Memilih Pergi Dari Suami Yang Selingkuh

Memilih Pergi Dari Suami Yang Selingkuh
suami yang jahil


__ADS_3

"Diem,kalau anda tetap berisik akan saya Tembak"


Badan Sisil gemetar,saat pistol polisi itu mengarah ke kepala nya,dia tidak pernah di posisi ini, wajah nya yang tadi cerah kini berubah menjadi pucat.


Polisi itu menarik kembali pistol nya dari kepala Sisil,sehingga Sisil bisa bernafas lega,dia menaeik nafas nya dalam lalu menghembuskan kembali.


Hingga pada saat mereka telah sampai di kantor polisi,wajah Sisil tetap berwarna pucat,jantung nya berdegup kencang,dia sama sekali tidak tahu kesalahan apa yang telah di perbuat nya.


"Duduk"perintah polisi itu,dengan kaki yang bergetar Sisil duduk di hadapan dua orang polwan.


"Kamu tahu kenapa pak polisi ini membawa kamu ke mari"tanya salah satu polwan itu,Sisil menggeleng.


"Ini adalah bukti kejahatan yang telah kamu perbuat"ujar polwan itu memberikan laptop nya,terlihat di layar laptop itu,Sisil sedang memberikan satu amplop kuning kepada pria yang berbadan kekar.


"I - itu, a saya cuma memberikan gaji karyawan saya"ucap Sisil gugup,


"Hemm,kamu seorang boss..??" Tanya polwan itu lagi,padahal dia sudah mengetahui jika Sisil sedang membayar preman.


"Iya buk"jawab Sisil cepat.


"Kenapa kamu memberikan gaji karyawan di tempat sepi,??apa kamu tidak takut uang kamu di copet??"


"Em,tadi itu, tadi karyawan saya lupa membawa nya,kebetulan saya jumpa dengan karyawan saya di tempat itu"jawab Sisil gelagapan.


"Kamu tidak takut,hukuman kamu saya perpanjang karena telah menjawab pertanyaan saya dengan jawaban berbohong.?"


Seketika Sisil kembali pucat,jantung nya berdegup begitu kencang.


"Kenapa kamu mau mencelakakan orang ini..??"tanya polwan itu sembari  memberikan foto Leon Brata.


"Saya tidak mencelakakan dia"ujar Sisil memberanikan diri.


"Panggilkan boger"ujar polwan itu ke pada teman nya.


Boger adalah preman yang sudah memutuskan rem mobil Leon Brata.


Teman polwan itu pun membawa boger ke ruangan diamana Sisil di wawancarai.


"Bukan kah kamu memperintahkan dia untuk memutuskan tali rem mobil pak Leon..??"tanya polwan itu,membuat Sisil diam seketika.


"Sudah lah,masukkan saja dia ke dalam sel"perintah polwan itu.


"Saya berbuat seperti itu karna saya di buat sakit hati buk"teriak Sisil,polwan itu tidak menggubris ucapan Sisil.


"Lihat saja,kalian semua pasti akan gue bunuh"teriak Sisil ketika sudah berada di dalam sel.


"Brisik"bentak salah satu penghuni sel itu,Sisil menoleh ke arah sumber suara,dia merinding melihat teman satu sel nya.


Lima orang penghuni sel itu,semua memiliki tato di leher dan di tangan,mereka adalah preman pasar kala itu.


Sisil menelan Slavina nya,

__ADS_1


"Sekali lagi Lo brisik,gue oatahin leher Lo"


Sementara di rumah Leon Barata,sepasang suami istri itu sedang menyantap makan malam.


"Masakan kamu enak banget sayang"puji Leon setelah mencicipi capcai buatan istri nya.


"Itu buatan bi asih juga kok,"jawab Mira menyuapkan nasi ke mulut nya.


"Aku gak pernah ngerasain masakan bi asih seenak ini"


"Kamu pinter banget sih,abg beruntung banget bisa Deperin kamu"ujar Leon membuat wajah Mira merona.


"Kita sama sama beruntung".


"Abang lebih beruntung"


"Gitu aja sampai kakek nenek"ucap Mira mengejek.


Kini mereka telah selesai menyantap makanan yang telah di sajikan oleh Mira,


"Aku ke atas sebentar ya,kamu tunggu aku di sofa"ujar Leon sembari berlalu ke lantai dua.dia mengambil satu bingkisan dari dalam kamar


"Ini untuk kamu"ujar Leon memberikan bingkisan itu kepada istri nya.


