
Seperti biasa vella menemani kanza belajar di tetas dekat kolam renang. Nilai-nilai kanza menjadi sangat bagus semenjak diajari oleh vella. Tiba-tiba saja kanza berkeinginan untuk masuk sekolah seperti anak-anak lain. Dia sudah mulai merasa bosan sekolah dirumah. Dia ingin memiliki teman.
"Kak aku jadi pengen sekolah normal lagi deh, aku pengen punya temen. Lama-lama bosen juga sekolah dirumah terus. Aku pengen pakai seragam, sepatu, bawa tas dipunggung." Ucap kanza
"Tapi kamu yakin mau masuk sekolah secara langsung? Emang kamu udah nggak takut ketemu orang banyak?" Tanya vella
"Aku kan udah bilang kak kalau sebenarnya trauma aku udah sembuh."
"Yang waktu kita pertama ketemu di taman itu kan kamu masih takut sama orang lain?"
"Ya habisnya orang itu nyeremin kak. Pliss bantuin ngomong sama kakek surya ya, kalau aku mau masuk sekolah secara normal." Kanza memohon dengan mata memelas pada vella.
Vella menyetujuinya, Kanza langsung memeluknya dengan erat. Bima dan kakek surya sudah pulang kerumah. Kanza langsung menarik vella untuk menemui mereka.
"hey hey ada apa nih kanza narik-narik tangan kak vella?" Tanya kakek surya
"Ayo ngomong kak," Ucap kanza pada vella
"Ini kek, kanza pengen masuk sekolah normal. Udah nggak mau home school lagi." Ucap vella
"Oh bagus kalau gitu, besok kakek bilang sama guru kamu ya," Ucap kakek
Kanza sangat senang sekali, setelah itu dia pamit ke kamar untuk mandi. Karena sudah hampir setengah 6 sore.
"Kalau begitu saya pamit ya kek," Ucap vella
"Sebentar biar bima antar kamu, dia masih ada diluar." Ucap kakek
"Eh nggak usah kek, saya naik ojol aja." Ucap vella menolak, dia tidak enak kalau terus-terusan diantar oleh bima
"Udah nggak papa, bima masih telfonan sama klien tunggu bentar ya." Ucap kakek
Tak lama kemudian bima datang, Kakek langsung menyuruhnya mengantar vella pulang.
__ADS_1
"Yuk vell," Ajak bima menuju mobil
Vella pun berpamitan lagi pada kakek surya.
"Duh kenapa harus dianterin lagi sih, aku gabisa ngontrol jantung aku kalau dideket mas bima." Ucap vella dalam hati.
Di dalam mobil mereka tidak mengobrol, hanya sesekali menatap dan tersenyum. Sampai di depan rumah vella, kali ini bima tidak mampir. Sebelum turun vella mengucapka terimakasih pada bima.
"Makasih ya mas,"
"Iya sama-sama."
Vella melangkah menuju rumahnya, tiba-tiba bima mmebuka kaca mobil dan memanggilnya.
"Vella tunggu.." Teriak bima
Vella berbalik arah lagi menghampiri mobil bima.
"Ee sampai ketemu besok." Ucap bima dengan memasang senyum yang manis.
Setelah itu bima langsung pergi. Vella berjalan kerumah dengan ekpresi senang. Saking senangnya wajahnya sampai memerah.
"Jadi mas bima senang ketemu terus sama aku. Duh kenapa perasaan aku jadi gak karuan gini." Vella berbicara sendiri.
Dia masuk ke dalam rumah dengan ceria, Hari ini vella gajian. Dia memberikan uang kepada ayahnya.
"Uang ini akan ayah tabung untuk kebutuha. pernikahan kamu nanti."
"Ah ayah ngomongin itu mulu, kaya aku mau nikah bulan depan aja. Aku bisa nabung sendiri, itu buat beli kebutuhan ayah aja."
"Ya siapa tau bukan bulan depan tapi minggu depan ada yang lamar kamu, seenggaknya ayah udah punya simpenan."
"Calon aja belum ada nggak mungkin ah. Tapi kalau ada yang ngelamar trus orangnya udah mapan ganteng tulus mencintai aku, bisa ngebahagiain ayah juga langsung aku terima detik itu juga."
__ADS_1
"Mbak denger loh, mbak jadi saksi omongan kamu barusan. Awas aja ada yang ngelamar kamu tolak." Ucap dira
"Ah nggak akan ada yang ngelamar aku dengan kriteria seperti itu." Ucap vella yang kemudian masuk ke kamar
...----------------...
Pada malam hari dirumahnya bima sedang duduk bersantai di taman belakang. Kakek surya menghampirinya.
"Sedang apa kamu bim?"
"Eh kakek, aku cuma duduk santai aja sambil ngopi."
Kemudian kakek surya duduk di dekat bima.
"Bim kamu belum ada niatan buat menikah lagi? Kakek tahu kamu baru sebulan cerai tapi kamu kan masih muda pengusaha suskse lagi masak mau sendirian terus." Ucap kakek surya
"Sebenarnya ada yang menarik hatiku belakangan ini kek," Ucap bima
"Siapa bim?" Tanya kakek surya penasaran
"Kakek tahu lah siapa, tiap hari dia disini." Jawab bima dengan malu-malu
"Vella? Ahahaha jadi kamu suka sama vella,"
Bima mengangguk tersipu malu. Dia masih malu-malu mengakui kalau punya rasa suka pada vella. Kakek malah menyarankan bima untuk langsung melamarnya saja tidak perlu berpacaran lama-lama.
"Kalau kamu suka lamar saja dia. Kakek sangat setuju, vella itu gadis yang baik cocok banget jadi istri kamu." Ucap kakek
"Tapi masalahnya aku belum tahu dia punya pacar atau belum kek, terakhir aku tahu dia berhubungan dengan teman aku fadly."
"Hmm kalau begitu kamu harus tanya langsung sama vella. Jangan lama-lama, nanti kamu keduluan orang." Ucap kakek.
Bima menuruti semua perkataan kakek surya. Dia akan mencari waktu yang tepat untuk menanyakan itu pada vella besok. Kake surya sangat senang kalau bima dan vella bisa sampai menikah. Dengan ini dia bisa sepenuhnya menebus semua kesalahan di masa lalu. Dia bisa memberikan kehidupan yang nyaman untuk vella dan keluarganya tanpa dicurigai.
__ADS_1