nya kalau mau berbuat kejahatan lo pikirkan dulu kosekuensi nya jangan asal berbuat"balas teman nya itu,Novi terlihat lemas hingga pada akhir nya dia terjatuh pingsan

__ADS_1


"Woyy bangun! Malah pingsan,jangan pura-pura dah disini gak bakalnmempan"ujar perempuan disamping nya,tapi Novi tidak juga duduk,dia benar-benar pingsan.


Para polisi pun membawa Novi kerumah sakit untuk di tangani.


Di kantor KING KARL, wartawan tak kunjung pergi mereka masih ingin mendapatkan informasi tentang bagaimana kejadian Arka hingga meninggal.


"Lo verifikasi deh sana Ta,gue malas banget di liput"ucap Aldi saat mereka sedang menikmati makan siang.


"Ralat Klarifikasi"


"Terserah lah apa kek yang penting gue gak mau lihat wartawan itu ada disini,"ujar Aldi.


"Ngapain di pikirin,nanti juga mereka bakal pergi,lo nikmati aja makanan li biar kenyang"


"Oh iya,btw orang tua Arka mau nuntut ya? Mau nuntut sama siapa dia"tanya Aldi,kini mereka sudah seperti emak-emak komplek yang hoby ngerumpi.


"Ke polisi,kata nyokab nya sih mereka harus ngembalikan nyawa anak nya"sahut Leon.


"Polisi harus ikut gabung ke tim evenger ini biar bisa kembali ke masa lalu"timpal Aldi.


"Iya,tapi gue kasihan sih sama nyokab nya.dia pasti sedih banget secara kan dia anak pertama yang dia ajarin dari bayi"ucap Leon.


"Iya kasihan sama ibu nya,cuma kalau ingat kelakukan anak nya gue bisa geram sendiri''


''Udah lah,ngapain bahas orang yang udah tiada,mending lo kerja balik"ujar Leon


"Masih ada wakyu tiga puluh menit lagi byat gue istirahat,lo jangan buat gue jadi kerja rodi dong disini"


"Eh ini perusahaan sudah menjadi tanggung jawab lo! Jadi lo harus jagain baik-baik dan kerja yang bener"Leon mengingatkan,jika KING KARL ini sudah dia berikan tanggung seutuh nya ke pada Aldi.


"Gue gak sanggup Leon"


"Woy,lo gak sadar di dunia ini gak ada kesempatan yang kedua,di luar sana banyak yang mau jadi bos besar kaya lo.sampai mati-matian menggunakan cara yang sangat di luar nalar.lah Lo di kasih malah nolak"Leon tidak habis pikir dengan sepupu nya,ketika orang pada berebut harta,Aldi malah tidak tergiur dengan kekayaan yang sudah ada di depan mata.


"Gue mau jadi orang biasa aja Ta,tapi kalau lo maksa sih gak masalah,ntar kantor ini gue jual dan duit nya gue bagiin ke panti asuhan"


Leon tidak setuju dengan pendapat sepupu nya ini,Farel mati-matian membesarkan perusahaan dia malah seenak nya menjual dan akan membagikan uang nya ke panti asuhan.


"Lo mixer dulu deh otak lo,biar pikiran lo bisa encer"


''Gimana kalau kita kasih dulu ke Anhar,dia kan masih darah muda tuh,pasti bakalan senang kalau di kasih harta yang banyak"


"Lagian,sua puluh tahun yang akan mendatang kan ada Tian yang bakal nerusin perusahaan ini"tambah Aldi lagi.


"Nanti gue pikirin,tapi sekarang tanggung jawab lo sebagai bos disini.titik gak pake koma"


Leon masuk ke ruangan nya lalu mengurus,surat kepemimpinan perusahaan nya itu,sebelum nya dia sudah membicaraakan ini ke pada papi nya.


Pemimpin sekarang adalah Aldi dan pemilik nya adalah Tian brata,maka dua puluh tahun yang akan mendatang Tian yang akan menjalankan bisnis papa nya ini.


***


Di rumah sakit,kini Novi telah sadar dari pingsan nya.dia melihat ke sekitar nya untuk mengenali sedang dimana diri nya sekarang,dan kesadaran nya pulihbkeyika suster memanggil nama nya.


"Bu,Novi sudah sadar? Sebentar saya panggilkan dokter"


Suster itu pun datang berssma dokter.


