Memilih Pergi Dari Suami Yang Selingkuh

Memilih Pergi Dari Suami Yang Selingkuh
kemarahan Aldi


__ADS_3

"Tadi Aldi di keroyok sama gerombolan orang yang demo pa"jawab Aldi,tubuh nya tampak lemes,dia mendekat ke arah iatri nya dan melihat bayi mungil itu.


"Maafin aku ya sayang! Aku gak ada saat kamu sedang membutuhkan aku"ucap aldi penuh dengan penyesalan.


"Gak apa-apa kok mas,kan ada mama sama papa yang jagain aku.mas periksa dulu gih wajah mas biru-biru"ucap Yana meneliti wakah suami nya.


"Gak,aku mau lihat anak kita dulu"


"Kamu adjan kan dulu putri kamu Al! "Perintah Tio.


Aldi mengamit bayi nya dari gendongan Yana kemudian mendekatkan ke arah bibir nya,Aldi mengumandangkan adjan di telinga putri nya.


Mencium pelan pipi bayi merah itu,perasaan Aldi menghangat,sekarang dia sudah punya malaikat kecil yang aangat mirip akan diri nya.


Bola mata yang sedikit coklat dan hidung nya yang mancung.


"Kalian sudah punya nama untuk putrimu kalian ini?" Lila mengelis pipi cucu nya.


"Kebetulan belum mah,Apa mama punya nama untuk bayi kami ini"Aldi bertanya balik,karna dia memang belum punya nama yang di siapkan untuk bayi nya


"Chelsee hutape"


Aldi pun menuliskan nama putri nya di buku pink yang di berikan oleh pihak rumah sakit,sebagai pelengkap data untuk membuat akte kelahiran nanti di dukcapil.


Setelah berada di rumah sakit selama tiga hari,akhir nya Yana sudah di perbolehkan pulang ke rumah nya.rasa syukur yang dia miliki sekarang tiada tara nya.


Seperti pada ibu pada umum nya,Yana menjaga bayi nya sediri tanpa membayar baby sister.namun yang di bayangkan Yana ternyata beda,dia tidak menyangka jika menjaga bayi yang baru lahir ke dunia sangat melelahkan,menahan ngantuk di saat chelsee menangis karena popok sudah basah.


"Cup cup cup,putri mada kenapa nangis? Dingin iya? Bentar ya mama ganti popok nya dulu"ucap Yana mengelus pipi bayi nya dengan lembut,setelah mengganti popok chelsee kembali tidur begitu juga Yana,tapi beberapa saat kemudian Chellse kembali bangun.


"Mas! Bantuin dong ini chelsee nangis terus"Yana merepet sembari menggendong bayi nya.


"Mas,bangun lah! Ih kamu tidur kayak mayat aja lah"umpat Yana sembari mencubit kulit suami nya.


Tapi suami nya itu tidak mengindahkan ucapan diri nya,suara dengkuran pun terdengar semakin kencang menandakan jika tidur Aldi begitu nyenyak.


Bagaimana tidak,Badan nya yang masih terasa sakit karena di gebukin oleh pemuda demo tempo hari,di tambah lagi kerjaan nya di kantor begitu menumpuk membuat badan nya ingin istirahat tanpa beban.


"Huu mama,capek banget"Yana menitikkan air mata karena merasa lelah,tapi seketika dia tersadar saat tangan putri nya mengelus tangan nya.


"Ya ampun,maafin mama ya nak! Iya iya mama gak cape kok kalau sama kamu"ucao yana menoel hidung mancung putri nya,seoalah si bayi mengerti dengan apa yang di ucapkan oleh Yana,chelsee tersenyum membuat lelah Yana tiba-tiba hilang.


"Ternyata menikah di dunia nyata gak seperti di film drakor ya,suami nya pengertian"gumam Yana menatap wajah pulas Aldi dengan saksama.


Saat ini sudah pukul 05 pagi,Yana di sibukkan dengan putri nya yang kembali menangis,tapi suami nya belum juga bangun.rambut yang acak-acarakan dan juga mata yang memerah juga sedikit sembab karena menahan ngantuk,wanita itu menarik nafas panjang kemudian bangkit dari tidur nya,dia langsung menuju ranjang bayi dan melihat ke bagian popok.


Yana menguap selebar mungkin karena dia sangat merasa ngantuk,tapi karena mendengar suara tangisan bayi nya ngantuk nya seketika hilang.hingga sampai jam 06 pagi bayi Yana tetap berteman dengan sejuk mya embun pagi.


