
Satu mingu telah berlalu,Novi telah pulang ke jakarta dan akan kembali bekerja di perusahaan Yana,rupa nya orang tua nya tidak sakit.dia hanya ikut menemani Dina di luar kota menemui mantan suami nya.
Dan hari ini Novi telah bersiap-siap untuk berangkat kerja,dan membuat rencana baru untuk mendapatkan Aldi kembali.terlebih dari putri nya Dina sekarang tinggal bersama ayah nya jadi Novi bisa lebih leluasa menjalankan keinginan nya.
"Welcome Aldi"gumam nya.
***
"Pagi.." Novi satu persatu menyapa karyawan yang ada di kantor TIONGHAI,dia sangat sangat merindukan kantor ini termasuk Aldi ehh?
Sampai di ruangan nya,dia mengeritkan dahi ketika dia tidak melihat lagi meja nya di ruangan itu,dan sudah terisi oleh karyawan lain.
"Ini meja saya lho "ucap Novi,karyawati baru itu menoleh dengan ekspresi bingung,dia baru saja masuk hari ini dan langsung mendapatkan ulti.
"Itu meja dia mbak,dia anak baru disini! Saya yang mengantarkan nya tadi"sahut Siska.
"Trus meja saya dimana? Kenapa meja nya di roker-roker sih?" Gerutu Novi.
"Emang mbak masih bekerjaa disini"tanya karyawan lain yang ada di ruangan itu.
"Masih lah,kan saya udah ijin sama HRD minggu kemarin"jawab Novi.
"Mungkin mbak udah di pecat"
"Gak bisa gitu dong! Perusahaan apaan ini main pecat orang sembarangan"Novi marah lalu menuju ruangan Yana,yang merupakan atasan nya di kantor itu.
"Masuk"
"Bu Yana,kenapa anda memecat orang sembarangan? Saya gak ada melakukan kesalahan apapun" baru saja masukm,Novi langsung marah-marah,Yana yang melihat itu langsung menghela nafas panjang
Satu detik
Dua detik
Tiga detik
"Keluar!"
Dengan tangan yang menunjuk ke arah pintu,Yana mengusir Novi dari ruangan nya.
"Ibu harus jawab pertanyaan saya! Apa ibu takut bersaing dengan saya untuk mendapatkan Aldi?"ucap Novi dengan tampang yang mengejek.
"Kamu sehat?" Tanya Yana menatap lekat wajah Novi yang begitu cantik pagi ini.
"Sehat dong! Kalau tidak,ibu gak akan lihat saya berada di sini sekarang"jawab Novi tersenyum sinis,Yana sendiri heran terbuat dari apa mental Novi ini sehingga dia berani masuk ke ruangan Bos dan mencari masalah.
"Kamu ada perlu apa sama saya?"tanya Yana.
"Saya mau menuntut hak saya,kenapa ibu memecat saya tanpa salah apapun"
"Itu bukan urusan saya,kamu tanyakan kepada ketua devisi kamu,dan keluar lah segera dari ruangan saya"
Novi tetap setia berdiri di tengah rungan itu,dia merasa sedikit malu karena Yana sama sekali tidak terpengaruh.
"Keluar sekarang,atau saya panggilkan satpam"
Akhir nya Novi keluar dengan dada yang bergemuruh.
"Huhh,menyebalkan"dengus Yana.
"Sialan,mentang-mentang bos disini seenak nya memeperlakukan orang"umpat Novi kesel.
Dia pun mengahap ke kepala devisi nya.
"Ada apa kamu mencari saya?"tanya ketua devisi.
"Bagaimana dengan pekerjaan saya?kenapa ada orang baru di meja saya?"Novi kembali bertanya.
"Apa kamu ngak membaca perjanjian kontrak kerja? Kemana kamu selama satu minggu ini?"
"Saya sudah memgirimkan surat kepada HRD"balas novi.
"Apa kamu pikir,perusahaan ini menerima alasan kamu? Kamu tahu kan,kalau kamu baru bekerja beberapa minggu,ini bukan perusahaan orang tua kamu sehingga kamu bisa minta ijin sesuka hati"ucap ketua devisi denga nada garang.
