Memilih Pergi Dari Suami Yang Selingkuh

Memilih Pergi Dari Suami Yang Selingkuh
di dalam mobil


__ADS_3

Byuurrr.


Mira menyiramkan air putih yang tadi dia ambil dari dapur.


"Hahaha,abang cuma bercanda sayang"ucap Leon yang sudah basah akibat siraman dari istri nya,seketika Mira mencubit pinggang suami nya.


"Aduh,sakit yank"keluh Leon meringgis,tapi masih menyisakan tawa di akhir kata nya.


"Abang ih,jantung ku hampir lepas lho"ujar Mira kesel.


Leon memeluk istri nya dari samping,badan nya bergetar karna masih tertawa mengingat ekspresi istri nya.


"Mbah,tolong keluar dari tubuh suamiku,hihihihi"ucap Leon menirukan suara Mira di kala istri nya ketakutan,membuat Mira cemberut karena nya.


"Tapi jantung Abang masih dag Dig dug lho ini"ucap Mira sembari mengelus dada suami nya.


"Baru kali ini Abang nonton film horor"ucap Leon jujur.


"Kenapa abang gak ngomong dari tadi"tanya Mira menatap wajah suami nya yang terlihat sedikit merah akibat tertawa.


"Biar Abang terlihat gentle"jawab Leon malu malu meong.


"Abang ganti baju dulu lah,nanti masuk angin"ucap Mira menarik tangan suami nya pelan.


"Bentar,matikan TV nya dulu"ujar Leon sembari mematikan televisi nya.


*****


Pagi pagi sekali Yana berangkat ke kantor,hari ini dia mulai bekerja sebagai staff,sudah tidak lagi sebagai sekretaris aldi.


"Pagi mbak Yana"sapa Zaki ketika melihat Yana masuk ke dalam ruangan para staff.


"Pagi"


"Mau sarapan bareng..??


"Boleh,"


Mereka berjalan ke arah kantin,ketika keluar dari ruangan staff,mereka berpapasan dengan Aldi.


"Pagi pak"sapa Zaki senyum


"Pagi"jawab Aldi datar,wajah nya terlihat kusut,mata nya juga terlihat seperti panda,dia terlalu lama bergadang.


"Mas Zaki udah lama bekerja disini..??"tanya Yana membuka percakapan.


"Belum mbak,masih dua tahunan"


"Pak Aldi Hutapea memang seperti itu orang nya"


"Kurang tahu mbak,bapak itu masih sekitar satu Minggu bekerja disini"


"Seperti nya memang kerabat dari pak CEO "


"Iya,beliau memang sepuluh dari pak Leon"ucap Yana,membuat Zaki mangguk mangguk.


Kini mereka telah sampai di kantin kantor KING KARL.


"Mbak mau pesan apa"


"Nasi goreng aja mas"


Zaki memesan dua porsi nasi goreng,Yana melahap nasi goreng dengan cepat,dia takut kena sembur karena terlambat masuk.


"Pelan pelan ja mbak,gak ada yang minta lho"ujar Zaki melihat Yana yang buru buru


"Ah iya,kalau lama nanti keburu dingin"ucap Yana kemudian meneguk air minum.


"Oh iya bener juga"ujar Zaki senyum,sesekali dia melirik ke arah Yana.

__ADS_1


"Mbak udah berkeluarga kah.??"tanya Zaki kini dia telah selesai memakan makanan nya.


"Belum mas,memang nya wajah saya terlihat sudah berkeluarga ya"tanya Yana merasa tersinggung,padahal niat Zaki hanya sekedar bertanya.


"Ah bukan mbak,saya cuma bertanya aja"ujar Zaki tidak enak hati.


"Seperti nya kita harus masuk,takut di marahi sama atasan"ujar Yana,melihat di sekitar kantin yang sudah terlihat sepi.


*****


Sedangkan di ruangan CEO,Aldi sedang menghadap Leon Brata


"Siapa yang Lo buat jadi sekretaris gue"tanya  Aldi sembari duduk di sofa.


"Lo tinggal pilih aja,asal jangan Yana,dia sudah tidak mau lagi bekerja bareng Lo"


"Lah kok gitu,"


"Kata nya Lo jutek,dingin,kejam,Pokok nya semua deh sama Lo,jadi dia males kalau harus bekerja bareng sama Lo"ucap Leon fokus ke laptopnya.


"Udah Lo pecat dia aja lah,males gue lihat wajah dia di kantor ini"ucap Aldi,dia tidak terima di katain kejam oleh Yana


"Dia gak punya masalah,dengan kantor kita lagian kita udah ada kontrak sama dia,kita gak bisa seenak nya mecat orang"ucap Leon datar.


"Yaudah kalau gitu gue yang rigsain dari perusahaan Lo"ucap Aldi mengancam.


"Serius Lo"tanya Leon menutup laptopnya.


"Iya,masa gue di katain dingin Sama tuh cewe"


"Yaudah rigsain aja sana"


Aldi menatap nalar ke arah sepupu nya,sungguh hati nya sakit mendengar perkataan Leon barusan.


