Memilih Pergi Dari Suami Yang Selingkuh

Memilih Pergi Dari Suami Yang Selingkuh
ngerjain Aldi


__ADS_3

Meski sudah halal,Aldi belum berani mengambil hak nya sepenuh nya karena dia takut Yana akan ilfiel kepada nya.


Puas dengan posisi sekarang,Aldi kembali memeluk tubuh Yana dan menghitup aroma farfum Yana dalam dalam melalui tengkuh leher nya.


"Kaya nya gue udah mulai sayang sama lo" gumam Aldi dengan posisi yang masih sama.


Yana menerjabkan mata nya,dia bingung apa yang barusan dia perbuat? Ciuman pertama nya di berikan kepada Aldi si cowo beruang kutup? Dia sedang tidak bermimpi karena ini sangat terasa nyata! Dia merasa Aldi telah menghipnotis nya.tapi saat ini bukan lah waktu nya marah marah.karena saat ini waktu nya kabur,jangann sampai Aldi benar benar mengambil hak nya seutuh nya sebagai seorang suami.


Yana langsung berlari keluar kamar dan masuk ke dalam kamar mandi tamu,dia menatap wajah nya di cermin.


Bibir nya yang terlihat memerah akibat oerbuatan suami nya,sumpah demi apapun Yana merasa sangat malu sekarang.


"Gue apaan sih? Gue pasti bakalan malu buat ketemu dia?" Gumam Yana.


Sedanfkan Aldi dia begitu santai,tanpa memikirkan kejadian yang barusan dia lakukan,dia bergegas untuk mandi dan membersihkan diri nya.


Bayang bayang Yana saat berada di dalam pangkuan nya begitu mengundang gairah nya,dia lelaki normal yang bisa kapan saja turn on,apalagi hidup serumah dengan seorang wanita cantik dan muda di tambah lagi seksi,dia tidak munafik.


Setelah mendingin kan badan di selama beberspa jam di kamar mandi,akhir nya Aldi keluar dengan badan yang segar dan wangi,dia telah selesai mandi dan segera mencari baju di lemari pakaian.


Dengan menggunakan baju kaos dan celana pendek,dia menghampiri Yana yang sedang duduk melihat ke arah rumah tetangga.


"Yan, lo mandi sana gih! Udah gue masakin air panas" ucap Aldi sembari duduk di dekat Yana.dua bqah kusri terpangpang di teras rumah mereka.


"Nanti,gue masih malas" jawab Yana, hari ini masih sore biasa nya Yana akan malam jika waktu sudah menunjukkan magrib


"Sekarang! Nanti keburu air nya dingin lagi, dan lo bisa masuk angin kalau mandi terlalu malam" ujar Aldi.


"Dingin ya tinggal di angetin lagi" sahut Yana.


"Gue mau jalan ke depan sana! Lo brani disini sendiri? " tanya Aldi,sebenar nya dia ingin mengajak Yana jalan sore,tapi dia terlalu malu untuk mengatakan nya.


"Yaudah sana! Gue gak takut disini sendiri.emang nya anak kecil takut di rumah sendirian" ucap Yana,suara nya terdengar sewot,membuat Aldi tersenyum tipis.


"Oh iya! Waktu rumah ini kosong,tetangga sebelah bilang ada orang yang lagi nyuci piring disini"


"Maksud nya?" Tanya Yana bingung,Aldi kembali duduk di kursi dia melioat kedua tangan nya di dekat insang.


"Denger denger,rumah ini tu angker.gak ada penghuni nya tapi suara orang lagi beraktifitas terdengar dari luar"


"Ya dirumah ini" ucap Aldi santai,sebenar nya dia hanya bercanda agar Yana mau ikut keluar bersama nya.


"Yaudah tungguin,gue ikut! Lo disini gue mandi sebentar" Yana bergegas mandi.sedangkan Aldi dia merasa sangat senang melihat istri nya ketakutan.padahal dia hanya mengada ngada saja.


"Bisa karate,istri multifungsi.tapi takut sama setan"Aldi tertawa cekikikan membayangkan kembali wajah tegang Yana barusan.


Tidak berselang lama,Yana pun keluar dengan baju santai.dia menyesuaikan baju yang Aldi pakai dengan baju nya.