"Mas,bangun udah jam enam lho"ucap Yana kembali membangunkan suami nya,Aldi sama sekali tidak memberikan reaksi jika dia mendengar ucapan istri nya barusan.


Membuat Yana geram sendiri,dia pun menutup hidung Aldi dan benar saja suami nya itu bangun dari tidur nyenyak nya.


"Kenaoa sayang? Kok hidung nya di tutup  kamu mau bunuh aku?"tanya Aldi sesikit lebay dengan ucapan nya.


"Ihh,ngaco kalau ngomong! Dari tadi di bangunin gak bangun-bangun ini udah jam enam lewat, mas gak brangkat kerja?" Jawab Yana kesel.


Aldi perlahan duduk dari tidur nya,kemudian dia melihat ke arah bayi nya.


"Putri papa! Udah bangun yah? Nyenyak banget ya tidur nya"ucap Aldi gemes kepada putri nya.


"Mas tuh yang nyenyak,samoe di goyang-goyang pun gak mau bangun"sahut Yana.


"Astaga,kamu kok pagi-pagi udah marah aja sih? Nanti darah tinggi lho!"ujar Aldi sembari mengecup pipi istri nya kemudian berlalu ke kamar mandi,sia sama sekali tidak tahu jika Putri nya telah membuat Yana kurang tidur malam ini,dan dia tidak membantu sama sekali.


Tapi badan nya terasa bugar pagi ini,karena cukup nya waktu tidur nya tadi malam.


''Sayang! Tolong ambilin handuk dong! Mas lupa tadi bawa nya"teriak Aldi dari kamar mandi membuat Chelsee yang tadi nya sudah tertidur kembali bangun.


"Hiihh,mas tuh gak bisa pelan suara nya"ujar Yana kesel,dia pun mengantarkan handuk nya dengan membawa Chellsee di pangkuan nya.


"Mas kalau manggil bisa pelanan dikit gak? Ini Chelsee bangun lagi gara-gara suara kamu"ucap Yana sembari memberi handuk itu.


"Yah,kalau pelan kamu nya gak denger song!" Jawab Aldi tersenyum dia pun menganbil handuk itu kemudian mengenakan nya.


Setelah mengenakan baju,dia pun menuju dapur untuk memasakkan sarapan untuk mereka.

__ADS_1


***


''Siapa kamu?" Tanya Aldi,saat ini dia sedang berada di jalan dan di jegat oleh orang yang tidak di kenal,sudah dua kali dia di tahan oleh orang yang tidak di kenal.


Aldi tidak mengeti dengan apa yang di ibginkan oleh orang yang sedang menahan nya.


''Gak usah banyak tanya! Lo ikut kami sekarang juga!"


Tidak tahan atas perlakuan mereka,Aldi pun dengan cepat menendang kaki salah satu preman itu,dia melawan sekuat mungkin agar tidak tertangkap oleh preman itu. Setelah melakukan perlawanan akhir nya preman itu pun kalah.


Aldi mengunci tangan salah satu dari mereka


"Siapa yang nyuruh lo? Cepat katakan atau tangan lo bakal gue patahin"suara berat Aldi membuat preman itu sedikit ketakutan,namun preman itu tidak brani mengatakan siapa yang menyuruh nya dia masih bungkam.


Aldi semakin dibuat emosi,dia pun menarik tangan preman itu lebih kuat.


"Cepat katakan!"


"Aaaa ampun iya iya gue bakal kasih tahu"


"Orang yang nyuruh kami adalah.." preman itu mengantung ucapan nya,karena dia masih belum yakin untuk berkata jujur karena takut akan di bunuh oleh bos nya.


"Ee lo jangan berbelit-belit ya! Cepat katakan"ujar Aldi sembarik kembali tangan peeman itu.


"Oke,orang yang nyuruh gue bu Novi dan Pak Arka.iya mereka yang menyuruh"jawab preman itu meringis kesakitan.


"Apa yang akan mereka lakukan sama gue?"


"Gue gak tahu,mereka cuma nyuruh kami buat bawa li ke markas mereka"jawab preman itu.


"Di bayar brapa kalian sama mereka? Kita bisa bekerja sama bukan?"


"Kerja sama apa?" Tanya preman itu.


"Gue bakal bayar kalian dua kali lipat dari yang di kasih oleh Novi? Asal kalian berpihak sama gue"terang Aldi,dia akan memberi pelajaran kepada Novi agar dia jera dan tidak akan menganggu kehidupan diri nya lagi.


"Kami akan berpihak sama lo bos,tapi lepasin dulu tangan gue,sakit aduh"ujar preman itu.