"Sekarang kamu keluar,perusahan inintudak menerima karyawan yang tudak fropesional"
Diam,Novi hanya bisa mematung berdiri di tengah ruangan ketua devisi,dia tidak bisa berkata-kata.
Tapi tak apa,dia akan mencari pekerjaan lain.lagian dia kehilangan pekerjaan nya demi Diana putri nya sendiri.
__ADS_1
Dia menghela nafas panjang,lalu keluar dari perusahan TIONGHAI.wajah yang kusut dan hati yang sedih bercampur kesel.
"Aku akan tetap selalu memperjuangan kan mu Al,aku yakin kita pasti akan bersama lagi"
****
Sementara di waktu yang bersamaan di dalam penjara,Andreas sedang terduduk lesu.daa baru saja di gebukin oleh orang satu kamar nya.karena dia yang tidak mau di perintah.untung saja ada polisi yang melerai,jika tidak mungkin wajah nya lebih hancur dari sekarang ini.wajah nya berwarna lebam kiri dan kanan.
"Sekali lahi lo brani ngebantah gue,bakal gue buat lebih dari sekarang ini"ucap salah satu penghuni kamar.
"Akan ku balas semua ini Tio,mungkin saat ini aku kalah.tapi kamu ingat,kamu harus membalas sakit yang ku rasakan sekarang ini"batin Andreas dia menyimpan begitu banyak dendam.
Sementara di kantor KING KARL,Aldi sedang berkumpul dengan Leon dan yang lain berbicara soal pekerjaan,Aldi yang tiba-tiba saja sedang ingin, mengutarakan niat nya.
"Gue ijin sebentar ya bos,ada keperluan mendadak ini"ucap Aldi,seketika Leon menolah ke arah sepupu nya itu.
"Perasaan dalam minggu ini lo punya keperluan mendadak mulu"sahut Leon,kali inu dia tidak membiarkan Aldi pergi,dia yakin sepupu nya itu beralasan untuk menemui istri nya saja.
"Udah lo potong gaji gue deh,ya please!"ucap Aldi memohon.
"Lo ngerasa gitu juga kan An? Dalam seminggu punya urusan tiga kali"sahut Leon.
"Iya nih,abang kayak nya akhir-akhir ini suka rindu sama mbak Yana"timpal Anhar,pikiran mereka sama.wajah Aldi merengut.
"Kalau ini sih ia bener gue lagi kangen sama istri,tapi yang dua hari itu beneran kok.gara-gara Andreas yang nyebar video "ucap Aldi bercerita,dia mengira jika dia menceritakan masalah nya mungkin aja Leon akann memberi nya ijin untuk keluar.
"Video apaan?"Leon tampak penasaran.
"Video lagi ML dan wajah cewe di dalam video itu di buat wajah istri gue"curhat Aldi,dia baru sempat bercerita.
"Kurang ajar dia memang,sekarang gimana?"Leon akan senantiasa ikut membantu.
"Udah beres,dia udah masuk ke sel,di buat papa!"
"Bagus lah kalau begitu"
"Jadi gimana? Gue bisa kan keluar sebentar?"
"Gak boleh,lo lanjut kerja! "Ucap Leon sembari keluar dari ruangan itu.
Aldi hanya bisa merrenggut,kenapa sepupu nya ini gak bisa mengerti keadaan diri nya.
"Sialan lo,anak kecil mana tahu"
Aldi pun melanjutkan pekerjaan nya,dengan perasaan yang sedikit kesel,tapi seperti nya alam sedang berpihak kepada Aldi,istri nya datang dengan membawa bekal makan siang untuk nya.
"Sayang? Kebetulan sekali"ucap Aldi senang melihat kemunculan istri nya secara tiba-tiba.
"Kebetulan? Emang mas lagi sedang lapar ?"tanya Yana meletakkan bekal itu di atas meja.
"Iya,aku lagi lapar.pengen makan kamu"
Aldi pun memakan istri nya dengan lahap.
****
Usia kandungan Mira kini sudah memasuki umur tujuh bulan,dan ini hari pertama dia akan melakukan USG tiga dimensi,karena sebelum nya dia melakukan USG hanya dua di mensi saja.