Diam,Novi perlu waktu untuk mencerna kata-kata dokter itu,dia meneguk SALIVA nya.tidak pernah membayangkan kejadian ini akan menimpa nya dua kali,hamil di luar nikah karena pacaran yang terlalu jauh.


"Apa doker gak salah? Sebelum nya saya memakai KB lho dok"ujar Novi dia seperti nya tidak yakin dengan ucapan dokter itu.


"Jika ibu kurang yakin dengan kami,ibu bisa mengecek dengan tes peck"anjur Dokter.


Dengan pandangan yang kabut,Novi berjalan ke arah kamar mandi dan mengecek sendiri.


Dengan hitungan menit,tespeck itu membuktikan perkatan dokter,terdapat garis dua di stik itu.


"Ini tidak mungkin,bagaimana bisa?" Novi masih belum juga percaya,dia mencubit badan nya,dan seketika dia meringis sakit.


Dia menghela nafas panjang kemudian kembali ke ranjang nya.


"Gimana buk? Apa ibu masih meragukan perkataan kami?" Tanya dokter,Novi hanya menggeleng dan terduduk lemas di ranjang nya.dia tidak mungkin mengatakan kondisi nya kepada keluarga nya di kampung sedangkan dia masih di tahan dalam penjara.


Dokter memberikan dia vitamin dan juga obat pening,kemudian Novi kembali di bawa ke buih.


****


Hidup Anhar terasa tenang karena dia sudah tidak pernah bertemu dengan Dea yang kerap menggodai nya.baik dia sedang berbelanjan dengan mama nya ataupun di jalan.


Saat dia sedang berada di supermarket,dia fokus pada wanita yang wajah nya sedikit mirip dengan Dea,bukan mirip karna itu memang Dea.tapi Anhar merasa aneh karena Dea tidak mendekat seperti biasa nya padahal mereka sudah saling melihat,Dea malah menjauh dan tidak open dengan keberadaan Anhar disana.


Hati Anhar sedikit terganggu,dia merasa aneh dengan diri nya.mulut nya yang berkata jika sangat bagus tidak ada Dea yang menganggu tapi hati nya seolah ingin diganggu seperti dulu.


Anhar sengaja mendekat,tapi seolah tidakk ada Dea disana,dia masih berharap Dea se agresif kemarin tapi,sudah berusaha mendekat sang gadis tetap cuek.


"Ih,apaan sih ni pangeran? Malah mendekat orang udah sengaja menjauh "gerutu Dea,dia ingat perkataan sahabat nya jika dia harus menahan diri untuk tidak menganggu Anhar ketika mereka berpapasan,tapi mulut nya sangat gatal untuk menggombali lelaki itu.


Dea berusaha mengabaikan pangeran nya,dan memilih barang yang akan ia beli,hingga pada akhir nya Anhar menyapa.


"Hey"


Dea menahan kepala nya yang ingin cepat menoleh ke arah pangeran nya,"tahana Dea,lo harus jadi wanita yang kuat iman nya"manolig Dea dalam hati,sedangkan Anhar yang tidak mendapat tanggapan dari gadis itu langsung memegang bahu Dea dan memaksa untuk melihat ke arah diri nya.


"Kenapa ya mas?" Dea masih berpura-pura tidak tahu jika Anhar yang da di belakang nya.


"Oh lo Anhar,kenapa?"tanya Dea tersenyum manis,dia memaksa bibir nya agar tidak memberi gombalan kepada Anhar.


"Ah gak,gue salah orang! "Ucap Anhar,lalu berlalu pergi mensauh dari Dea,itu adalah teknik nya untuk memancing Dea.


"Iiii dasar lo,kirain emang gue yang mau di cari.sialan! Kenapa lo ngasih saran kayak begini sih sama gue besti?" Dalam hati Dea kesel kepada sahabat nya.


"Tahan Dea,tahan"


Dea melirik ke arah diamana Anhar berada,dan ternyata Anhar sedang melirik nya juga.


"Jangan buat gue melting begini dong pangeran,lo lihat ke arah gue tapi belum tentu kan lo mau ngeliatin gue"


***

__ADS_1


Enam bulan berlalu,usia Chelsee yang sudah setengah tahun itu kini sudah bisa merangkak,gigi nya pun sudah tumbuh dua di bagian atas.


