Memilih Pergi Dari Suami Yang Selingkuh

Memilih Pergi Dari Suami Yang Selingkuh
saingan mira


__ADS_3

"Lo sekretaris nya Leon kan..??!!!


Mira menoleh ke kebelakang saat mendengar pernyataan dari seorang perempuan,kemudian dia melihat di sekeliling nya,hanya ada dia yang berdiri di depan wanita itu.


"Ngomong sama saya mbak.?"tanya Mira.


"Iya ngomong sama Lo lah,emang ada manusia selain kita disini "ujar nya jutek.


"Ah iya kenapa tadi.."ulang Mira


"Benar kan Lo sekretaris nya Leon kan".wanita itu mengulangi pertanyaan nya.


Sedikit lama Mira melihat wanita itu untuk mengenali wajah nya,namun dia tidak pernah melihat wanita itu di kantor suami nya.


"Oh iya,benar,kenapa ya mbak..??"


"Gue tegasin ya sama Lo,jangan sok nempel nempel deh sama dia,asal Lo tahu aja,dia udah punya calon istri "ujar Sisil lantang.


Yap dia adalah Sisil Utari,mantan kekasih Leon lima tahun yang lalu.


Mira sedikit terkejut dengan ucapan teman interaksi nya itu,tapi segera di ubah sebisa mungkin.


"Setahu saya,saya tidak pernah nempel nempel dengan bg leon,malahan bg Leon yang selalu nempel kepada saya"balas Mira santai.


"Jadi perempuan jangan sok cantik deh,semua orang juga tahu,Lo mau cari perhatian sama Leon karna Lo ngincar harta nya"ujar Sisil garang.


"Terus kalau memang benar yang kamu katakan itu tentang saya,kamu mau apa"tanya Mira,dia terlihat santai menghadapi perempuan dari masa lalu suami nya.


Sisil tercekat,dia tidak menyangka Mira seberani ini.


"Gue kasih tahu ya sama Lo,gue ini calon istri nya,jadi jangan berani brani nya dekatin calon suami gue" ujar Sisil lantang.


"Setahu saya bg Leon udah nikah"balas Mira.


"CK,gimana bisa dia nikah sedangkan calon istri nya aja masih disini"ujar Sisil,dia begitu yakin jika Leon belum memiliki kekasih ataupun istri.


"Memang nya mbak udah berapa lama pacaran sama bg Leon,apa sudah tunangan sebelum nya..??"tanya Mira mengorek informasi dari perempuan itu.


"Gue udah lima tahun pacaran dengan Leon"jawab Sisil yakin.


"Oh yah,siapa nama mbak"

__ADS_1


"Nama gue Sisil Utari"


"Nama Lo siapa??"tanya Sisil balik


"Apa itu perlu buat mbak??, menurut saya sih gak penting ya"ujar Mira santai menatap perempuan itu dari atas sampai bawah.


"Jangan kurang ajar ya Lo,Lo bisa gue suruh di pecat sama calon suami gue"ucap Sisil tidak terima dengan jawaban Mira.


"Silahkan,saya mau lihat seberapa sayang nya bg Leon sama kamu sehingga dia menuruti permintaan kamu,yang menurut saya tidak jelas itu"ujar Mira santai sembari melipat kedua tangan nya,membuat Sisil semakin terbakar emosi.


Sisil terdiam dan menggepalkan tangan nya,dia berpikir sejenak.


"Kalau gue buat keributan pasti Leon turun dan dia bakalan ngelihat gue"batin Sisil


Dia mengangkat tangan nya dan ingin segera menarik rambut lurus Mira,namun dengan cepat Mira mengelak.


"Jangan cari keributan disini,..!,atau kamu akan merasa malu"ucap Mira memperingati.


"Kalau Lo gak mau di hajar,mulai hari ini Lo rigsain dari perusahaan calon suami gue"ancam Sisil,istri Leon itu sama sekali tidak ketakutan,malahan dia merasa lucu.


"Saya tidak takut dengan ancaman kamu,seribu orang datang seperti kamu saya jabani"ujar Mira,dia tidak takut sama sekali,karena dia tahu, perempuan yang mengaku sebagai calon istri suami nya ingin hanya omong belaka.