Hal itu di lakukan karena mereka ingin melihat wajah bayi mereka.
Dan sisinilah Mira di baringkan,di ranjang pasien tepat di layar monitor.
Leon yang sudah tidak sabar ingin melihat wajah bayi nya juga duduk di samping ranjang pasien sembari memegangi tangan istri nya.
"Saya ijin buka baju nya ya buk?"Dokter itu pun meminta ijin,kemudian mengibakkan baju Mira ke atas.
Croot.
Mira merasakan dingin di perut nya saat gell itu di tempelkan ke perut nya,namun belum juga dokter meletakkan camera USG,mira merasakan mules.
"Aduhhh,bang"pekik Mira,sembari menggenggam tangan suami nya kuat.
"Istri saya kenapa dok?"tanya Leon khawatir.
"Apa yang ibuk rasakan?"tanya dokter itu
"Ngilu di bagian perut bawah dok,rasa nya mules.saya ingin ke kamar mandi"jawab Mira meringis,menyengir karena merasakan sakit mira pun duduk di ranjang pasien.
"Aaahh,sakit"ucap Mira merintih,Leon sudah sangat khawatir sedangkan dokter itu masih mengamati Mira.
__ADS_1
"Dok! Jangab diam aja dong,bantuin istri saya dia merasakan sakit ini"bentak Leon,dia tidak habis pikir kepada dokter itu.sudah di bayar mahal tapi kerja nya tidak becus.
"Tenang pak! Seperti nya bu Mira akan segera lahiran"
Degg,
Jantung Leon berdegup kencang,dia sangat bahagia mendengar berita ini.tapi dia juga khawatir melihat keadaan istri nya yang sedang menahan rasa sakit.
Sedangkan Mira,dia merasa khawatir karena usia kandungan nya masih tujuh bulan,sejauh yang dia tahu orang akan melahirkan pada usia kandungan delapan bulan ke atas,dia takut akan melahitkan bayi prematur.
"Oke,ibu tenang! Tarik nafas lalu buang,lakukan secara berulang saya akan panggil bidan beserta pererawat"ucap Dokter,sembari keluar dari euangan USG.
"Kamu yang sabar ya sayang! Apa,apa yang bisa abang buat biar kamu gak merasakan sakit lagi"tanya Leon,dia tidak tega melihat istri nya merintih kesakitan seperti itu.
"Loh,sakit nya udah hilang bang!"ucap Mira,dia benar-benar merasakan nyamqan sekarang.tapi rasa enakan itu tidak berlangsung lama,bukti nya Mira kembali merintih.
"Aduuhh,sakit bang! Aahh"rintihan itu mmembuat badan Leon merinding,dia sangat kasihan melihat istri nya kesakitan.Leon pun menganggem erat tangan Mira kemudian mengecup nya berulang kali.
"Sabar ya sayang! Sebentar lagi dokter akan datang"ucap Leon
Dan benar saja,dua bidan perempuan dan satu dokter laki-laki masuk keruangan mereka saat ini.
"Mari pak! Kita pindah ruangan"
Sepanjang jalan melewati ruangan lain,Mira terus berdo'a mulut nya terus komat kamit,dia pun melakukan yang di perintah kan oleh dokter tadi menarik lalu membuang nafas.
Tiba di ruangan persalinan,bidan mengecek pembukaan yang ada pada bagian inti Mira,suami nya tidak terima tapi kondisi mereka membuat Leon terdiam dan terus memberikan semangat kepada istri nya.
Mira merasakan sesak saat tangan bidan itu masuk ke bagian inti nya.
"Tarik nafas ya bu"
"Masih pembukaan dua,ibu masih bisa jalan-jalan terlebih dahulu agar mempercepat pembukaan"ujar bidan.
"Jalan bagaimana ? Istri saya kesakitan masih kamu suruh jalan,kalian ini gimana sih"marah Leon,dia yang masih belum pernah melewati momen ini,merasa jika bidan di rumah sakit itu sangat tidak profesional.