"Udah yuk!" Ajak Yana,Aldi melihat dari bawah sampai ujung pucuk kepala Yana.istri nya begitu cantik walau tanpa make up,tapi satu yang menganggu pikiran Aldi,istri nya sangat seksi dan dia sangat tufak rela jika laki laki lain memandang istri nya nanti.


"Lo pake baju begini ke depan? Dengan memperlihatkan paha Lo yang mulus itu?" Tanya Aldi sinis.


"Ya elah emang kenapa? Gue gak bawa baju panjang.gue pikir kita gak bakalan keluar sore " jawab Yana.


"Yaudah kita gak usah jadi keluar" Alsi kembali masuk ke dalam rumah,sungguh dia tidak rela jika laki laki lain melihat bentuk lekuk tubuh istri nya.


"Emang kenapa sih? Kita kan naik mobil.emang nya lo mau ngapain ke depan sana?" Cecar Yana dia mengikuti Aldi dari belakang.


"Oh iya ya! Kan pake mobil" manolog Aldi dalam hati.


"Kita mau cari makan malam,dan sekalian beli perlengkapan buat sarapan besok" jawab Aldi dia pun balik berputar dan mengambil mobil dari tempat parkir.


Tin tin.


"Kunci rumah nya ya"


"Siap bos"


"Kita makan di rumah aja ya! Biar gue beli di warung nanti" ujar Aldi.


"Hmm,sebenar nya gue malas keluar bareng lo .tapi karna terpaksa ya mau gimana lagi" ujar Yana.


Aldi cemberut karena nya,apa Yana gak bisa menjaga perasaan suami nya.lihat lah sekarang Aldi tidak bersemangat lagi untuk keluar menca,ri makan.


"Kenapa wajah lo di tekuk gitu? Gue benar kan? Sejak kenal sama lo, hidup gue jadi berantakan seperti ini. Gue jadi istri beruang kutup.yang bicara kalau ada perlu saja"Yana terus saja merocos membuat telinga Aldi memanas.


Yana protes atas hidup nya sepanjang jalan menuju ruang makan,mulut nya tidak mau berhenti berbicara membuat Aldi merasa jengah.


Tidak tahan dengan ocehan Yana yang menyalahkan diri nya,Aldi menghentikan laju mobil nya dan menepi sedikit ke pinggur jalan.dengan kasar Aldi mencium kuat bibir Yana,istri nya itu berontak.namun tenaga Aldi tetap lebih kuat dari diri nya.


"Kalau lo terus saja berbicara,gue bakalan cium lo sampe lo gak bisa nafas" ujar Aldi dengan wajah datar nya.Ya itu lah yang tidak di sukai oleh Yana,wajah bengis dan datar dari suami nya membuat dia emosi sendiri.

__ADS_1


"Sekali lagi lo lancang nyium gue,gue laporan lo" ancam Yana.


"Mau lapor ke siapa? Lo itu istri sah gue dimata hukum dan negara! Kalau lo gak malu buat laporin.ya silahkan gue gak akan ngelarang! Ucao Aldi dia melanjutkan perjalanan mereka untuk membeli makan malam nanti


"Arrgg,beruang kutup"ucap Yana dia merasa gemes,dia ingin mencakar wajah suami nya itu.


*****


Hari ini Yana berangjat kerja di antar oleh suami nya.niat awal untuk memata matai andreas,kini berubah menjadi tanggung jawab yang begitu berat.


Ini lah alasan Yana kenapa tidak mau bekerja di perusahaan Ayah nya sejak dahulu.selain memikul beban yang begitu berat dia juga harus siap kena marah Ayah nya setiap kali dia salah.


Dan hari ini adalah hari terkesel Yana,dia di marahi oleh Tio karena pekerjaan staff nya yang tidak becus.


"Lain kali saya tidak akan temukan lagi kesalahan seperti ini" ucap Tio dia bahkan tidak memanggil Yana dengan sebutan nak.karena bagi nya keluarga hanya ada di luar pekerjaan.


"Siap pak" hanya itu jawaban yang keluar dari mulut putri nya.


"Saya permisi"


Yana menuju ruangan staff dimana bawahan nya melakukan kesalahan.


"Kamu niat kerja gak sih?" Tanya Yana kepada staff


"Niat buk"


"Kalau niat,proposal ini tidak akan salah.kamu bisa baca dengan teliti hanya karna kamu menulis Kongha kerjasama dengan KOHINGA di batalkan karena perusahaan ini dianggap tidak profesional"


"Maaf buk,saya benar benar minta maaf"


"dengan kamu meminta maaf,apa semua proyek ini akan berjalan lagi? Tidak kan?"