Chelsee sangat aktif,sehingga Yana kadang kuawalan untuk menjaga nya.apalagi jika dia di bawa untuk kondangan atau jalan-jalan.


Enam bulan belakangan ini,Adli kerap cuek kepasa istri nya.entah apa yang membuat suami Yana itu seperti itu.pulang kerja bukan nya melihat anak nya Aldi langsung menuju ke kamar membersihkan diri lalu bermain ponsel di kamar nya.


"Sudah pulang mas? "Yana mencium punggung tangan suami nya lalu menerima tas kerja yang tadi di tenteng oleh Aldi.


"Mas mandi dulu Ya!"ucap Aldi berlalu,istri nya mengangguk sembari senyum,selesai mandi Aldi pun sibuk dengan ponsel nya di kamar.


Kaki kanan yang bertumpuan dengan kaki kiri,serta punggung yang bersandar di kepala ranjang Yana menghampiri.


"Mas gak lihat Chelsee? Dia lagi mau di gendong papa nya tuh"ucap Yana.


"Iya,ini mas mau kesana.kamu capek ya istirahat gih"ujar Aldi,sembari berlalu pergi menuju tempat bermain putri nya.


Selalu seperti itu,jika Yana tidak mengingat kan suami nya itu tidak akan bergersk menemui putri nya.Yana sangat heran dengan sikap suami nya yang berubah 90 derajat.


"Apa yang kurang dari gue? Apa kurang menarik? Atau ada salah sama suami"Yana menanyakan kepada diri nya,lalu Yana menghampiri Aldi yang sedang asik bermaij dengan Chelsee


"Mass?"


"Hemm"


"Mas udah bosan ya sama aku?"


Aldi menoleh sembari mengeritkan dahi,lalu mendekat ke arah istri nya.


"Iya gak dong! Kenapa kamu mikir nya kaya begitu sih? "


"Iya habis nya mas cuek banget,akhir-akhir ini malah lebih sayang sama ponsel di banding istri sendiri"


"What?"


"Ponsel di pegang-pegang,sedangkan istri nya di cium aja udah gak pernah"


"Kamu mau di cium?"


"Iya lah,semenjak aku ngelahirin.ketika mas pulang kerja udah gak pernah cium kening dan juga di peluk"ujar Yana,dia sudah tidak mau lagi memedam di hati nya.dia ingin tahu kesalahan apa yang dia buat sehingga Aldi bisaa berubah.


"Kita udah menikah lama sayang,tindakan yang kamu bilang tadi hanya untuk pengantin baru saja''jelas Aldi.


"Apa? Jadi maksud mas aku gak berhak mendapatkan kemesraan lagi dari suami aku?"


Aldi malas berdebat,dia pun mengecup kening istri nya kemudian beralih ke putri nya


"Mas istirahat dulu ya"dia berlalu pergi dari hadapan Yana.


"Tuh,kebiasaan kan,malah di tinggal pergi"gerutu Yana,dia berubah kesel.


"Bu titip Chelsee ya?"


Yana ingin melampiaskan kekesalan nya kepada sang suami agar suami nya itu lebih peka lagi,namun niat nya di urungkan karena Aldi kini terlelap,entah pura-pura tidur atau benar sudah terlelap.


Yana mengelus rambut cepmek suami nya.


"Kalau udah bosan kasih tahu ya,apa yang mas bosankan biar aku bisa rubah.jika bosan dengan kehadiran ku aku siap kok untuk pergi"


Yana pun mengambil selembar kertas lalu menuliskan sesuatau disana.kemudian membereskan pakaian nya dan juga Chelsee.


****


"Kamu datang kok gak ngasih tahu mama dulu,suami kamu dimana kok gak ikut?"tanya Selvi beruntun.


"Mau ngasih kejutan mah,mama jangan kasih tahu mas Aldi Yana ada disini ya ma"pinta Yana,yang sedikit aneh menurut ibu nya.


"Kenapa sayang? Kamu lagi berantem sama suami kamu?" Selvi mengambil Chelsee dari gendongan Yana,putri nya itu hanya terdiam tanpa menjauwab rasa penasaran dari ibu nya.Selvi bisa membaca dari raut wajah Yana yang kurang bersahabat.


