Menikah Dengan Duda

Menikah Dengan Duda
Episode 99


__ADS_3

Bima pulang kerumah mengambil keperluan untuk vella selama di rumah sakit. Sebelum meninggalkannya pulang, disana sudah ada dira yang menemani vella. Vella harus di rawat intensif selama kurang lebih satu minggu untuk memantau kandungannya.


Bima bisa saja menyuruh nino datang mengantar perlengkapan vella. Tapi kebetulan dia harus mengurus kerjaan yang ada di laptopnya. Jadi bima sekalian pulang. Bima juga sudah mengabari kakek surya tentang keadaan vella. Kakek surya menyarankan sebaiknya vella dirawat di singapur saja. Karena disana terkenal banyak alat yang medis yang lebih canggih. Bima setuju saja, tapi dilihat perkembangan selama disini dulu.


Bima menyetir mobil dengan santai, tapi tiba-tiba seseorang menyebrang sembarangan membuatnya harus mengerem secara mendadak.


Ciiiiittt........ Terlihat seorang wanita berdiri mematung karena kaget hampir ditabrak oleh bima. Bima turun langsung menanyai keadaan wanita itu.


"Aduh mbak maaf maaf, anda nggak kenapa-kenapa kan? Mbaknya juga kenapa nyebrang nggak lihat kanan kiri,"


Wanita itu mengibaskan rambutnya dan menoleh kearah bima. Ternyata dia kiara. Dengan sengaja dia berlari ke tengah jalan setelah melihat mobil bima. Tiba-tiba kiara malah memeluk bima. Dia merengek ketakutan.


"Ah bima aku dikejar orang jahat, aku takut."


Bima melepaskan paksa pelukan kiara itu. Dia melihat sekeliling jalan tidak ada preman atau orang mengerikan yang mengejar kiara.


"Mana? nggak ada preman. Yaudah kamu nggak papa kan, saya pergi dulu." Ucap bima pamit, dia tak mau berlama-lama berhadapan dengan wanita yang dulu menghianatinya.


"Aww.. Aduh kepalaku pusing." Kiara tiba-tiba menjatuhkan diri tepat di dada bima.


"Hei hei kamu kenapa?" Tanya bima panik beecampur risih di pepet oleh kiara.


"Kepalaku pusing banget, aduh aku nggak mungkin pulang sendirian kaya gini." Ucap kiara memelas.


Jalanan begitu sepi, bima jadi bingung. Masak iya dia harus mengantar mantan istrinya ini pulang kerumahnya. Kiara ini tidak baik, bima takut dia akan melakukan sesuatu nanti kalau diantarkan pulang olehnya.


"Gue yakin bima pasti bakal nganterin gue, haha mana mungkin dia tega ninggalin gue keadaan begini. Jalanan sepi lagi." Kiara sudah kegirangan, ternyata dia hanya berpura-pura sakit agar diantarkan pulang oleh bima.


Tapi keberuntungan berpihak pada bima. Ada satu taksi yang kebetulan lewat disana. Bima langsung memberhentikannya dan menuntun kiara masuk ke dalam.


"Sorry saya nggak bisa anterin kamu pulang." Ucap bima


"Oke gapapa, makasih udah nyariin taksi." Ucap kiara yang masih pura-pura lemas.


Bima pun langsung pergi dengan mobilnya. Kiara merasa sangat kesal ternyata bima tidak mau mengantarkannya pulang.

__ADS_1


"Mau kemana mbak?" Tanya sopir taksi


"Ikuti mobil itu tadi." Jawab kiara


Kiara benar-benar ingin mendekati bima lagi. Dia mengikutinya sampai ke depan rumah. Ya, rumahnya dulu. Kiara jadi teringat tentang orang tuanya. Sampai sekarang dia belum saling berkabar dengan orang tuanya. Tapi menurutnya itu tidak penting. Sekarang yang utama adalah misi mendapatkan bima kembali.


"Bima harus kembali lagi sama aku, aku akan kembali mendapatkan rumah ini seisinya. Cewek misikin itu harus kembali miskin. Gue akan rebut kembali posisi gue gimanapun caranya." Ucap kiara dengan menatap tajam kearah rumah bima.


Setelah lama diam di dalam taksi, kiara berniat mendekat ke rumah bima. Tapi tidak jadi, karena dia melihat bima keluar lagi dari rumahnya. Bima membawa koper kecil dan juga tas laptopnya.


"Dia mau kemana bawa-bawa koper? Kaya buru-buru gitu." Kiara bertanya-tanya sendiri.


Kiara menyuruh supirnya lagi untuk mengikuti kemanapun perginya mobil bima. Sampai pada tujuan bima, yaitu rumah sakit tempat vella dirawat. Bima langsung bergegas masuk ke dalam dengan membawa barang bawaannya itu.