Aldi pun melepaskan cekalan nya,dan membebaskan preman itu.


"Punya nomor rekening?" Bukan nya menjawab Aldi balik bertanya.


"Punya"


"Gue udah kirim lima juta,kalau kurang nanti bakal gue kirim lagi"


"Jadi gini,lo bawa gue ke mereka! Tapi dengan cara dia,lo pura-pura bisa nangkep gue gue mau tahu apa yang bakal di lakukan sama mereka"


"Oke siap bos,kami gak akan ngecewain bos"ujar preman itu.


Aldi menghubungi Leon,atasan nya di kantor.


"Hallo Ta! Gue gak masuk hati ini,karna gue lagi di culik"ucap Aldi santai membuat leon mengeritkan dahi.


"Lo kurang tidur apa gimana? Kalau mau cuti mah cuti aja,perusahaan ini kan udah jadi milik lo jadi gak perlu buat drama segala biar bisa libur kerja"sahut leon di sebrang sana,dia tidak habis pikir dengan kelakuan sepupu nya ini.


"Gue beneran di culik,kalau sbmpe besok hue gak pulang lo lacak aja keberadaan gue dan bawa polisi"ujar Aldi,membuat para preman terkejut setengah mati,mereka mengira jika Aldi akan memasukkan mereka ke daalam penjara.


Leon menarik nafas dalam"ya terserah lo deh,lo nikmati masa libur lo" lelaki itu pun memutuskan panggilan.


"Apa lo lihat gue kaya gitu?"tanya Aldi,dia bergidik ngeri ketika para preman seolah ingin memangsa diri nya.


"Lo mau masukin kita ke penjara?" Tanya salah satu dari preman itu,empat preman lain nya mangguk mangguk.


"Iya gak lah,sekarang kan kalian udah jadi anak buah gue,cuma ya buat jaga-jaga aja kalau kalian berkhianat".


"Kalian tahu kan siapa pemilik perusahaan KING KARL,bos nya bisa membayar mafia dari liar negri buat membalas kalian kalau kalian brani macam-macam"ucap Aldi.


"Tenang aja bos,kami gak akan berkhiatan asal bayaran nya pas"


''Tunggu apa lagi? Bergerak lah sekarang"


Kini Aldi sudah berada di mobil para preman dengan tangan yang di ikat.


"Apa yang akan kami lakukan disana bos?"

__ADS_1


"Kita lihat aja apa yang akan mereka lakukan sama gue,dan kalian ingat semua yang keluar dari dalam mulut gue benar"


Tiga puluh menit berlalu,mereka pun sudah sampai di tempat tujuan yang sudah di tetapkan oleh Novi,di sebuah gudung yang tidak terpakai bertingkat dua.


Suasana sangat membuat bulu kuduk merinding,sangat sepi dan sangat jauh dari penduduk suara-suara yang ada di hutan terdengar jelas di telinga mereka.


Mata Aldi di tutup dengan kain,para oreman itu pun membawa nya masui ke dalam gedung.


"Ini bos,kami sudah menangkap nya"


Prok prok prok.


"Bagus,kerja kalian sangat bagus! Ikat dia disini!"perintah Novi,dia sanhat senanng karena akhir nya dia bisa menangkap belit seperti Aldi.


"Siapa kamu?" Tanya Aldi,dengan suara geram nya.


"Tenang sayang,kamu jangan galak-galak begitu dong! Ini aku orang yang dulu pernah kamu sayangi"jawab Nobi sembari membuka kain penutup di mata Aldi.Novi terseyum senang,melihat raut kematahan yang ada di wajah Aldi.dia berhasil membuat Aldi emosi,tapi ini baru permulaan dia bekum menjalan kan aksi gila nya.


"Kalian keluar!"perintah Novi wanita ini ingin mengrepe-ngerepa mantan kekasih nya ini.


"Apa yang kamu mau Novi? Bukan kah kita udah sepakat untuk berpisah? Kamu kan waktu itu yang minta kita untuk mengakhiri hubungan? "Tanya Aldi,doa benar benar sangat jengkel kepada wanita yang ada di depan nya saat ini.


"Aku kan sudah bilang,kalau aku menyesal.aku mau kita memperbaiki hubungan kita Al"jawab Novi sembari membuka kanving baju nya.


"Aku gak mau,aku udah mempunyai keluarga sendiri dan aku samhat bahagia"jawab Aldi,dia enggan untuk melihat ke arah Novi karena dia merasa sangat muak.