"Hem,Lo pikir karna Lo sebagai karyawan kesayangan gue jadi takut,gak gue bakalan nyuruh Leon buat mecat Lo"ujar Sisil,dia terus saja menakut nakuti Mira


"Lo nantangin gue??"pekik Sisil.


"Ngak nantangin sih,saya cuma ngomong apa ada nya aja"ujar Mira


Tak terima dengan ucapan Mira,dengan cepat Sisil mendorong istri Leon itu,hingga dia terjatuh ke lantai.


Bruk,


Bersamaan dengan itu supir pribadi mereka datang dengan membawa Fortuner silver,dia keluar dari dalam mobil langsung menghampiri majikan nya itu.


"Non gak apa apa"tanya Ujang,ingin dia membantu Mira,namun segan.


Mira berdiri dan langsung membalas perbutan Sisil Utari.


Bruk.


Dada Mira terasa ingin mendidih,melihat perlakuan wanita di depan nya,dia paling tidak bisa di usik.

__ADS_1


"Kurang ajar ya Lo,main dorong gue sembarangan,"pekik Sisil sehingga suara nya terdengar di ke dalam,dan membuat Tini menoleh ke arah mereka.


****


Sementara di rumah Fatma, mereka kini telah menyiapkan pernikahan yang sederhana,acara akad akan di adakan nanti malam.


"Ini beneran,mama cuma ngundang satu kampung aja??,apa gak ngadain pesta besar besaran..??"tanya citra,dia berpikir apa salah nya membuat pesta yang meriah,agar dia bisa mengundang teman teman kuliah nya.


"Iya gak usah lah cit,mama ini udah tua,malu kalau ngadain pesta segala"ujar Fatma,dia merasa malu kalau harus mengadakan pesta,terlebih lagi anak nya   citra belum menikah.


"Kalau mama malu ngapain mama ngundang satu kampung segala,kan bisa nikah cuma bayar penghulu doang"ucap citra.


"Mama undang satu kampung biar mereka tahu,kalau mama ini udah nikah nnti biar mulit para tetangga gak pada julit"jawab Fatma.


"Memang nya dengan mama ngundang mereka dadakan seperti ini gak akan membuat mereka julit,tambah parah lah ma,mama ngadain akad mendadak begitu mereka malah gosipin mama nanti di acara akad"ucap putri nya itu.


Fatma terdiam mendengar perkataan putri nya.


"Mama gak nyadar juga,contoh nih waktu tetangga sebelah  kita ngadain akad nikah dadakan,apa yang ada di pikiran mama"tanya putri nya.


"Mama mikir dia  itu,hamil duluan"


"Tapi mama kan udah tua,gak mungkin lah mereka beranggapan kalau mama ini hamil duluan"ucap Fatma,dia tidak perduli tetangga nya mau ngomong apa,yang terpenting sekarang bagi nya dia sah dulu di mata hukum dan negara dengan Budi.


"Debat apa sih kalian ini"tanya Budi yang datang dari depan,dia habis ngobrol dengan para tetangga yang sedang pada mengurus pernikahan mereka.


"Ini Lo citra,dia pikir kita ngadain pesta,tapi aku bilang gak usah malu sama umur,dia pasti mau ngundang teman teman nya itu"ucap citra,dia tahu isi pikiran dari putri nya.


"Gak usah lah pesta,buang bunga uang aja"ujar Budi datar.


"Tapi nanti kalau kamu ulang tahun,biar papa buat pesta yang meriah"ujar Budi membuat wajah putri nya sumringah.


"Beneran pah"


"Iya"ucap Budi menyakin kan.


"Apa pernikahan ini sudah di bicarakan ke kak arka terlebih dahulu."??tanya citra,membuat Fatma dan Budi menoleh satu sama lain.


Sedangkan di depan kantor king karl,Sisil masih saja mencari gara gara,agar dia bisa bertemu dengan Leon,namun Mira meninggalkan nya sendiri di depan kantor suami nya.


"Jangan asal pergi Lo set*n"maki Sisil.

__ADS_1


"Ada apa kamu buat keributan disini..??


__ADS_2