
Hai teman teman, terimakasih buat yang udah baca cerita ini.
Untuk yang bertanya siapa nama ibu Mira nama nya "endang Widia Ningsih",Kemarin sempat nulis Ningsih tapi sekarang malah di tulis endang,itu kesalahan author yang teledor dan author minta maaf.
Happy reading
*******
"leher kamu kenapa sayang,kok merah begitu"tanya Nia
Mira menelan Slavina nya,dia benar benar tidak kepikiran kalau Leon meninggalkan jejak di leher nya.
"Ah ini,mungkin Mira sedang masuk angin mom"ucap Mira,sungguh dia mengutuk diri nya sendiri sudah terlalu sering berbohong kepada orang tua.
"Oh iya,tadi apa Leon bilang kapan dia pulang"tanya Nia,dia tidak terlalu memikirkan leher menantu nya, walaupun sebenar nya sedikit aneh bila dikatakan masuk angin
"Kata nya sih bulan depan mom,"ucap Mira,kebetulan mereka telah membahas itu kemarin.
"Mommy mau cerita sama kamu tentang masa lalu Leon,tapi mommy berharap setelah mendengar cerita nya kamu tidak meninggalkan anak mommy nanti nya"ucap Nia,dia takut setelah dia bercerita Mira akan berubah pikiran dan tidak akan mau menikah dengan anak nya.
Mira sedikit penasaran akan masa lalu calon suami nya, karena kekasih nya itu terlihat tertutup.
"Mira akan mendengarkan cerita mommy,dan tidak akan berubah pikiran karena yang momy ceritakan adalah masa lalu"ucap Mira tersenyum manis.nia tersenyum lega.
Nia ingin memulai cerita namun,teriakan endang yang berasal dari dapur membuat Nia mengurungkan niat nya.
"Maliingg"..
Dengan cepat Nia mengambil sapu yang ada di balik pintu depan rumah dan berlari ke arah suara endang,sedangkan Mira memukul kepala nya pelan.
"Astaga sayang"gumam Mira kemudian menyusul Nia.
Terlihat Nia dengan kuat memukul Leon, dengan sapu,sedangkan endang sedang memegangi baju menantu nya itu
Prak prak prak
"Dasar maling,kurang ajar"teriak Nia menggebu gebu,namun dia sadar dengan aroma parfum yang tadi dia cium,dia berhenti memukuli anak nya itu.
"Kok berhenti"tanya endang bingung.
"Dia anakku Ndang"ujar Nia dengan nafas yang tersengal,sembari menarik sebelah telinga leon
__ADS_1
Endang terdiam,mengingat tadi anak nya lama di dalam kamar kemudian menatap ke arah Mira dengan tatapan yang meminta jawaban anak nya itu hanya mengangkat tangan dan membentuk dua jari.
"Kamu benar benar ya ta,"ujar Nia sembari menarik kuat telinga anak nya itu.
"Aduh aduh mom,sakit"ujar Leon,meringis.
"Kenapa kamu bisa ada di sini"tanya endang,menantu nya itu menelan Slavina,dia tidak bisa menjawab pertanyaan dari ibu Mira.
"Pasti dia mau curi start ini Ndang"ujar Nia yang gemes kepada anak nya.
"Kamu juga mir,perempuan kok gak bisa menjaga kehormatan"marah endang dia benar benar kecewa kepada anak nya itu.
"Ini salah saya buk"ujar Leon menunduk,dia tidak ingin kekasih nya itu di marahi karena ulah nya.
Endang pergi keluar meninggal kan ketiga orang dewasa itu tanpa mengeluarkan sepatah kata pun.
"Mah,Mira minta maaf ma"panggil Mira,tanpa di gubris oleh Leon.
"Bukan salah kamu kok sayang,ini nih gara gara laki satu ini"ujar Nia sembari mencubit perut Leon,sehingga anak nya itu meringis.