"Yan,rumah tangga itu gak seperti ini.yang pergi begitu aja meninggalkan masalah di rumah,emang kalau kamu tinggalin suami kamu masalah nya selesai? Enggak sayang,itu malah bisa menambah masalah kalian"jelas Selvi,dia sangat tahu di umur pernikahan yang masih seumur cabe pasti bakalan ada pedas-pedas nya.ada saja masalah yang datang untuk menguji rumah tangga pengantin baru.


"Tapi mas Aldi belakangan ini selalu saja cuek sama Yana mah,jangan kan senyum peluk dan cium aja udah gak pernah"sahut Yana cemberut.


"Aduh sayang,kalau cuma masalah cuek itu biasa.laki-laki pasti ada rasa bosan nya apalagi kamu suka marah-marah gak jelas,itu semakin membuat suami kamu semakin lelah apalagi ketika dia pulang kerja dan kamu cemberut,lelah nya akan bertambah"Selvi membawa cucu nya duduk di sofa.


"Yana gak semberut kok ma,malahan Yana terus menyambut kepulangan nya"Yana mengingat semua yang sudah leeat dan dia merasa tidak pernah cemberut apalagi marah-marah.


"Hmm,mama tahu ni permasalahan nya,pasti kamu jarang memanjakan dia kan? Nak,itu lah tugas sebagai seorang istri harus bisa membagi kasih sayang kepada anak dan suami.pasti perhatian kamu lebih ke Chelsee dibanding suami"Selvi seolah bisa membaca permasalahan putri nya,tapi lagi-lagi Yana menggeleng.


"Pergatian Yana gak berkurang ma,malah Yana yang kurang perhatian.lihat aja badan Yana lusuh dan bau"ujar Yana sembari mencium aroma tubuh nya.


"Sejak menikah dan melahir kan,Yana sudah gak pernah luluran ke salon,jalan-jalan ke mall juga sekali seminggu.padahal Yana butuh refresing setiap saat"ucap Yana kembali membayangkan masa lajang nya dahulu.


"Kamu kan bisa pergi ke salon,punya uang kan? Kalau gak ada bilang biar mama transfer"Selvi tidak tahu mengapa pikiran anak nya menjadi sempit seperti sekarang,dia seolah kehilangan Yana yang pikiran nya maju.


"Repot ma,kan ada Chelse.ntar kalau dia nangis bisa gagal"


"Bawa lah asisten kamu,biar dia yang jaga untuk sementara, saat kamu sedang berada disalon"


Yana menarik nafas dalam,dia tidak kepikiran kesana.tapi tetap saja hati nya seolah kurang karena dia merasa perhatian Aldi sudah berkurang.


"Udah kamu istirahat gih! Besok biar mama temani kamu ke salon"


Yana pun pergi ke tempat tidur yang dia tempati semasa lajang.kamar itu masih terlihat sama seperti dulu,tidak ada yang berubah hanya lemari yang kini isi nya lebih sedikit di banding waktu itu.


Yana menghempaskan badan nya ke tempat tidur,dia masih ingat diri nya selalu menatap lelaki yang dia suka dari jendela kamar ini.


Berjalan ke arah jendela,dan duduk termenung disana.pikiran nya jauh berkelana memgingat Leon yang sering duduk di teras lantai dua.


Sementara di kamar Aldi,lelaki itu sedang mencari keberadaan istri nya,saat dia meraba ranjang namun tidak merasakan keberadaan Yana di samping nya.dia duduk lalu melihat ke seluruh ruangan kamar,lalu kemudian beralih keluar namun tidak juga menemukan istri nya.


"Bu,lihat Yana gak?"tanya Aldi dengan wajah cemas.


"Tadi sih keluar pak,bawa koper dengan non Chelsee"


Hati Aldi terkoceh,dia berlalu kekamar dan mencari letak ponsel nya.pandangan nya tertuju kepada kertas yang sudah berisi pesan singkat Yana.


Jangan cari aku,kalau mas masih bersikap cuek dan dingin.


Aldi menggelengkan kepala nya,ternyata separarah itu efek samping dia bersikap cuek kepada Yana.

__ADS_1


Dia pun menghubungi mertua nya,yang mungkin mengetahui keberadaan istri dan anak nya


"Hallo ma,Yana dan Chelsee apa ada di sana?"tanya Aldi ketika panggilan sudah terhubung.


__ADS_2