"Kok Lo gak nahan gue sih"


"Bukan gue gak betah,ini cuma masalah si Tiana itu,kalau Lo pecat tuh cewe,gue tetap kerja disini".


"Emang masalah Lo apa sih sama dia,gue kasih tahu ya sama Lo,jangan terlalu benci sama seseorang,nanti bisa jadi cinta"


"Ah kata kata Lo basi,gue gak percaya yang begituan"ujar Aldi sembari keluar dari ruangan Leon.


"Hati hati,nanti kemakan omongan sendiri"gumam Leon yang masih bisa di dengar oleh sepupu nya


Dengan wajah yang kesal,Aldi masuk ke ruangan para staff.


"Tiana"panggil nya,semua para staff  menoleh ke arah sumber suara,kecuali yana


"Yana eferintiana"suara ketus nya menggema di ruangan para staff,Yana menoleh.


"Iya pak,ada apa ya"


"Kamu di panggil pak Leon itu"


"Oh iya pak, terimakasih info nya "ucap Yana sembari berlalu meninggalkan Aldi yang menatap tajam kearah nya.


Sampai di depan ruangan CEO Yana mengetuk pintu


Tok tok tok


"Masuk"


Clek.


"Ada apa ya bapak manggil saya"tanya Yana ketika dia sudah berada di ruangan Leon Brata,Leon menoleh sembari mengeritkan dahi.


"Saya gak ada panggil siapapun"ujar Leon menetralkan wajah nya yang kebingungan


"Lah tadi si Aldi Teher ngomong seperti itu"gumam Yana.

__ADS_1


"Heuh,kenapa"tanya Leon kurang jelas mendengar ucapan Yana.


"Tadi saya di suruh pak Aldi ke mari,katanya di panggil oleh pak Leon"jelas yana.


Bersamaan dengan itu Aldi masuk sembari duduk di sofa.


"Ah iya,tolong kamu bantu Aldi sebentar,kerjaan dia keteteran,saat ini saya belum mendapatkan sekretaris untuk dia"ujar Leon yang mengerti maksud dari sepupu nya.


"Oh baik,apa yang bisa saya bantu pak"tanya Yana datar ke arah Aldi.


"Kamu ikut saya meeting"ucap Aldi tak kalah datar.


Yana berpikir sejenak,lalu dia mengangguk.


"Saya permisi ambil tas sebentar"ujar Yana keluar dari ruangan itu.


"Huuh,kenapa harus berduaan lagi sih sama tuh beruang kutub"gumam Yana kesel


"Lo kalau mau minta bantuan dia,jangan tumbalin gue,setidak nya ngomong dulu lah ke gue biar gue gak kebingungan"ujar Leon sembari geleng kepala.


"Lain kali gue bakalan ngomong terlebih dahulu"ujar Aldi senyum,sembari keluar dari ruangan sepupu nya


Bersamaan dengan itu,Mira datang dengan membawa bekal siang untuk suami nya.


Tok tok tok.


"Masuk"


Clek.


"Sayang,kamu datang kok gak bilang Abang dulu"ucap Leon sembari menyambut kedatangan istri nya.


"Udah bilang kok,aku chat Abang tadi sebelum datang kemari"ucap Mira sembari mencium punggung tangan suami nya,Leon lupa,dia belum meminta ponsel nya dari Aldi.


"Oh iya,ponsel Abang masih sama Aldi"ucap nya sembari menepuk jidat.


"Kok bisa sama Aldi"


"Semalam,Abang lihat siapa pelaku yang mau mencelakakan kita,jadi file nya kan ada di ponsel Abang.....


Leon menceritakan kenapa ponsel nya ada sama sepupu nya.


"Siapa pelaku nya"


"Sisil"


"Astaga berani sekali dia ya"


"Kamu tenang aja,mulai sekarang tidak ada lagi yang akan mengganggu kita"ucap Leon mengecup kening istri nya,Mira mengangguk.


"Semoga tidak ada lagi yang mau mencelakakan kita" ucap nya.


"Abang belum makan kan,aku bawain bekal buat Abang".


"Makan nya nanti aja,kita ke kamar dulu"ucap nya genit,dia berjalan ke arah pintu dan mengunci pintu nya agar tidak ada yang masuk ke dalam ruangan nya itu.


Sementara di dalam sebuah mobil,Yana sedang kesel karna terlalu lama menunggu Aldi yang sedang berada di toilet.


"Astaga,tu anak lama banget sih"gerutu Yana sembari melihat jam ponsel nya.


Setelah menunggu sekitar satu jam,akhir nya Aldi datang dan masuk ke dalam mobil


"Aduh lama banget sih pak,"ucap Yana kesel.


"Saya mules Tiana"ujar Aldi sembari memegang perut nya,wajah nya juga terlihat pucat.


"Astaga wajah bapak pucat banget"


Brooott

__ADS_1


__ADS_2