Memilih Pergi Dari Suami Yang Selingkuh

Memilih Pergi Dari Suami Yang Selingkuh
masuk sel


__ADS_3

"Wati karina adalah meneger keuangan yang di percayakan oleh Leon untuk mengelola keuangan perusahaan nya,namun ternyata wanita itu lebih memihak ke kapada Darmawan karena beliau adalah kerabat nya,dia berpikir tidak akan ketahuan karena data nya sudah di manipulasi oleh nya,namun ternyata dugaan nya salah Leon Brata mengetahui nya.


Dia memasuki ruangan menejer,dia tidak tahu yang memanggil nya adalah pemilik perusahaan dia bekerja.


Tok tok tok


Clek


Wati masuk ke ruangan HRD dia terkejut ketika melihat Darmawan sudah babak belur di dalam ruangan itu.


"Ada apa pak"tanya Wati ketika sudah tahu kalau Leon yang memanggil nya keruangan ini.


"Bagaimana bisa kamu menghilangkan kepercayaan saya Wati"tanya Leon dingin namun membuat Wati merinding.


"Maksud bapak??"tanya Wati dia masih berusaha untuk mengelak.


"CK,saya rasa kamu sudah mengerti setelah melihat ini"ucap Leon menunjuk ke arah Darmawan.


"Saya tidak mengerti pak"jawab Wati cepat.


Leon mengambil kertas yang berisikan data pendapatan dan pengeluaran uang selama tiga bulan.


"Yang mengeluarkan ini siapa"tanya Leon sembari memberikan kertas itu kepada Wati.


Dengan tangan bergetar Wati mengambil kertas itu kemudian berpura pura membaca isi dari kertas yang di berikan Leon.


"Masih mau mengelak?"tanya Leon dingin.


"Maaf pak data ini sudah benar"ucap Wati berharap bisa mengelabui Leon.


"Oh iya kenapa jumlah yang masuk ke bank tidak sama dengan jumlah yang tertulis di kertas ini,dan itu berturut turut selama tiga bulan"ucap Leon.


"Mungkin kesalahan teknis pak"ucap Wati


Prak.


Leon menampar wajah Darmawan hingga mengeluarkan sedikit darah di bibir nya.

__ADS_1


"Saya tidak akan segan segan untuk membunuh kamu"ucap Leon menatap tajam ke arah Wati.


"Kamu tidak mau mengaku juga"bentak Leon,dia ingin sekali membanting badan Wati ini tapi dia selalu ingat perkataan mommy nya agar tidak kasar kepada perempuan.


"Pak Darmawan yang memaksa saya untuk melakukan itu pak"jawab Wati akhir nya dia mau mengaku juga karena takut akan menjadi bulan bulanan emosi Leon.


"Kamu bekerja untuk saya atau dia"bentak Leon


"Untuk bapak"jawab Wati menunduk.


"Jadi kenapa kamu lebih mendengarkan perintah dia dari pada menjalankan kode etik sebagai kepala keuangan"tanya Leon,sedangkan Wati tidak bisa menjawab pertanyaan bos nya itu.


"Saya terpaksa pak"ucap Wati.


"Terpaksa Sampai tiga bulan berturut-turut,dan tadi kamu bahkan tidak mengaku sebelum saya memaksa kamu untuk buka mulut,berarti kamu juga menikmati bagian mu"ucap Leon,memang benar waktu pertama kali Darmawan meminta Wati untuk menipulasi data dia keberatan namun setelah menikmati uang yang di manipulasi Wati jadi gelap mata dan ingin selalu melakukan itu lagi.


"Maaf saya khilaf pak"ucap Wati,gampang sekali dia berucap khilaf setelah beberapa kaliqmengulangi nya.


"Khilaf kok sampai tiga kali,banyak pula itu"gumam Leon.


"Sekarang,kamu pilih mau menyerahkan diri sendiri ke polisi,atau saya yang memasukkan kamu ke dalam penjara"tanya Leon dia ingin melihat bagaimana licik nya Wati ini.


