
Bima terbangun lebih dulu, dia melihat kearah jam. Masih jam 4 pagi. Dia melihat vella yang masih terlelap tidur didalam dekapannya. Bima memandangi wajah vella dengan tatapan penuh cinta. Sekarang vella benar-benar sudah menjadi miliknya. Dia tak akan membangunkan istrinya itu. Dengan puas bima memandangi wajah polos vella yang tertidur sangat pulas. Kemudian bima mencium kening vella, saat itu juga vella langsung terbangun. Perlahan matanya terbuka.
"Emm, mas bima udah bangun? Jam berapa ini?" Tanya vella dengan nada lemas dan mata yang masih belum terbuka sempurna.
"Masih jam 4 kok," Jawab bima
Vella langsung bangun dan keluar dari selimut turun dari kasur. Vella menggeliatkan badannya sambil menguap. Kemudian dia mengucek-ngucek matanya dan berjalan menuju kamar mandi. Vella melewati lemari yang berkaca besar. Dia menoleh kesana, awalnya biasa saja sampai akhirnya ia tersadar.
"Aaaaa..." Teriak vella
Vella langsung menutupi badannya menggunakan tangannya. Ternyata dia kaget melihat kondisinya yang tanpa baju itu.
"Kamu kenapa sayang??" Tanya bima yang langsung turun dari kasur ingin menghampiri vella.
Vella langsung menoleh dan menyuruh bima p0 ditempat. Vella langsung berlari ke kamar mandi menghindari bima.
Dokk...dokk.dokkk bima mengetuk pintu kamar mandi.
"Sayang kamu kenapa?"
Akhirnya vella keluar dengan menggunakan handuk kimono. Dia menundukan kepala di depan bima.
"Hey sayang kamu kenapa?" Tanya bima sekali lagi.
"Aku malu mas tadi itu kan aku gapake baju depan mas." Ucap vella lirih
"Hehehe kenapa malu sih, kita kan suami istri. Lagian semalem kamu sendiri yang gamau pakek baju lagi setelah kita..." Ucap bima
"Haa jadi kita udah itu semalem mas??" Tanya vella terkejut.
Bima mengangguk dan tersenyum. Vella langsung kembali teringat semua kejadian semalam. Dia langsung tersipu malu.
"Emm yaudah aku mandi duluan ya mas," Ucap vella yang langsung kembali masuk kedalam kamar mandi.
Vella dan bima bergantian mandi, setelah itu mereka sholat subuh berjamaah. Selesai sholat vella mencium tangan bima dan bima mencium kening vella untuk kesekian kalinya.
...🌷🌷🌷...
Siangnya mereka chek out dari hotel itu. Didin sudah menunggu di lobby hotel, dia disuruh oleh kakek surya menjemput mereka. Didin langsung mengantar mereka menuju kerumah. Tapi jalan yang dilewati bukan jalan menuju rumah bima.
"Loh din kok lewat sini?" Tanya bima bingung, dia tahu ini jalan menuju rumah kiara.
"Memang rumahnya lewat sini pak." Jawab didin
Vella melihat kearah bima dengan bingung juga. Akhirnya mereka sampai dan berhenti dihalaman rumah bekas rumah orang tua kiara yang sudah dibeli oleh kakek surya.
__ADS_1
"Loh mas kita kok kesini?" Tanya vella
"Emm aku juga nggak tahu sayang," Jawab bima
Kemudian didin membukakan pintu dan mempersilahakn mereka turun dari mobilnya.
"Din kenapa kita kamu antar kerumah ini?" Tanya bima lagi
"Silahkan masuk dulu pak, bu," Ucap didin
Kemudian bima menggandeng tangan vella dan berjalan masuk kedalam. Vella bertanya-tanya untuk apa mereka diantar kesini, kan rumah ini sudah dibeli oleh seseorang. Dia berfikir mungkin yang membeli rumah ini klien bima, trus dia ingin bertemu begitu. Mereka masuk dibukakan pintu oleh pembantu rumah itu.
"Loh kakek surya?" Kaget bima melihat kakek surya duduk di kursi ruang tamu rumah itu
"Selamat datang dirumah kalian berdua." Ucap kakek surya dengan senang
Vella menatap kearah bima, dia bertanya-tanya apa maksud ucapan kakek surya itu.
"Kakek membeli rumah ini?" Tanya bima
"Iya untuk kalian, duduk sini kakek jelaskan."
Kakek surya menjelaskan kalau rumah ini sudah ia beli untuk kado pernikahan bima dan vella. Kakek sengaja membeli rumah ini karena ia tahu ini rumah lama vella dulu yang sangat ingin dia miliki lagi. Vella mengucapkan banyak terimakasih kepada kakek surya. Dia juga meminta izin padanya untuk mengajak ayahnya tinggal disini. Kakek surya mengatakan semuanya terserah pada vella. Karena rumah ini sudah menjadi miliknya. Bima pun juga mengizinkannya.