"Apa ini. ??"tanya Mira sembari membuka bingkisan itu, terdapat satu lingerie berwarna merah di bingkisa itu.


"Aku mau kamu memakai itu saat kita sedang dinas"ucap Leon membuat Mira malu karena nya.


"Siap sayang,aku pikir abang gak suka kalau aku memakai baju seperti ini"


"Is,kenapa sih lelaki pikiran nya begitu terus"tanya Mira,dia ingin tahu mengapa suami nya selalu berpikiran seperti itu.


"Karena kamu selalu menggoda"ucap Leon mencubit pelan hidung pesek istri nya.


"Kamu mau nonton apa sayang"tanya Leon sembari menghidupkan televisi,dia ingin menghabiskan malam ini bersama istri nya.


"Horor,aku suka nonton film horor"ujar Mira,membuat suami nya merinding sendiri.


"Abang takut ya"tanya Mira melihat wajah tampan suami nya berubah menjadi pucat.


"Gak lah,"kilah Leon,padahal dia takut karena seumur hidup nya,dia tidak pernah menonton film yang berbau horor.


Mendengar ucapan suami nya,Mira memilih channel film horor.sesekali Leon menutup mata ketika hantu nya muncul di layar televisi.


Brakkk.


"Aaaak"teriak Leon memeluk istrinya


Meoongg,,meeeongg


Ternyata kucing yang sedang berantam,menabrak satu guji.

__ADS_1


Tawa Mira pecah melihat suami nya ketakutan,


"Hahaha,kata nya gak takut"ejek Mira sembari mematikan televisi mereka,sedangkan Leon jantung nya sedang tidak baik baik saja sekarang.


Mira memeluk suami nya erat,


"Udah,jangan takut ada aku disini"


"Aku pikir abang emang gak takut nonton film horor,maafin aku yah"ucap Mira merasa bersalah.


Melihat istri nya merasa bersalah,Leon ingin mengerjai istri cantik nya.


Dia meletakkan tubuh nya di sofa,tubuh nya menggenjang.


"Sayang"


Leon terus saja menggenjangkan tubuh nya,membuat Mira teriak histeris.


"Sayang,bi tolong bi"teriak Mira,bi asih berlari ke arah sumber suara.


"Kenapa non"tanya bi asih sembari berlari ke arah majikan nya.


"Ini,ini bang Leon kenapa,tolong"ujar Mira,dia tidak sadar jika Leon memberi isyarat kepada bi asih untuk tidak membantu Mira.


"Aduh non,bibi takut, seperti nya tuan sedang kemasukan"ujar bi asih membuat Leon menahan tawa,sedangkan Mira,dia begitu khawatir.


"Astaghfirullah, assalamualaikum Mbah,tolong keluar dari tubuh suami ku"ucap Mira,dia terlalu percaya akan ucapan bi asih,


Dia menggoyangkan tubuh suami nya,sesekali dia membacakan surah Al-fatihah,namun karena Leon hanya mengerjai tidak membuat dia berhenti menggenjang.


"Bi, tolong panggilkan ustadz,di sekitar sini cepat ya "ucap Mira menahan tangis.


Bi asih pergi dari ruangan tv majikan nya,dia tahu tuan nya hanya berpura pura jadi dia tidak perlu repot repot keluar mencari ustadz.


"Ya Allah,keluarkan hantu yang ada di tubuh suamiku"ucap Mira.


"Tapi kan gak mungkin hantu yang di tv tadi masuk ke tubuh bang Leon"ucap Mira.


Mira berlari ke dapur mengambil segelas air putih,sedangkan suami nya dia duduk lurus kali ini dia mencoba menatap lurus ke arah tv yang sedang mati itu.


"Bg,abang udah sadar"tanya Mira mendekat ke arah suami nya,namun Mira menatap mata  suami nya.dia menggerakkan tangan nya di depan wajah Leon,namun mata suami nya tidak berkedip.


Sungguh Leon ingin tertawa melihat kepolosan istri nya.


"Oh,hantu nya mau balik lagi paling"gumam nya,kemudian dia menghidupkan film horor itu kembali.


"Balik yah,jangan ganggu suamiku"ucap Mira,membuat Leon tertawa berhak bahak.


"Hahaha"


Mira menetap ngeri ke arah suami nya.

__ADS_1


"Ini bi asih kok gak datang datang ya"manolog Mira


Byuurrr


__ADS_2