"Oke,kamu serahkan diri ke pihak berwajib setelah kamu mengembalikkan uang yang telah kamu makan"ucap Leon,bagaimana pun jumlah yang di ambil mereka begitu banyak sehingga Leon tidak rela jika uang nya itu di makan oleh para penjilat seperti mereka.


Wati menelan Slavina nya,bagaimana bisa dia mengembalikkan uang sebanyak tiga ratus miliar dalam waktu dekat sedangkan uang itu sudah di belikan ke rumah dan juga mobil.


"Maaf pak,uang nya telah habis"ucap Wati pelan.


"Kamu punya harta bukan..??,bisa kamu jual dan setelah itu kembalikan uang nya"ucap Leon,


Wati merasa sangat tidak rela bagaimana pun dia sudah menikmati rumah itu dan mobil,rencana nya dia akan memberikan mobil dan rumah itu kepada adik nya selama di penjara dan akan di minta kembali setelah dia keluar namun Leon sekan tahu niat Wati ini sehingga dia tidak memberikan celah untuk Wati menikmati hasil perusahaan nya.


"Kamu bisa memilih,saya yang mengambil sendiri hak saya atau kamu yang memulangkan nya dengan baik"ucap Leon,mendengar itu Wati menjadi ketakutan jika Leon yang akan mengambil uang nya kembali sudah di pastikan kalau Wati akan masuk berita dan dengan itu dia akan merasa malu semua teman dan keluarga nya tahu pekerja Wati selama ini.


"Saya akan mengembalikan uang bapak dengan waktu satu Minggu"ucap Wati cepat.


"Baik,saya tunggu"ucap Leon lalu pandangan nya beralih ke arah radit.

__ADS_1


"Kamu,dan kalian semua keluar dari perusahaan saya "ucap Leon,lalu dia keluar dari ruangan itu.


"Kamu harus mempertanggung jawabkan ini Mawan"ucap Wati kepada dermawan.


"Mempertanggung jawabkan bagaimana maksud kamu??"


"Semua ini gara gara kamu,kalau kamu tidak memaksa aku untuk manipulasi data,aku tidak akan kehilangan pekerjaan ku dan malu seperti ini"ucap Wati


"Kamu sendiri senang waktu kamu mendapatkan uang nya jadi urus saja dirimu sendiri,aku tidak perlu melakukan tanggung jawab untuk pekerjaan mu"ucap Darmawan lalu keluar dari ruangan menejer itu.


Radit mengemasi barang barang nya dia merasa rugi akan kehilangan pekerjaan nya yang tidak akan dia dapatkan di kemudian hari.


Sedangkan di ruangan CEO Leon sedang menghubungi kekasih nya


"Hallo sayang"ucap Leon ketika panggilan sudah terhubung.


"Hallo"ucap Mira,terlihat di layar ponsel di sedang berada di tempat ramai.


"Kamu lagi dimana,rame banget"tanya Leon mencoba melihat tempat Mira berada.


"Lagi di luar,nyari angin kebetulan sahabat aku datang jadi kami mau melepas rindu"ucap Mira,yang di maksud oleh kekasih nya itu adalah Yana.


"Cewe apa cowo"tanya Leon memicingkan mata nya.


"Cewe lah"jawab Mira sedangkan Yana yang penasaran menggerakkan bibir nya berucap "siapa"namun Mira tidak menjawab nya.


"Coba mana aku mau lihat"ucap Leon,Mira pun mengarahkan kamera nya ke arah Yana agar kekasih nya melihat orang yang sedang bersama nya Sekarang.


"Kok kayak kenal"ucap Leon memperhatikan wajah perempuan itu,namun Mira langsung mengarahkan kameranya ke arah wajah nya.


"Gak usah lama lama,nanti kamu malah naksir lagi"canda Mira.


"Gak lah,siapa yang bisa berpaling dari wanita secantik kamu"ucap Leon,Mira berpikir kekasih nya itu  sedang menggombal namun ucapan Leon itu benar ada nya.


"Tapi sepertinya aku kenal Sama sahabat kamu"ucap Leon.


"Ah masa,"tanya Mira.

__ADS_1


"Iya kayak pernah lihat tapi dimana ya"ucap Leon mencoba mengingat Yana.


"Siapa nama sahabat kamu?


__ADS_2