"Terimakasih kek, bima nggak nyangka kakek sampek melakukan ini buat aku dan vella." Ucap bima
"Kalian berdua kan cucu-cucu kakek, dan kakek ingin vella benar-benar merasakan kebahagiaan." Ucap kakek surya
"Iya terimakasih kek," Ucap vella
Kemudian kakek surya pamit pergi ke kantor dengan diantar didin. Kakek surya memberitahu kalau bima ingin keluar, mobilnya sudah ada di garasi. Kakek juga sudah menyiapkan mobil khusus untuk vella beserta sopirnya. Vella benar-benar sangat tidak menyangka diperlakukan seperti ini oleh kakek surya. Setelah kakek surya pergi bima mengajak vella masuk ke dalam. Ekspresi vella sangat bahagia akhirnya cita-citanya memiliki rumah itu terwujud. Dia tidak sabar ingin mengajak ayahnya tinggal disana.
"Ibu akhirnya aku kembali kerumah ini, meskipun sudah berbeda tapi dulu aku pernah di rawat ibu disini." Batin vella
MALAYSIA
Kiara sudah mengetahui berita pernikahan bima dengan vella. Dia sangat marah dan kesal mengetahui itu. Dia merasa tidak rela posisinya tergantikan oleh vella begitu saja.
"Berani-beraninya perempuan itu gantiin posisi aku!" Ucap kiara dengan membanting hpnya ke kasur.
"Nggak ada yang boleh milikin bima selain aku! Sebenarnya aku menyesal bercerai dengannya." Ucap kiara
Davin mendengar semua perkataan kiara itu. Dia langsung marah mendengarnya.
"Oh jadi kamu menyesal berpisah dari bima? Kamu anggep aku cadangan dia selama ini?"
__ADS_1
"Enggak bukan gitu sayang," Ucap kiara berusaha menjelaskan.
Davin berfikir inilah cara untuk memutuskan hubungannya dengan kiara.
"Jangan-jangan yang anak yang kamu kandung itu bukan anak aku tapi anak bima?"
"Vin ngaco kamu?! Aku cuma nglakuin sama kamu. Kan kamu sendiri yang melarang aku melakukan itu sama bima."
"Haha bisa saja kamu bohong sama aku, Kalian tiap hari kan tidur bareng, nggak mungkin kalau enggak melakukan itu." Ucap davin
"Vin ini jelas anak kamu. Kamu harus tetep nikahin aku secepatnya sesuai janji kamu!"
"Mana bisa aku nikahin kamu, aku juga nggak pernah janji dari awal. Kamu masih berharap sama bima kan? Minta aja tanggung jawab sama dia." Ucap davin dengan entengnya.
Kiara sangat tidak habis fikir kenapa hari ini davin jadi berubah sebegitu drastisnya.
"Sorry mulai sekarang kita putus. Aku mau pulang kerumah orang tua aku. Kalau kamu masih mau tinggal disini silahkan. Tapi bulan depan sewanya bayar sendiri. Aku nggak bisa berhubungan sama orang yang jelas masih mengharapkan orang lain dk hatinya." Ucap davin dan berlalu pergi meninggalkan kiara di apartemen sendirian.
Kiara hanya diam saja melihat davin yang pergi dan memutuskan hubungan dengannya.
"Tidak semudah itu kamu ninggalin aku vin. Aku bakalan temui orang tuamu dan bilang kalau aku hamil anak kamu. Rumah tanggaku hancur gara-gara kamu, enak saja main pergi gitu aja." Ucap kiara.
Kiara mencari alamat perusahaan keluarga davin di google. Dia tahu sedikit tentang perusahaan itu dari cerita davin. Akhirnya kiara memutuskan hari ini juga dia akan pergi kesana untuk menemui orang tua davin.
Sampai disana kebetulan bunda davin sedang berada di lobby perusahaannya. Kiara langsung menghampirinya.
"Hai calon ibu mertuaku sayang," Ucap kiara sambil langsung cipika-cipiki paksa bunda davin.
"Jangan panggil saya seperti itu, ada apa kamu datang kesini?"
"Aku mau memberitahu sesuatu." Ucap kiara dengan tatapan dan senyum yang jahat
"Apa? Ngomong aja cepet, saya nggak punya banyak waktu."
"Aku hamil anak davin." Ucap kiara
Bunda davin langsung menarik kiara ke ruangannya. Dia takut ada salah satu karyawannya yang mendengar omongan kiara. Tapi sepertinya tidak ada yang mendengarnya.
"Heh jangan macem-macem ya kamu, saya tahu kamu ngada-ngada begini karena agar saya setuju kamu menikah dengan davin kan? Tidak akan! Saya sudah punya jodoh untuk davin, barusan dia bilang juga setuju aja." Ucap bunda davin
Kiara kaget mendengar perkataan bunda davin, Jadi davin sudah setuju menikah dengan pilihan bundanya. Makanya dia sengaja mencari kesalahan kiara dan menyebut kalau anak yang dikandungnya adalah anak bima.
Kiara bersikeras pada bunda davin kalau dia benar-benar mengandung saat ini. Tapi bunda malah memanggil satpam untuk mengusir kiara dari sana. Kiara di seret keluar oleh satpam secara paksa. Di.luar perusahan dia terus mengumpat.
"Davin bren*s*k, Baj*ng*n!! Beraninya dia ngehianatin gue setelah hamil anak dia gini. Gue bakal rusak rencana perjodohannya ini. Lihat aja!"
__ADS_1