"Begini pak,proses melahirkan bu Mira ini masih sedikit lama lagi karena masih pembukaan dua,dan kami harus menunggu hingga pembukaan lengkap yaitu sepuluh,jadi kami sarankan ibu Mira ini berjalan,berjalan jongkok,atau berdiri-jongkok"jelas Dokter.
"Atau jika bapak dan ibu ingin melakukan oprasi cecar,kami siap memberikan layanan yang terbaik"sambung dokter.
"Gak dok,saya mau melahirkan normal saja!"sahut Mira,,lalu mereka pun melakukan perintah dokter tadi.
Leon yang siap siaga,memapah istri nya kemudian mengelus elus pinggang mira.
"Aku bisa sendiri sayang,abang istirahat aja dulu"ucap Mira di sela-sela diri nya berjalan jongkok.
"Gak sayang,abang gak tega lihat kamu seperti ini.jika boleh kasih sama abang aaja sakit nya"ujar Leon.
"Hmm,abang udah telpon mommy sama mama?"tanya Mira,entah mengapa dia ingin sekali di temani mama dan juga mertua nya,Leon baru teringat,dia pun menghubungi keluarga nya.
"Mereka akan segera datang sayang!"ujar Leon.mama dan mertua nya saat ini masih di medan dan sekarang sedang siap-siap untuk datang ke jakarta.
"Kamu kalau capek,istirahat dulu! Kamu bisa kok tidur"ucap Leon,dokter sudah memberikan pesan kepada nya tadi,Mira yang lelah pun duduk di ranjang pasien kemudian berbaring menghadap kiri membelakangi suami nya,Leon dengan siaga mengelus punggung istri nya berharap Mira sedikit merasakan enak di bagian punggung nya.
Bersusah payah memejamkan mata ,bberharap Mira bisa istrirahat tapi pikiran nya yang bercampur aduk tidak bisa membuat diri nya tidur,jangankan tidur di suapi makaan oleh Leon,mira juga tidak berselera padahal dia butuh tenaga untuk mengenden nanti nya.
Mira pun memaksakan menelan nasi yang di suapkan oleh suami nya.
Ternyata hari begitu cepat berjalan,kini sudah malam hari,tetapi Mira belum juga kunjung lahiran.karena pembukaan sekarang masih mentok di pembukaan lima.sakit yang teramat sakit di rasakan oleh Mira begitu pun Leon dia juga ikut merasakan sakit ketika melihat istri nya merintih.wajah nya gusar penampilan nya kini kacau,baju yang sudah terlepas kancing nya.dia merasakan gerah karena tidak sempat mandi.padahal Mira sendiri bisa mandi sedangkan dia,tidak berminat sama sekali.tapi dia tetap melakukan nya karena dia akan mengadjankan anak nya.
"Ya tuhan,kapan anak ku lahir? Jangan lah engkau biarkan istriku kesakitan terlalu lama"Leon berdo'a agar istri nya cepat pulih.
Dan disinilah saat nya tiba,saat Mira teriak sekencang mungkin karena dia merasakan jika dia ingin sekali buang air.
Setelah di cek oleh dokter,ternyata oembukaan Mira sudah kengkap,dan mereka akan membantu untuk mengekuarkan bayi dari dalam perut mira itu.
Dengan kaki mengangkang,dan kedua tangan berada di kedua kaki.
"Baik buk,nanti kalau sudah merasakan ingin bab lagi,ibu ngeden sembari tarik kedua paha ya"ucap dokter itu memberi penerangan,Mira hanya mengangguk.
Dan ketika dia merasakan sakit,dia pun melakukan seperti apa yang di perintah oleh dokter tadi.
"Emmmm" sekuat mungkin Mira megenjen.
"Mata nya jangan di tutup bu,ibu lihat ke arah bagian perut"ujar bidan,Mira pun mencoba nya kembali.
Oooeeee oooeeee
"Alhamdulillah,anak nya cowo pak buk"ucap dokter itu,wajah yang tampan perpaduan wajah Mira dan Leon,bayi merah itu pun di bersihkan dan di pakaikan bedong oleh perawat,kemudian Leon mengajankan anak nya.
__ADS_1
Air mata lelaki itu terjatuh,begitu melihat putra nya yang lebih mirip dengan istri nya