"Kenapa kamu membuang muka Al? Lihat! Lihat aku aku semakin cantik bukan? Udah lah gak usah malu-malu disini gak ada orang kok,aku gak akan kasih tahu sama istri kamu kalau kita balikan"ucap Novi,padahal satu minggu yang lalu dia benar-benar sudah samgat membenci Aldi,tapi aneh nya kenapa justru sekarang diri nya seolah masih terlihat mencintai Aldi? Apa dia membohongi Arka? Atau dia hanya memanfaatkan pacar nya sekarang?.


Novi menarik dagu Aldi dengan telunjuk nya lalu menghadapkan ke arah wajah nya,sehingga dia bisa melihat jelas wajah tampan mantan kekasih nya itu,Aldi berontak  kemudian membuang lagi pandangan nya.


"Habis ini rumah tangga mu akan hancur,dan kamu akan merasakan sakit hati sama seperti ku"manolog Novi dalam hati nya,dia merasa sangat senang karena bisa mengunyel-uyel wajah Aldi dengan leluasa.


Dia akan mengirim video yang dia rekam sekarang kepada Yana agar mereka akan bertengkar dan bahkan sampai bercerai.


Tangan Novi tidak berhenti membuka kanving baju nya,dia memperlihatkan dada busur nya kepada Aldi,membuat lelaki itu ingin muntah.


"Murahan sekali diri mu Novi"umpat Aldi,dia terus membuang pandangan nya ke arah samping.


"Kamu pasti ingin memegang ini bukan? Aku yakin punya ku lebih menarik dibanding istrimu sekarang"ujar Novi,dia terus mendekatkan dada nya hingga hampir mengenai kukit Aldi,bersamaan dengan itu Arka datang dari balik pintu.


"Sudah disini ternyata" ucap lelaki itu sembari berjalan masuk ke euangan yang di pakai untuk mengurung Aldi,Novi buru-buru menutup dada nya dengan secepat kilat.


"Kok kamu gak bilang ke aku sih kalau dia udah sampai disini?"tanya Arka.


"Mereka baru sampai kok,baru juga aku mau hubungi kamu,eh keburu datang"jawab Novi senyum sembari mendekat.


"Apa yang mau kamu lakukan sama dia? Sekarang mantan kamu ini sidah ada di depan mu dan kamu bebas mau ngapain dia aja"ujar Arka.


"Cihh,dasar bencong! Kalau brani sini lawan gue! One by one hmm banci"ujar Aldi,dia merasa Arka sangat lemah.


"Apa lo bilang? Lo masih brani ngomong seenak jidat lo? Lo bahkan gak tahu lo bakal selamat dari sini atau ngak"ujar Arka marah.dia sangat kesel karena Aldi mengatakan diri nya lelaki banci


"Benar kan? Lo banci,kalau lo jantan lo gak bakalan nyuruh preman buat nangkap gue"sahut Aldi tersenyum miring.


"Kurang ajar lo ya"Arka melayangkan satu pukulan ke arah wajah Aldi sehingga suami Yana itu merasa pusing,dia merasa pandangan nya putih semua.


"Tu kan, apa gue bilang lo tu banci haha"Aldi terus mengejek sehingga Arka kembali memukul wajah nya


Bugghh.


Dua kali Aldi merasakan pukulan yang sangat teramat sakit,dia pun melepas tali di belakang nya dengan mudah,karena para preqan itu tidak mengikat kuat pergelangan tangan nya.


Bughhh, bughh bughhh,Aldi membalas pukulan nya secara brutal,dari perut hingga wajah Arka habis terkena bogem dari Aldi.


"Lo gak usah cari masalah sama gue! Lo tu gak ada apa-apa nya,lo cuma banci yang berkedok cowo! Muka lo doang ganteng tapi nyali lo kek bencong"Aldi mengucapkan kalimat itu dengan keras tepat di wajah Arka.


"Segitu doang kemampuan lo? Sini lawan gue! Dan lo kenapa diam aja? Sini lo tunjukin lagi tubuh lo yang murahan itu"Aldi menatap ke atah Novi yang terlihat ketakutan.


"Ayo dong sayang lawan dia"ucap Novi.


"Panggilakan anak buah kita"ucap Arka dia sudah sangat kesakitan sekarang,Novi melangkah namun di tangan oleh Aldi.


"Lo mending disini bareng pacar lo! Obatin luka nya biar dia bisa lawan gue lagi"ucap Aldi sembari mendorong tubuh Novi hingga tersungkur dan menindih tubuh Arka.


"Oii Bejo! kemari kalian! "Teriak Novi,tapi anggota nya itu tak kunjung datang

__ADS_1


__ADS_2