"Siapa yang sakit? Cewek miskin itu?" Kiara langsung turun dari taksi berlari mengikuti kemana bima pergi. Dia sampai lupa tidak membayar taksinya.


"Hei hei mbak belum bayar." Teriak sopir taksi tapi tidak menghentikan langkah kiara mengejar bima.


Kiara mengikuti bima sampai masuk ke dalam satu ruangan. Dia mengintip dari pintu, benar ternyata vella yang dirawat. Dia jadi bertanya-tanya sakit apa vella. Dia malah berharap kalau vella itu sedang sakit parah. Jadi tidak usah capek-capek menyingkirkannya.


"Cewek miskin itu hamil?! Anak itu bisa makin memperkuat posisinya dong. Semoga aja dia nggak selamat." Batin kiara.


Jdaakk... Kaki kiara tak sengaja menyenggol pot bunga hingga ambruk. Itu membuat bima menoleh ke belakang merasa ada orang yang sedang mengawasinya di balik tiang itu. Bima menyudahi telfonnya. Dia mulai melangkah kearah kiara berada.


"Mati gue! Jangan kesini dong, mau ngomong apa gue kalau ketahuan ngikutin dia dari tadi." Kiara sangat panik. Bima sudah semakin dekat dengan kiara.


"Pak bima?" Suara seseorang memanggil bima.


"Ya," Bima berbalik arah menoleh ke sumber suara yang memanggilnya. Dia adalah perawat yang memberikan resep untuk bima tebus di apotek. Kesempatan ini digunakan kiara sebaik-baiknya. Dia secepatnya berlari pergi dari sana.


Bima masih penasaran dengan apa yang ada dibalik tiang itu, jadi dia memutuskan untuk tetap melihatnya. Tak ada siapa-siapa disana. Tapi potnya terjatuh berarti memang tadinya ada orang disana.


"Ah sudahlah mungkin perawat. Aku harus tebus obat ini dulu." Ucap bima


Kiara berlari menjauh sampai tak terlihat oleh bima lagi. Tapi dia malah menabrak seseorang dengan keras sampai dia sendiri terjatuh ke lantai.

__ADS_1


"Aww.. Astaga! Kalau jalan tuh liat-liat dong." Teriak kiara tidak terima.


"Sorry sorry, mari saya bantu berdiri." Ucap pria sambil mengulurkan tangannya.


Kiara seperti mengenali suara orang yang baru saja menabraknya. Dia langsung mendongak keatas melihatnya.


"Davin?"


"Kiara, kamu kok bisa disini kenapa? Ayo berdiri dulu." Davin mencoba membantu kiara berdiri tapi kiara mengibaskan tangannya. Dia tak mau dibantu oleh davin. Kemudian davin menyadari kalau perut kiara sudah tidak besar seperti orang hamil. Fia lantas bertanya apakah kiara sudah melahirkan? Tapi kok cepat sekali, seharusnya masih beberapa bulan lagi.


"Kia kamu sudah tidak hamil?" Tanya davin


"Ya, Aku keguguran gara-gara kamu ninggalin aku gitu aja." Jawab kiara dengan sinis. Padahal aslinya dia memang sengaja menggugurkannya.


"Sorry, ini bukan kemauan aku sendiri. Aku masih cinta sama kamu kia." Davin memegang erat tangan kiara.


Kiara mengibaskan tangannya. Dia masih marah dengan davin. Tapi setelah dipikir-pikir ini bisa sedikit menguntungkannya. Daripada harus main sama om-om lebih baik dengan davin.


"Kia maafin aku, aku janji kali ini akan setia sama kamu. Kamu belum menikah lagi kan?"


Sopir taksi yang belum kiara bayar tiba-tiba datang menyela obrolan mereka.


"Mbak bayar ongkosnya, main kabur aja! Penampilan cantik tapi naik taksi mau gratis aja."


"Issh iya iya gue bayar. Gue punya duit kok, banyak!" Kiara merogoh tasnya, tapi sialnya uang cashnya habis.


"Gue nggak ada uang cash, pakai kartu bisa?"


"Halah gaya-gayaan pakai kartu segala. Ga punya duit bilang aja!" Sopir taksi malah mengejek kiara membuatnya kesal ingin ganti memakinya. Tapi davin melerainya.


"Udah udah jangan ribut. Ini cukup kan?" Davin menyodorkan uang 300 ribu.


"Wah kebanyakan ini mas,"


"Udah ambil aja kembaliannya." Ucap davin. Sopir itu pun pergi dengan wajah senang.

__ADS_1


Davin mengajak kiara untuk berbicara berdua. Dia terus meminta maaf dan mengutarakan isi hatinya. Davin berharap kiara mau kembali padanya.


__ADS_2