"Salah Mira juga mom,kalau tadi Mira kasih tahu kalau mas Leon masuk mama gak akan semarah ini sama Mira"ujar Mira,terlihat raut kesedihan di wajah nya.
"Udah,kalian duduk dulu "ujar Nia,
"Waktu Leon telpon mommy,leon udah ada di depan rumah Mira "jawab anak nya itu.
"Terus kenapa bisa kamu berada di kamar nya Mira" tanya Nia lagi.
Leon pun menceritakan bagaimana dia masuk kedalam rumah Mira tanpa di ketahui oleh mommy dan mertuanya.
"Jangan bilang kalau tanda yang ada di lehernya Mira,kamu yang buat"ucap Nia,anak nya itu hanya tertunduk malu.
"CK,tinggal menunggu satu bulan saja kamu gak bisa menahan nya,bagaimana kalau endang membatalkan niat untuk menerima kamu sebagai menantu nya"ucap Nia,membuat anak nya itu takut, sebelum dia melakukan kau nya dia tidak berpikir tentang ucapan mommy nya,namun setelah ketahuan dia benar benar takut.
"Jangan ngomong gitu lah mom,nakutin aja"ujar Leon takut.
"Bukti nya endang pergi,kita gak tahu kan dia pergi kemana"ujar Nia,dia juga merasa tidak enak kepada calon besan nya atas perbuatan anak nya ini.
Mira berdiri dan bergegas pergi untuk mencari ibu nya.
"Kamu mau kemana sayang"tanya Leon dan mommy nya bersamaan.
__ADS_1
"Mau cari ibu mom,Mira takut terjadi sesuatu sama ibu"ucap Mira,sedih.
"Biar kan saja,kalau sekarang kalian mencari endang,tidak akan merubah keadaan,biarkan saja dia menenangkan diri dulu"saran Nia.
"Tapi Mira takut kalau ibu kenapa Napa mom"
"Dia pasti tahu kemana dia akan pergi"ujar nia.
Bersamaan dengan itu endang datang dengan seorang pria yang dewasa,terlihat sangat tampan dan masih muda,Leon berpikir lelaki itu adalah lelaki yang akan menggantikan diri nya sebagai calon suami mira padahal yang bersama endang ini adalah seorang ustadz
Endang pergi untuk mencari penghulu, dia tidak ingin melihat anak nya melakukan hal itu lagi,apalagi mereka bekerja satu ruangan dia tidak tahu apa yang akan di lakukan anak nya itu nanti.
"Ma,Mira minta maaf"ujar Mira ketika endang duduk di sofa berbaur dengan mereka.
"Maaf kan saya Bu,saya khilaf"ucap Leon berlutut,sungguh dia takut ucapan mommy nya akan terjadi.
"Yang mana yang mau di nikahkan buk Ningsih"tanya ustadz itu.
"Mereka ini pak"jawab endang dia menunjuk ke arah Leon dan juga Mira.
Kedua pasangan itu terkejut mendengar penuturan endang.
"Berdiri lah nak Leon"ucap endang,dia tidak mau melihat Leon seperti itu.
"Kamu ambil wudhu dulu"ucap ustadz kepada Leon,.
Leon yang jarang melaksanakan sholat,lupa akan cara wudhu.
"Saya lupa mas"ucap Leon.
"Mari saya ingat kan".
"Dimana kamar mandi nya Bu"tanya ustadz itu,endang pun menunjukkan keberadaan kamar mandi mereka
Di dalam kamar mandi itu,Leon dia ajarkan untuk cara membersihkan diri dari hadas kecil.
"Apakah anda sudah sunat "canda ustadz itu,ketika mereka telah selesai berwudhu.
"Sudah kok"ucap leon,dia terlihat gugup sehingga dia takut akan di sunat untuk yang kedua kali nya.
"Bercanda kali,jangan tegang begitu lah"ucap ustadz itu tertawa kecil.
__ADS_1
Kini Leon dan Mira telah duduk,bersiap untuk mengadakan akad.
"Apakah sudah bisa kita mulai"tanya ustad itu