Yana menarik nafas dalam,lalau membuang nya secara kasar,sungguh dia merasa bersalaah karena telah memarahi bahan mya barusan.tapi jika tidak seperti itu bawahan nya akan merajalela kepada nya karena dianggap terlalu baik.


"Saya tidak mau tahu,kesalahan ini tidak akan terjadi di lain hari!"


Yana masuk ke dalam kantor nya,dia memijit pelipis nya dengan kuat.tidak berselang lama suara ketukan pintu terdengar.


Tok tok tok


"Masuk"


"Buk,ini ada pelamar dengan keahlian di bidang yang kita cari" ucap seorang HRD kepada Yana.


"Panggil dia untuk interview"


Sementara di rumah kontara Novi dia sedang mendapatkan panggilan dari perusahaan yang dia lamar.


"Hallo,iya saya sendiri"


"......"


"Baik pak,saya akan datang besok untuk interview"


"Ma,, siapa yang nelpon" tanya putri nya.


"Ini orang yang mau memberikan mama pekerjaan sayang" jawab Novi.


"Ooh,kirain papa yang nelpon! Mah aku kangen sama papa" rengek bocah itu.


"Kayak nya ponsel papa rusak sayang,makanya mama gaak bisa hubungi dia.besok yah kita telpon lagi siapa tahu ponsel papa udah bagus!" Ucap Novi,padahal dia malas untuk menghubungi suami nya.


"Mama ke dapur sebentar yah,kamu duduk disini nonton TV"perintah Novi,dia pun ke dapur untuk memasakkan sesuatu.


Ternayata putri nya tidak bodoh,dia mengambil ponsel novi lalu menghubungi nomor ayah nya.


"Hallo pah,papa ada dimana?"


"Papa masih kerja sayang! Tiga hari lagi papa bakalan pulang dan bawa mainan untuk adek" jawab ayah nya.


"Hore,beneran pa? Papa gak bohong kan? "


"Iya sayang,yaudah matiin dulu ponsel nya yah"


Panggilan pun berakhir,bersamaan dengan itu. Novi datang dari dapur membawakan sebuah Ayam goreng.


"Nih sayang! Kita makan yah, makan yang banyak biar cepat gede"


******


Hari sudah sore,Yana pulang dengan menggunakan taksi karena Aldi belum pulang daei kantor Leon.pekerjaan suami nya juga menumpuk karena sampai sekarang dia belum juga mendapatkan sekretaris.

__ADS_1


"Aduuh,lelah banget sih.ini gue harus pergi ke SPA biar badan gur balik fress lagi"gumam Yana,namun bukan nya mencari SPA dia malah terus ke rumah.dia masuk ke dalam kamar dan menghempaskan tubuh nya di ranjang.


"Aduuh lelah banget otak gue ini.apa sebaik nya gue rigsan aja dari perusahaan papa? Mana males banget punya suami kayak beruang kutup" gumam Yana ,dia tampak seperti orang gila karena berbicara sendiri.


Dia membolak balikkan badan nya di tempat tidur,tudak berselang lala dia mendengar suara mesin mobil,itu adalah Aldi.suami nya baru saja pulang dari kantor.dia memiliki ide untukk mengerjai Aldi.dia pun mengunci pintu kamar dan dan membuat aksi nya.


Tok tok tok.


"Yan,lo di dalam kan? Buka pintu nya dong! Ngapain coba nutup pintu kamar segala?" Gerutu Aldi dari luar.dia menggoyang goyangkan ensel pintu tapi dari luar.


Yana pun membuka pintu,dan menatap Aldi dengan tatapan datar lalu berjalan pergi meninggalkan nya begitu saja.membuat Aldi menaikkan satu alis nya dia tidak terima Yana berbuat cuek kepada nya. Aldi pun menahan lengan Yana


"Kenapa lo?" Tanya Aldi heran.


"Kenapa bagaimana? biasa nya kan gue emang kayak gini? Gak usah sok perduli" jawab Yana.


" lah siapa yang perduli? Gue cuma nanya doang? Sensi amat"


"Yaudah gak usah di tanya"


"Aneh banget nih orang, sakit lo yak" gumam Aldi semqari masuk ke dalam kamar,sedangkan Yana dia tetap setia berdiri di depan pintu untuk melihat apa yang akan terjadi di dalam kamar mandi.karena dia sudah menyiapkan kejutan untuk Aldi disana.


Yana tertawa cekikikan sendiri,dia menghitung mundur angka


"Tiga..dua.. sat.."


"Aaaaa" Aldi teriak dari dalam kamar mandi,sedangkan Yana dia peegi dari depan pintu karenatelah puas mengerjai Aldi.dia pun menuju teras runah untuk bersantai di sana,orang orang yang lewat di deoan rumah nya tersenyum ramah.


Karena mereka merupakan tinggal di perumahan elit,walau rumah nya kecil tapi Aldi memikirkan keamanan untuk keluarga nya di kemudian hari.


Orang orang mengira,jika Yana dan Aldi begitu cocok,karena mereka tidak bernah berantam atau cekcok di depan umum.dan sebagian tetangga juga merasa iri dengan pasangan baru ini karena jika terlihat dari sudut pandang mereka.hiduo kedua nya begitu bahagia,tanpa tahu bagaimana masalah mereka di dalam rumah.


"Mbak,orang baru ya disini?" Tanya seorang ibu ibu yang kebetulan tetanggaan dengan rumah Yana.


"Iya bu" jawab Yana tersenyum ramah.


"YANA"teriak Aldi dari dalam,lelaki itu datang dengan menggunakan baju sehabis mandi.


"Maaf ya bu,saya masuk dulu" pamit Yana kepada tetangga nya.


"Ada apa sih ? Lo pikir ini di hutan teriak teriak seperti itu ?"


"Itu! Disana ada ular. Di kamar mandi" ucao Aldi dia sedikit ketakutan wajah nya tidak bisa menyembunyikan ketakutan nya.


Seketika tawa Yana meledak di dalam kamar itu.


"Hahaha,mana ada ular di perumahan kayak gini" ucap Yana.


"Ya lo masuk dulu! Trus lo lihat di dekat pembuangan air.disana dia sedang bertapa"ujar Aldi.


Benar,Yana meletakkan ular mainan dengan kepala yang menjalur ke atas di dekat pembuangan air.sebenar nya itu kerjaan Yana yang ingin mengerjai suami nya,dan ternyata perbuatan nyaa berhasil membuat Aldi spot jantung.


"Lo jangan ketawa mulu Yana,lo lihat dulu itu!"


"Eh tunggu! Jangan lebih baik lo panggilkan pemadam kebakaran biar dia buang ular itu dari sini" cegah Aldi,dia takut ular mainan itu malah menggigit Yana.


Bukan nya mendengar ucapan suami nya,Yana malah masuk ke dalam kamar mandi dan mengambil ular mainan itu kemudian meletakkan nya ke bahu nya.


"Awas Yan nanti lo di gigit lho"


Kemuadian Aldi tersadar.


"Eh bentar,lo ngerjain gue? Itu ular bohongan? Ini gak lucu Yan! "


"Iya emang gak lucu tapi luci banget, haha." Jawab Yana dia pergi dari dala kamar sembaari tertawa berbahak bahak.


"Sial! Awas aja lo Yan! Gue kerjain balik lo" gumam Aldi sembari tersenyum licik.


Aldi pun kembali melanjutkan mandi nya yang belum sempat kelar,selesai mandi dia mengenakan baju dan pergi ke dapur untuk makan.dia sama sekali tidak mengajak bicara Yana setelah kejadian tadi.


Aldi memasak nasi goreng,wangi nya begitu menyengat sampai le penciuman Yana.karena wanita itu memang sudah lapar.


Yana pergi ke dapur untuk melihat siapa yang masak ternyata suami nya.dengan menggunakan celemek di di depan baju nya.


"Masak apa Lo? Kayak nya bau nya enak juga?"


Aldi hanya diam,tanpa menghiraukan Yana di belakang nya


"Kok malah diam aja,jawab dong!"


Aldi masih saja diam,dia tetap melanjutkan memasak nya.setelah merasa mateng dia pun menata nasi goreng itu di piring.

__ADS_1


"Oh masak nasi goreng! Ngomong dong dari tdi" ujar Yana.tetap saja Aldi hanya diam seolah Yana tidak mengajak nya berbicara.


__ADS_2